Anda di halaman 1dari 30

Pembimbing : dr. Henry Sitanggang, Sp.

Disusun Oleh :
Nama : Cut HeldaMarinta
NPM : 7110080013
IDENTITAS PASIEN

Nama : Silvi Octavia Manurung


Umur : 4 th
JenisKelamin : Perempuan
Alamat : Wonosari Tj. Morawa
Agama : Kristen
Suku bangsa : Batak
Tanggal Masuk : 3 Juni 2015
ANAMNESA

Keluhan Utama : Benjolan di atas kemaluan

Keluhan tambahan : Hal ini dialami os 3 tahun yang


lalu.
Dari alloanamnesa : ibu os mengatakan benjolannya
hilang timbul, pada saat os menangis benjolan tampak
jelas dan hilang saat os istirahat. Demam (-),
Mual/Muntah (-). BAB/BAK (+) Normal.
RPT : Dermatitis Kontak
RPO : (+) Tidak Jelas
Riwayat Trauma : (-)
PEMERIKSAAN FISIK

A. STATUS PRESENT
Sens. : Compos Mentis
Temp. : 36,5 C
BB : 19 kg
B. STATUS GENERALISATA
Kepala
Mata : Pupil isokor ki=ka, conjungtiva
superior anemis (-), sklera ikterik (-)
Hidung : DBN
Telinga : DBN
Leher : Pembesaran KGB (-), kelenjar tiroid
teraba (-)
Thorax
Inspeksi : Simetris fusiformis
Palapasi : Stem fremitus ki=ka normal, ictus
cordis teraba (+)
Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi :
Suara pernapasan : vesikuler,
Suara tambahan: (-)

Ekstremitas
Superior : akral hangat (+), Oedem (-)
Inferior : akral hangat (+), oedem (-)
Rectal Toucher
Perineum : DBN
Sfingter ani : longgar
Mukosa : licin
Ampula : kosong
Handscoon : fases (-), lendir (-), darah (-)

Abdomen
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Soepel
Perkusi : Timpani
Auskultasi : peristaltik (-)

Genitalia : DBN
C. STATUS LOKALISATA

Regio Inguino sinistra


Massa : Lonjong
Warna : Sama dengan sekitar
Konsistensi : Kenyal
Mobilitas : Mobile
Batas Atas : Tidak dapat diraba
Auskultasi : Peristaltik (+)
Diagnosa Banding
Hernia Inguinalis sinistra Reponibilis
Hernia inguinalis sinistra Ireponibilis
Hernia Inguinalis sinistra Strangulata

Diagnosa Kerja
Hernia Inguinalis sinistra Reponibilis
PENATALAKSANAAN
- IVFD Ringer Laktat 10 gtt/i
- Cefotaxime 1 gr/ 12 jam
- Novalgin 250/8 jam
- Asam mefenamat 3 x 1/2
- Rencana Op.Hernia
Hernia merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau
bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hernia diberi
nama menurut letaknya, misalnya diafragma, inguinal, umbilikal.

Insiden hernia inguinalis pada anak belum ditegakkan tetapi


antara 10-20 : 1.000 kelahiran hidup. Rasio antara anak laki-
laki dan wanita adalah 4:1.

Pada umumnya keluhan pada orang dewasa berupa benjolan di lipat


paha yang timbul pada waktu mengedan, batuk, atau mengangkat
beban berat, dan menghilang waktu istirahat baring.

Pada bayi dan anak-anak kadang terlihat adanya benjolan pada


waktu menangis, batuk atau mengejan .
Hernia inguinalis adalah hernia lengkung usus ke dalam kanalis
inguinalis.

Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital


atau karena sebab yang didapat. Lebih banyak pada lelaki
dibandingkan perempuan.

Faktor yang dipandang berperan kausal adalah adanya prosesus


vaginalis yang terbuka, peninggian tekanan di dalam rongga
perut, dan kelemahan otot dinding perut karena usia.
Manifestasi Klinik

Hernia inguinalis dimulai pada bagian atas dan


medial tuberkulum pubikum namun dapat turun
lebih luas jika membesar, biasanya mempertegas
garis-garis lipatan paha.
Hernia ini paling sering terjadi dibandingkan dengan
hernia yang lain. Hernia ini lebih sering terjadi pada
laki-laki akibat proses pembentukan skrotum yang
merupakan penonjolan dinding perut.

