Anda di halaman 1dari 28

GLAUKOMA SUDUT

TERTUTUP

RANI FEBRIANI
ANATOMI DAN FISIOLOGI
ANATOMI DAN FISIOLOGI

Sudut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase


aqueous humor. Sudut ini dibentuk oleh pangkal iris, bagian depan
badan siliaris, taji skleral, jalinan trabekular dan garis Schwalbe
(bagian ujung membrane descement kornea yang prominen).
FISIOLOGI HUMOR AKUEUS

Aqueous humor adalah suatu cairan jernih

yang mengisi kamera anterior dan posterior

mata, diproduksi di korpus siliaris.

Volumenya sekitar 250 uL, dengan kecepatan

pembentukan sekitar 1,5-2 uL/menit.


FISIOLOGI HUMOR AKUEUS
FISIOLOGI HUMOR AKUEUS
DEFINISI GLAUKOMA

Glaukoma merupakan kelompok penyakit yang biasanya memiliki satu

gambaran berupa kerusakan nervus optikus yang bersifat progresif yang

disebabkan karena peningkatan tekanan intraokular. Sebagai akibatnya

akan terjadi gangguan lapang pandang dan kebutaan.

TIO NORMAL = 10-20 mmHg


EPIDEMIOLOGI

20 % Penduduk Dunia > 40


Tahun

PRIA >> WANITA


ETIOLOGI

PRODUKSI SEIMBANG DRAINASE


FAKTOR RESIKO

usia di atas 40th


USIA meningkat 6 kali lipat

Kulit Hitam
RAS Asia: Sudut tertutup

4 kali lebih sering pada wanita


JENIS KELAMIN

RIWAYAT Resiko meningkat 6 kali


KELUARGA
Hipermetropia
REFRAKSI
KLASIFIKASI

A. Glaukoma Primer
1. Glaucoma sudut terbuka
a. Glaucoma sudut terbuka primer (glaukoma sudut terbuka kronik, glaukoma
sederhana kronik)
b. Glaucoma tekanan normal (galukoma tekanan rendah)
2. Glaucoma sudut tertutup
a. Akut
b. Subakut
c. Kronik
d. Iris plateu
B. Glaukoma Kongenital

C. Glaukoma Sekunder

D. Glaukoma Absolut
GLAUKOMA SUDUT
TERTUTUP
Glaukoma sudut tertutup primer terjadi pada mata dengan
predisposisi anatomis tanpa disertai kelainan lain. Peningkatan
tekanan intraocular terjadi karena sumbatan aliran keluar aqueous
akibat adanya oklusi anyaman trabekular oleh iris perifer.

Diagnosis ditegakan dengan melakukan pemeriksaan segmen


anterior dan gonioskopi yang cermat. Istilah glaukoma sudut
tertutup primer hanya digunakan bila penutupan sudut primer telah
menimbulkan kerusakan nervus optikus dan kehilangan lapangan
pandang.
GLAUKOMA SUDUT
TERTUTUP
Pada orang dengan kecenderungan untuk menderita glaucoma sudut
tertutup ini, sudutnya lebih dangkal dari rata-rata biasanya. Karena
letak dari jaringan trabekular meshwork itu terletak di sudut yang
terbentuk dimana kornea dan iris bertemu, makin dangkal sudut
maka makin dekat pula iris terhadap jaringan trabecular meshwork.
GLAUKOMA SUDUT
TERTUTUP PRIMER AKUT
Apabila terbentuk iris bombe yang menyebabkan sumbatan

pada bilik mata depan oleh iris perifer. Hal ini menyumbat

aliran humor aquos dan tekanan intraokuler meningkat dengan

cepat, menimbulkan nyeri hebat, kemerahan, dan kekaburan

penglihatan.
GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP PRIMER AKUT

c. Gejala Klinis

OBJEKTIF
Palpebra : Bengkak SUBJEKTIF

Konjungtiva bulbi : Hiperemia kongestif, kemosis Nyeri hebat


Kemerahan ( injeksi siliaris )
dengan injeksi silier, injeksi konjungtiva, injeksi Pengelihatan kabur
episklera Melihat halo
Mual muntah
Kornea : keruh, insensitif karena tekanan pada saraf
kornea
Bilik mata depan : Dangkal
Iris : gambaran coklat bergaris tak nyata karena
edema, berwarna kelabu.
Pupil : Melebar, lonjong, miring agak vertikal,
kadang-kadang didapatkan midriasis yang total,
warnanya kehijauan, refleks cahaya lamban atau
tidak ada samasekali
GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
PRIMER SUBAKUT
Terjadinya episode peningkatan TIO yang berlangsung singkat

dan rekuren. Episode penutupan sudut membaik secara

spontan, tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut kamera

anterior berupa pembentukan sinekia anterior perifer.

