Anda di halaman 1dari 37

Bimtek Penilaian BMD

Pemkab.Manggarai Barat

Penilaian Mesin, Peralatan dan


Kendaraan
Nilai Mesin

Opini nilai ekonomi atas suatu mesin.


Konsep ekonomi yang merujuk pada
hubungan finansial antara mesin yang
tersedia untuk dibeli/dijual oleh mereka
yang membeli dan menjualnya.
Perkiraan manfaat ekonomi atas mesin
pada suatu waktu tertentu dalam
hubungannya dengan definisi tertentu.
Mesin sebagai Properti Khusus

Penggunaan yang khusus, sifat-sifat khusus,


dirancang khusus dalam kaitan lokasi, terkadang
dalam satu negara hanya ada satu macam mesin
Mesin telah mengalami modifikasi tertentu.
Pasar mesin bersifat inactive, sehingga sumber
informasi sering kali terasa terbatas.
Mesin kebanyakan diproduksi di luar negeri,
sehingga sering kali ditemukan kesulitan untuk
mengetahui harga barunya, apalagi kalau mesin
impor yang dinilai merupakan mesin impor
sudah dalam bekas sebelumnya .
Hal yang perlu diketahui

Definisi dan Interprestasi Mesin,


Penggolongan mesin dalam pasar properti
Asumsi dan pernyataan standar dalam penilaian
mesin
Penyebab timbulnya nilai mesin
Dasar penilaian mesin
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai mesin
Prosedur penilaian mesin
Analisis penyusutan mesin
Umur mesin
Apa sebaiknya yang harus dilakukan oleh penilai
sehubungan sifat khusus yang dimiliki oleh
mesin.
Definisi Mesin

Standar Penilaian Indonesia 05 ( 0.5.28.1)


Mesin dan peralatan terdiri dari instalasi
pelayanan gedung serta mesin dan peralatan
yang dirangkai dalam satu kesatuan proses
dalam hubungannya dengan kegiatan industri
atau komersial dari perusahaan termasuk
mebel, perabotan dan peralatan, kendaraan,
cetakan dan perkakas lainnya yang digunakan
dalam kegiatan usaha
Defenisi lebih terperinci

Pabrik (plant) adalah suatu kesatuan dari


berbagai jenis aset, dapat pula termasuk
bangunan non-permanen yang bersifat khusus,
mesin-mesin dan peralatan.
Mesin (machine) adalah suatu perangkat yang
mempergunakan atau memanfaatkan daya
mekanik, memiliki komponen-komponen yang
masing-masing mempunyai fungsinya sendiri-
sendiri dan secara kesatuan berfungsi
melakukan pekerjaan dan proses tertentu.
Peralatan (equipment) merupakan aset-aset
pendukung yang berfungsi untuk membantu
operasional suatu kegiatan usaha.
Mesin dalam pengelompokkan
Properti
Tanah
Real Property Bangunan &
Pengembangannya

Tangible
(berwujud) Machinery & Equipmnt
Fixture & Furniture
Personal Kendaraan Bermotor
Property Building Equipment
Jewelry / Antique / Art
PROPERTY

Intangible Good will


Hak Patent
(tak berwujud) Franchices
Merk Dagang
Hak Cipta (Copyright)

Saham
Surat-surat Investasi
berharga Deposito
Saham Langsung

7
Jenis Mesin dan Peralatan
Mesin dan Peralatan

Mesin Perkakas
Mesin Proses Produksi

Alat-alat Berat

Alat Transportasi
/ Kendaraan

Mesin mesin

Listrik Mesin-

mesin utilitas

Peralatan
Laboratorium

Alat Penelitian
Mesin Proses Produksi
Mesin Industri Perkayuan :
Logging, Sawmill, Plywood, mesin produk kayu olahan
Mesin Industri Logam :
Foundry / Peleburan baja, pembuat cannal, pipa, pelat, mesin
Mesin Industri Plastik :
Injection moulding, hopper, packaging , dies/cetakan
Mesin Industri Kertas :
Paper Pulp making, Bleaching, Stretching, Rolling, Coiling
Mesin Industri Kimia :
Reactor, Presser Vessel, Destilizing, Absorber, heat exchanger
Mesin Industri Pangan :
Makanan : Cleaning, washing, milling, sifter, packing. Minuman : Distilizing,
Pasturizing, colling unit, bottling, packing
Mesin Industri Tekstil :
Blowing, Drawing, Carding, Spinning, Winding, Garment
Mesin dan Alat Pertanian & Peternakan :
Alat pemanen, alat pembajak, mesin pengolah teh/kopi, alat penetas telur, alat
pertambakan, mesin pengolah minyak sawit
Mesin dan Alat Pertambangan :
mesin pengolahan batu bara : Dredger, Conveyor, Scraper, mesin pengolahan
minyak : Oil Refinery, Rig
DLL
Mesin Lain
Mesin Perkakas Mesin Bubut, Mesin Ketam, Mesin Frais, Mesin Bor,
Mesin Gergaji, Las, dll