Adadua macam hernia inguinalis yaitu: hernia


inguinalis medialis dan hernia inguinalis lateralis,
HERNIA INGUINALIS MEDIALIS

Hernia inguinalis medialis hampir selalu disebabkan oleh faktor


peninggian tekanan intraabdomen kronik dan kelemahan otot
dinding di trigonum Hesselbach. Oleh karena itu, hernia ini
umumnya terjadi bilateral, khususnya pada lelaki tua.

Hernia inguinalis medialis dapat disimpulkan sbagai berikut:


Sering pada laki-laki tua dengan otot abdomen yang lemah
dan jarang pada perempuan.
Kantong hernia menonjol melalui dinding posterior kanalis
inguinalis, medial terhadap arteri, vena epigastrika inferior.
Leher kantong hernia lebar
Hernia inguinalis lateralis

Hernia ini disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral


pembuluh darah epigastrika inferior. Disebut lateralis karena
keluar melaui dua pintu dan saluran, yaitu anulus dan kanalis
inguinalis; berbeda dengan hernia medialis yang langsung
menonjol melalui segitiga Hesselbach.

Hernia inguinalis lateralis dapat disimpulkan sebagai berikut:


Merupakan sisa prosesus vaginalis dan oleh karena itu bersifat
kongenital.
Lebih sering dijumpai dibandingkan hernia inguinalis direk.
Lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.
Lebih sering dijumpai pada sisi kanan.
Sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda.
Kantong hernia masuk kedalam kanalis
inguinalis melalui anulus inguinalis
profundus dan lateral terhadap arteria, dan
vena epigastrika inferior.
Kantong hernia dapat meluas melalui
anulus inguinalis tuberkulum pubikum
(hernia femoralis berlokasi di bawah dan
lateral terhadap tuberkulum pubikum)
Kantong hernia dapat meluas ke arah
bawah ke dalam skrotum atau labium
majus.
Benjolan di regio inguinalis merupakan temuan diagnostik utama pada
kebanyakan hernia inguinalis

Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di


lipat paha yang muncul waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengejan,
dan menghilang setelah berbaring

Dengan jari telunjuk atau jari kelingking, pada anak, dapat dicoba
mendorong isi hernia dengan menekan kulit skrotum melalui anulus
eksternus sehingga dapat ditentukan apakah isi hernia dapat direposisi,
pada waktu jari masih berada dalam anulus eksternus, pasien diminta
untuk mengedan. Kalau ujung jari menyentuh hernia, berarti hernia
inguinalis lateralis, dan kalau bagian sisi jari yang menyentuhnya,
berarti hernia inguinalis medialis. Isi hernia pada bayi perempuan, yang
teraba seperti sebuah massa padat biasanya terdiri atas ovarium
Herniatomi
dilakukan pembebasan kantong hernia sampai kelehernya, kantong
dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian
direposisi, kantong hernia dijahit ikat setinggi mungkin dan
selanjutnya dipotong .

Hernioplasty
dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan
memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Hernioplasti lebih
efektif mencegah terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi.

Pada pasien dewasa hernioraphy = herniotomi +


hernioplasti.
Pada pasien anak herniotomi
Herniorrhaphy
Lichtenstein (1979) dan Trabucco (1998). Teknik Lichtenstein telah
menjadi pilihan dalam pelaksanaan hernia sejak tahun 1986, teknik ini
terbukti memberikan hasil lebih baik, dimana pemulihan lebih awal,
kebanyakan penderita kembali bekerja dalam 2 minggu, nyeri pasca
operasi dan rekurensi 0,1 %.

Tahapan teknik pembedahan pada herniorrhaphy secara Trabucco.


Adalah polypropylene mesh diletakkan datar di antara 2 lapisan fasia,
bagian fasia transversalis dan aponeurosis oblikus tanpa menggunakan
jahitan. Sehingga mesh ini membatasi pertumbuhan jaringan fibrotik
yang berlebihan ke dalam ruang intrafasial, mencegah terjadinya
rekuren pada bekas luka dan nyeri pasca operasi yang berkurang.
Dengan teknik ini, korda spermatika ditempatkan dalam jaringan
subkutan, bebas dari kontak langsung dengan mesh dan menghindari
peradangan kronis jaringan