Anda di halaman 1dari 35

IK.

RAI SETIABUDHI
Selasa, 13 Desember 2016
KORPORASI

SUATU PERKUMPULAN SEKELOMPOK ORANG


(UMUMNYA BERUSAHA DALAM LAPANGAN
EKONOMI) ATAU DALAM BENTUK SUATU
ORGANISASI KERJA BERSAMA DENGAN MAKSUD
MENCARI UNTUK ATAU TIDAK ATAU
MENGUNTUNGKAN ANGGOTANYA
SEKELOMPOK ORANG DALAM BENTUK SUATU
ORGANISASI
CIRI KORPORASI (M.B.Clinard)

Subyek hukum buatan yang memiliki kedudukan


hukum khusus;
Memiliki jangka waktu hidup yang tidak terbatas;
Memperoleh kekuasaan (dari negara) untuk
melakukan kegiatan bisnis tertentu;
Dimiliki oleh pemegang saham;
Tanggungjawab pemegang saham terhadap kerugian
korporasi biasanya sebatas saham yang dimilikinya.
KARAKTERISTIK KEJAHATAN KORPORASI
Sangat terselubung (law visibility the hidden crime);
Sangat kompleks (complexity) terkait kebohongan,
penipuan, berjalan lama, dll;
Terjadi penyebaran tanggungjawab (diffusion of
responibility) yang semakin luas akibat kompleksitas
organisasi;
Penyebaran korban yang sangat luas (diffusion of
victimization) seperti pencemaran, polusi, dll;
Hambatan dalam pendeteksian dan penuntutan (detection
and prosecution);
Peraturan tidak jelas (ambiquitas law);
Status pelaku sulit ditentukan tidak melanggar hukum
tapi illegal.
BANDINGAN DALAM KUHP
PIDANA HILANG KEMERDEKAAN HANYA
UNTUK MANUSIA BADAN HUKUM TIDAK
MUNGKIN;
MENURUT ASAS BADAN HUKUM TAK MUNGKIN
MEWUJUDKAN DELIK ARRES 5 AGUSTUS 1925
HUKUM PIDANA DIBENTUK BERDASARKAN
AJARAN KESALAHAN INDIVIDU;
TAK ADA PROSEDUR YANG MENGATUR TINDAK
PIDANA KORPORASI.
ENAM KATAGORI KEJAHATAN
KORPORASI (Sheley)
DEFRAUDING STOCKHOLDER TIDAK
MELAPORKAN KEUNTUNGAN PERUSAHAN
DENGAN JUJUR;
DEFRAUDING THE PUBLIC IKLAN BOHONG,
PERSEKONGKELAN PENENTUAN HARGA;
DEFRAUDING THE GOVERNMENT KEJAHATAN
PAJAK;
ENDENGERING THE PUBLIC WELFARE
MENIMBULKAN POLUSI, CEMAR, DEBU, SUARA,
MACET, DLL
KEJ.KORPORASI (aspek filosofis)
Korporasi melakukan kegiatan tidak sendiri;
Kegiatan dilakukan oleh pengurus atau pegawai;
Perbuatan bermaksud untuk memberi manfaat pada
korporasi (terutama keuntungan finansial)
Keuntungan diperoleh dari masyarakat

Tidak adil bagi masyarakat bila dirugikan


(materiil/immateriil) oleh aktivitas korporasi korporasi
harus bertanggungjawab
Di samping pertanggung jawaban pengurusnya, juga aset
perusahaan ikut menanggung resiko atas kejahatan
ASPEK YURIDIS ....
KORPORASI BADAN HUKUM MANDIRI YANG
DIAKUI NEGARA DAN PUNYA PERSONALIA
MEMILIKI OTORITAS UNTUK BERTINDAK
SEBAGAI SUBYEK HUKUM
DAPAT MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM YANG
DIAKUI OLEH HUKUM PERDATA
DAPAT SEBAGAI SUBYEK HUKUM DALAM BIDANG
KEPIDANAAN.
ASPEK YURIDIS TERKAIT PRILAKU
KORPORASI
DALAM KUHP PASAL 398 DAN PASAL 399
BADAN-BADAN USAHA DAPAT DISALAHKAN;
DI LUAR KUHP UU. KERJA N0. 12/1948, UU. N0. 1
DAN 2 TAHUN 1951 BADAN HUKUM SALAH,
TUNTUTAN DILAKUKAN PADA PANGURUS BADAN
HUKUM ITU YANG DIKENAKAN HUKUMAN
ADALAH PENGURUS BADAN HUKUM ITU
UU DARURAT NO.7 TAHUN 1955, LBIH JELAS LAGI
JIKA TINDAK PIDANA DILAKUKAN BADAN
HUKUM YANG BERTANGGUNG JAWAB
SEORANG PENGURUS.
KORPORASI (CORPORATION)
aspek sosiologis
CORPUS BADAN BADAN YANG DIPEROLEH
DARI PERBUATAN MANUSIA MEMBUAT BADAN
KEPERIBADIAN KORPORASI: SUATU BADAN
HASIL CIPTAAN MANUSIA/MASYARAKAT
MELALUI PROSES HUKUM

