Anda di halaman 1dari 38

Pembimbing:

dr. Chandra Svaras, Sp. B

Disusun oleh:
Anastasia Marisa Sumampouw
(11.2015.202)
Anatomi Regio Inguinalis
Kanalis Inguinalis
Panjang 4 cm (dewasa)
Letak 2-4 cm arah kaudal ligamentum inguinal
Mengandung vas deferens atau ligamentum uterus
Berjalan dari lateral ke medial
Funikulus spermatikus : serat otot kremaster,
pleksus pampiriformis, arteri testikularis n. ramus
genital n. genitofemoralis, duktus deferens, arteri
kremaster, pembuluh limfe, dan prosesus vaginalis
Anatomi Regio Inguinalis
Kanalis Inguinalis
Batas anterior:
aponeurosis m. obliq abdominis ekternus dan internus
m. transversus abdominis

Batas posterior:
fascia transfersalis
aponeurosis m. transversus
abdominis
Batas inferior:
ligamentum inguinal
ligamentum lakunar
Anatomi Regio Inguinalis
Trigonum Hasselbachs
Batas superolateral: pemb. darah epigastrik inferior
Batas medial: membran m. rektus abdominis
Batas inferior: ligamentum inguinal
Anatomi Regio Inguinalis
Aponeurosis Otot Obliq Abdominis Eksternus
Dibentuk dua lapisan
(superfisial & profunda)
Ligamentum inguinal terletak
dari SIAS ke tuberkulum
pubikum

Aponeurosis Otot Obliq


Abdominis Internus
Bagian medial menyatu dengan serat aponeurosis
m. transversus abdominis dekat tuberkulum
pubikum untuk membentuk conjoined tendon
Anatomi Regio Inguinalis
Fascia Transversalis
Kelanjutan dari m. transversalis dan
aponeurosisnya
Cooper : memiliki 2 lapisan, bagian
dalam lebih tipis dari bagian luar
Keluar dari tendon otot transversalis
pada bagian dalam dari korda
spermatik dan berikatan ke linea
semilunaris
Anatomi Regio Inguinalis
Ligamentum Cooper
Terletak pada bagian belakang
ramus pubis
Dibentuk oleh ramus pubis
dan fascia
Titik fiksasi yang penting
dalam metode perbaikan
laparoskopi pada teknik
McVay
Anatomi Regio Inguinalis
Preperitoneal Space
Terdiri dari jaringan lemak,
pembuluh limfe, saraf, dan
pembuluh darah.
Saraf-saraf peritoneal:
1. N. cutaneous lateral (serabut L2 dan L3 / cabang n.
femoralis) berjalan sepanjang permukaan anterior otot
iliaka di bawah fascia iliaka atau melalui perlekatan
lateral ligamentum inguinal pada SIAS.
2. Nervus genitofemoral (serabut L2 / L1 dan L2 / L3) turun
di depan otot psoas dan terbagi menjadi cabang
genital (melalui anulus interna) dan femoral (sebelah
lateral dari arteri).
Definisi Hernia

Protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek


atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan
atau
Penonjolan peritoneum yang berisi alat visera dari
rongga abdomen melalui suatu lokus minoris resistensi,
baik bawaan maupun didapat.
Epidemiologi
75% muncul pada daerah sekitar lipat paha
Hernia inguinal (terbanyak)
indirek : direk = 2:1
pria : wanita = 7 : 1 (hernia indirek)
Hernia femoralis paling sedikit (<10%)
40% merupakan kasus emergensi (inkarserata atau
strangulata)
pria : wanita = 1 : 4
>> pria lansia atau pernah operasi hernia inguinal
75.0000 herniograhy per tahun di Amerika Serikat
Etiologi Hernia
1. Lemahnya dinding rongga perut
bisa sejak lahir atau didapat kemudian
2. Akibat dari pembedahan sebelumnya
3. Kongenital
4. Akuisita, karena adanya faktor lain yang dialami
manusia selama hidupnya antara lain:
tekanan intraabdominal yang tinggi
konstitusi tubuh (preperitoneal fat)
Bagian Hernia

Kantong hernia
Isi hernia
Pintu hernia
Leher hernia
Locus minoris resistence
(LMR)
Klasifikasi Hernia
Menurut lokasinya: Menurut sifatnya:
Hernia inguinalis : di lipat paha
Hernia reponibel :
Hernia umbilikus : di pusat
bila isi hernia dapat
Hernia femoralis : di paha
keluar masuk.
Menurut isinya:
Hernia usus halus
Hernia irreponibel :
Hernia omentum
bila isi hernia tidak
Menurut penyebabnya: dapat dikembalikan ke
Hernia kongenital dalam rongga.
Hernia traumatik
Hernia insisional (akibat ada
pembedahan sebelumnya.)
Klasifikasi Hernia
Menurut terlihat dan tidaknya:
Hernia eksterna (hernia inguinalis, hernia scrotalis)

Hernia interna (hernia diafragmatika)

Menurut keadaannya:
Hernia inkarserata : isi terperangkap (gg. pasase)

Hernia strangulata : gg. vaskularisasi

Menurut nama penemunya:


Hernia Spigelli : linen semisirkularis di atas penyilangan
vasa epigastrika inferior pada m. rektus abdominalis
bagian lateral.
Hernia Richter : hanya sebagian dinding usus yang terjepit

Hernia Petit : di daerah lumbosakral.


