Anda di halaman 1dari 29

Kultur Jaringan pada

mawar (Rosa Sp)


K E LOMP OK 2

BA N DU N G, 2 3 OC T 2 0 1 4
Nama Anggota Kelompok
Cicylien Paulemi
David Christianto
Widiya
Bima Yudha Dermawan
Iis M
Referensi
Laporan Kultur Jaringan pada mawar, Marufah Dewi, 2008. Universitas sebelas maret, Surakarta.
Glossarium
Eksplan : bagian kecil jaringan atau organ yang diambil/ dipisahkan dari tanaman untuk kemudian
di kulturkan
Kalus : kumpulan sel-sel yang terbentuk dari sel-sel parenkhim yang membelah secara terus
menerus dan tidak terorganisir.
Inisiasi : tahap pengambilan eksplan dari tanaman induk yang akan diperbanyak secara kultur
jaringan
Subkultur (Overplanting) : adalah pemindahan planlet yang masih sangat kecil (planlet muda) dari
medium lama ke dalam medium baru yang dilakukan secara aseptis di dalam entkas atau Laminar
Air Flow (LAF).
Aklimatisasi : masa adaptasi tanaman hasil pembiakan pada kultur jaringan yang semula kondisinya
terkendali kemudian berubah pada kondisi lapangan yang kondisinya tidak terkendali lagi, disamping
itu tanaman juga harus mengubah pola hidupnya dari tanaman heterotrof ke tanaman autotrof.
Glossarium
Planlet : tanaman kecil yang lengkap.
Aseptik : bebas dari mikroorganisme.
Aksenik : bebas dari mikroorganise yang tidak diinginkan.
Browning : Browning/pencoklatan terjadi akibat adanya senyawa fenol yang beroksidasi dengan
oksigen (O2) membentuk senyawa kinon atau Quinon.
Peta Konsep
Tujuan

Morfologi Rumusan masalah

Penyiapan Alat &


Produk & Hasil
Bahan
Prosedur Kerja
Morfologi
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Rosales

Famili: Rosaceae

Upafamili: Rosoideae

Genus: Rosa L.
Tujuan
Mengetahui teknik kultur jaringan mawar serta mengetahui pengaruh BAP dan IBA terhadap
pertumbuhan dan perkembangan eksplan mawar
Rumusan Masalah
1. kebutuhan akan mawar untuk tanaman hias cukup lama pertumbuhannya.
Alat dan Bahan
1. Alat 2. Bahan
- Laminar air flow cabinet - Eksplan mawar (Rosa sp)
- Petridish danbotol-botol kultur - Media kultur
- Peralatan diseksi yaitu pinset - Alkohol 96%
besar/kecil dan pisau pemes
- Aquadest steril
- Spirtus
- Clorox (sunclin)
Laminar Air Flow
Petridish dan botol kultur jaringan
Peralatan Diseksi (pinset besar/kecil)
Eksplan Rosa Sp
Bahan
Media Kultur
Alkohol 96%
Aquadestilata
Spritus
Clorox
Prosedur Kerja
Buka
Siapkan
Plastik Mengambil
eksplan Sterilisasi
penutup eksplan dan
Eksplan Mendekatkan mulut
botol menanamnya
media botol dengan api
di media kultur
kultur untuk menghindari
dengan pinset.
kontaminasi
(Aseptis)
Persiapan Penanaman

Sterilisasi Eksplan

Melakukan perendaman dalam larutan alkohol selama 4 menit, dilanjutkan dengan


chlorox 5,25% (sunclin 100%) selama 3 menit.
Membilas eksplan dengan aquadest steril
Menempatkan
botol botol Menjaga suhu,
Melakukan penyemprotan
berisi eksplan di kelembaban, dan
pada botol-botol kultur
rak-rak kultur. cahaya di
dengan spirtus , 2 hari sekali
lingkungan luar
untuk mencegah
botol
kontaminasi.

Pemeliharaan
Melakukan
pengamatan setiap Melakukan
Melakukan
hari saat muncul pengamatan 1
deskripsi kalus
muncul akar, tunas, minggu sekali
pada akhir
daun dan kalus (HST) pada jumlah akar,
pengamatan
tunas dan daun.

Pengamatan
1. Sterilisasi Semua alat dan bahan

Tujuan : mendapatkan
pengerjaan yang aseptis
(terhindar dari kontaminan
yang mengganggu proses
kulturisasi)

Durasi : 30-45 menit


2.Mempersiapkan eksplan

Dalam penelitian menggunakan batang mawar


3. Sterilisasi Eksplan

Rendam lagi dengan


chorox 5,25%.
Rendam dalam
Larutan Alkohol
4 menit

Bilas Dengan
Aquadest
4. Penanaman Eksplan

Buka Plastik pada botol


media kultur
Mengambil eksplan dan
menanamnya di media
kultur dengan pinset.
Setelah digunakan, pinset
harus selalu dibakar diatas
Mendekatkan mulut botol api.
dengan api untuk
menghindari kontaminasi
5. Pemeliharaan Eksplan
Menjaga suhu, kelembapan, Melakukan penyemprotan pada
dan cahara di lingukan akar, botol-botol kultur dengan spirtus, 2
dunas dan kalus. kali sekali untuk mencegah
kontaminasi
Produk dan hasil.
Pada penelitian menghasilkan 0% produk, dikarenakan eksplan terkontaminasi oleh
jamur sedangkan sebagian yang lain mengalami browning.
Browning (Pencoklatan)
Kesimpulan
Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Perbanyakan Mawar secara Stenting (Stek dan grafting).
http://hortikultura.litbang.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 22 Desember 2008.
Ibrahim,M.S.D., N. Nova K., Nurliani B. 2004. Studi Pendahuluan : Induksi Kalus Embriogenik Dari
Eksplan Daun Echinaceae purpurea.Buletin TRO Vol. XV No. 2, 2004
Nia. 2008. Hormon Pertumbuhan Pada Tumbuhan. http://.anthuriumonline.wordpress.com.
Diakses pada tanggal 22 Desember 2008. Rahardja, P.E. 1988. Kultur Jaringan Teknik
Perbanyakan Tanaman Secara Modern. Panebar Swadaya. Jakarta Sofia, D. 2007.

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Benzyl Amino Purine Dan Cycocel Terhadap Pertumbuhan Embrio
Kedelai (Glysine max L. Marr.). USU Reposytor.