BADAN HUKUM ITU MEMPUNYAI KEPRIBADIAN


DISAMAKAN DENGAN ORANG: SUBYEK HUKUM
LANJUTAN....
SECARA HUKUM DIANGGAP SEBAGAI ORANG
YANG MEMILIKI HAK SERTA DAPAT
DIPERTANGGUNGJAWABKAN BERTINDAK
DENGAN PERANTARA ORANG BIASA BUKAN
UNTUK DIRINYA SENDIRI TAPI ATAS
PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI
HARUS BERTANGGUNG JAWAB JIKA MELAKUKAN
KEJAHATAN
BEBERAPA MACAM BADAN HUKUM
Privat

Perkumpulan (vereniging) dalam Pasal 1653 KUHPerd;


Perseroan terbatas (PT) Pasal 36 KUH Dagang;
Rederij diatur dalam Pasal 323 KUH Dagang;
Kerkgenootschapen diatur dalam Stb 1927 156;
Koperasi diatur dalam UU. No. 12/1967 jo. UU. No.
25/1992;
Yayasan yang diatur dalam UU. No. 16 Tahun 2001;
Dll.
KRITERIA BADAN HUKUM PUBLIK

Berdasarkan kontruksi hukum publik


dengan peraturan perundang-undangan;
Lingkungan kerjanya bertindak dengan
kedudukan yang sama dengan publik;
Punya kewenangan membuat keputusan,
ketetapan atau peraturan yang mengikat
umum.
MODEL TERJADINYA KEJAHATAN
KORPORASI
KEJAHATAN SULIT DILIHAT/DIDETEKSI/DIUKUR
UNSUR-UNSURNYA;
SANGAT KOMPLEK, MELIBATKAN BANYAK ORANG,
DAN DALAM JANGKA WAKTU LAMA;
TERJADI PENYEBARAN TANGGUNGJAWAB YANG
BEGITU LUAS SULIT MENEMUKAN PELAKU YANG
SESUNGGUHNYA;
KEANEKARAGAMAN JENIS KEJAHATAN DAN
KORBANNYA BEGITU SANGAT LUAS;
PERATURAN BERBELIT-BELIT, PENEGAK HUKUM
KURANG MAMPU MENEMBUSSIKAP LICIK DAN
PROFESIONALISME PELAKU.
MODUS KEJAHATAN KORPORASI
CRIME FOR CORPORATION KEJAHATAN UNTUK
MEMPEROLEH KEUNTUNGAN

CRIMINAL CORPORATION DIDIRIKAN SENDIRI


SEMATA-MATA UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN

CRIMES AGAIN CORPORATIONS KEJAHATAN


TERHADAP KORPORASINYAKORBANNYA
KORPORASI SENDIRI.
LANJUTAN....
ENDENGERING EMPLOYEE MENIPU,
MERUGIKAN, TIDAK MELINDUNGI
KESELAMATANNYA, DLL. KARYAWAN
PERUSAANNYA;
ILLEGAL INTERVENTION IN THE POLITICAL
PROSESS MEMBERIKAN DANA KAMPANYE
POLITIK YANG ILLEGAL AGAR
MENGUNTUNGKAN /MELINDUNGI USAHA
BENTUK KEJAHATANNYA TERSELUBUNG THE
HIDDEN CRIME ---WHITE COLLAR CRIME
PRO-KONTRA KORPORASI SEBAGAI
PELAKU TINDAK PIDANA MASALAH
Apakah suatu korporasi dapat menjadi pelaku tindak
pidana;
Bagaimana pertanggungjawaban pidana dapat dibebankan
pada korporasi ;
Doktrin atau ajaran, atau teori, atau prinsip apa yang dapat
dijadikan landasan untuk dapat membebankan
pertanggungjawaban pidana pada korporasi;
Apa bentuk sanksi pidana yang dapat dijatuhkan pada
korporasi?

