Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 1

M. Rafli Roza Amalia

Panji Yojo
M. Wahyu Al Bilal
Ega Dwiyant Sit Kartka

Talitha Laili

Tahun Ajaran: 2016/2017


SMA Negeri 15 Palembang
Pengertan Enzim

Pengertian Enzim adalah protein yang dapat mempercepat reaksi


metabolisme. Kerja enzim ini mirip dengan katalis, zat kimia yang
mempercepat reaksi yang pada akhir reaksi akan diperoleh kembali dalam
bentuk semula. Oleh karena itu, enzim disebut juga biokatalisator.

Enzim mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi


(energi awal yang diperlukan untuk berlangsungnya reaksi tersebut). Tanpa
adanya enzim, reaksi metabolisme yang terjadi dalam tubuh akan
berlangsung sangat lama.

Enzim dibentuk di dalam sel untuk dimanfaatkan oleh sel-sel itu sendiri atau
dikirim keluar sel untuk melakukan fungsinya. Enzim yang melakukan fungsi
kerjanya didalam sel disebut enzim intraselular, contohnya lisozim didalam
organel lisosom. Enzim yang bekerja diluar sel disebut enzim ekstraselular,
contohnya enzim pencernaan makanan seperti amilase
Struktur Enzim

Komponen Protein (apoenzim). Komponen Nonprotein (gugus prostetik)

Gugus prostetk, merupakan bagian bukan


protein yang bersifat aktf. Gugus prostetk
Apoenzim adalah bagian protein dari
yang berasal dari molekul anorganik
enzim, bersifat tdak tahan panas, dan
disebut kofaktor, misalnya besi, seng, dan
berfungsi menentukan kekhususan dari
tembaga. Gugus prostetk yang terdiri dari
enzim. Contoh, dari substrat yang sama
senyawa organik kompleks disebut
dapat menjadi senyawa yang berlainan,
koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim
tergantung dari enzimnya.
A, dan vitamin (B1, B2, B6, niasin, dan
biotn).
Sifat Enzim

Merupakan protein, karena penyusun utamanya adalah protein.

Mudah terpengaruh oleh perubahan lingkungan sepert suhu dan PH.

Berperan sebagai katalisator (mempercepat reaksi kimia), tetapi tdak ikut


berubah setelah proses reaksi selesai.

Mempercepat reaksi kimia dengan jalan menurunkan energi aktvasi.

Tidak menentukan arah reaksi, tetapi hanya mempercepat laju reaksi


sampai mencapai keseimbangan.
Bekerja secara spesifik. Enzim hanya bekerja pada satu macam substrat
dan tdak untuk bermacam-macam subtrat.
Bekerja secara bolak-balik. Enzim dapat berfungsi sebagai reaksi
penyusunan zat dan reaksi penguraian zat.
Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Sedikit enzim mampu mengkatalis
reaksi kimia.
Cara Kerja Enzim

1) Teori Lock and Key 2) Teori Induced Fit


Menurut teori ini, cara kerja enzim mirip Berdasarkan Teori Induced Fit, enzim
dengan mekanisme kunci dan anak kunci. melakukan penyesuaian bentuk untuk
Enzim diibaratkan sebagai kunci gembok berikatan dengan substrat. Hal ini bertujuan
yang memiliki sisi aktf. Substrat diibaratkan meningkatkan kecocokan dengan substrat dan
sebagai anak kuncinya. membuat ikatan enzim substrat lebih reaktf.
Substrat memasuki sisi aktf enzim sepert Molekul enzim memiliki sisi aktf tempat
anak kunci memasuki kunci gembok. melekatnya substrat dan terbentuklah molekul
Substrat tersebut, kemudian diubah menjadi kompleks enzim-substrat. Pengikatan substrat
produk. Produk ini kemudian dilepaskan dari menginduksi penyesuaian pada enzim
sisi aktf dan enzim siap menerima substrat mendorong molekul kompleks enzim-substrat
baru berada dalam keadaan yang lebih reaktf.
Faktor yang mempengaruhi Aktvitas Enzim

PH
Suhu Inhibitor Konsentrasi Substrat
(derajat keasaman)

Inhibitor kompettf

Inhibitor nonkompettf
Pengelompokkan Enzim

Berdasarkan Tempat Kerja Berdasarkan Cara Kerja

Terbagi Dua Terbagi Enam

Endoenzim Enzim golongan EC 1 (oksidoreduktase)

Eksoenzim Enzim golongan EC 2 (transferase)

Enzim golongan EC 3 (hidrolase)

Enzim golongan EC 4 (liase)

Enzim golongan EC 5 (isomerase)

Enzim golongan EC 6 ((ligase)


Pengertan dan Jenis Metabolisme

Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di


dalam tubuh semua mahkluk hidup, proses kimiawi
tersebut dapat berupa penyusunan ataupun penguraian
Pengertan suatu zat tertentu agar dapat diserap oleh tubuh. Dilihat
sari kata pembentuknya, metabolisme berasal dari kata
metabole yang artnya perubahan. Artnya mahkluk
hidup mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses
kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.

Katabolisme
Jenis
Anabolisme
Katabolisme
Katabolisme atau juga disebut Disimilasi adalah proses pemecahan atau penguraian
senyawa kompleks ke senyawa yang lebih sederhana dengan menghasilkan energi
yang dapat digunakan oleh organisme dalam beraktvitas. Senyawa organik
menyimpan energi dalam sebuah rangkaian atom-atom. Dengan bantuan enzim, sel
secara teratur memecah molekul-molekul yang lebih sederhana dengan ukuran energi
yang lebih kecil.

Reaksi yang membebaskan energi semacam itu disebut reaksi eksoterm. Contoh
reaksi eksoterm adalah respirasi.

