Anda di halaman 1dari 31

TUTORIAL

KELAINAN KELOPAK DAN KELAINAN


KELENJAR ORBITA
Pembimbing : dr. Mega Prayoga, Sp. M
Oleh : Rizky Rivonda (2012730090)
Haryoko Anandaputra (2012730049)

SMF ILMU MATA


KEPANITERAAN KLINIK RSUD BANJAR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
KELAINAN KELOPAK
Infeksi kelopak
Infeksi Kelopak
(Blefaritis)
Radang Kelopak
(Blefaritis)
Radang Kelopak
Blefaritis
Trikiasis
Hordeolum
Blefaritis Blefaritis
- Hordeolum internum Blefaritis
Bakterial - Entropion
Virus Jamur
Hordeolum eksternum Alergi
Superfisial
HerpesEktropion
Infeksi Superfisial
Zozter Dermatitis
Sereboik Kalazion Infeksi jamur
Skuamosa Distikiasis
Herpes Simpleks
vaksinia
dalam
kontak urtikaria
Ulseratif pedikulosis
Angularis
Lagoftalmos
Meibomianitis Xantelasma
Hordeolum
Kalazion Koloboma kelopak
Ptosis
Pseudoptosis
INFEKSI KELOPAK
(BLEFARITIS)
Radang yang sering terjadi pada kelopak merupakan
radang pada kelopak (posterior) dan / tepi kelopak
(anterior). Radang bertukak atau tidak pada tepi kelopak
biasanya melibatkan folikel dan kelenjar rambut.

Blefaritis disebabkan infeksi dan alergi berjalan kronis atau


menahun. Blefarits alergi dapat terjadi akibat debu, asap bahan
kimia iritatif, dan bahan komestikInfeksi kelopak disebabkan kuman
streptococcus alfa atau beta, pneumococcus, dan pseudomonas.
BLEFARITIS BACTERIAL
Blefaritis Superfisial
Blefaritis Sereboik
Blefaritis Skuamosa
Blefaritis Ulseratif
Blefaritis Angularis
Meibomianitis
Hordeolum
Kalazion
BLEFARITIS SUPERFISIAL
Bila infeksi kelopak superfisial disebabkan oleh staphylococcus.
pengobatan yang terbaik adalah dengan salep antibiotik seperti
sulfasetamid dan sulfisolksazol. Sebelum pemberian antibiotik
krusta diangkat dengan kapas basah. Bila terjadi blefaritis menahun
maka dilakukan penekanan manual kelenjar Meibom untuk
mengeluarkan nanah dari kelenjar Meibom (Meibormianitis), yang
biasanya menyertai.
BLEFARITIS SEROBOIK
Blefaritis
seboroik merupakan peradangan menahun yang sukar
penanganannya.
Gejalanya adalah sekret yang keluar dari kelenjar Meiborn, air mata berbusa
pada kantus lateral, hiperemia dan hipertropi papil pada konjungtiva. Pada
kelopak dapat terbentuk kalazion, hordeolum, madarosis, poliosis dan jaringan
keropeng.
Pengobatannya adalah dengan memperbaiki kebersihan dan membersihkan
kelopak dari kotoran. Dilakukan pembersihan dengan kapas lidi hangat.
Kompres hangat selama 5-10 menit. Kelenjar Meibom ditekan dan dibersihkan
dengan shampoo bayi.
Penyulit yang dapat timbul berupa flikten, keratitis marginal, tukak kornea,
vaskularisasi, hordeolu.
BLAFARITIS SKUAMOSA
Blefaritis disertai terdapatnya skuama atau krusta pada pangkal bulu mata yang
bila dikupas tidak mengakibatkan terjadinya luka kulit. Merupakan peradangan
tepi kelopak terutama yang mengenai kulit di daerah akar bulu mata dan sering
terdapat pada orang yang berambut minyak.
Penyebab kelainan metabolik ataupun oleh jamur. Akan terasa panas dan gatal.
terdapat sisik berwarna halus-halus dan penebalan margo palpebra disertai
madarosis.
Pengobatan dengan membersihkan tepi kelopak dengan shampoo bayi, salep
mata, dan steroid setempat disertai dengan memperbaiki metabolisme pasien.
Penyulit yang dapat terjadi adalah keratitis, konjungtivitis
BLEFARITIS ULSERATIF
Merupakan peradangan tepi kelopak atau blefaritis dengan tukak akibat infeksi
staphylococcus. Pada blefaritis ulseratif terdapat keropeng berwarna
kekunung-kuningan yang bila diangkat akan terlihat ulkus yang yang kecil dan
mengeluarkan dfarah di sekitar bulu mata.
Pengobatan pada blefaritis ulseratif dapat dengan sulfasetamid, gentamisin
atau basitrasin.
Penyulit adalah madarosis akibat ulserasi berjalan lanjut yang merusak folikel
rambut, trikiasis, keratitis superfisial, keratitis pungtata, hordeolum dan
kalazion.
BLEFARITIS ANGULARIS
merupakan infeksi staphylococcus aureus yang mengenai sudut kelopak mata
(kantus eksternus dan internus) sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada
fungsi puntum lakrimal.
Biasanya kelainan ini bersifat rekuren.

diobati dengan sulfa, tetrasiklin dan Sengsulfat.