KHUSUS THP TINDAK PIDANA KORUPSI


PENDAPAT YG MENENTANG KORPORASI DAPAT
DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA
Korporasi tidak memiliki kalbu (mint) sendiri;
Tidak mungkin menunjukan suatu nilai moral yang
disyaratkan untuk dapat disalahkan secara pidana;
Mustahil untuk dapat memenjarakan suatu organisasi
dengan tujuan untuk pencegahan, penghukuman, dan
rehabilitasi, yang menjadi tujuan dari sanksi-sanksi
pidana;
Terkait dengan adagium actus non pacit reum, nisi
mens sit rea sehingga korporasi tidak mungkin
dibebani pertanggungjawaban pidana (Frank, Lynk,
clarkson).
ALASAN KORPORASI DAPAT DIBEBANKAN
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA
Kesalahan karena kegiatan usaha yang dilakukan oleh
perusahan;
Dalam beberapa kasus, demi tujuan prosedural, lebih
mudah untuk menuntut suatu perusahan dari pada
pegawainya;
Perusahan lebih memiliki kemampuan untuk
membayar pidana denda;
Ancaman pidana dapat mendorong pemegang saham
lebih mengawasi perusahan;
Kegiatan usaha illegal harus diberikan sanksi;
KORPORASI WAJIB BERTANGGUNGJAWAB
(Remy Syahdeini)
Korporasi telah mendapat keuntungan, dan
masyarakat/konsumen telah dirugikan;
Tidak cukup hanya membebankan tanggungjawab
pada pengurus, pidana denda harus dibebankan pada
korporasi;
Membebankan tanggungjawab pada korporasi,
sebagai upaya pencegahan;
Pembebanan tanggungjawab pada korporasi,
mendorong pemegang saham melakukan pemantauan
atau pengawasan secara lebih ketat.
Pendapat Oemar Seno Aji
Pertanggungjawaban pengurus saja tidak
cukup, karena itu perlu juga dibebankan
tanggungjawab pidana kepada: korporasi,
korporasi dan pengurus, atau pengurusnya
saja;
Alasan tidak saja didasarkan atas
pertimbangan-pertimbangan utilitas,
melainkan pula atas dasar-dasar teoritis
yang dapat dibenarkan.
CONTOH KORPORASI DIJATUHI PIDANA
Putusan Mahkamah Agung RI 1 MARET 1969, nomor ;
136/Kr/1969 dalam perkara PT KUSMO dan PT. SINAR
SAHARA Putusan tersebut menegaskan bahwa
badan hukum korporasi merupakan subyek hukum
pidana;
Dalam perkembangan hukum pidana Indonesia,
sistem pertanggungjawaban korporasi sebagai subyek
hukum pidana, yaitu : pengurus korporasi sebagai
pembuat, maka penguruslah yang bertanggungjawab;
korporasi sebagai pembuat dan korporasi yang harus
bertanggungjawab.
Bentuk sanksi pidana korporasi
Pidana denda;
Pengumuman putusan hakim;
Pembubaran yang diikuti dengan likuidasi
korporasi;
Pencabutan ijin usaha yang diikuti dengan
likuidasi korporasi;
Pembekuan kegiatan usaha;
Perampasan aset korporasi oleh negara;
Pengambilalihan korporasi oleh negara.
KERUGIAN YG TIMBUL KARENA
KEJAHATAN KORPORASI
Kerugian bidang ekonomi/materi (biasanya jauh
melebihi kejahatan biasa;
Kerugian di bidang kesehatan dan keselamatan jiwa.
Misalnya setiap tahun korporasi mesti
bertanggungjawab terhadap ribuan kematian dan
cacat tubuh dalam setiap tahun di seluruh dunia
(Geist);
Kerugian di bidang sosial dan moral. Dapat
merongrong kepercayaan publik terhadap sistem
bisnis.
TIGA MODEL KEPUTUSAN KORPORASI
MELANGGAR HUKUM (Kriesberg)