Alat-alat Berat Buldozer, Tractor, Grader, Shovel, Excavator, AMP, dll

Alat Pengangkat Lift/ Elevator, Escalator gedung, Crane, dll

Alat Transportasi /
Kendaraan Pesawat Udara, Kapal, Kendaraan Bermotor, dll

Mesin dan Alat Satelit, Tranceiver, Jaringan telepon, Panel, Box, Rumah Kabel,
Komunikasi alat monitor dll

Mesin- mesin utilitas Genset, Transformer, Boiler, Air Conditioner, Compressor,


Pompa, dll

Peralatan Laboratorium
& Alat Penelitian Timbangan analityc, Stirrer, Water Bath, Glass apparatus,
alat ukur, teodolith,dll
Asumsi Penilaian Mesin

Mesin dan Peralatan dianggap sebagai kesatuan


utuh dalam kondisi siap operasi dilokasinya (in-
situ), lengkap dengan pondasi, instalasi dan
peralatan pendukung yang diperlukan dalam
operasinya.

Apabila mesin yang dinilai merupakan unit yang


berdiri sendiri, baik yang sudah terpasang maupun
belum terpasang, ataupun sudah terpasang namun
dianggap akan dipindahkan (ex-situ), penilai harus
menjelaskannya tentang keadaan mesin tersebut
termasuk komponen-komponen apa yang termasuk
dan tidak termasuk dalam penilaian, serta metode
penilaian yang diterapkan.
Batasan Masalah

Identifikasi hak/status mesin

Nilai per-tanggal / cut of date

Tujuan penilaian

Batasan nilai, yaitu nilai pasar


atau nilai selain nilai pasar
Identifikasi Mesin

Kegunaan Mesin - Produk Merk dagang : nama local

Makro :

Identifikasi secara Mikro


Identifikasi data secara yang dihasilkan, Nomor model dan nomor
Kapasitas produksi seri
Tanggal identifikasi Spesifikasi catalog jika
Nama/alamat perusahaan relevan dan bermanfaat.
Perusahaan/kontraktor Ukuran, kapasitas, dan tipe.
yang mendesain. Tanggal dan tahun
Cara beroperasi pembuatan dan pemakaian.
Hasil produk akhir atau Bahan konstruksi
produk antara. Kelengkapan alat Bantu,
Data sejarah operasional 3 feature khusus
- 5 tahun terakhir. Tipe dan nama motor
Bahan bakar dan konsumsi penggerak
per unit., dll Bahan bakar
Analisis Data

Faktor-faktor
yang dapat Pemilihan
mempengaruhi metode
nilai pendekatan

Pemilihan
Perhitungan metode &
perhitungan Rekonsiliasi nilai
nilai
penyusutan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
FAKTOR-FAKTOR
NILAI MESIN

EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi, Ss&Dd
PHISIK mesin tsb., meningkatnya daya
Ciri2 phisik Mesin : beli, penemuan baru sumber
Merek, negara asal, bahan baku penggantiminyak,batu
model,tahun, bara, solar cell, perluasan produksi
bentuk,kapasitas, bahan baru mesin otomatis, plastik
yg dipakai, pengganti komponen mesin, trend
teknologi,space yg of industry,dll.
diperlukan, perawatan, NILAI MESIN
sistem pengoperasian.

SOSIAL POLITIK
Kebijakan Pemerintah dlm
Kebanggaan kepemilikan,
UU, besar tarif BM, PPN,
membesar dan
perubahan nilai tukar uang
terkenalnya suatu usaha
yg berpengaruh thd mesin dr
yg dikelola, sikap manusia,
LN, adanya relokasi zona
tingkah laku dan selera
industri menjadi real estate,
ingin memiliki
dll.

