Anda di halaman 1dari 20

EVALUASI PROGRAM PUSKESMAS MENGENAI

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE


Jessica Oswari
102014034
DHF

Agent Vektor Sifat vektor


Virus Nyamuk Aedes Berkembang biak pada air jernih yang tdk berhubungan dengan tanah
dengue aegypti
(DEN-1) Aedes albopictus Menggigit pada siang hari
(DEN-2) Nyamuk betina membutuhkan darah manusia untuk mematangkan telurnya
(DEN-3) Kemampuan terbangnya 100 meter
(DEN-4) Masa pertumbuhannya dari telur - dewasa 7-10 hari
Multiple bitting / suka menggigit lebih dari satu orang
Nyamuk aedes suka hinggap di pakaian yang menggantung dikamar
Nyamuk menjadi infektif dalam 8-14 hari dan akan tetap infektif selama
sisa hidupnya
Umur nyamuk betina 2-3 bulan
Diatas 1000 mdpl nyamuk tidak dpt brkmbangbiak karena suhu trlalu
rendah
Hujan diselingi panas adlh waktu terbaik perkembangbiakannya
Teori terjadinya penyakit menular

Vektor
Cara penularan DBD/DHF

Manusia sakit/carrier > Vektor > Manusia


Epidemiologi

Asia tenggara
Pasifik barat
Karibia

ENDEMIK =
ASIATENGGARA
Puskesmas
Upaya Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Organisasi kesehatan fungsional

(Pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang


juga membina peran serta masyarakat dan
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan
terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya
dalam bentuk kegiatan pokok )
Peran dan Fungsi Puskesmas
1. Pusat penggerakan pembangunan berwawasan
kesehatan
2. Pusat pemberdayaan masyarakat
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Upaya Kesehatan Pokok Puskesmas
Basic Seven
1. Upaya kesehatan ibu dan anak (KIA)(ANC)
2. Upaya pengobatan
3. Upaya kesehatan lingkungan (UKS, UKK)
4. Upaya promosi kesehatan (PHBS)
5. Laboratori sederhana
6. Upaya pencegahan pengendalian penyakit
menular
7. Pencatatan dan pelaporan
Peranan Dokter di Puskesmas
5 stars doctor
1. Health care provider
2. Decision maker
3. Community leader
4. Manager
5. Communicator
Manajemen Program DHF di Puskesmas

Surveilans epidemiologi
Pemberantasan vektor dan penanggulangan
Kejadian Luar Biasa
Tatalaksana klinis
Penyuluhan
Peran serta masyarakat
Pelatihan
Penelitian dan pengembangan
Surveilans epidemiologi
1. Man
2. Money
3. Material
4. Method
KLB dan Wabah
KLB : Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan
atau kematian yang bermakna secara epidemiologis
pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu
Wabah : berjangkitnya suatu penyakit menular dalam
masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat
secara nyata melebihi keadaan yang lazim pada
waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan
malapetaka. Menteri kesehatan menetapkan dan
mencabut daerah tertentu dalam Indonesia yang
terjangkit wabah sebagai daerah wabah.
Kriteria KLB
Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga) kurun
waktu dalam jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya
Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka
rata-rata jumlah per bulan dalam tahun sebelumnya
Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu) tahun
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata
jumlah kejadian kesakitan per bulan pada tahun sebelumnya
Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu)
kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau
lebih dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode
sebelumnya dalam kurun waktu yang sama
Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu
periode menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode
sebelumnya dalam kurun waktu yang sama
Peningkatan Pengetahuan, Sikap,
Perilaku Masyarakat tentang DBD
Health promotion
Melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan

Memberi nutrisi yang sesuai standar

Meningkatkan kesehatan mental

Penyediaan perumahan yang sehat

Pekerjaan yang sesuai

Melakukan konseling perkawinan

Melaksanakan pemeriksaan berkala


Evaluasi program DBD
1. Penyuluhan informasi tentang demam berdarah
dan pencegahannya
2. Preventif : Pemberantasan Sarang Nyamuk -DBD,
3M (Menguras, Menutup, Mengubur)
Pencegahan DHF
(Pemberantasan Vektor)

Fogging massal ( pemberantasan


vektor stadium dewasa/nyamuk)

Abatisasi massal ( pemberantasan


vektor stadium jentik)
JUMANTIK (Juru pemantau jentik)
Tugas Jumantik :
melakukan pemantauan jentik
penyuluhan kesehatan

menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk secara


serentak dan periodik
melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Supervisor
dan Petugas Puskesmas >> sistem pemantauan jentik
berkala yang berjalan dengan baik
Pencegahan DHF
(Pemberantasan Vektor)
Angka Bebas Jentik sebagai tolak ukur upaya
pemberantasan vektor melalui gerakan PSN-3M
menunjukan tingkat partisipasi masyarakat dalam
mencegah DBD.
Apabila angka bebas jentik rendah: maka
kemungkinan penduduk terkena DBD adalah lebih
besar dibanding daerah lain yang angka bebas
jentiknya lebih besar.

= 100%

Pencegahan DHF
(PSN DBD)
3M (Menguras, Menutup, Mengubur)
Kesimpulan
Puskesmas merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan
kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pada Evaluasi
Program Puskesmas dalam menangani Penyakit Demam Berdarah
Dengue penting bagi para petugas puskesmas untuk melakukan
pendekatan system dan menbandingkan antara cakupan dengan
target yang telah ditetapkan. Pemberantasan DBD dibandingkan
dengan target variable yang dinilai: jumlah penderita DBD,
pemeriksaan jentik berkala, kegiatan penyuluhan DBD,
pemberantasan vektor yaitu: kegiatan fogging, abatisasi dan
gerakan 3M/ gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN).Untuk itu upaya pencegahan penyakit dbd dapat dengan
meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku yang baik tentang
pencegahan penyakit DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk
serta sanitasi lingkungan yang baik.