Patofisiologi Hernia Inguinalis Kongenital
Bulan ke-8 kehamilan, terjadi desensus vestikulorum
melalui kanalis inguinalis
Peritoneum tertarik ke daerah skrotum, terjadi tonjolan
peritoneum (prosesus vaginalis peritonea)
Saat bayi lahir, prosesus mengalami obliterasi, isi rongga
perut tidak dapat melalui kanalis ingunalis
Dalam beberapa hal sering belum menutup
Patofisiologi Hernia Inguinalis Kongenital
Biasanya testis kiri turun lebih dahulu dari testis kanan,
kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka.
Dalam keadaan normal, kanal yang terbuka ini akan
menutup pada usia 2 bulan
Bila prosesus terbuka sebagian, timbul hidrokel
Bila kanal terbuka terus, timbul hernia inguinalis lateralis
kongenital
Patofisiologi Hernia Inguinalis Akuisita
Usia lanjut, otot dinding rongga perut melemah
Perlengketan isi hernia dengan dinding kantong
hernia, isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali
Penekanan cincin hernia, akibat semakin banyaknya
usus yang masuk, cincin hernia menjadi sempit dan
menimbulkan gangguan penyaluran isi usus
Obtruksi usus menimbulkan edema, menekan
pembuluh darah, terjadi nekrosis
Bila terjadi penyumbatan dan perdarahan, akan
timbul perut kembung, muntah, konstipasi.
Patofisiologi Hernia Inguinalis Akuisita
Hernia Inguinalis Direkta (Medialis)
Faktor penyebab:
peninggian tekanan intraabdomen kronik
kelemahan dinding otot di trigonum Hesselbach
Jalannya langsung (direk) ke ventral melalui anulus
inguinalis subkutaneous.
Tidak berhubungan dengan pembungkus vas deferens
Umumnya terjadi bilateral, khususnya pada laki-laki tua
Jarang, bahkan hampir tidak pernah mengalami
inkarserasi dan strangulasi
Patofisiologi Hernia Inguinalis Akuisita
Hernia Inguinalis Direkta (Medialis)
Patofisiologi Hernia Inguinalis Akuisita
Hernia Inguinalis Indirekta (Lateralis)

Lateralis : menonjol dari perut di lateral


pembuluh epigastrika inferior
Indirek : keluar melalui dua pintu (anulus
inguinalis eksterna dan interna) dan saluran
(kanalis inguinalis)
Pada pemeriksaan, tonjolan berbentuk lonjong
Dapat terjadi secara kongenital atau akuisita
Patofisiologi Hernia Inguinalis Akuisita

Hernia Inguinalis
Indirekta (Lateralis)
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Fisik
Vital sign : temperatur, pernapasan, nadi, dan
tekanan darah meningkat.
Status lokalis :
Inspeksi
Hernia reponibel (keluar masuk): terdapat
benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu
berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan
menghilang setelah berbaring
Hernia irreponibel (menetap): tidak menghilang
setelah berbaring
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Lateralis : muncul benjolan di regio inguinalis
yang berjalan dari lateral ke medial, tonjolan
berbentuk lonjong
Medialis : tonjolan biasanya terjadi bilateral,
berbentuk bulat
Scrotalis : benjolan sampai scrotum
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Fisik
Palpasi
Titik tengah antara SIAS dengan tuberkulum
pubicum ditekan lalu pasien disuruh mengejan.
Penonjolan di sebelah medial, hernia inguinalis
medialis
Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum
pubikum ditekan lalu pasien disuruh mengejan.
Terlihat benjolan di lateral titik yang ditekan,
hernia inguinalis lateralis.
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Fisik
Palpasi
Titik tengah antara keduanya ditekan lalu pasien
disuruh mengejan, jika terlihat benjolan di
lateralnya berarti hernia inguinalis lateralis, jika
di medialnya hernia inguinalis medialis
Isi kantong hernia bisa berisi usus, omentum
(seperti karet), atau ovarium.
Hernia inkarserata : nyeri tekan
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Fisik