2/9/2016 15
Pendekatan penilaian :

Mesin dan Peralatan yang Pendekatan Biaya (metode


termasuk dalam jenis DRC)
properti khusus

Pendekatan data pasar


Mesin yang termasuk dalam
properti bukan khusus Pendekatan Biaya (metode DRC)

Pendekatan Pendapatan :
Ada data pendukung yang kuat , al : proporsi penerimaan yang
merupakan partisipasi dari mesin dan peralatan itu sendiri, biaya
operasional serta tingkat disconto (discount rate)
2/9/2016 16
Beberapa Nilai yang sering dipakai dalam penilaian
mesin

Biaya
Reproduksi Nilai
Baru Biaya Nilai
Pasar
Pengganti Asuransi
Terdepresiasi Nilai
Likuidasi

Perkiraan jumlah uang


Pd tanggal penilaian,
yg diperoleh dari
Nilai yang disebutkan
Nilai yang diperoleh Biaya Reproduksi Baru Transaksi jual beli,
sebagaimana Nilai yang diperoleh
dari harga pasar Dikurangipenyusutan Antara pembeli yg
didalam kontrak dari harga jual paksa,
ditambah dengan berminat beli dgn
Atau polis asuransi dalam waktu yang
komponen BM s/d Fisik penjual yg berminat
dan dituangkan relatif singkat,
mesin terpasang Fungsi Jual, dlm satu
dalam definisi yang dimana penjual
Ekonomi transaksi
terperinci tidak berminat
bebas ikatan, yg
penawaran menjual
nya dilakukan secara
layak dan kedua pihak
masing2 mengetahui,
bertindak hati2 dan
tanpa paksaan
2/9/2016 17
Perhitungan Nilai
Data1 Data 2
Market Data Approach

Cari Pembanding yang


Sejenis/ setara
Adjust beberapa hal
sbb.:
Tahun

Model
Nilai Kendaraan Isi silinder

Engine

Data3 Data 3 Body

Accessories

Surat-surat

2/9/2016 18
Perhitungan Nilai
Data1 Data 2
Market Data Approach

Cari Pembanding yang


Sejenis/ setara
Adjust beberapa hal
sbb.:
Merek

Model
Nilai Mesin Kapasitas

Bahan

Data 3 Data 3 Teknologi

Tenaga Penggerak

Perlengkapan

2/9/2016 19
Perhitungan Nilai
Data 1
Cost Approach

Cari mesin yang sama/


Sejenis/ setara di pasaran
Insert beberapa hal sesuai
peraturan yg berlaku sbb.:
Original Price

FOB/ CIF/ C&F


Nilai Mesin
Import Duty

Handling Charge

Data2 Local Transportation

Installation Cost

Reproduction Cost New

2/9/2016 20
Perhitungan Nilai

Income Approach

Cari mesin yang sama/


Market Data Sejenis/ setara di pasaran
Approach
Insert beberapa hal sesuai
peraturan yg berlaku sbb.:
Total Gross / Net Revenue

Total Cost
Nilai Pompa
BBM Rekonsiliasi Net Provit

Pilih Discount Rate

Pilih Cap.Rate pd Terminal


Value
Cost Approach Hitung Nilai aset pd masa
proyeksi
Tetapkan Nilai dgn menarik
Installation Cost
Reproduction Cost New

2/9/201 21
6
Analisis Penyusutan Mesin

Istilah accrued depreciation dalam metode


biaya pengganti atau reproduksi baru untuk
merujuk pada pengurangan nilai dari total
biaya baru.
Accrual for depreciation merupakan fungsi
dari konvensi akuntansi dan tidak selalu
mencerminkan keadaan atau situasi pasar.

2/9/2016 22
Jenis Penyusutan
a. Kerusakan fisik( Physical deteroiration)
Deterioration adalah penyusutan yang terjadi karena faktor
umur pemakaian dan kondisi fisik yang ada, sehingga berakibat
pada penurunan kinerja mesin yang ditunjukkan adanya
penurunan kemampuan mesin beroperasi tidak seperti pada
waktu mesin dalam keadaan baru. Meliputi rusak, aus, usang,
kropos, karatan, retak, mengeras atau kerusakan pada struktur.

b. Kemunduran (obsolescence)
Obsolescence adalah aspek lain dalam penyusutan yang
disebabkan diluar kerusakan/keausan fisik, misalnya mesin
dalam keadaan kurang sempurna dalam hal fasilitas, model,
bentuk, umur, perubahan sosial, peraturan pemerintah dan
peraturan lain yang membatasi dll, meskipun secara fisik mesin
dapat bekerja dengan baik (excellent). Hal ini dimungkinkan
karena kemajuan teknologi dengan diciptakan mesin baru, yang
lebih utama adalah penentuan dasar pendekatan perhitungan
penyusutan.

