Anda di halaman 1dari 46

Katarak

Nitri Ramadhani Santril


1110211064
Lensa normal
Struktur
90% protein terbagi atas :
Protein larut air (80%)
Protein hidrofilik : -, -, - crystallins
Protein tidak larut air (20%)
Membran, protein sitoskeletal

Transparan karena :
Struktur protein kristalin yang teratur
Lensa
Berfungsi memfokuskan cahaya agar terbentuk
bayangan yang tajam di retina

Unsur utama lensa, yaitu :


kapsula lentis
serat-serat lensa
nukleus lensa
Korteks
Zonula zinni
Gambar lensa
KATARAK
Katarak : kekeruhan lensa akibat hidrasi
lensa (edema), denaturasi,
proliferasi dan kerusakan
kontinuitas normal serat lensa.
Mengenai kedua mata, berjalan lambat / progresif
etiologi
Faktor penyebab katarak, yaitu :
Fisika
Kimia
Penyakit predisposisi
Genetik dan gangguan perkembangan
Infeksi virus saat janin
usia
etiologi
Penyakit mata glaukoma
Ablasi
Uveitis
Retinitis pigmentosa
Obat2an eserin
kortikosteroid
ergot
antikolinesterase topikal
Kelainan sistemik diabetes melitus
atau metabolik galaktosemia
distrofi miotonik
Tanda+Gejala
Biasanya gejala berupa keluhan penurunan tajam
pengelihatan secara progresif (seperti rabun jauh
memburuk secara pro-gresif).
Pengelihatan seakan-akan melihat asap dan pupil
mata seakan akan bertambah putih.
Apabila katarak telah matang, pupil terlihat
putih,sehingga refleks cahaya pada mata menjadi
negatif (-).
pandangan
Klasifikasi
Katarak senilis
Katarak pada anak
Katarak komplikata
- Penyakit intraokuler : uveitis,
glaukoma,ablatio retina, retinitis
pigmentosa.
- Penyakit sistemik : DM, Galaktosemia,
hipoparatiroidisme
Klasifikasi 2
- Katarak toksik : Kortikosteroid
- Katarak traumatika : Fisik dan kimia

Katarak sekunder : terjadi kekeruhan kapsul posterior


setelah operasi katarak ekstra kapsuler
katarak

Katarak Katarak Katarak


Kongenital Juvenil Senilis
Klasifikasi menurut umur

Katarakl Kongenital < 1 th


Katarak Juvenil > 1 th - 30 th
K. Senilis > 50 th
Klasifikasi katarak menurut
konsistensinya
Katarak cair (fluid) < 1 tahun
Katarak lunak (soft) 1-35 tahun
Katarak keras (hard) > 35 tahun
Katarak kongenital
Definisi :
Katarak yg mulai terjadi sebelum atau segera
setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun
Klasifikasi :
1. kapsulolentikular, dimana pada gol. Ini
termasuk katarak kapsular dan katarak polaris
2. katarak lentikular,termasuk dalam gol. Ini
katarak yang mengenai korteks atau nukleus
lensa saja.

Katarak Kongenital
Klasifikasi
Katarak lamelar/zonular
Katarak polaris posterior
Katarak polaris anterior
Katarak nuklear
Katarak sutural
etiologi
50% penyebab katarak kongenital adalah
sporadik dan tidak diketahui penyebabnya.
Katarak biasa ditemukam pd bayi yg dilahirkan
oleh ibu dgn penyakit rubela, homosisteinuri,
DM, hipoparatiroidism, toxoplasmosis, inklusi
sitomegalik, histoplasmosis.

Katarak Kongenital
etiologi
Merupakan penyerta penyakit herediter,
seperti mikroftalmus, aniridia, koloboma iris,
iris heterokromia, lensa ektopik, displasia
retina, dan megalo kornea.

Katarak Kongenital
diagnosa
Pemeriksaan prenatal riwayat infeksi dan
pemakaian obat selama kehamilan
Px. Urin uji reduksi (+)
Px. Darah katarak berhubungan dgn DM
Px. mata pd mata bayi terlihat bercak putih
atau suatu leukorkoria, visus

Katarak Kongenital
Terapi
Operasi katarak kongenital dilakukan bila refleks
fundus tidak tampak
Biasanya bila katarak bersifat total, operasi dapat
dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda bila
telah dapat dilakukan pembiusan
Prognosis
Katarak kongenital total / unilateral : buruk, mudah
terjadi ambliopia deprivasi, karena makula lutea tak
dapat rangsangan.
K. bilateral / parsial, pengobatan lebih konservatif
dengan kacamata / midriatika baru pembedahan bila
kekeruhan progresif dengan tanda mata juling
Katarak Juvenil
Katarak lunak & pada orang muda, mulai terbentuk
pada usia lebih 3 bulan - < 9 th. Biasanya kelanjutan
K. kongenital.
Biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik /
metabolik & penyakit lain
1.Kat. Metabolik : diabetik
2.Otot : distrofi motorik (20 30 th)
3.Katarak traumatika
4.Katarak komplikata
Katarak Katarak diabetik dan galaktosemia
metabolik katarak hipokalsemik
katarak defisiensi gizi
katarak aminoasiduria
penyakit wilson
dll

