Anda di halaman 1dari 13

Dasar Hukum SIK

UU NO 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN

BAB XIV
INFORMASI KESEHATAN

Pasal 168
(1) Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang
efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan.
(2) Informasi kesehatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan melalui sistem informasi dan
melalui lintas sektor.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
UU no 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

PP Nomor 38 Tahun 2007


dalam hal pembagian urusan pemerintahan
bidang kesehatan
pemerintah bertanggung jawab dalam
pengembangan sistem informasi kesehatan skala
nasional dan fasilitasi pengembangan sistem
informasi kesehatan daerah
pemerintah daerah provinsi bertanggung jawab
dalam pengelolaan sistem informasi kesehatan skala
provinsi
pemerintah daerah kabupaten/kota bertanggung
jawab dalam pengelolaan sistem informasi kesehatan
skala kabupaten/kota
KEPMENKES 128/MENKES/SK/II/2004
TIGA FUNGSI PUSKESMAS
1. PUSAT PENGGERAK PEMBANGUNAN
BERWAWASAN KESEHATAN
2. PUSAT PENGGERAK PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
3. PUSAT PELAYANAN KESEHATAN
TINGKAT PERTAMA

UPAYA KESEHATAN WAJIB UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN


1. UPAYA PROMOSI KESEHATAN 1. UPAYA KESEHATAN SEKOLAH
2. UPAYA KIA/KB 2. UPAYA KESEHATAN OLAH RAGA
3. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 3. UPAYA PERAWATAN KESEHATAN
4. UPAYA PENCEGAHAN DAN MASYARAKAT
PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
4. UPAYA KESEHATAN KERJA
5. UPAYA KESEHATAN LING-KUNGAN
6. UPAYA PENGOBATAN 5. UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
6. UPAYA KESEHATAN JIWA
7. UPAYA KESEHATAN INDRA
8. UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT
9. UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL
Fragmentasi : Pengembangan sistem informasi sendiri - sendiri
Beban Pencatatan & Pelaporan

600+ Jumlah Indikator yg harus


dilaporkan tiap negara
berkembang per tahun

12+ Jumlah Database untuk


program HIV/AIDS dalam satu
negara,tidak terintegrasi

16+ Form Laporan bulanan

100 cm lebar register utk pelayanan


di klinik ARV / PMTCT / TB

860 jenis pertanyaan standar DHS


Situasi Pelaporan Saat Ini
SIMPUS adalah satu-satunya
sistem informasi di
Puskesmas kenyataan
beberapa program RS
membangun SI sendiri LAPORAN
Pelaporan RS terpisah SP2TP/SP3
Hasil inventarisasi di NTB: +
300 laporan membebani
Puskesmas LAPORAN
STP
Tidak standar:
Masih menggunakan
format SP2TP- LAPORAN
DINKES
SIMPUS/SP3 dan laporan PUSKESMAS PROGRAM KAB/KOTA
program
Ada yang memodifikasi:
menambah atau LAPORAN
mengurangi PROGRAM

Masalah penggabungan data


Salah satu solusi adalah
komputerisasi yang LAPORAN
PROGRAM
terstandar
KESIMPULAN

1. Terselenggaranya SIK yang Terintegrasi dengan memanfaatkan TIK


oleh seluruh pemangku kepentingan di tingkat Provinsi dan daerah
sehingga proses kerja menjadi lebih efisien, transparan dan mampu
menyediakan informasi yang handal dalam mendukung pembangunan
kesehatan.

2. Pengembangan dan penguatan SIK dilakukan dengan memperhatikan


prinsip : - Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Kamunikasi ( TIK )
- Keamanan dan Kerahasiaan Data
- Standarisasi
- Integrasi
- Kemudahan Akses
- Keterwakilan
- Etika, Integritas dan Kualitas

3. Provinsi berkewajiban untuk mengatur dan mengurus Pengelolaan SIK


skala Provinsi