Anda di halaman 1dari 22

IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER

Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari


sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan
terperinci.
Untuk membuat rancangan jaringan komputer
pada bangunan satu lantai maka perlu diperhatikan
hal berikut:
Kebutuhan kabel baik jenis dan panjangnya.
Keamanan instalasi dari ganguan fisik dan kelistrikan
Tidak melanggar spesifikasi yang telah ditentukan
pabrik dan produsen alat-alat penunjang jaringan
LAN
Pemilihan topologi yang tepat
Perencanaan penambahan dan pengembangan
dikemudian hari.
Jumlah pemakai/user
Divergensi Ruangan (tingkat penyebaran ruangan) dan
tata letak node (titik-titik workstation)
Letak lorong kabel pada dinding, lantai atau atap.
Untuk menetapkan server maka
perancang jaringan harus
mempertimbangkan beberapa
faktor:
1. letak ruangan khusus
untuk server yang tidak
mudah dijangkau oleh pihak-
pihak yang tidak berwenang
2. bebas debu dan asap
3. bebas binatang pengerat
(tikus) atau serangga
4. ruangan bertemperatur
rendah dan tidak lembab.
Pendefinisian Operasional Jaringan. Langkah yang bagus jika
mendapatkan perhitungan sumber daya dan pemakaian jaringan.
Perhitungan ini berkaitan dengan spesifikasi perangkat keras yang akan
dipakai seperti apakah harus menggunakan switch daripada hub, seberapa
besar memory yang dibutuhkan, apakah dibutuhkan kabel riser fiber optik
karena jaringan menyangkut bangunan berlantai banyak, dan sebagainya.
Pendefinisian Administratif Jaringan. Untuk kelancaran operasional
jaringan harus ada pembagian tugas dalam memaintenance jaringan,
baik yang menyangkut perangkat lunak, standar prosedur maupun yang
berkaitan dengan sumber daya manusia seperti administrator dan
operator. Aspek-aspek yang berkaitan dengan operasional ini antara
lain:
Perawatan dan backup, kapan, siapa dan menggunakan apa.
Pemantauan software dan upgrade untuk memastikan semua
software aman terhadap bugs.
Standar prosedur untuk kondisi darurat seperti mati listrik, virus
ataupun rusaknya sebagian dari alat.
Regulasi yang berkaitan dengan keamanan, seperti user harus
menggunakan password yang tidak mudah ditebak atau
penggantian password secara berkala.
Managemen Jaringan (Network management) merupakan
suatu disiplin yang berhubungan dengan operasional,
pengaturan dan monitoring jaringan data dan voice.
Manajemen dalam terminologi umum mencakup:
Perencanaan (planning)
Organisasi (Organizing)
Monitoring
Accounting dan
Controlling terhadap suatu aktivitas
Operation

Kegiatan operasional yang berhubungan dengan berjalannya


jaringan dan service dengan baik
Termaksud monitoring jaringan untuk mengetahui masalah secepat
mungkin, ideal sebelum berdampak pada user
Administration

Administrasi berhubungan dengan menjaga sumber informasi pada jaringan


dan bagaimana unjuk kerja jaringan
Termaksud semua housekeeping yang diperlukan untuk jaringan tetap
terkendali
Maintenance

Maintenance fokus pada kegiatan repair and upgrade,


contohnya :
Ketika equipment harus diganti,
Ketika router memerlukan patch image operating system
Ketika switch baru ditambahakan pada jaringan.
Maintenance juga meliputi koreksi dan pencegahan untuk
managed network berjalan baik, seperti mensetting parameter
konfigurasi device.
Provisioning

Provisioning berfokus pada konfigurasi sumberdaya pada jaringan


untuk mendukung layanan yang diberikan.
Contohnya, ini termaksud setting jaringan sehingga kustomer baru
dapat menerima layanan
Network management biasanya diaplikasikan pada jaringan dengan
skala besar seperti jaringan telekomunikasi, jaringan komputer, dll.

