Anda di halaman 1dari 27

SISTEM OTOT MANUSIA

Anggi widyanza Vanessa


Ariska Yuliana
Aulia Agustina
Nurjalia
Ratu Diana Maisurah
Resva Diany
Pendahuluan

Otot merupakan suatu organ atau alat yang


memungkinkan tubuh dapat bergerak ,ini adalah
Otot suatu sifat penting bagi organisme.

Jaringan otot merupakan kumpulan dari sel sel


Jaringan yang membentuk serabut otot.
otot

Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki


fungsi untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan
Sistem menentukan postur tubuh.
otot
Anggi Wydanza
Terminologi Otot Pembentuk Tubuh
Manusia
Menurut letaknya otot tubuh dibagi dalam
beberapa golongan sebagai berikut:
1. Otot bagian kepala
2. Otot bagian leher
3. Otot bagian perut
4. Otot bagian anggota gerak atas
5. Otot bagian anggota gerak bawah
Otot Bagian kepala
Otot bagian kepala dibagi menjadi 5 bagian

Otot pundak
kepala

Otot
Otot lidah
wajah

Otot Otot
pengunya mulut dan
h pipi
Otot pundak kepala
Otot pundak kepala,
yang dibagi lagi menjadi
2 bagian yaitu:
a. Muskulus frontalis,
yang berfungsi
mengerutkan dahidan
menarik dahi mata.
b. Oksipitalis, terletak
dibagian belakang yang
berfungsi menarik kulit
kebelakang.
Otot wajah
Otot wajah , yang dibagi menjadi sub-sub
sebagai berikut:
a. Otot mata dan otot bola mata buah
b. Muskulus obliges okuli/ otot bola mata
yang terdapat disekeliling mata yang
berfungsi memutar mata
c. Muskulus orbicularis okuli/ otot lingkar
mata yang terdapat di sekeliling mata,
yang berfungsi sebagai penutup mata.
d. Muskulus levator palpebra superior,
terdapat pada kelopak mata yang
fungsinya menarik, mengangkat
kelopak mata keatas pada waktu
membuka mata.
Otot mulut dan pipi
a. Muskulus triangularis dan muskulus
orbikularis oris/ otot sudut mulut, yang
berfungsi menarik sudut mulut kebawah.
b. Muskulus quadratus labii superior/ otot
bibir atas yang mempunyai origo pinggir
lekuk mata menuju bibir atas dan hidung.
c. Muskulus quadratus labii inferior,
terdapat pada dagu yang merupakan
kelanjutan pada otot leher. Fungsinya
adalah menarik bibir kebawah atau
membentuk mimik muka kebawah
d. Muskulus buksinator, yang memebentuk
dinding sampai rongga mulut, fungsinya
menahan makanan waktu mengunyah.
e. Muskulus zigomatikus/ otot pipi, yang
berfungsi untuk mengangkatdagu mulut
keatas waktu senyum.
Otot penguyah
a. Muskulus maseter, yang berfungsi mengngkat rahang bawah
pada waktu mulut terbuka
b. Muskulus temporalis, yang berfungsi menarik rahang bawah
ketas dan kebelakang
c. Muskulus pterogoid internus dan eksternus, yang berfungsi
menarik rahang bawah kedepan.

Otot lidah
a. Muskulus genioglosus, yang berfungsi mendorong lidah
kedepan
b. Muskulus stiloglosus, yang berfungsi menarik lidah keatas dan
kebelakang

Ariska Yuliana
Otot Pengunyah Otot Lidah
Otot bagian leher
Otot bagian leher dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Muskulus platisma, trdapat di samping leher menutupi sampai bagian dada.
Fungsinya menekan mandibular, menarik bibir ke bawah dan mengerutkan
kulit bibir.
2. Muskulus sternokleido mastoid, terdapat di samping kiri dan kanan leher
yang berfungsi menarik kepala kesamping kiri, kanan, dan memutar kepala.
3. Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis,
ketiganya terdapat dibelakang leher dengan fungsi untuk menarik kepala
belakang dan menggelengkan kepala.
Otot bagian perut
Otot ini terdiri ata:
1. Muskulus abdominalis
internal (dinding perut)
2. Linea alba, yaitu garis
tengah dinding perut
3. Muskulus abdominalis
eksternal
4. Muskulus obliqus eksternus
abdominis
5. Muskulus obliqus internus
abdominis
6. Muskulus tranversus
abdominis