Perkusi
Hipertimpani : hernia strangulata

Auskultasi
Hiperperistaltis : hernia inkarserata
Diagnosis Hernia Inguinalis
Finger Test
Menggunakan jari ke 2 atau
jari ke 5. Dimasukkan lewat
skrotum melalui anulus
eksternus ke kanal inguinal.
Penderita disuruh batuk:
Impuls (terasa) diujung jari :
hernia inguinalis lateralis
impuls disamping jari :
hernia inguinalis medialis
Diagnosis Hernia Inguinalis
Ziemen Test
Posisi berbaring
Bila ada benjolan masukkan dulu
Hernia kanan diperiksa tangan kanan
Penderita disuruh batuk, impuls pada:
jari ke 2 : hernia inguinalis lateralis
jari ke 3 : hernia ingunalis medialis
jari ke 4 : hernia femoralis
Diagnosis Hernia Inguinalis
Thumb Test
Anulus internus ditekan
dengan ibu jari
Penderita disuruh mengejan.
Bila keluar benjolan
berarti hernia inguinalis medialis.
Bila tidak keluar benjolan
berarti hernia inguinalis lateralis.
Diagnosis Hernia Inguinalis
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Leukosit > 10.000 18.000 / mm3
Peningkatan serum elektrolit
Pemeriksaan radiologis
USG pada daerah inguinal (posisi supine dan posisi berdiri
+ manuver vasalfa) hernia inkarserata
CT scan: mencari hernia obturator
Diagnosis Banding Hernia Inguinalis
Penatalaksanaan Hernia Inguinalis
Kelompok 1 : Open Anterior Repair
Teknik : Bassini, McVay dan Shouldice
Melibatkan pembukaan aponeurosis otot obliqus
abdominis ekternus dan membebaskan funikulus
spermatikus
Fascia transversalis kemudian dibuka, dilakukan
inspeksi kanalis spinalis, celah direk dan indirek
Kantung hernia diligasi dan dasar kanalis spinalis di
rekonstruksi
Penatalaksanaan Hernia Inguinalis
Teknik Bassini
Belah aponeurosis m. obliqus abdominis eksternus di kanalis
ingunalis hingga ke cincin ekternal
Pisahkan m. kremaster dengan reseksi untuk mencari hernia
indirek sekaligus menginspeksi dasar dari kanalis inguinal
untuk mencari hernia direk
Pisahkan bagian dasar atau dinding posterior kanalis inguinalis
(fascia transversalis)
Ligasi kantung hernia seproksimal mungkin
Rekonstuksi didinding posterior dengan menjahit fascia
tranfersalis, m. transversalis abdominis dan m. abdominis
internus ke ligamentum inguinalis lateral.
Penatalaksanaan Hernia Inguinalis
Kelompok 2 : Open Posterior Repair
Iliopubic tract repair dan teknik Nyhus
Belah lapisan dinding abdomen superior hingga ke
cincin luar dan masuk ke properitoneal space
Diseksi diperdalam kesemua bagian kanalis
inguinalis.
Sering digunakan pada hernia dengan kekambuhan
karena menghindari jaringan parut dari operasi
sebelumnya.
Penatalaksanaan Hernia Inguinalis
Kelompok 3 : Tension Free Repair With Mesh
Teknik Lichtenstein dan Rutkow
Menggunakan pendekatan awal yang sama degan
teknik open anterior
Tidak menjahit lapisan fascia untuk memperbaiki
defek , tetapi menempatkan sebuah prostesis, mesh
yang tidak diserap.
Hasil yang baik diperoleh dengan teknik ini dan
angka kekambuhan dilaporkan kurang dari 1 persen.
Penatalaksanaan Hernia Inguinalis
Kelompok 4 : Laparascopic

Makin populer dalam beberapa tahun terakhir,


tetapi juga menimbulkan kontroversi.
Pada awal pengembangan teknik ini, hernia
diperbaiki dengan menempatkan potongan mesh
yang besar di regio inguinal di atas peritoneum.
Teknik ini ditinggalkan karena potensi obstruksi usus
halus dan pembentukan fistel karena paparan usus
terhadap mesh.
Kesimpulan
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi
suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari
dinding rongga bersangkutan pada hernia abdomen, isi
perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari
bagian muskulo-aponeurotik dinding perut. Hernia
terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia.
Berdasarkan klasifikasinya Hernia dibagi menjadi
: Hernia secara umum (Hernia interna, Hernia
eksterna), Hernia berdasarkan terjadinya (Hernia
bawaan atau kongenital, Hernia dapatan atau akuisita),
Hernia menurut sifatnya (Hernia reponibel, Hernia
irreponibel, Hernia incarserata, Hernia strangulata)
Hernia menurut letaknya (Obturatorius, Epigastrika,
Ventralis, Lumbalis, Diafragma, Inguinalis, Umbilikal,
Femoralis, Hernia scrotalis). Penatalaksanaannya bisa
dengan pembedahan.