2/9/2016 23
Trend atau perkembangan teknologi dari suatu industri, biasanya akan
berdampak langsung kepada harga mesin lama yang akan dinilai , sekalipun
mesin lama masih memiliki phisik yang masih baik. Dampak yang timbul
meliputi kemunduran fungsi dan ekonomis
( Functional & Economic Obsolesences).
Economic
Functional
Obsolesence :
Obsolesence :
Bahan Baku :
Efisiensi : Kelangkaan bhn.baku,
menjadikan penurunan
Design lebih baik, adanya alat produksi.Contoh Pabrik tekstil
kontrol, motor lebih kecil. dgn bhn.baku cottton sekarang
Contoh Computer,Alat polyester.
komunikasi.
Trend of Industry
Hasil Produksi :
Man Power : Cara pemasaran produk, tdk ada
Penggunaan tenagamanusia selera masyarakat untuk
lebih sedikit memiliki.

Investment : Peraturan Pemerintah :


Ratio space yang lebih kecil Adanya larangan mesin tsb.
berdampak kpd retun. beroperasi karena
membahayakan, perubahan
zona, relokasi

2/9/2016 24
Jenis Penyusutan Mesin

Terdapat 3 penyusutan yang di kenal dalam penilaian :


Akibat kerusakan struktur, retak, pecah, kering,
Physical mengeras, perlu diperhatikan apakah kerusakan dapat
diperbaiki atau tidak (curable/incurable)
Deterioration Pada dasarnya menentukan perbandingan sisa umur
ekonomis dengan perkiraan usia ekonomisnya

Kemunduran fungsi akibat kesalahan perencanaan atau


perkembangan teknologi mesin baru yang lebih efisien
Functional kerjanya, dihitung dgn mengkapitalisasi pemborosan
Obsolescence dibanding mesin baru selama sisa usia ekonomisnya.
Pemborosan bisa berupa tenaga kerja, energi, suku
cadang, perawatan dsb

Kemunduran ekonomis akibat peraturan baru dari


Economic pemerintah, relokasi, perubahan selera masyarakat,
Penjualan satu jenis barang menurun hingga
Obsolescence Mempengaruhi produksinya, penurunan kerja inilah
yang dihitung sebagai kemunduran ekonomis.
Metode Penyusutan
Metode perhitungan penyusutan menurun
(reducing balance method)
Pengukuran penyusutan mesin berdasarkan
perhitungan penyusutan menurun dengan
anggapan bahwa beban
kerusakan/kemunduran mesin terjadi tiap
tahun tidak secara konstan, pada mulanya
tinggi dan selanjutnya menurun.
Pertimbangannya adalah di awal beroperasi
mesin memberikan performance yang lebih
bagus.
26
Metode perhitungan penyusutan garis lurus (Straight Line
Method)

Pengukuran penyusutan mesin berdasarkan garis lurus dengan anggapan


bahwa kerusakan/kemunduran mesin terjadi tiap tahun secara konstan.
Kelebihannya penggunaan perhitungan penyusutan garis lurus adalah
sederhana sehingga memudahkan dalam perhitungan, sedangkan
kelemahannya adalah anggapan bahwa penyusutan mesin tiap tahun konstan
tidak selalu berlaku, karena banyak variable yang mempengaruhi keadaan fisik
dari mesin, misalnya perawatan, pola kerja mesin, penggunaan jenis bahan
bakar.

2/9/2016 27
Tingkat Penyusutan

Besarnya tingkat penyusutan pertahun suatu mesin


tergantung dari estimasi umur efektif (the effektive life)
mesin,
Pada metode perhitungan garis lurus :
semakin lama umur efektif suatu mesin, besarnya
tingkat penyusutan pertahun akan semakin kecil.

Estimasi umur efektif mesin :


- 10 tahun, besarnya tingkat penyusutan pertahun
sebesar 10% (perhitungan 100% / 10),

- 20 tahun besarnya tingkat penyusutan sebesar


5% (perhitungan 100% / 20).