Network management berkaitan dengan pemeliharaan


(maintenance) dan pengadministrasian (administration) jaringan
pada top level

Network management adalah penggunaan dan pengkoordinasian


sumberdaya untuk desain, perencanaan, pengadministrasian,
analisis, pengoperasian, dan pengembangan jaringan komunikasi
untuk memenuhi tujuan-tujuan tingkat pelayanan (service-level),
dengan biaya yang wajar, dan dengan kombinasi sumberdaya yang
optimal .
Evolusi Jaringan

Jaringan meningkat dalam Skala dan komplesitas


Tidak hanya memanage elemen infrastruktur jaringa tetapi juga
service/layanannya
Memenuhi pengguna jaringan menerima layanan TI dengan kualitas
layanan yang diharapkan
Memenuhi perencanaan strategik dan taktikal, operasional. Maintenance
jaringan dan layanannya.
Membantu IT person mengatur jaringan data dan memenuhi data dapat
melintasi jaringan dengan efisien dan transparan.
Mempersiapkan penanggulangan bencana (disaster recovery)
Faktor-faktor yang mendorong dilaksanakannya network
management

Mengendalikan asset strategis perusahaan


Mengendalikan kompleksitas
Meningkatkan layanan
Menyeimbangkan berbagai keperluan
Mengurangi downtime
Mengendalikan biaya
Pengendalian Asset Strategis
Jaringan (network) merupakan bagian penting dalam aktivitas bisnis suatu
perusahaan, yang peranannya semakin meningkat
Semakin banyak network element yang digunakan dalam jaringan, dan
berbagai aplikasi networking baru tersedia bagi pengguna
Pengendalian Kompleksitas
Makin banyaknya komponen, pengguna, antarmuka, protokol dan
vendor jaringan, membuat penggunaannya semakin sulit untuk
dikontrol.
Hal tersebut terutama terjadi pada server dan terminal yang berbasis
LAN, yang seringkali sulit dikontrol secara tersentralisir

Peningkatan Layanan
Pengguna menginginkan tingkat layanan yang sama atau bahkan
lebih baik dengan perkembangan dan perubahan teknologi.
Pengguna memerlukan suport dan training dalam penggunaan
teknologi baru
Ekspektasi pengguna yang tinggi dalam solusi untuk pemenuhan
standard availability dan performansi
Menyeimbangkan berbagai keperluan
Network management harus dapat memenuhi apa yang diinginkan
oleh pengelola dan pengguna secara seimbang
Keinginan pengelola: Pemenuhan kebutuhan bisnis tertentu seperti
support terhadap aplikasi dan pelanggan baru, memperbaiki
konektivitas, serta menjamin stabilitas dan fleksibilitas.
Keinginan pelanggan: availability, reliability, performance,
stability dan visibility harus dapat dipenuhi oleh Network
Management secara berkesinambungan, dan tidak terpengaruh oleh
ketiadaan prosedur dan tools, keterbatasan skill, dan kekurangan
personil.
Mengurangi Downtime
Menjamin secara berkesinambungan ketersediaan sumberdaya dan layanan
jaringan, merupakan tujuan utama penyedia jaringan komunikasi.
Solusi Network management harus menjamin kapabilitas tersebut dengan
melaksanakan manajemen konfigurasi, gangguan dan pemeliharaan secara
efisien.
Pengendalian Biaya
Network management harus memperhatikan biaya-biaya yang berka itan
dengan komunikasi data dan voice.
Biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan jaringan diharapkan berada
pada batas jumlah yang reasonable.
Fault Management
Mendeteksi, isolasi and koreksi operasional yang abnormal
Configuration Management
Mengidetifikasi managed resources and koneksinya
Accounting Management
Menyimpan/merekam penggunaan dan biaya pemakaian
Performance Management
Memonitor dan mengevaluasi managed resources
Security Management
Mengijinkan hanya pada akses yang dikenal dan dikendalikan
TAMAT
TERIMA KASIH