Penyulit pada pungtum lakrimal bagian medial sudut mata yang akan
menyumbat duktus lakrimal.
MEIBOMIANITIS
kelenjar Meibom yang akan mengakibatkan tanda peradangan lokal
pada kelenjar tersebut.
Meibomianitis menahun perlu pengobatan kompres hangat,
penekanan dan pengeluaran nanah dari dalam berulang kali disertai
antibiotik lokal.
BLEFARITIS VIRUS
Herpes Zoster
Virus ini menginfeksi ganglion
gaseri saraf trigeminus. Bila
Herpes Simpleks
Di sebut juga blefaritis
Vaksinia
Pada infeksi vaksinia
kompleks, merupakan akan terdapat pada
yang terkena ganglion cabang
oftalmik maka akan terjadi
radang tepi kelopak ringan kelopak mata berupa
dengan terbentuknya
gejala-gejala herper zoster pada
mata dan kelopak mata. Herpes Zoster
krusta kuning, basah pada
tepi bulu mata yang
pustula dengan
indentasi pada bagian
Gejalanya : mengakibatkan kedua sentral.
nyeri
terkena,
pada daerah yang
Herpes Simpleks
kelopak lengket. Tidak
pengobatan
terdapat
spesifik
badan terasa demam. Tidak terdapat pengobatan untuk kelainan ini.
Pada kelopak mata terlihat
fesikel dan infiltrat pada
kornea bila mata terkena.
Vaksinia
spesifik.
infeksi
Bila
sekunder
terdapat
dapat
Lesi fesikel pada cabang
diberi antibiotik sistemik
oftalmik saraf trigeminus
atau topical. Asiklovir dan
super fisial merupakan gejala IDU dapat diberikan
yang khusus pada infeksi terutama pada infeksi dini.
herpes zoster.

Pengobatan herpes zoster tidak


merupakan obat spesifik tapi
hanya sistematik. Infeksi herpes
zoster diberi analgesic
mengurangi rasa sakit.
BLEFARITIS JAMUR
Blefaritis Pedikulosis
Blefaritis Pedikulosis Infeksi Superfisial Infeksi Jamur Dalam

Infeksi
Akibat dari hygiene yang
buruk akan dapat kuman atau Superfisial
Biasanya di obati dengan
griseofulfin, terutama efektif
Pengobatan infeksi jamur
dalam adalah secara sistemik.
kutu pada pangkal silia di untuk epidermonikosis di Efektif di obati dengan

Infeksidengan
daerah margo palpebra.
Jamurdosis tunggal Dalam
berikan 0,5-1gram sehari
atau
dibagi rata. Pengobatan di
sulfonamit, penisilin atau
antibiotik spektrum luas.
Pengobatan dengan salep
merupakan ammoniate 3%. teruskan 1-2 minggu setelah
Salep fisostigmin dan tetes terlihat gejala menurun.
mata DFP cukup efektif untuk
tuma atau kutu ini.
BLEFARITIS ALERGI
Blefaritis alergi dapat terjadi akibat debu, asap, bahan kimia iritatif, dan
bahan kosmetik. Blefaritis infeksi disebabkan oleh bakteri streptococcus alfa
dan beta, pneumococcus, dan pseudomonas.

Penyebabnya adalah bahan yang berkontak pada kelopak.


Dermatiti Dapat sembuh sendiri. Untuk pengobatan dilakukan
pembersihan kelopak dari bahan penyebab, cuci dengan
s Kontak larutan fisiologik diberi salep mengandung steroid sampai
gejala berkurang.

Terjadi akibat masuknya obat atau makanan pada pasien


Blefaritis yang rentan. Pengobatan di berikan steroitopikal ataupun
sistemik dan di cegah pemakaian steroid lama. Serta obat
Urtikaria anti histamine dapat mengurangi gejala alergi
HORDEOLUM
Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata. Hordeolum biasanya merupakan infeksi
staphylococcus pada kelenjar sabasea kelopak mata.