Respirasi merupakan suatu proses pembebasan energi melalui peristwa kimia dengan
atau tdak menggunakan oksigen.

Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen bebas, respirasi dibedakan atas:


Respirasi Aerob
Respirasi Anaerob
Respirasi Aerob

Respirasi aerob merupakan respirasi yang memerlukan oksigen. Proses respirasi


aerob mengubah energi kimia yang terkandung dalam sari makanan menjadi
energi kimia yang tersimpan dalam ATP (energi yang Iangsung dapat digunakan
dalam sel). Secara singkat, persamaan reaksi pada proses respirasi aerob dapat
ditulis sebagai berikut.

Respirasi aerob berlangsung melalui empat proses:


Glikolisis
Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat
Siklus Krebs atau Daur Asam Sitrat
Transpor Elektron
Proses Glikolisis

Glikolisis merupakan reaksi tahap pertama


secara aerob (cukup oksigen) yang
berlangsung dalam mitokondria. Glikolisis ini
terjadi pada saat sel memecah molekul
glukosa yang mengandung 6 atom C (6C)
menjadi 2 molekul asam piruvat yang
mengandung 3 atom C (3C) yang melalui dua
rangkaian reaksi yaitu rangkaian I (pelepasan
energi) dan rangkaian II (membutuhkan
oksigen) dengan uraian sebagai berikut.
Proses Dekarboksilasi Oksidatif Asam
Piruvat

Pada organisme eukariotk, dekarboksilasi oksidatf berlangsung dalam matriks


mitokondria. Adapun pada organisme prokariotk, tahap tersebut berlangsung
dalam sitosol. Pada tahap ini asam piruvat diubah menjadi asetl Co-A. Hal ini
terjadi setelah asam piruvat bergabung dengan Co-enzim A. Proses tersebut
menghasilkan NADH dan melepaskan CO2. Perhatkan reaksi dekarboksilasi oksidatf
berikut
Proses Siklus Krebs atau Daur Asam Sitrat
Siklus Krebs sendiri sebenarnya dimulai ketka asetl-CoA
bergabung dengan molekul empat karbon yang disebut
OAA (oksaloasetat) (lihat Gambar di atas). Ini
menghasilkan asam sitrat, yang memiliki enam atom
karbon. Inilah sebabnya mengapa siklus Krebs disebut juga
siklus asam sitrat.
Setelah asam sitrat terbentuk, ia pergi melalui serangkaian
reaksi yang melepaskan energi. Energi akan ditangkap oleh
molekul NADH, ATP, dan FADH 2 yaitu senyawa lain
pembawa energi. Karbon dioksida juga dirilis sebagai
produk limbah dari reaksi ini.
Langkah terakhir dari siklus Krebs meregenerasi OAA,
molekul yang mengawali siklus Krebs. Molekul ini
diperlukan yang pada giliran berikutnya kembali melalui
siklus. Dua putaran diperlukan karena glikolisis
menghasilkan dua molekul asam piruvat ketka membelah
glukosa.
Pada akhir Siklus Krebs, glukosa sepenuhnya pecah, namun
hanya empat ATP yang dihasilkan. Selain itu, meskipun
oksigen diperlukan untuk mendorong Siklus Krebs, reaksi
kimia siklus ini tdak mengkonsumsi sendiri O2.
Proses Transpor Elektron

Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir


dari reaksi respirasi aerob. Transpor elektron
sering disebut juga sistem rantai respirasi atau
sistem oksidasi terminal. Transpor elektron
berlangsung pada krista (membran dalam)
dalam mitokondria. Molekul yang berperan
pentng dalam reaksi ini adalah NADH dan
FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis,
dekarboksilasi oksidatf, dan siklus Krebs. Selain
itu, molekul lain yang juga berperan adalah
molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone),
sitokrom b, sitokrom c, dan sitokrom a.
Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tdak memerlukan oksigen. Reaksi-reaksi


yang terjadi serta organel yang berperan dalam respirasi anaerob sama sepert pada
respirasi aerob. Namun, dalam respirasi anaerob peran oksigen digantkan oleh zat
lain, contoh NO3 dan SO4. Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh
mikroorganisme tertentu, misal bakteri. Adapun organisme tngkat tnggi jika tdak
tersedia oksigen akan melakukan fermentasi.
Fermentasi
Pada organisme tngkat tnggi, fermentasi terjadi
apabila dalam proses respirasi tdak tersedia oksigen.
Fermentasi terdiri atas dua tahap, yaitu tahap glikolisis
dan pembentukan NAD+. Pada proses tersebut, asam
piruvat hasil glikolisis tdak diubah menjadi asetl Co-A.
Namun, senyawa tersebut akan direduksi menjadi
senyawa lain dengan bantuan NADH.

Ada perbedaan antara fermentasi dengan respirasi


anaerob. Fermentasi tdak melibatkan mitokondria,
sedangkan respirasi anaerob melibatkan mitokondria.
Dalam fermentasi, dari satu molekul glukosa akan
dihasilkan 2 ATP. Fermentasi dapat dibedakan menjadi
dua macam berikut.
Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi Alkohol
Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat merupakan proses pembentukan alkohol dari gula. Proses
tersebut kebanyakan terjadi pada bakteri atau terjadi pada sel-sel otot manusia yang
kekurangan oksigen. Proses tersebut menggunakan bahan baku berupa asam piruvat
(hasil dari glikolisis). Hasil dari proses tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan
asam laktat yang berlebihan dapat mengakibatkan otot terasa lelah dan nyeri.
Fermentasi Alkohol

Fermentasi alkohol terjadi pada khamir atau yeast (Saccharomyces sp.). Proses
tersebut menggunakan bahan baku berupa asam piruvat. Hasil dari proses tersebut
berupa etanol, CO 2, dan ATP.