Anda di halaman 1dari 19

REFERAT

PENATALAKSANAAN
DEPRESI

Rini Putri Wahyuni


61108013
Pembimbing:
dr. Laila Sylvia Sari, Sp.KJ
Tujuan penatalaksaan
Keselamatan pasien
Kelengkapan evaluasi diagnostik
Rencana bukan untuk gejala tetapi
kesehatan jiwa pasien
Indikasi Rawat Inap
Prosedur diagnostik
Resiko bunuh diri
Melakukan pembunuhan
Berkurangnya kemampuan untuk asupan
makanan dan tempat perlindungan
Riwayat gejala berulang
Hilangnya sistem dukungan terhadap
pasien.
Terapi psikososial
Terapi kognitif

Terapi interpersonal

Terapi perilaku

Terapi berorientasi psikoanalitik

Terapi keluarga
Farmakoterapi
Golongan obat
1. TRISIKLIK = Tricyclic Antidepressants (TCA)
2. TETRASIKLIK
3. MAOI (Monoamine oxydase inhibitor)
4. SSRI (Selective Serotinin Reuptake
Inhibitor)
5. ATYPICAL
Obat antidepresi yang tersedia di Indonesia
No. Nama generik Nama dagang Sediaan Dosis anjuran

1. Amitriptyline Amitriptyline Drag 25 mg 75-150 mg/h

2. Amoxapine Asedin Tab 100 mg 200-300 mg/h

3. Tianeptine Stablon Tab 12,5 mg 25-50 mg/h

4. Clomipramine Anafranil Tab 25 mg 75-150 mg/h

5. Imipramine Tofranil Tab 25 mg 75-150 mg/h

6. Moclobemide Aurorix Tab 150 mg 300-600 mg/h

7. Maprotiline Ludiomil Tab 10-25 mg; 50-75 mg 75-150 mg/h


Tilsan Tab 25 mg
Sandepril -50 Tab 50 mg
8. Mainserin Tolvon Tab 10 mg 30-60 mg/h

9. Sertraline Zoloft Tab 50 mg 50-100 mg/h


Fatral Tab 50 mg
Fridep Tab 50 mg
Nudep Caplet 50 mg
Antipres Tab 50 mg
Deptral Cap 50 mg
Serlof Tab 50 mg
Zerlin Tab 50 mg
10. Trazodone Trazone Tab 50-150 mg 100-200 mg/h

11. Paroxetine Seroxat Tab 20 mg 20-40 mg/h

12. Fluvoxamine Luvox Tab 50 mg 50-100 mg/h

13. Fluoxetine Prozac Cap 20 mg 20-40 mg/h


Nopres Caplet 20 mg
Ansi Cap 10-20 mg
Antiprestin Cap 10-20 mg
Andep Cap 20 mg
Courage Tab 20 mg
Elizac Cap 20 mg
Oxipres Cap 20 mg
Lodep Cap 20 mg
Kalxetin Cap 10-20 mg
Zac Cap 10-20 mg
Zactin Cap 20 mg
14. Citalopram Cipram Tab 20 mg 20-60 mg/h

15. Mirtazapine Remeron Tab 30 mg 15-45 mg/h

16. Duloxetine Cymbalta Caplet 30-60 mg 30-60 mg/h

17. Venlafaxine Efexor-XR Cap 75 mg 75-150 mg/h


Mekanisme kerja
Menghambat re-uptake aminergic
neurotransmiter
Menghambat penghancuran oleh enzim
Monoamine Oxidase

Peningkatan jumlah aminergic


neurotransmiter

Meningkatkan aktivitas reseptor


serotonin
Efek samping
Sedasi
Efek antikolinergik
Efek anti-adrenergik alfa
Efek neurotoksin
Efek antikolinergik Sedasi Hipotensi ortostatik Kejang

Trisiklik
Amitiptilin ++++ ++++ +++ +++
Klomipramin ++++ ++++ ++ ++
Doksepin +++ ++++ ++ ++
Imipramin +++ +++ ++++ ++++
Trimipramin ++++ ++++ +++ +++
Desipramin ++ ++ ++ ++
Nortriptilin ++ ++ + ++
Protriptilin ++ + ++ ++
Tetrasiklik
Maprotilin +++ +++ ++ ++++
Mirtazapin + ++ ++
SSRI
Sitalopram 0 + 0 ++
Escitalopram 0 0 0 0
Fluoksetin 0 0 0 ++
Paroksetin + + 0 ++
Sertralin 0 0 0 ++
MAOI
Fenelzin + ++ ++ +
Tranilsipromin + + ++ +
Interaksi obat
Trisiklik + Haloperidol/Phenothiazine =
ekskresi Trisiklik
SSRI/TCA + MAOI = Serotonin Malignant
Syndrome
MAOI + sympathomimetic drugs =
krisis hipertensi
MAOI + Senyawaan mengandung
tyramine = krisis hipertensi
Obat anti-depresi + CNS Depreeants =
Sedasi & penekanan pusat napas
Cara penggunaan obat
Pemilihan obat
Trisiklik pasien usia muda
Tetrasiklik pasien usia lanjut dan sindrom
depresi dengan gejala anxietas dan insomnia
yang menonjol.
SSRI pasien dengan retarded depression
pada usia dewasa & usia lanjut
MAIO pasien usia lanjut mendadak bangun
malam ingin miksi.
Step Care

Step 1 = Golongan SSRI

Step 2 = Golongan Trisiklik

Step 3 = Golongan Tetrasiklik, Atypical, MAOI


Pengaturan dosis
1. Initiating dosage
2. Titrating dosage
3. Stabilizing dosage
4. Maintaining dosage
5. Tapering dosage

Lama pemberian
Jangka panjang addiction potential minimal
Kontraindikasi
Penyakit jantung koroner, MCI, khususnya
pada usia lanjut.
Glaukoma, retensi urin, hipertropi prostat,
gangguan fungsi hati, epilepsi.
Wanita hamil
Kegagalan pengobatan
Penyebab:
Kepatuhan pasien
Pengaturan dosis obat
Dosis optimal tidak dipertahankan cukup lama
Dalam menilai efek obat terpengaruh oleh
persepsi pasien yang tendensi negatif, sehingga
penilaian menjadi bias.
Lithium (900-1200 mg/hari) selama 7
sampai 14 hari.
Liothyronine (T3) 25 sampai 50 mg/hari
selama 7 hingga 14 hari
L-Tryptophan (pelengkap)
Obat primer alternatif
Psasien yang sehat secara fisik tanpa penyulit tanpa
kontraindikasi untuk antidepresan kelas tertentu
Algoritma
penalataksanaan TCA atau SSRI
depresi berat

Uji coba gagal Respon parsial Remisi penuh


karena respon
atau efek
merugikan Ganti ke obat
alternatif atau
coba diperkuat Pertahankan
terapi selama
Ganti menjadi sekurangnya 4-6
obat alternatif Uji coba gagal bulan pada kasus
(TCA SSRI) episode pertama
kali; lebih lama
Coba obat lini pada penyakit
Uji coba gagal
Remisi penuh kedua dengan rekuren
bukti aktivitas
pada
nonresponder
Pertahankan TCA.
Alternatifnya obat
dengan ECT
TERIMA KASIH