Anda di halaman 1dari 40

presentasi kasus

hemorroid grade 3

Oleh :
dr Pipit Puspita Dewi
Kasus

IDENTITAS
Nama : Tn. S
Usia : 76 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Ngronggot
Suku Bangsa/Agama : Jawa / Islam
No. Rekam Medis : 08.95.19
Tanggal Masuk : 3 Mei 2017
Jam Masuk : 15.55 WIB
ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Keluar benjolan dari dalam anus yang tidak dapat dimasukkan
kembali.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang dengan keluhan muncul benjolan dari dalam anus sejak
kurang lebih 4 bulan yang lalu. Pasien mengaku BAB secara teratur dua kali
sehari, akan tetapi pasien sering mengedan ketika BAB. Sejak kurang lebih
4 bulan yang lalu, pasien merasakan BAB sakit dan kadang mengeluarkan
darah merah segar menetes di akhir BAB. Awalnya pasien merasa keluar
benjolan kecil dan bertambah besar dari dalam anus tetapi masih dapat
masuk ke dalam anus dengan sendirinya. Kurang lebih 2 bulan terakhir ini,
benjolan tidak dapat masuk ke dalam anus sendiri, harus dengan bantuan
tangan. Benjolan tidak terasa sakit waktu dipegang dan tidak keras. Pasien
tidak merasakan kembung atau mules, tidak mual atau muntah. Pasien
tidak mengeluh nafsu makan turun dan berat badan turun. Pasien
jarang mengkonsumsi sayuran
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat DM (-)
Riwayat Alergi (-)
Riwayat kejang (-)
Riwayat HT (-)
Riwayat jantung (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : sedang


Kesadaran : compos mentis
Vital Sign :
TD : 130/80 mmhg
N : 80 x/m
RR : 20 x/m
Tax : 36,5C
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-),
peningkatan JVP (-)
Thorax : Cor : S1S2 tunggal
Pulmo : Ves+/+, Rho -/-, Whe-/-
Abdomen : timpani, soepel, bising usus (+) normal, NT
(-)
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Result Unit Normal limit

WBC 8.0 10^3/ul 4.0-10.0

RBC 4.47 10^6/ul 3.80-5.40

HGB 12.9 g/dl 12.5-15.5

HCT 38.3 % 37.0-47.0

MCV 85.7 um^3 82.0-98.0

MCH 28.9 pg 26.0-34.0

MCHC 33.7 g/dl 32.0-36.0

RDW 12.5 % 10.0-16.00

PLT 335 10^3/ul 150-400

MPV 8.3 um^3 7.0-11.0

NEUT% 63 % 50-70

LYMPH% 25 % 25-40
Pemeriksaan Hasil satuan Nilai rujukan

Gula darah 90 mg/dl <160 mg/dl


sewaktu

sgot 27.0 U/L 3-38

Sgpt 24.0 U/L 8-35

Gamma gt 21.0 U/L 0-30

Urea 21.0 mg/dL 8-23


nitrogen(BUN)

Creatinin 1.4 mg/dL 0.7-1.4

BT 230 Menit 1-3

CT 1320 Menit 9-15

HIV Negatif Negatif

HbsAg Negatif Negatif


DIAGNOSA :
Hemorrhoid Grade 3

Planning/ Rencana Terapi/Pemeriksaan Penunjang


Advice dr. Heru, Sp.B :
Infus RL 20 tpm
Lab : DL, CT, BT, HbsAg
EKG
Ro thorax
Konsul anestesi
Rencana operasi pukul 20.00 pada hari rabu tanggal 3
mei 2017
FOLLOW UP

Tanggal 3/5/2017 post op hemoroidektomy


Terapi dr. Heru, Sp.B :
infus frutolit : NS 1:2
Ceftriaxone inj (Starxone) 2x1
Ketorolac inj (Torasic) 2x30
Obs VS dan perdarahan
Aff tampon besok siang
Tanggal 4/5/2017
S : nyeri post op (+)
O : KU sedang
Kesadaran : compos mentis
TD 130/60 mmhg N : 88 x/m
RR : 20x/m Tax : 36,2 C
Kepala : conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Thorax : Cor/ Pulmo : S1S2 tunggal, Ves+/+, Rhonki-/-, Whe -/-
Abdomen : timpani,soepel, NT (-)
A : post hemoroidectomy
P : terapi lanjut dari dr. Heru, Sp.B
Diet bebas, tinggi serat
Rendam duduk 2x/hari mulai besok
Latihan duduk
Tanggal 5/5/2017
S : nyeri berkurang
O : KU sedang, CM
TD 130/90 mmhg
N : 80 x/m
RR : 20x/m
Tax : 36,0 C
Kepala : conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Thorax : Cor/ Pulmo : S1S2 tunggal, Ves+/+ Rhonki-/-, Whe -/-
Abdomen : timpani,soepel, NT (-)
A : post hemoroidectomy
P : terapi lanjut dari dr. Heru, Sp.B
Tanggal 6/5/2017
S : benjolan muncul lagi
O : KU sedang, compos mentis
TD 120/70 mmhg N : 70 x/m
RR : 20x/m Tax : 36,0 C
Kepala : conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Thorax : Cor/ Pulmo : S1S2 tunggal, Ves+/+ Rhonki-/-, Whe -/-
Abdomen : timpani,soepel, NT (+) epigastric

