Anda di halaman 1dari 38

BAGIAN/SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA


BANDA ACEH
2016

Signs and Symptoms in


Psychiatry
Sehat Jiwa menurut UU RI
No. 18 Tahun 2014
Kesehatan Jiwa adalah kondisi seseorang individu
dapat berkembang baik secara fisik, mental, spiritual,
dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup,
dapat bekerja secara produktif, dan berkontribusi untuk
komunitasnya.
Gangguan Jiwa

Adalah kumpulan gejala pikiran, perasaan, dan prilaku


yang menimbulkan distress dan disfungsi (hendaya/
impairment)

3P 2D
Signs and
Symptoms

Pikiran Perasaan Perilaku


Pikiran Perasaan Perilaku
Bentuk/Proses Penampilan
Kesadaran
pikir Mood
Umum
Isi Pikir Persepsi Afek Sikap
Pembicaraan Intelektual Emosi
Psikomotor
Kognitif Tilikan

Pembicaraan
Judgement
Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan
kerja otak

Pikiran

Kesadaran Intelektual

Bentuk/Proses
Kognitif
pikir

Isi Pikir Tilikan

Persepsi Pembicaraan Judgement


Kesadaran : persepsi yang dimodifikasi oleh emosi dan pikiran diri seseorang

Bentuk/Proses Pikir

Koherensi (normal) : Pembicaraan yang logis dan dapat dimengerti.


Asosiasi longgar : Proses pikir di mana gagasan-gagasan bergeser dari
satu objek ke objek lain dengan cara kurang
berhubungan.
Sirkumstansialitas : Proses pikir dengan bicara yang lambat dan
tidak langsung mencapai tujuan yang diharapkan.
Tangensialitas : Ketidak mampuan untuk mempunyai asosiasi pikiran
untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Flight of idea : Verbalisasi atau permainan kata yang cepat dan terus
menerus yang menghasilkan pergeseran dari satu ide ke
ide yang lain.
Perseverasi : Gangguan arus pikiran, di mana jika ditanya, pasien
menjawab berulang-ulang atas pertanyaan terdahulu
walaupun pertanyaan sudah berbeda
Bentuk/Proses Pikir

Blocking : Terputusnya aliran berfikir secara tiba-


tiba sebelum pikiran atau gagasan
selesaikan
Clang Association : Asosiasi kata-kata yang mirip bunyinya
namun beda maknanya dan kata-kata tersebut
tidak mempunyai hubungan yang logis.
Contoh nya adalah berbicara dengan akhiran
ing : gunting melenting kering.
Neologisme : Kata baru yang diciptakan oleh pasien
(sering berupa kombinasi suku kata) untuk
alasan keanehan psikologis.
Word salad : Campuran kata-kata dan frasa yang
membingungkan.
Inkoherensi : Pembicaraan yang tidak logis dan tidak dapat
dimengerti yang menyebabkan disorganisasi
Mutisme : Keadaan tidak bersuara padahal tidak
memiliki kelainan struktural untuk berbicara.
ISI PIKIR : Isi pikiran yang sesungguhnya di pikirkan oleh
seseorang.

MISKIN IDE : Pikiran yang memberikan sedikit informasi


karena tidak ada pengertian, pengulangan kosong, atau frasa
yang tidak jelas.
WAHAM : Keyakinan palsu yang didasarkan pada
kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal tidak
sejalan dengan intelegensia pasien dan latar belakang kultural
yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan apapun.
Waham bizzare: Keyakinan palsu yang aneh, mustahil, dan
sama sekali tidak masuk akal. Contoh:Ada alien yang
menanam chip dalam otak manusia.
Waham paranoid:
Waham persekutorik : Keyakinan palsu bahwa pasien
sedang diganggu/ditipu/disiksa. Contoh: warga
sekampung mengepung rumahnya dan akan
membunuhnya.
b. Waham referensi/rujukan : Keyakinan palsu bahwa perilaku orang lain ditujukan
Contoh : setiap ada orang yang berbicara pasti berbicara
kepada dirinya.
untuk pasien.
c. Waham kebesaran : keyakinan bahwa dirinya memiliki kekuasaan / kekuatan / identitas
seseorang yang berlebihan (luar biasa). Contoh
: punya indra ke 6 bisa tahu isi
hati seseorang, meyakini bahwa dirinya seorang raja.

Waham somatic : Keyakinan yang palsu menyangkut fungsi tubuh.