Aulia Agustina
Otot tungkai atas
Otot tungkai atas mempunyai selaput pembungkus yang sangat
kuat dan disebut fasia lata yang dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Otot abductor, yang terdiri dari:
a. Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam
b. Muskulus abduktor brevis sebelah tengah
c. Muskulus abductor longis sebelah luar
Ketiga otot ini menjadi satu yang disebut muskulus abduktor
femoralis. Fungsinya menyelenggarakan abduksidari femur.
2. Muskulus eksentor ( qudriseps femoris) Atau otot berkepala
empat, yang terdiri dari:
a. Muskulus rektus femoralis
b. Muskulus vastus lateralis eksternal
c. Muskulus vastus medialis internal
d. Muskulus vastus intermedial
Lanjutan otot tungkai atas

e. Otot fleksor femoris, yang terdapat dibagian belakang paha


yang terdiri dari :
Biseps femoris ( otot berkepala 2), yang fungsinya
membengkokkanpaha dan meluruskan tungkai bawah
Muskulus semi membranous (otot seperti selaput), yang
fungsinya membengkokkan tungkai bawah
Muskulus semi membranous (otot seperti urat), yang fungsinya
membengkokkan urat bawah serta memutar kedalam
Muskulus Sartorius (otot penjahit), yang fungsinya eksorotasi
femur yang memutarkeluar pada waktu lutut mengetul, serta
membantu gerakan fleksi femur dan membengkokan keluar.
Otot tungkai bawah

Terdiri dari:
1. Otot tulang kering depan muskulus tibialis
anterior, fungsinya mengangkat pinggir kaki
sebelah tengah dan membengkokan kaki
2. Muskulus eksensor talangos longus, yang
fungsinya malurus kan jari telunjuk ketengahan
jari, jari manisdan kelingking kaki
3. Otot jempol, fungsinya dapat meluruskan ibu
jari kaki
4. Urat arkiles (tendo arkhiles) yang fungsinya
meluruskan kaki di sendi tumit dan
membengkokan tungkai bawah lutut.
5. Otot tulang betis belakang ( muskulus tibialis
posterior), fungsinya dapat membengkokan kaki
di sendi tumit dan telapak kaki sebelah kedalam
6. Otot kedang jari bersama, fungsinya dapat
meluruskan jari kaki ( muskulus ekstensor
falangus).

Nurjalia
Bagian-bagian otot pembentuk tubuh manusia, antara lain:
a. Sarkolema
Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot.

b. Sarkoplasma
Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada.

c. Miofibril
Miofibril merupakan serat-serat pada otot.

d. Miofilamen

Miofilamen adalah benang-benang atau filamen halus yang berasal dari miofibril. Miofibril terbagi atas 2
macam, yakni :

1. Miofilamen homogen (terdapat pada otot polos).

2. Miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot lurik).

Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin
dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek) maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika
otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja.
Fungsi Otot
Otot dapat berkontraksi bila ada rangsangan yang berangkai. Bila rangsangan
diberikan pada otot sewaktu berkontraksi, maka kontraksi otot akan bertambah
besar. Keadaan ini disebut sumasi. Bila rangsangan diberikan terus menerus, maka
kontraksi mendatar. Otot dikatakan berfungsi bila otot tersebut menjadi pendek
dan diameternya membesar.

