Anda di halaman 1dari 14

PENYAKIT DEGENERATIF PADA

LANSIA
definisi
Penyakit degeneratif adalah penyakit yang
mengiringi proses penuaan penyakit ini
terjadi seiring bertambahnya usia. Penyakit
degeneratif adalah istilah medis untuk
menjelaskan suatu penyakit yang muncul
akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh
yaitu dari keadaan normal menjadi lebih
buruk
Penyakit degeneratif sangat banyak
jenisnya
Kolesterol
Penyakit Jantung
Osteoporosis
Stroke
Asam Urat
Hipertensi
Diabetes Mellitus (DM)
etiologi
Salah satu penyebab terjadinya penyakit
degeneratif adalah karena perolehan zat gizi
mikro dan makro yang tidak seimbang. Pola
makan yang salah meningkatkan resiko
penyakit ini. Dari beberapa jenis penyakit di
atas dapat kita simpulakan bahwa sebagian
besar di pengaruhi oleh konsumsi makanan.
pencegahan
Faktor-faktor resiko utama penyebab
penyakit degeneratif adalah pola makan
yang tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik,
serta konsumsi rokok. Pada pola makan
yang tidak sehat misalnya mengkonsumsi
makanan berlemak jenuh seperti junk food
serta makanan berkolestrol lainnya.
askep
1. Pengkajian

1.Identitas Pasien
Nama, Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan ,
Agama. Suku, Status Perkawinan
2. Derajat Kesehatan
a. Keluhan sakit yang dirasakan
b. Riwayat penyakit dahulu
Pemeriksaan fisik
a.Status mental

1) Penampilan rapi, rambut diikat, pakaian tampak serasi dengan kebaya.

2) Pembicaraan jelas, kadang melamun diantara waktu bicara, sering


mengalihkan pandangan, kontak mata kurang.

3) Motorik tremor pada ekstremitas atas dan leher (geleng-geleng kepala).

4) Afek sesuai dan emosi stabil.

5) Tingkat kesadaran sadar penuh (kompos mentis), orientasi orang, waktu,


tempat, dan situasi baik.
Tanda-tanda vital
Tekanan darah: 130/80 mmHg

Frekuensi nadi: 80 kali/menit, teratur, kuat.

Pernafasan: 18 kali/menit, teratur, kedalaman


normal.

Suhu: 37 oC
2) Dada

a) Paru-paru; Inspeksi tidak terdapat


pembesaran, tidak tampak penggunaan
otot pernapasan tambahan, palpasi tidak
ada nyeri atau massa, perkusi batas paru
normal, suara sonor, auskultasi tidak
terdengar suara paru tambahan
3) Perut

Inspeksi tidak tampak adanya jaringan


parut, tampak kosong, auskultasi frekuensi
peristaltik 7 kali/menit, kuat, perkusi tidak
terdapat pembesaran organ, tidak terdapat
cairan, palpasi teraba lunak, tidak ada
massa.
Diagnosa keperawatan

a.gangguan mobilitas fisik

b.resiko jatuh
intervensi
Terima kasih