Rational actor model, korporasi sebagi unit tunggal


melanggar hukum;
Organization proses model, korporasi dilihat
sebagai suatu sistem unit-unit yang terorganisasi
melakukan pelanggaran hukum dalam menghadapi
kesulitan;
Kejahatan korporasi merupakan produk dari
keputusan-keputusan yang dibuat secara individual
untuk keuntungan pribadi.
TINDAK PIDANA KORUPSI DAN KORPORASI
(UU. NO.31/1999 JO.UU.NO.20/2001)
Korupsi setiap orang secara melawan hukum melakukan
perbuatan memperkaya diri atau orang lain atau suatu
korporasi yang dapat merugikan keuangan negara ..
dstnya.
Korporasi kumpulan orang dan/atau kekayaan yang
terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun
bukan badan hukum.
Badan hukum Subyek hukum yang bukan merupakan
manusia, tetapi merupakan segala sesuatu yang
berdasarkan tuntutan kebutuhan masyarakat oleh hukum
diakui sebagai pendukung hak dan kewajiban.
Lanjutan
Dalam Pasal 2, 3, 5, 6, 7 (ayat 1), Pasal 13, 14, 15, dan
Pasal 16 sebagai pelaku tindak pidana korupsi selalu
disebut setiap orang terkait Pasal 1 angka 3 yaitu
orang perorangan atau termasuk korporasi;
Sebagai pelaku tindak pidana korupsi orang
perorangan dan korporasi;
Korporasi dapat menjadi tersangka atau terdakwa
dalam perkara tindak pidana korupsi.
PASAL 20 UU.Tipikor
Dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh korporasi
tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan
terhadap korporasi dan atau pengurusnya(ayat 1);
Tindak pidana korupsi dilakukan korporasi bila tindak
pidana tersebut dilakukan oleh orang-orang baik
berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan
hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi
tersebut, baik sendiri maupun bersama-sama (ayat 2);
Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu
korporasi, maka korporasi tersebut diwakili oleh pengurus;
Lanjutan .
Pengurus yang mewakili korporasi sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3) dapat diwakili oleh orang lain (ayat 4);
Hakim dapat memerintahkan supaya pengurus korporasi
menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula
memerintahkan supaya pengurus tersebut dibawa ke sidang
pengadilan(ayat 5);
Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi, maka
panggilan untuk menghadap dan menyerahkan surat panggilan
tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal
pengurus atau di tempat pengurus berkantor (ayat 6);
Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya
denda, dengan ketentuan maksimum pidana ditambah 1/3
(ayat 7).
UU No. 31 /1999 Jo. UU. No. 20/2001
sanksi pidana dan denda ALTERNATIF
Penentuan alternatif dari kedua sanksi itu, menggunakan
prasa dipidana dengan pidana penjara paling singkat ......
dan paling lama ..... dan atau pidana denda paling sedikit
.... dan paling banyak .....
Kata dan atau menunjukkan bahwa kedua sanksi itu
bersifat alternatif.
Misalnya dalam Pasal 5, 7, dan 11. Sedangkan dalam Pasal 6,
8, dan 12, kedua sanksi tersebut dijatuhkan secara
komulatif;
Korporasi hanya mungkin dituntut sebagai pelaku tindak
pidana korupsi, berdasarkan pasal-pasal yang memuat
sanksi pidana alternatif.
DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
Tindak pidana korupsi dilakukan korporasi bila tindak pidana tersebut
dilakukan oleh orang-orang baik berdasarkan hubungan kerja maupun
berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi
tersebut, baik sendiri maupun bersama-sama

Dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh korporasi tuntutan


dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan atau
pengurusnya.

Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya denda,


dengan ketentuan maksimum pidana ditambah 1/3.

Korporasi hanya mungkin dituntut sebagai pelaku tindak pidana


korupsi, berdasarkan pasal-pasal yang memuat sanksi pidana
alternatif.
IUS CONSTITUENDUM (RUUKUHP)
RUU KUHP KORPORASI DAPAT
DIPERTANGGUNGJAWABKAN DALAM
MELAKUKAN TINDAK PIDANA
TIDAK BISA DIPIDANA BILA TAK TERMASUK
DALAM LINGKUP USAHANYA
PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PENGURUS
DIBATASI SEPANJANG MEMPUNYAI KEDUDUKAN
FUNGSIONAL
JALAN TERAKHIR UPAYAKAN JALAN HUKUM
LAIN YANG LEBIH BERMANFAAT
LANJUTAN
PENGURUS KORPERASI SECARA FAKTUAL
BERBUATPENGURUS YANG BERTANGGUNG
JAWAB;
JIKA TINDAK PIDANA DILAKUKAN OLEH DAN
UNTUK SUATU KORPORASI, MAKA
PENUNTUTANNYA DAPAT DILAKUKAN DAN
PIDANANYA DAPAT DIJATUHKAN TERHADAP
KORPORASI MELALUI PENGURUSNYA YANG
BERTANGGUNGJAWAB ATAU PENGURUS-
PENGURUSNYA SEBAGAI PENYERTAAN ?
KEBIJAKAN FORMULASI
agar tidak ragu menuntut pidana thp korporasi
selain pengurusnya
Ditentukan secara tegas dalam undang-undang itu
bahwa korporasi dapat dituntut selaku pelaku tindak
pidana dalam undang-undang tersebut;
Sanksi pidana penjara dan sanksi pidana denda
sebagai sanksi yang harus dijatuhkan secara komulatif
hanya apabila pelaku tindak pidana yang dibebani
pertanggungjawaban pidana adalah manusia;
Bilamana tindak pidana adalah korporasi, maka sanksi
pidana yang ditentukan dalam pasal-pasal pidana
dalam undang-undang itu adalah berupa pidana
denda
Terima kasih