Hordeolum Hordeolum
Internum Eksternum

mengalami inflamasi adalah kelenjar Zeis dan


mengalami inflamasi adalah kelenjar Meibom yang
Moll yang menunjukkan penonjolan terutama di
terletak di dalam tarsus dan bengkaknya lebih besar.
daerah kulit kelopak dan Bengkaknya lebih kecil
radang kelenjar Meibom memberikan penonjolan
dan lebih superfisial. Pada hordeolum eksternum
terutama ke daerah konjuntiva tarsal.
nanah dapat keluar dari pangkal rambut.
KALAZION
Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat. Pada
kalazion terjadi penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan yang mengakibatkan
peradangan kronis tersebut.
Kalazion akan memberikan gejala adanya benjolan pada kelopaka mata, tidak hiperemis dan
tidak ada nyeri tekan dan adanya pseudoptosis. Kelenjar preaurikel tidak membesar.
Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga
terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut. Kalazion dapat sembuh atau hilang dengan
sendirinya akibat diabsobsi spontan.
Pengobatan pada kalazion adalah dengan Kompres hangat 10-20 menit 4kali sehari.
Antibiotika topikal dan steroid disertai kompres panas.
Bila terjadi kalazion yang berulang beberapa kali sebaiknya dilakukan pemeriksaan
histopatologik.
DEFORMITAS ANATOMIK
KELOPAK
TRIKIASIS
Trikiasis dimana bulu mata mengarah pada bola mata yang akan menggosok
kornea atau konjungtiva.
Gejalannya :

-Konjungtiva kemotik,
-Hiperemis,
-Ada kornea terdapat erosi,
-keratopati dan ulkus.
-Pasien akan mengeluh fotofobia,
-lakrimasi, dan
-seperti kelilipan.
Pengobatan sementara dengan epilasi atau mencabut bulu mata yang salah
tumbuh.
ENTROPION
Entropion adalah suatu keadaan melipatnya kelopak mata bagian tepi atau
margo palpebra kearah dalam sehingga bulu mata bagian jaringan
konjungtiva dan kornea atau apa yang disebut sebagai trikiasis.
Penyebab entropion dapat akibat terentuknya jaringan perut yang terjadi
pada trakoma, atau akibat mekanik dan spasme otot orbicular terutama
otot rioland pada spasme tertentu. Entopion dapat akibat senilitas spasme,
sikatrik, dan lainnya.
Pengobatanya adalah operasi plastic
atau suatu tindakan tarsotomi.
EKSTROPION
Ektropion merupakan kelainan posisi kelopak mata dimana tepi kelopak mata
membeberkan atau mengarah keluar sehingga bagian dalam kelopak mata
atau konjungtiva tarsal berhubungan langsung dengan dunia luar.
Gejalnya : - Epifora,

- Mata merah,
- Meradang
Akibat ektropion tidak jarang terjadi lagoftalmos sehingga akan terjadi
konjungtivitis dan keratitis.
Pengobatan ektropion adalah dengan bedah plastik.
DISTIKIASIS
Terdapat penumbuhan bulu mata abnormal
atau terdapatnya bulu mata daerah tempat
keluarnya saluran Meibom.
Berbentuk lebih halus, tipis dan pendek
dibanding bulu mata normal. Dapat tumbuh
ke dalam sehingga mengakibatkan bulu
mata menusuk jaringan bola mata atau
trikiasis.
Pengobatan distikiasis bila telah memberikan
penyulit berupa epilasi atau melakukan
krioterapi pada folikel rambut sehingga bulu
mata tersebut tidak tumbuh lagi.
LAGOFTALMUS
Lagoftalmosadalah suatu keadaan dimana kelopak mata tidak dapat
menutup bola mata dengan sempurna.
Sebab terjadinya lagoftalmos dapat akibat terbentuknya jaringan perut atau
sikatrik yang menarik kelopak, ektropion, paralisis orbicularis okuli,
eksoftalmos goiter, dan terdapatnyaa tumor retrobulbar.
Pengobatan pada lagoftalmos merupakan
usaha mempertahankan bola mata tetap
basah dengan memberikan air mata
buatan. Bila keadaan terlalu berat maka
dilakukan blefarorafi dengan menjahit dan
mendekatkan kedua kelopak atas dengan
bawah.
XANTELASMA
Xantelasma merupakan xantomatosis kutan dengan terdapatnya
penonjolan ringan kulit kelopak bulat atau lonjong yang berwarna kuning,
yang biasanya terletak dekat kantus internus.
Kelainan ini berhubungan erat dengan kadar kolesterol dalam serum,
hyperlipidemia esensial atau pasien diabetes mellitus.
Pengobatan didasarkan pada akibat kosmetik yang terjadi dengan
melakukan ekstirparsi pada xantelasma tersebut. Pembedahan untuk
memperbaiki kosmetik dapat dilakukan dengan memperhatikan
kemungkinan akan terjadinya ektropion. Pengobatan dapat dengan
pengontrolan pada hyperlipidemia.
KOLOBOMA KELOPAK
Merupakan kelainan kongenital kelopak dimana terlihat celah kelopak pada
bagian tengah setengah nasal atas.
Pengobatan dengan suatu pemberian dilakukan untuk kosmetik atau untuk
mengatasi penyulit yang terjadi.
Penyulit pada keadaan koloboma palpebral adalah terjadinya lagoftalmos,
disertai timbulnya konjungtivitis dan keratitis.
PTOSIS
Merupakan keadaan dimana kelopak mata atas tidak dapat diangkat atau
terbuka sehingga celah kelopak mata menjadi lebih kecil dibandingkan
dengan keadaan normal.
Penyebab ptosis adalah kelainan kongenital, miogenik, dan neurogenic.
Bila ptosis terjadi sejak lahir atau kongenital
dan tidak segera diatasi dapat
mengakibatkan terjadinya amblyopia pada
mata bayi tersebut.

