Anda di halaman 1dari 83

Diferensiasi &

Morfogenesis Sel
By
Dr.Hilwah Nora, M.Med.Sci ART
Diferensiasi &
Morfogenesis

Bagaimana sebuah
sel, sel zygote,dapat
berkembang menjadi
berbagai jaringan
dan organ yang akan
membentuk
organisme.
Diferensiasi & Morfogenesis
Diferensiasi &
Morfogenesis
Fertilisasi adalah
langkah pertama
dalam pembentukan
individu baru

Sel zygote berasal


dari persatuan
sperma dan sel telur
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Perkembangan dimulai ketika sebuah sel sperma


memfertilisasi sel telur dan menghasilkan sebuah sel
tunggal yang berpotensi untuk menjadi sebuah
organisme.
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Beberapa jam setelah fertilisasi, sel ini


membelah menjadi 2 sel yang identik.
Pada manusia, setelah fertilisasi dan
setelah mengalami beberapa siklus
pembelahan, sel2 ini mulai
berspesialisasi, membentuk sel dengan
area kosong yang disebut blastocyst.
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Blastocyst memiliki lapisan luar sel dan


didalam area kosong terdapat setumpuk sel
yang disebut inner cell mass (ICM).
Inner cell mass adalah bakal dari semua
jaringan yang ada dalam tubuh.
Meskipun sel2 pada ICM bisa membentuk
segala macam tipe sel yg bisa dijumpai di
dalam tubuh, ICM tidak bisa membentuk
sebuah organisme.
Blastocyst
Diferensiasi sel

Diferensiasi selular adalah sebuah


konsep dari biologi developmental yang
menggambarkan proses sel2 mencapai
tipesel tertentu.
Morfologi sel bisa berubah secara
dramatik selama proses diferensiasi, tapi
umumnya materi genetik nya tetap sama.
Diferensiasi sel

Diferensiasi melibatkan sejumlah perubahan2


fisiologis sel seperti: ukuran, bentuk, polaritas,
aktivitas metabolik dan ekspresi gen,
semuanya bisa berubah selama diferensiasi.
Dalam cytopathology, tingkat diferensiasi
selular digunakan untuk mengukur cancer
progression. Grade sebagai penanda
bagaimana sebuah sel tumor berdiferensiasi.
Diferensiasi sel
Diferensiasi adalah suatu proses dimana sel
yang belum berspesialisasi (unspecialized cell)
menjadi salah satu sel yang sudah
berspesialisasi (specialized cell) dari sekian
banyak sel yang membentuk tubuh seperti sel
hati, sel jantung dan sel otot.
Selama proses diferensiasi, gen2 tertentu
diaktivasi dan gen2 lainnya di nonaktivkan.
Akibatnya sel yang berdiferensiasi akan
berkembang menjadi struktur yang spesifik dan
memiliki fungsi tertentu pula.
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Tiga kategori dasar sel membentuk


tubuh mamalia:
1. sel germinal (germ cell)
2. sel somatik (somatic cell)
3. stem cells.
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Germ line cells adalah alur dari sel yang


mengarah ke gamet- sel telur dan sel
sperma-dan terus berkelanjutan dari
generasi ke generasi.
Stem cells, sebaliknya, memiliki
kemampuan untuk berduplikasi dalam
periode waktu yang tidak tertentu dan
juga bisa mengarah ke pembentukan
specialized cells.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Dalam gonad, germ cell mengalami
spermatogenesis atau oogenesis, tergantung
pada jenis kelamin organisme.
Spermatogenesis
Spermatogonia membelah secara mitosis
menghasilkan spermatocyte.
Spermatocyt membelah secara meiosis
menghasilkan spermatid
Spermatid akan berdiferensiasi melalui proses
spermiogenesis menjadi spermatozoa
mature dan fungsional.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatogenesis adalah suatu proses


dimana spermatogonia berkembang
menjadi spermatozoa matur.
Pada mamalia, proses ini berlangsung di
dalam testes dan epididymis.
Pada manusia proses ini berlangsung
sekitar 64 hari.
Sperma matur dalam epididymis setelah berkembang di dalam tubulus
seminiferous
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatogenesis sangat tergantung


pada kondisi optimal supaya bisa
berlangsung secara normal dan sangat
esensial dalam reproduksi sexual.
Spermatogenesis dimulai saat pubertas
dan terus berlanjut sampai mati,
meskipun ada sedikit penurunan
kuantitas dari sperma.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Seluruh proses Spermatogenesis dapat dibagi beberapa stase:


Ploidy/chromos
N Process
Cell type omes
Spermatogonium (types
diploid/46 2N Spermatocytogenesis
A and B)
Spermatidogenesis
Primary spermatocyte diploid/46 4N
(meiosis 1)
Spermatidogenesis
Secondary spermatocyte haploid/23 2N
(meiosis 2)
Spermatid haploid/23 1N Spermiogenesis
Spermatozoon haploid/23 1N spermiation
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatozoa memiliki kemampuan


memfertilisasi oocyte selama proses
konsepsi untuk menghasilkan individu
yang disebut zygote.
Ini adalah awal dari reproduksi sexual
yang melibatkan dua gamete yang
masing2 memberi kontribusi separuh
kromosom (haploid) untuk menghasilkan
zygote yang normal (dilpoid).
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Untuk mempertahankan jumlah kromosom pada


keturunan berikutnya, tiap gamet harus memiliki
setengah dari kromosom yang merepresentasi seluruh
sel di dalam tubuh.
Jika keturunan (offspring) memiliki dua kali jumlah
kromosom normal, akan menghasilkan abnormalitas
yang berat.
Pada manusia, ada beberapa penyakit akibat
abnormalitas spermatogenesis: Down's Syndrome,
Klinefelter's Syndrome, and spontaneous abortion.
Zygote yang memiliki kelainan kromosom tidak akan
bertahan hidup lama.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatogenesis berlangsung dalam sistem


reproduksi pria.
Stase awal berlangsung dalam testes dan berlanjut ke
epididymis,dimana gamet akan mengalami pemasakan
(maturation), lalu disimpan sampai ejakulasi.
seminiferous tubules dari testes adalah titik awal
proses, dimana stem cell berada dekat dinding tubulus,
berlangsung dengan arah centripetal-mulai dari dinding
dan berakhir di dalam lumen-untuk menghasilkan
sperma yang immatur.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis
Stase:
Spermatocytogenesis
Spermatidogenesis
Spermiogenesis
Spermiation
Spermatogonia membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonia yang lain(baru)
dan spermatocyte primer. Tiap spermatocyte primer alkan mengalami 2 kali pembelahan
secara meiosis untuk menghasilkan 4 spermatozoa.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatocytogenesis
Spermatocytogenesis adalah gametocytogenesis pada
pria yang menghasilkan spermatocytes mengandung
setengah materi genetik yang normal.
Dalam Spermatocytogenesis, spermatogonium
membelah secara mitosis menghasilkan sel diploid
yang disebut: spermatocyte primer.
Tiap spermatocyte primer menggandakan DNA nya
dan mengalami meiosis I untuk menghasilkan dua sel
haploid spermatocyte sekunder.
Pembelahan ini menghasilkan variasi genetik
Diagram mengilustrasikan bagaimana jumlah kromosom berkurang
menjadi setengahnya pada pembelahan meiosis pertama (reduction
division)
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatocytogenesis
Tiap sel yang membelah dari spermatogonium
menjadi spermatid tidaklah komplit membelah.
Sel masih saling berkaitan satu sama lain
melalui jembatan sitoplasma yang menjamin
perkembangan yang sinkron.
Catatan: tidak semua spermatogonia
membelah menjadi spermatocyte. Tipe tertentu
spermatogonia menghasilkan copy dirinya
sendiri, sebagai supplai gametogonia.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermatidogenesis
Spermatidogenesis pembentukan spermatid
dari spermatocyte sekunder.
Spermatocyte sekunder diproduksi setelah
memasuki fase meiosis II dan membelah
menjadi spermatid yang haploid.
Stase ini begitu singkat sehingga
spermatocyte sekunder jarang terlihat pada
preparat histology.
Pembelahan meiosis ke-dua,
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermiogenesis
Selama spermiogenesis, spermatid mulai berkembang:
ekor tumbuh dan miedpiece menebal, mitochondria
menyatu dan membentuk axoneme.
DNA dikemas dengan nuclear basic protein yang
spesifik, yang secara bertahap digantikan oleh
protamine selama pertumbuhan spermatid
(elongation).
Golgi apparatus mengelilingi nucleus, menjadi
acrosome.
Salah satu dari centriole memanjang sehingga
terbentuk ekor dari sperma.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
spermatogenesis