Kunci untuk diagnosis terletak pada riwayat, nyeri unilateral

berulang, kemerahan, dan kekaburan penglihatan yang disertai

halo disekitarnya, serangan sering terjadi malam hari.


GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
PRIMER SUBAKUT
b. Gejala Klinis

OBJEKTIF SUBJEKTIF
Injeksi silier ringan Sakit kepala sebelah pada
Edema kornea ringan mata yang sakit (timbul
TIO meningkat pada waktu sore hari karena
pupil middilatasi sehingga
iris menebal dan menempel
pada trabekulum out flow
terhambat)
Penglihatan sedikit menurun
Melihat pelangi di sekitar
lampu (hallo)
Mata merah
GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
PRIMER KRONIK
Glaukoma primer yang ditandai dengan tertutupnya trabekulum oleh iris

perifer secara perlahan. Bentuk primer berkembang pada mereka yang

memiliki faktor predisposisi anatomi berupa sudut bilik mata depan yang

tergolong sempit.
GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
PRIMER KRONIK
Riwayat serangan glaucoma sudut tertutup primer akut beberapa waktu yang lalu

disertai gejala klinis di atas.

Pemeriksaan fisik :

Peningkatan TIO -Sudut coa yang sempit

Sinekia anterior ( dengan tingkatan yang bervariasi )

Kelainan diskus optikus dan lapangan pandang.


IRIS PLATEAU

Pada iris plateau, kedalaman bilik mata depan sentral

normal, tetapi sudut bilik mata depannya sangat sempit karena

posisi processus ciliares terlalu anterior. Mata dengan kelainan

ini jarang mengalami blokade pupil, tetapi dilatasi akan

menyebabkan merapatnya iris perifer, sehingga menutup sudut

(pendesakan sudut)
PEMERIKSAAN

Visus, Tonometry: Schiotz, aplanasi


PEMERIKSAAN

Gonioscopy: Memeriksa drainase sudut mata


Opthalmoscopy: Evaluasi kerusakan diskus optikus
PEMERIKSAAN

Perimetri: Uji lapang pandang masing-masing mata. Setiap penderita yang


diduga menderita glaucoma harus diperiksa secara periodic
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa
1. Menurunkan produksi humor akuos
Beta adrenergik:Timolol 0,25 % dan 0,5 % bentuk tetes mata diberikan 2
kali sehari,
betaksolol 0,25 % dan 0,5 %. Tetes mata 1 tetes dua kali sehari
Inhibitor karbonat anhidrase sistemik acetazolamide tablet 125 mg,
250mg, 500 mg dalam bentuk kapsul dan diberikan setiap 6 jam pada
orang dewasa.
Anak-anak : 10-15 mg/kgBB/hari dengan dosis terbagi 3-4 kali sehari.
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa
2. Fasilitasi Aliran Keluarnya Humor Aqueous
Pilokarpin hidrokloride 0,25%- 10% dan pilokarpin nitrat 1%-4% diteteskan
1-2 tetes 3-4 kali sehari

3. Menurunkan Volume Korpus Vitreum


Obat obatan hiperosmotik menyebabkan darah hipertonik sehingga
cairan tertarik keluar dari korpus vitreum. Selain itu, juga terjadi
penurunan produksi humor aqueous.
Gliserin oral 2 - 3 cc/Kg BB 3-4 kali perhari
Manitol 1-2 cc /Kg BB, 60 100 tetes tiap menit IV
PENATALAKSANAAN

BEDAH dan LASER


1. Iridektomi dan Iridotomi Perifer

2. Trabekulektomi

3. Bedah Drainase Glaukoma

4. Siklodestruktif
prognosis

Prognosis baik apabila gloukoma akut cepat


terdeteksidan mendapatkan terapi sesegera mungkin.
Sering diagnosa dibuat pada stadium lanjut, dimana
lapangan pandang telah hilang secra progresif, iris
menjadi atrofi dan midriasis pupil telah menetap.
Penanganan episode akut yang terlambat akan
meyebabkan sinekia sudut tertutup permanen dan
bahkan menyebabkan kebutaan permanen.
TERIMA KASIH