2/9/2016 28
Metode perhitungan penyusutan Decreasing Balance
Method

Umur Ekonomis (tahun) = n


Nilai Sisa pada akhir n = a
Penyusutan = 1- a
Formula: ???
Penyusutan = (1-R)n
1 - a = (1-R)n
Nilai sisa =
(1- a)1/n = 1 R
R = 1 - (1- a)1/n
2/9/2016 29
CONTOH:
Umur Ekonomis (tahun) = 5
Nilai Sisa pada akhir n = 15%
Penyusutan = 1-0,15 = 0,85 = 85 %

Formula:
Penyusutan = (1-R)5
a = 1 (1-R)5
Nilai sisa = 1 a = (1-R)5
(1- 0,15)1/5 = 1 R
R = 1 - (1- 0,15)1/5
2/9/2016 30
Umur Teknis/Hidup (Life Span)

Umur teknis suatu mesin secara ekonomi tidak


seharusnya dibingungkan dengan pengertian
waktu kerja secara fisik Umur teknis merupakan
estimasi jangka waktu penggunaan mesin dalam
proses produksi.
Umur fisik merupakan estimasi jangka waktu
penggunaan mesin dimana secara fisik mampu
berproduksi. Akhir dari umur fisik apabila mesin
mengalami kerusakan, hancur, terbakar sehingga
tidak dapat berproduksi lagi.

2/9/2016 31
Mesin dipakai Mesin dinilai Batas umur Batas umur
Mesin dibuat ekonomis Fisik

Umur Aktual
Sisa umur ekonomis
(Penggunaan)

Umur e f e k t If

Umur Aktual (Phisik)

Umur Ekonomis Salvage /Scrap

Umur Fisik

SISA UMUR EKONOMIS = PERKIRAAN UMUR EKONOMIS UMUR EFEKTIF

2/9/2016 32
Beberapa Istilah yang biasa dipergunakan :
Umur Phisik Umur yang diperkirakan secara phisik
(Usefull Life)

Umur Ekonomis Umur yang diperkirakan secara


(Economic Usefull Life) ekonomis

Umur Efektif Saat Mesin dibuat sampai dilakukan


(Efective Age) penilaian

Umur Aktual Phisik Sejak Mesin dibuat sampai dilakukan


(Physical Actual Age) penilaian

Umur Aktual Penggunaan Sejak Mesin dipakai sampai saat dilakukan


penilaian

Sisa Umur Ekonomis Sisa umur secara eknomis


(Economic Remaining Life)

2/9/2016 33
Tabel Referensi Penyusutan
Penyusutan Kondisi Sisa Umur
Ekonomis
BARU
0 5% Belum pernah digunakan, kondisi prima 95 100 %

SANGAT BAIK
6 15 % Seperti baru, baru dipakai sebentar, belum memerlukan penggantian 85 94 %
suku cadang atau perbaikan
BAIK
16 35 % Telah dipergunakan dan pernah dilakukan perbaikan, kondisi prima 65 84 %

WAJAR
36 60% Telah dipergunakan dan pernah dilakukan perbaikan, masih 40 64 %
memerlukan beberapa perbaikan serta penggantian suku cadang
minor seperti :seal, bearing dsb.
CUKUP
61 80 % Telah dipergunakan dan pernah dilakukan perbaikan, masih 20 39 %
memerlukan beberapa perbaikan serta penggantian suku cadang
penting seperti : motor penggerak, poros, dan komponen penting
lainnya
BURUK
81 95 % Telah dipergunakan dan pernah dilakukan perbaikan, masih 5 19 %
memerlukan cukup banyak serta penggantiankomponen penting
seperti : poros utama, komponen dari struktur utama
SANGAT BURUK (Scrap)
96 100 % Dalam keadaan rusak, tidak dapat dipergunakan dan diperbaiki lagi 04% 34
2/9/2016
Memadukan Indikasi Nilai (Rekonsiliasi Nilai) :

Tiap pendekatan mungkin menghasilkan


perhitungan nilai yang berbeda, namun kalau
perhitungannya benar, tidak akan menghasilkan
perbedaan nilai yang sangat jauh. Perbedaan ini
kemudian harus dikemukakan dalam laporan
penilaian, yang menjelaskan pertimbangan
ditetapkan salah satu perhitungan yang
dihasilkan sebagai dasar penentuan kesimpulan
akhir dari nilai.

2/9/2016 35
TAHAPAN PENILAIAN/PENAKSIRAN

Mengidentifikasi Permohonan/Penugasan Penilaian


Penilai adalah pihak yang melakukan penilaian secara independen
Menentukan tujuan Penilaian
berdasarkan
kompetensi yang dimilikinya terdiri dari penilai internal dan penilai eksternal.
penilai internal adalah penilai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah
Mengumpulkan
yang diangkat olehData Awal
kuasa Menteri Keuangan yang diberi tugas, wewenang, dan
tanggung jawab untuk melakukan penilaian secara

Melalukan Survei Lapangan

Menganalisis Data

Menentukan Pendekatan Penilaian

Menyimpulkan Nilai

Menyusun Laporan Penilaian


STUDI KASUS

Anda mungkin juga menyukai