Spermiation
Spermiation adalah suatu proses spermatozoa
mature dilepaskan dari sel Sertoli ke lumen
tubulus seminiferus.
Cytoplasma dan organella yang tidak
dibutuhkan akan di eliminasi.
Transport spermatozoa mature melalui sistem
reproduksi pria terutama akibat kontraksi otot,
daripada motilitas spermatozoon itu sendiri.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis

Oogenesis adalah pembentukan ovum (sel


telur) dalam ovarium.
Pada mamalia, transformasi oogonia menjadi
oocyte (oocytogenesis) telah komplit sebelum
lahir atau begitu dilahirkan.
Selanjutnya perkembangan mengalami rehat
selama prometaphase I meiosis, sampai
pubertas memicu oogenesis.
Pada ascaris, oocyte belum memulai meiosis
sampai sperma menyentuhnya.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis
Oogonia membelah secara mitosis menghasilkan
oocyte primer.
Tidak seperti produksi sperma yang terus menerus
berlangsung, produksi oocyte terbatas.
Oocyte primer mengalami meiosis, tapi berhenti
sejenak pada fase diploten meiosis I dalam embryo.
Semua oogonia dan banyak oocyte primer mati
sebelum lahir. Setelah pubertas, sejumlah kecil oocyte
dan folikel bersiap untuk ber-ovulasi dengan
melanjutkan proses metaphase II. Setelah fertilisasi,
barulah proses meiosis menjadi lengkap.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis

Oogenesis merupakan proses dimana oocyte


primer berubah menjadi ovum yang mengalami
meiosis.
Oocyte primer yang diploid mengalami
meiosis berubah menjadi oocyte sekunder dan
membentuk polar body.
Oocyte sekunder mengalami meiosis II dan
haploid disebut ootid.
Ootid mengalami maturasi berubah menjadi
ovum.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis
Hanya satu ovum yang berkembang secara komplit setiap siklus
menstruasi, polar bodies (mengandung extra kromosom) akan
degenerasi.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis
Somatic cell

Sel somatik ( Greek, sma: tubuh)


adalah sel yang membentuk tubuh
organisme, .
Setiap sel dalam tubuh mamalia-selain
sperma ,ovum dan stemcell yang tidak
terdiferensiasi-adalah somatic cell :
organ dalam, kulit, darah dan jaringan
ikat.
Somatic cell
Materi genetik somatic cell selalu 2 kali lipat
materi genetik germline cell.
Informasi genetik dari somatic cell manusia
dikemas menjadi 23 pasang kromosom.
Germline cell hanya memiliki setengahnya
yaitu: 23 kromosom tunggal.
Manusia dan spesies lain yang memiliki
somatic cell terdiri dari pasangan kromosom
disebut diploid organisme. Germline cell,
yang hanya memiliki kromosong tunggal yang
tidak berpasangan disebut haploid.
Somatic cell
tekhnologi cloning

Teknik kloning sudah berkembang pada


mamalia. Cloning akan menghasilkan clone
genetik yang identik dengan induknya.
Salah satu metode cloning : "somatic cell
nuclear transfer"
Nucleus dari somatic cell (biasanya sel kulit),
memiliki informasi genetik yang diperlukan
untuk menhasilkan organisme baru,
disuntikkan/dipindahkan ke dalam ovum
spesies yang sama yang materi genetiknya
sudah dipindahkan.
Somatic cell
tekhnologi cloning

