Anda di halaman 1dari 20

Monogenetic & Poligenetic

Volcanism

By :
Arifuddin Jamil
Askhari Khalik
Rizaldy Saputra
Sayyed Faturrahman
Said Zaidun
Fitriani Sudirman
Khoirunnisa Anwar
Dian Dwi Permana
Latar Belakang
Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan
dalam kerak bumi tempat keluarnya cairanmagma atau
gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial
yang dierupsikan kepermukaan bumi umumnya
membentuk kerucut terpancung.
Mempelajari jenis-jenis gunung api merupakan
salah satu hal penting dalam ilmu geologi. Dalam
cabang ilmu geologi terdapat pembahasan mengenai
vulkanisme. Berdasarkan latar belakang tersebut maka
kami membahas mengenai jenis gunung api
monogenetik dan poligenetik dalam makalah ini.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengangunung api
monogenetik?
2. Apa yang dimaksud dengan gunung api
poligenetik ?

Tujuan
1. Mengetahui pengertian dan jenis gunung api
monogenetik
2. Mengetahui pengertian dan jenis gunung api
poligenetik
Gunung Api
Koesoemadinata (1977) menyatakan bahwa
gunungapi adalah lubang atau saluran yang
menghubungkan suatu wadah berisi bahan yang
disebut magma.
Matahalemual (1982) menyatakan bahwa gunung
api (vulkan) adalah suatu bentuk timbulan di
muka bumi, pada umunya berupa suatu kerucut
raksasa, kerucut terpacung, kubah ataupun bukit
yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke
permukaan bumi
Gunung Api
Pada umunya
gunungapi terdapat pada
jalur-jalur tertentu dimuka
bumi ini, yaitu :
Pada jalur punggungan
tengah samudera
Pada jalur pertemuan dua
buah lempeng kulit bumi
Terbentuk pada titik panas
tempat keluarnya magma
ke permukaan (di benua
maupun di samudera).
Gunung Api Monogenetik
Gunung api monogenesa atau monogenetik
adalah gunung api yang terbentuk oleh satu
erupsi atau satu fase erupsi saja sehingga waktu
hidupnya lebih pendek dan ukurannya relative
kecil.
Magma yang keluar ke permukaan bumi
dalam waktu relative pendek, dengan volume
kecil, energy rendah, atau bahkan hanya
melibatkan bahan gas akan memebentuk gunung
api yang relatif kecil.
Gunung Api Monogenetik
Monogetik biasanya terbentuk ketika
suplai magma gunung api cenderung kecil dan
saluran magma tidak terlalu dekat atau tidak
cukup besar untuk membentuk sistem dapur
magma yang cukup untuk keberlanjutan
proses pembentukan magma.
Gunung Api Monogenetik
Jenis-jenis gunung api Monogenetik :

Maar
Tuff Ring & Tuff Cone
Skoria Cone
Surtseyan Volkanic
Gunung Api Monogenetik
Maar
Menurut Schieferdecker (1959) maar adalah suatu cekungan yang
umumnya terisi ari berdiameter mencapai 2 km, dan dikelilingi oleh endapan
hasil letusannya.
Maar disebut juga sebagai
kerucut gunung api monogenesis
yang memotong batuan dasar di
bawah permukaan air tanah dan
membentuk kerucut berpematang
landai yang terususun oleh rempah
gunung api berbutir halus hingga
kasar, mempunyai diameter kawah
variasi antara 100 3000m yang
terisi air sehingga membentuk
danau (Bronto,2001;Cas & Wright,
1988).
Gunung Api Monogenetik
Tuff Ring Tuff Cone
Cincin tuff (tuff ring) Tuff cones biasanya curam
adalah kawah gunung api miring dan berbentuk kerucut.
berdinding rendah dibentuk Memiliki kawah luas dan
oleh letusan tunggal atau dianggap varian lebih tinggi
beberapa letusan yang dari sebuah Tuff ring, dibentuk
berdekatan oleh letusan yang kurang kuat
Gunung Api Monogenetik
Skoria Cone
Scoria (atau cinder) cone adalah gundukan kecil
berbentuk kerucut yang dibentuk oleh letusan
strombolian dan sebagian besar terdiri dari dari scoria
dan bomb.
Gunung Api Monogenetik
Surtseyan Volcanic
Surtseyan merupakan erupsi interaksi antara magma
basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan,
letusannya disebut freatomagmatik.
Gunung Api Poligenetik
Gunung api poligenesa atau poligenetik
adalah gunung api yang terbentuk oleh banyak
atau berulang kali erupsi, di mana fase erupsi
satu dengan lainnya dipisahkan oleh waktu
istirahat panjang dan sering melibatkan berbagai
jenis magma.
Gunung Api Poligenetik
Jenis Bentukan Gunung Api Poligenik :

Gunung Api Strato


Gunung Api Kompleks
Gunung Api Perisai
Gunung Api Supervulkan
Gunung Api Poligenetik
Gunung Api Strato
Gunung Api Strato adalah Gunung api yang
terbentuk karena Erupsi Eksplosif dan Efusif secara
terus-menerus dan saling bergantian.
Gunung Api Poligenetik
Gunung Api Kompleks Contoh :
Gunung berapi Gunung Akita-Take-Yama di
kompleks adalah gunung api Honshu, Jepang
yang memiliki lebih dari satu Gunung Argapura di Jawa
Timur, Indonesia
ciri. Gunung berapi ini
Gunung Asacha di
terbentuk dikarenakan Kamchatka, Rusia
perubahan dalam sifat Gunung Asama di Honshu,
letusannya atau letak saluran Jepang
magma yang banyak dalam Gunung Kusatsu-Shirane di
satu kawasan. Kusatsu, Gunma, Jepang
Gunung Banahaw di Luzon,
Filipina
Gunung Api Poligenetik
Gunung Api Perisai
Gunung berapi perisai atau gunung berapi tameng adalah
jenis gunung berapi yang berbentuk mirip dengan bentuk perisai
yang melebar dengan sedikit puncak yang tidak terlalu tinggi
persis perisai yang diletakan di atas tanah
Gunung Api Poligenetik
Gunung Api Supervolkan
Supervulkan adalah vulkan atau gunung berapi yang
mampu menghasilkan letusan vulkanis yang sangat
dahsyat yang lebih besar dari peristiwa vulkanis
manapun dalam sejarah. Supervulkan dapat terjadi
ketika magma di Bumi naik ke kerak tetapi tidak
mampu melewati kerak. Meningkatnya tekanan
membuat kerak tidak dapat menahan tekanan.
Kesimpulan
1. Gunung api monogenesa atau monogenetikadalah gunung
api yang terbentuk oleh satu erupsi atau satu fase erupsi
saja sehingga waktu hidupnya lebih pendek dan
ukurannya relative kecil. Magma yang keluar ke
permukaan bumi dalam waktu relative pendek, dengan
volume kecil, energy rendah, atau bahkan hanya
melibatkan bahan gas akan memebentuk gunung api yang
relatif kecil.

2. Gunung api poligenesa atau poligenetik adalah gunung api


yang terbentuk oleh banyak atau berulang kali erupsi, di
mana fase erupsi satu dengan lainnya dipisahkan oleh
waktu istirahat panjang dan sering melibatkan berbagai
jenis magma.
Sekian

Anda mungkin juga menyukai