Pengobatan adalah dengan memperbaiki


fungsi otot levator dengan memperpendek
levator sehingga tarsus akan terangkat.
PSEUDOPTOSIS
Bilaterdapat suatu kelainan pada kelopak sehingga mengakibatkan
kelopak tidak mudah bergerak atau diangkat maka keadaan ini disebut
sebagai pseudoptosis. Pseudoptosis akan mengakibatkan tertutupnya bola
mata oleh kelopak. Pseudoptosis dapat terlihat pada kelainan kelopak
seperti hordeolum, kalazion, tumor kelopak ataupun blefarokalasis yang
mengakibatkan kelopak tersebut sukar terangkat.
KELAINAN JARINGAN ORBITA
Selulitis Orbita
Periostitis Orbita
Eksoftalmos
Enoftalmos
SELULITIS ORBITA
Selulitis orbita merupakan peradangan supuratif jaringan ikat jarang intraorbita di belakan septum
orbita.
Kuman penyebab biasanya adalah pnemokok, streptokok, atau stafilokok dan berjalan akut. Bila
terjadi akibat lues, jamur dan sarkoidosis maka perjalanan penyakit dapat kronis. Masuknya kuman
ini ke dalam rongga mata dapat langsung melalui sinus paranasal, penyebaran melalui pembuluh
darah atau bacteremia atau bersama dengan trauma yang kotor.
Gejala : - Demam,
- Mata merah,
- Kelopak sangat edema dan kemotik,
- Mata proptosis, atau eksoftalmos diplopia,
- Sakit terutama bila digerakkan, dan
- Tajam penglihatan menurun.
Pengobatan adalah dengan segera memberikan antibotik sistemik, istirahat atau dirawat, bila
terlihat daerah fluktuasi abses maka dilakukan insisi, selain pengobatan penyebabnya seperti
kelainan sinus dan lainnya.
PERIOSTITIS ORBITA
Periostitis orbita bisanya terjadi pada bagian tepi margo orbita yang
biasanya akibat trauma orbita.
Periostitis orbita akan memberikan gejala bengkak pada tepi orbita dengan
rasa sakit.
Bila tidak diobati dengan segera dapat memberikan penyulit selulitis
orbita, masuknya kuman ke daerah apeks orbita sehingga terjadi sindrom
apeks orbita.
Pengobatan periotitis orbita adalah memberikan antibiotika dosis tinggi,
insisi abses yang mungkin terlihat dan istirahat.
EKSOFTALMOS
Eksoftalmos atau menonjolnya bola mata
dapat disebabkan oleh bermacam-
macam factor dan biasanya disebabkan
oleh bertambahnya jaringan intaorbita.
Jaringan ini dapat disebabkan karena
tumor, radang, dan kelainan bawaan
rongga orbita.
Eksoftalmos kadang-kadang disertai dengan pulsasi, dan bila hal ini terlihat
mungkin disebabkan aneurisma dan berhubungan langsung antara arteri
carotid interna dengan sinus kavernosus.
Pada penderita dengan kelainan tiroid akan terlihat gejala eksoftalmos ini yang
disebut sebagai eksoftalmos goiter. Bermacam penyebab yang diduga sebagai
penyebab eksoftalmos goiter seperti menebalnya jaringan otot penggerak
mata, bertambahnya jaringan lemak, lumpuhnya otot Muller kelopak.
ENOFTALMOS
Enoftalmos terjadi akibat isi jaringan orbita di belakang bola mata
berkurang. Kelainan ini dapat terjadi akibat fraktur dasar orbita sehingga
ini orbita masuk ke dalam rongga sinus paranasal.
Jaringan retrobulbar dapat berkurang akibat terbentuknya jaringan parut
sesudah suatu radang retrubular seperti bekas selutis orbita. Tanda seperti
enoftalmos dapat terlihat bola mata mengecil seperti pada ftisis bulbi.