Ditinjau dari fungsinya,maka otot dapat h. Otot sinergis, otot ini


dibedakan menjadi : bekerjanya bersama-sama untuk
a. Otot fleksor, untuk membengkokkan bagian satu arah yang sama.
tubuh. i. Otot antagonis, otot ini
b. Otot ekstensor, untuk merentangkan atau bekerjanya berlawanan arah.
meluruskan. j. Otot lepator, untuk menaikkan
c. Otot rotator, untuk memutar bagian tubuh. anggota badan.
d. Otot aduktor, untuk mendekatkan anggota k. Otot supinasi, untuk memutar
badan ke sumbu badan. telapak tangan dan menerima.
e. Otot defresor, untuk menurunkan anggota l. Otot pronasi, untuk memutar
badan. telapak tangan tertelungkup.
f. Otot dilatator, untuk melebarkan.
g. Otot konstriktor, untuk menyempitkan
anggota badan.
Jenis-jenis dan Struktur Otot

Terdapat 3 jenis otot yang ditemukan pada manusia


yaitu otot rangka, otot jantung dan otot polos. Bila
diteliti di bawah mikroskop, pada otot jantung dan
otot rangka terlihat adanya garis-garis dan disebut
otot lurik, sedang otot polos tidak ditemukan adanya
garis-garis atau pun garisnya sangat halus, oleh
karena itu disebut otot polos

Ratu Diana Maisurah


Jaringan Otot Polos

Otot polos terdapat pada alat-alat Otot polos mempunyai serabut kontraktil
tubuh bagian dalam sehingga yang tidak memantulkan cahaya berselang-
disebut juga otot visera. Misalnya seling, sehingga sarkoplasmanya tampak
pada pembuluh darah, pembuluh polos dan homogen.
limfa, saluran pencernaan, kandung
Otot polosmempunyai bentuk sel
kemih, dan saluran pernapasan.
seperti gelendong, bagian tengah
besar, dan ujungnya meruncing.
Dalam setiap sel otot polos terdapat
satu inti sel yang terletak di tengah
dan bentuknya pipih.

Aktivitas otot polos tidak dipengaruhi


oleh kehendak kita (otot tidak sadar)

Otot polos berfungsi memberi gerakan


di luar kehendak, misalnya gerakan zat
sepanjang saluran pencernaan.
Kontraksi otot polos sangat lambat
dan lama, tetapi tidak mudah
lelah.
Jaringan Otot Lurik atau Jaringan Otot Rangka
Otot lurik mempunyai serabut
Otot lurik berfungsi sebagai
kontraktil yang memantulkan cahaya
alat gerak aktif karena dapat berselang-seling gelap (anisotrop) dan
berkontraksi secara cepat dan terang (isotrop).
kuat sehingga dapat
menggerakkan tulang dan Setiap sel mempunyai banyak inti dan
tubuh. terletak di bagian tepi sarkoplasma.

Otot lurik bekerja di bawah kehendak


(otot sadar) sehingga disebut otot
volunter dan selnya dilengkapi
serabut saraf dari sistem saraf pusat.

Kontraksi otot lurik cepat tetapi tidak


teratur dan mudah lelah.

Otot lurik terdapat disemua otot


yang melekat pada tulang.
Jaringan Otot Jantung

Kontraksi dan relaksasi Otot jantung berbentuk silindris atau serabut


otot jantung pendek.
menyebabkan jantung Otot ini tersusun atas serabut lurik yang
menguncup dan bercabang-cabang dan saling berhubungan
mengembang untuk satu dengan lainnya.
mengedarkan darah ke Setiap sel otot jantung mempunyai satu atau
seluruh tubuh. dua inti yang terletak di tengah sarkoplasma.

Otot jantungbekerja di luar kehendak (otot


tidak sadar)

Kontraksi otot jantung berlangsung


secara otomatis, teratur, tidak pernah
lelah, dan bereaksi lambat.

Ciri khas otot jantung adalah


mempunyai diskus interkalaris, yaitu
pertemuan dua sel yang tampak gelap
jika dilihat dengan mikroskop.
Perubahan-perubahan selama kontraksi otot
Perubahan-perubahan tersebut terbagi atas empat perubahan yaitu;
1. Perubahan Bentuk; merupakan terjadi pada saat kontraksi, dimana otot
menjadi pendek dan gemuk, tetapi tidak mengalami perubahan volume,
kemudian perubahan ini terjadi perubahan bentuk dari protein.
2. Perubahan Kimia; pada saat kontraksi Fosfat dan Asam laktat meningkat
jumlahnya, sehingga fosfat atau glikogen menurun jumlahnya kemudian
oksigen banyak digunakan sehingga H 2O dan CO2 banyak dihasilkan.
3. Perubahan Panas/thermis; dari seluruh energi yang digunakan untuk
kontraksi hanya 20% dan selebihnya hilang dalam bentuk panas, panas
yang timbul dapat digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh,
sehingga pada suhu yang dingin bisa memproduksi panas melalui
pergerakan otot.
4. Perubahan Listrik; bila otot berkontraksi terjadi perubahan listrik
sehingga timbul arus aksi yang mengalir dari daerah positif ke daerah
negatif dan daerah aktif relatif lebih negatif di bandingkan dengan daerah
non aktif (positif) kemudian mengalami istirahat maka tidak akan timbul
arus aksi.
Sifat-sifat Otot
Adapun sifat-sifat otot, antara lain:

1. Kontraksibilitas yaitu kemampuan


otot untuk memendek dan lebih
pendek dari ukuran semula, hal ini
teriadi jika otot sedang melakukan
kegiatan.

2. Ektensibilitas, yaitu kemampuan


otot untuk memanjang dan lebih
panjang dari ukuran semula.

3. Elastisitas, yaitu kemampuan otot


untuk kembali pada ukuran semula

Resva Diani
Sifat Kerja Otot

A. Antagonis B. Sinergis
Otot antagonis adalah dua Otot sinergis adalah dua otot
otot atau lebih yang tujuan atau lebih yang bekerja bersama
kerjanya berlawanan. Jika sama dengan tujuan yang
otot pertama berkontraksi sama. Jadi, otot otot itu
dan yang kedua berelaksasi, berkontraksi bersama dan
akan menyebabkan tulang berelaksasi bersama. Misalnya,
tertarik atau terangkat. otot otot antar tulang rusuk
Sebaliknya, jika otot yang bekerja bersama ketika kita
pertama berelaksasi dan menarik napas, atau otot
yang kedua berkontraksi pronator, yaitu otot yang
akan menyebabkan tulang menyebabkan telapak tangan
kembali ke posisi semula. menengadah atau menelungkup.
Contoh otot antagonis
adalah otot bisep dan trisep.
Mekanisme Terjadinya Gerak pada Otot

Dalam sistem mekanisme kerja otot, komponen yang


berperan dalam kontraksi otot adalah duat set
filamen, yaitu filamen aktin yang tipis dan filamen
miosin yang tebal. Kedua jenis filamen tersebut
menyusun sebuah serabut otot. Setiap serabut otot
diatur sebagai ikatan unit kontraktil yang disebut
sarkomer. Sarkomer ini yang membuat penampakan
bergaris atau lurik pada otot rangka atau otot
jantung. Sarkomer terdiri dari beberapa daerah.
Ujung tiap sarkomer disebut garis Z; terdapat daerah
gelap yang disebut daerah A yang hanya terdiri dari
filamen miosin, berselang seling dengan daerah
terang yang disebut daerah I yang hanya terdiri dari
aktin; ditepi daerah A filamin aktin dan miosin saling
tumpang tindih; sedangkan daerah tengah hanya
terdiri dari miosin yang terdiri dari zona H; filamen
aktin terikat; filamen miosin terikat pada garis M di
bagian tengah sarkomer.
Kelainan-kelainan pada Otot
1. Atrofi otot, merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau
karena kehilangan kemampuan berkontraksi, misalnya lumpuh.
2. Distorsi otot, penyakit ini diperkirakan merupakan penyakit genetis dan
bersifat kronis pada otot anak-anak.
3. Hipertrofi otot, merupakan kelainan otot yang menyebabkan otot
menjadi lebih besar dan lebih kuat karena sering digunakan, misalnya pada
binaragawan.
4. Hernia abdominal, kelainan ini terjadi apabila dinding otot abdominal
sobek dan menyebabkan usus melorot masuk ke rongga perut.
5. Kelelahan otot, karena kontraksi secara terus-menerus menyebabkan
kram atau kejang.
6. Tetanus, merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang
karena bakteri tetanus.
7. Keseleo, tertariknya tendon didaerah persendian dan jika terlalu keras
bisa menyebabkan putusnya otot.
8. Nyeri otot , aliran darah yang terhambat sehingga menyebabkan
peredaran darah tidak lancer.
TERIMAKASIH