Ovum ini tidak lagi perlu difertilisasi


karena sudah memiliki jumlah materi
genetik yang tepat (kromosom diploid).
Secara teoritical bisa diimplantasi ke
dalam rahim dan bisa berkembang.
Organisme yang dihasilkan akan identik
dengan induknya (sumber nucleus).
Contoh: kambing Dolly
Stem Cell
Stem cell sel yang memiliki kemampuan untuk menggandakan
dirinya sendiri melalui pembelahan sel dan bisa juga
berdiferensiasi menjadi berbagi macam tipe sel yang
terdiferensiasi
Ada 3 golongan mamalia stem cell:
1. Embryonic stem cells, diambil dari blastocyst.
2. Adult stem cells, ditemukan pada jaringan tubuh organisme
dewasa.
3. Cord blood stem cells, ditemukan pada umbilical cord.
Pada embrio yang sedang berkembang, stem cell mampu
berdiferensiasi menjadi jaringan embrionik yang terdiferensiasi.
Pada organisme dewasa, stem cells dan progenitor cell berperan
sebagai sistem perbaikan tubuh.
Stem Cell
Potensi sel
Totipotent stem cells dihasilkan dari peleburan sebuah
sel telur dengan sel sperma. Sel yang dihasilkan dari
pembelahan awal dari telur yang sudah terfertilisasi
juga totipotent. Sel ini bisa berdiferensiasi menjadi tipe
sel embrionik dan ekstraembrionik.
Pluripotent stem cells adalah lanjutan dari sel
totipotent, bisa berdiferensiasi menjadi sel dari germ
layers : endoderm (interior stomach lining,
gastrointestinal tract, the lungs), mesoderm (muscle,
bone, blood, urogenital), atau ectoderm (epidermal
tissues and nervous system).
Stem Cell

Potensi sel
Multipotent stem cells menghasilkan hanya
sel yang memiliki relasi famili (misalnya
hematopoietic stem cells)
Unipotent cells bisa menghasilkan hanya satu
tipe sel, tapi memiliki kemampuan untuk
memperbaharui dirinya sendiri. Ini yang
membedakan sel ini dari non-stem cell.
Diferensiasi &
Morfogenesis
Tipe sel mamalia

Stem cells pluripoten ini akan berkembang lebih lanjut


menjadi multipotent progenitor cells yang mengarah
menjadi sel2 fungsional. Contoh stem cells dan
progenitor cells adalah:
Hematopoietic stem cells (stem cells dewasa) dari
sumsum tulang belakang yang berkembang menjadi
sel darah merah, sel darah putih dan platelet.
Epithelial stem cells (progenitor cells) yang
berkembang menjadi berbagai tipe sel kulit.
Muscle satellite cells (progenitor cells) yang
menghasilkan jaringan otot yang terdiferensiasi.
Maturation
Sejalan Stem cell mengalami pematangan
(maturation), terdapat perubahan dalam
ekspresi gen yang membatasi tipe sel yang
bisa dihasilkan dan beralih ke tipe sel lebih
spesifik.
Perubahan ini bisa dipantau dengan
memonitor keberadaan protein di permukaan
sel.
Setiap perubahan yang berlangsung pada sel
akan mendekatkan sel tersebut bertahap ke
bentuk sel yang terdiferensiasi penuh.
Multipotensi
Multipotent progenitor cells bisa berkembang menjadi
beberapa tipe sel, tapi hanya terbatas pada beberapa
tipe sel saja.
Contoh: stem cell darah, yang bisa berkembang
menjadi beberapa tipe sel darah, tapi tidak bisa
berkembang menjadi sel otak atau tipe sel lain.
Sel yang telah mengalami serangkaian proses
pembelahan dan akhirnya membentuk embrio disebut
sel terminal terdiferensiasi atau sudah permanen
berubah ke suatu fungsi spesifik tertentu.
Haematopoesis