A : post hemoroidectomy
P : terapi lanjut dari dr. Heru, Sp.B
KRS besok pagi , obat pulang :
Venosmil 2x1
Teranol 3x1
Baquinor 2x1
Kontrol 1 minggu
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh
darah vena di daerah anus yang berasal dari pleksus
hemoroidalis. Pelebaran dan inflamasi ini
menyebabkan pembengkakan submukosa pada
lubang anus.
Etiologi

Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti, konstipasi


kronis dan mengejan saat defekasi penting dalam
patofisiologi hemoroid.
Mengejan terus menerus pembuluh darah
hemoroidalis berdilatasi secara progresif + jaringan
sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan
sfingter internal dibawahnya prolaps hemoroid +
berdarah.
Faktor Resiko Hemoroid

Primer Sekunder
Pekerjaan
Umur
Endokrin
Mekanis
Keturunan Pola makan
Anatomik dan fisiologik Pola defekasi
Kehamilan
Kelemahan tonus sfingter obstruksi vena
anus Peningkatan tekanan intra abdominal
Klasifikasi Hemoroid

Hemoroid Interna

Hemoroid Eksterna

Hemoroid Gabungan
Hemoroid Interna

Pelebaran pleksus hemoroidalis interna yang berada


di atas linea dentata dan ditutupi oleh mukosa

Inervasi somatik (-) nyeri (-)


Three Primary Hemorrhoidal Areas oleh Miles :
kanan depan (jam11)
kanan belakang (jam7)
lateral kiri (jam 3)
Klasifikasi Hemoroid Interna
Hemoroid Interna
Derajat Berdarah Prolaps Reposisi
I + - -
II + + Spontan
III + + Manual
IV + Tetap Irreponibel
Hemoroid Eksterna

Pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior


terdapat di bawah linea dentata dan ditutupi oleh
epitel gepeng
Hemoroid Gabungan
(Interna dan Eksterna)
Gejala dan Tanda Hemoroid

Hemoroid internal
Prolaps dan keluarnya mukus.
Perdarahan.
Rasa tak nyaman.
Gatal.

Hemoroid eksternal
Rasa terbakar.
Nyeri (jika mengalami trombosis).
Gatal.
Diagnosis Hemoroid
anamnesa

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang
Anamnesis Hemoroid
Hemoroid Interna Hemoroid Eksterna
* perdarahan saat defekasi - rasa tidak enak di anus
(darah merah segar) - nyeri (+/-)
* nyeri (-) - nyeri (+) jika ada trombus
* BAB kadang bercampur - iritasi kronis
lendir
* prolaps pd saat defekasi
* rasa tidak enak di anus
* rasa gatal di anus
* gejala anemia
Pemeriksaan Fisik

Posisi terbaik : posisi miring (sims position) atau posisi menungging (knee
chest).

Inspeksi
Perdarahan atau bekas perdarahan pd anus
Prolaps hemoroid interna (pasien mengejan), catat pada posisi jam
berapa.
Benjolan pd tepi anus (hemoroid externa), kelainan anorectal (fisura,
fistula).
Rectal toucher dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan ca
rektum.
Pemeriksaan Penunjang Hemoroid
Penatalaksanaan Non-operatif
pada Hemoroid

Indikasi :
Hemoroid interna grade I dan II (dg perdarahan minimal)
Penderita yang menolak operasi
PENATALAKSANAAN
Non-Operatif
Diet tinggi serat Ligasi dengan gelang
Skleroterapi
karet
Cont...
Penatalaksanaan Operatif
pada Hemoroid

Indikasi
Pasien dg keluhan menahun dan pada hemoroid
grade III-IV
Pasien dg perdarahan berulang dan anemia yg tidak
membaik dg terapi non-operatif
Hemoroid interna dg penyulit (perdarahan) dan
prolaps
Hemoroid eksterna dg penyulit (trombosis)
Prinsip Terapi Operatif
Pada Hemoroid

Eksisi yg hanya dilakukan pd jaringan yg berlebihan.


Eksisi sehemat mungkin dg tidak mengganggu sfingter anus
Eksisi harus digabung dg rekonstruksi tunika mukosa
Bedah Konvensional

1. Teknik Milligan-Morgan
Paling popular dan sebagai gold standart
2. Teknik Langenbeck
Cara yg mudah dan tidak ada resiko pembentukan
jaringan parut sekunder yg bisa menimbulkan stenosis
Prognosis

Sebagian besar hemoroid akan sembuh secara spontan atau


dg terapi konservatif saja.
Prognosis kambuhnya hemoroid bergantung pada
keberhasilan edukasi, yaitu pada perubahan pola makan,
defekasi dan gaya hidup.
DAFTAR PUSTAKA

Jong WD, Sjamsuhidayat R. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC; 2005. hal 672-75.
Linchan W.M,1994,Sabiston Buku Ajar Bedah Jilid II,EGC, Jakarta,hal 56 59.
Mansjur A dkk ( editor ), 1999, Kapita selecta Kedokteran, Jilid II, Edisi III, FK UI,
Jakarta,pemeriksaan penunjang: 321 324.
Syamsuhidayat R, Jong W.D, Buku Ajar Bedah, EGC,Jakarta, pemeriksaan
penunjang:910 912
Sylvia A.price. Gangguan Sistem Gastrointestinal. Patofisiologi Konsep Klinis
Proses-proses Penyakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2005.
Werner Kahle ( Helmut Leonhardt,werner platzer ), dr Marjadi Hardjasudarma
( alih bahasa ), 1998, Berwarna dan teks anatomi Manusia Alat Alat
Dalam,p:232