Otot distrofi miotonik

Katarak
traumatik
Katarak kelainan kongenital dan herediter
komplikata katarak degeneratif
katarak anoksik
toksik
katarak radiasi
dll
Katarak juvenil
Katarak Senilis
Paling sering
Kekeruhan lensa pada usia > 50 th.
Penyebab tak diketahui pasti.
Kelainan mengenai nukleus (sklerosis
nukleus), korteks (koronaris / kuneiformis) /
kapsul posterior
Patogenesis katarak
Penyebab katarak senilis adalah akibat :
Proses pada korteks
Proses pada nukleus
Patogenesis katarak
Proses pada kortekshidrasi lensa :
penimbunan cairan diantara serabut
serabut lensa/ absorpsi
intraseluler yang biasanya
ditentukan oleh tekanan osmotik.
Proses pada nukleusdenaturasi
protein lensa: perubahan kimiawi
dari kandungan protein lensa,
dimana protein yg semula
larut dlm air tidak larut
dalam air.
Akibat kedua hal tersebut
Katarak kortikalis
Perubahan elektrolit & keseimbangan cairan :
ditentukan tekanan osmotik
Normal lensa terdiri dari :
Rendah natrium & tinggi kalium
Keseimbangan cairan oleh pompa kation epitel lensa
Pada katarak kortikalis :
Permeabilitas membran terhadap natrium tinggi
natrium & rendah kalium
Katarak nuklearis
Perubahan fisika & kimia struktur protein
lensa (kristalin)
Oksidasi
Ultraviolet-induced oxidation
Proteolisis
Perubahan lensa
Kapsul menebal dan kurang elastis
mulai presbiopia
bentul lamel kapsul berkurang atau kabur
terlihat bahan granular
Epitel (makin sel epitel (germinatif) pd ekuator bertambah besar
tipis) dan berat
bengkak dan vakuolisasi mitikondria yg nyata
Serat lensa lebih ireguler
terdapat kerusakan jelas serat sel pd korteks
brown sklerotic nukleus
korteks tdk berwarna karena :
- kadar as. Askorbat tingi dan menghalangi
fotooksidasi
- sinar tdk banyak mengubah protein ps serat
muda
Katarak Senilis
Gejala
Distorsi penglihatan & penglihatan semakin
kabur
Dapat terjadi miopisasi (artifisial) karena
meningkatnya indeks refraksi lensa pada stad.
Insipiens
Secara klinik ada 4 stad : insipiens, imatur,
matur & hipermatur
stadium
Insipien Imatur Matur Hipermatur

Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif


Cairan lensa Normal Bertambah Normal Berkurang
(msk air) (air+lensa keluar)
Iris Normal Terdorong Nomal Tremulans
Bilik mata Normal Dangkal Normal Dalam
depan
Sudut bilik Normal Sempit Normal Terbuka
Mata
Shadow test Negatif Positif Negatif Pseudopos
Penyulit tdk ada Glaukoma tdk ada uveitis+glaukoma

Katarak Senilis
Katarak Immatur
google.co.id
google.co.id
google.co.id
Pengobatan

Pembedahan, dengan indikasi


- mengganggu pekerjaan sehari- hari
- terjadi komplikasi Glaukoma /
uveitis
Pengobatan 2
1.EKEK (ekstraksi kat ekstra kapsular)
Kapsul anterior dibuka hingga massa
lensa & nukleus dapat dikeluarkan, &
dipasang IOL
Komplikasi : katarak sekunder,
astigmatisme, glaukoma, uveitis,
perdarahan, endoftalmitis.
Pengobatan 3
2.EKIK (ekstraksi katarak intra kapsular)
Hanya pada katarak matur > 40 th, dengan
mengeluarkan seluruh lensa bersama
kapsul
Komplikasi : Astigmatisme, glaukoma,
uveitis, endoftalmitis,
perdarahan
Pengobatan 4
3.Fakoemulsifikasi
Tindakan seperti EKEK hanya massa
lensa & nukleus difakoemulsifikasi
(dihancurkan & diaspirasi) dengan alat
sehingga luka irisan lebih kecil untuk
mengurangi astigmatisme & percepat
kesembuhan
Pemasangan lensa
buatan intraokular
(IOL) dapat
memperbaiki tajam
penglihatan (visus)
seoptimal mungkin.
Katarak komplikata
Katarak akibat penyakit mata lain (radang
danproses degenerasi)
Bisa juga disebabkan penyakit sistemik endokrin
dan keracunan obat
Dimulai didaerah bawah kapsul/pada lapis
korteks
Kekeruhan bisa difus, pungtata/linier
2 bentuk pada katarak komplikata
Kelainan pd polus posterior
Kelainan pd polus anterior
Katarak komplikata
Katarak diabetes
Merupakan katarak yang terjadi akibat adanya
penyakit DM
Dapat terjadi dlm 3 bentuk
Kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa
berkerut (pd dehidrasi berat, asidosis,
hiperglikemi)
Bentuk snow flake atau piring subkapsular (pd DM
juvenil dan tua tak terkontrol)
Sama dengan bentuk katarak non diabetik (pd DM
dewasa)
Pada keadaan hiperglikemi, terdapat
penimbunan sorbitol dan fruktosa dlm lensa
Katarak sekunder
Terjadi akibat terbentuknya jaringan fibrosa
pada sisa lensa yang tertinggal
Keadaan ini terlihat sesudah 2 hari EKEK
Katarak sekunder merupakan fibrin sesudah
suatu operasi katarak ekstrakapsular atau
sesudah suatu trauma yg memecah lensa