Haematopoesis ( Yunani, haima darah;


poiesis membuat) adalah pembentukan
komponen selular darah.
Semua komponen selular darah
dihasilkan dari haematopoietic stem
cells. Multipotent haematopoetic cells
bisa menjadi tipe sel apa saja dalam
sistem darah.
Multipotent blood stem
cell
Haematopoesis
Semua sel darah dibagi menjadi tiga
kelompok:
1. sel Erythroid, yaitu sel darah merah,
pembawa oksigen.
2. sel Lymphoid, yaitu sel darah putih,sel yang
berperan dalam immunitas. Umumnya terdiri
atas T-cells dan B-cells
3. Myeloid yang termasuk granulocytes,
megakaryocytes, and macrophages.
Kelompok ini terlibat dalam innate immunity,
adaptive immunity, and blood clotting
Multipotensi
Scientist berpendapat, sel yang sudah
berdiferensiasi tidak bisa dialihkan atau
dirubah menjadi bentuk sel lain dengan cara
apapun.
Penelitian terbaru,-percobaan stem cell-
scientist berhasil merubah stem cell darah
menjadi sel yang berkerja seperti sel neuron
atau sel otak. Perlu penelitian lebih lanjut untuk
membuktikan bahwa sel multipotent bisa
berubah menjadi sel pluripotent
Morfogenesis
Morfogenesis (Yunani , morph=bentuk dan
genesis=kreasi) merupakan salah satu dari 3 aspek
fundamen dari biologi developmental selain
pertumbuhan sel dan diferensiasi selular.
Morfogenesis berkaitan dengan bentuk jaringan,organ
dan organisme serta posisi dari berbagai tipe sel
terspesialisasi.
Pertumbuhan sel dan diferensiasi bisa berlangsung
dalam kultur atau dalam massa sel tumor tanpa
morfogenesis normal seperti yang berlangsung pada
organisme yang utuh
Morfogenesis
Studi tentang morfogenesis mengharuskan kita
mengerti tentang proses yang mengontrol
distribusi spasial sel selama perkembangan
embrionik yang berlanjut ke pembentukan
jaringan, organ dan anatomi tubuh secara
keseluruhan.
Pada embrio manusia, perubahan dari
sekumpulan sel pada stase blastula menjadi
embrio- yang memiliki struktur organ dan
jaringan- dikontrol oleh program genetik dan
bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Morfogenesis
Morfogenesis
Cellular basis
Morfogenesis terjadi karena perubahan di
tingkat struktur selular. Sel2 tertentu di
klasifikasikan.
Ada dua tipe sel: sel epithelial dan sel
mesenchymal.
Dengan pergantian dari satu tipe sel menjadi
tipe sel lain, sel mampu bergerak dan
berkumpul dengan sel2 sejenisnya.
Morfogenesis &
organogenesis
Embrio berkembang dari sel2 bagian
dalam blastula (embrioblas) yang terdiri
dari 3 lapisan embrional:
1. Lapisan luar (ectoderm)
2. Lapisan tengah (mesoderm)
3. Lapisan dalam (endoderm)
Ketiga lapisan ini akan berkembang
menjadi berbagai macam organ.
Development of Human Embryonic Tissues.
Embryonic Germ Layer Differentiated Tissue

Endoderm Thymus
Thyroid, parathyroid glands
Larynx, trachea, lung
Urinary bladder, vagina,
urethra
Gastrointestinal (GI) organs
(liver, pancreas)
Lining of the GI tract
Lining of the respiratory tract
Mesoderm Bone marrow (blood)
Adrenal cortex
Lymphatic tissue
Skeletal, smooth, and
cardiac muscle
Connective tissues (including
bone, cartilage)
Urogenital system
Heart and blood vessels
(vascular system)
Ectoderm Skin
Neural tissue
(neuroectoderm)
Adrenal medulla
Pituitary gland
Connective tissue of the
head and face
Eyes, ears
Peace