Contoh: Otak saya sedang mencair, meyakini ususnya telah membusuk,
atau ada gajah dalam perutnya.

Waham Nihilistik: Penyangkalan terhadap keberadaan dirinya atau


lingkungan, meyakini bahwa dirinya, orang lain, dan dunia adalah tidak ada
atau berakhir.
Contoh: Seorang guru tidak mau lagi mengajar karena menganggap dinas
pendidikan sudah tidak ada lagi.
Waham kemiskinan: Keyakinan palsu bahwa pasien kehilangan atau
akan terampas semua harta miliknya.
Waham menyalahkan diri sendiri: Keyakinan palsu tentang penyesalan
yang dalam dan bersalah. Contoh: seorang PNS dinas kehutanan
merasa sangat bersalah bahwa bencana banjir akibat adanya
penebangan hutan karena os tidak memberikan penyuluhan
Waham Pengendalian: keyakinan palsu bahwa kemauan, pikiran, atau
keyakinan pasien dikendalikan oleh kekuatan luar/asing. Contoh
dirinya dan pikirannya sedang dikendalikan dengan remote kontrol.
Waham ketidaksetiaan (cemburu): Keyakinan palsu yang didapatkan
dari kecemburuan pastologis bahwa kekasih pasien adalah tidak jujur.
Erotomania: keyakinan pasien bahwa seseorang sangat mencintai
dirinya. Contoh: pasien meyakini bahwa semua lelaki di desanya
mencintai dirinya
Egomania: Preokupasi pada diri sendiri yang patologis.
Monomania: Preokupasi dengan suatu objek tunggal.
Contoh memiliki guling yang selalu dipakai dari kecil dan tidak
boleh dicuci
Noesis: suatu wahyu di mana terjadi pencerahan yang besar sekali
disertai dengan perasaan bahwa pasien telah dipilih untuk
memimpin dan memerintah. Contoh mengaku diberi wahyu oleh
tuhan untuk menjadi nabi selanjutnya
Unio mystica: suatu perasaan yang meluap, pasien secara mistik
bersatu dengan kekuatan yang tidak terbatas; tidak dianggap
suatu gangguan dalam isi pikiran jika sejalan dengan keyakinan
pasien atau lingkungan kultural contohnya kepercayaan terhadap
adanya sosok nyi roro kidul oleh masyarakat daerah pantai selatan
ISI PIKIR : ide pikiran yang sesungguhnya di pikirkan oleh seseorang.

OBSESI : Keyakinan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan


yang tidak dapat ditentang dan dihilangkan dari kesadaran
oleh usaha logika yang disertai kecemasan.

PREOKUPASI : Pemusatan isi pikiran pada ide tertentu, disertai dengan


irama afektif yang kuat, seperti kecendrungan paranoid
atau preokupasi tentang bunuh diri atau membunuh
PERSEPSI: Pengiriman stimulus fisik menjadi informasi psikologi sehingga
stimulus sensorik dapat diterima secara sadar.
HALUSINASI : persepsi atau tanggapan palsu tidak berhubungan dengan
stimulus eksternal.
Halusinasi auditorik : halusinasi pendengaran Contoh mendengar
bisikan
Halusinasi visual : halusinasi penglihatan Contoh: melihat bayang-
bayangan
Halusinasi olfaktori : halusinasi penciuman
Halusinasi taktil : halusinasi perabaan
Halusinasi gustatori : halusinasi pengecapan
ILUSI : Persepsi atau tanggapan palsu yang berhubungan dengan stimulus
eksternal.. Contoh: sapi kurban menangis saat disembelih.
DEPERSONALISASI: Perasaan subjektif yang dirasakan oleh orang
tersebut merasa dirinya tidak nyata. Contoh: pasien merasa suaranya
berubah menjadi suara nenek-nenek.
DEREALISASI: Perasaan subjektif yang dirasakan bahwa lingkungannya
menjadi asing, tidak nyata. Contoh: Gedung-gedung disekitarnya akan
runtuh dan menimpa dirinya
PEMBICARAAN: Gagasan, pikiran, perasaan diekspresikan melalui bahasa ;
komunikasi penggunaan kata-kata dan bahasa.

SPONTAN : Pembicaraan yang langsung di


ucapkan.
LOGORRHEA : Bicara yang hanya sekali, bertalian, dan logis.
POVERTY OF SPEECH/ALOGIA : Pembatasan jumlah
bicara yang digunakan. Jawaban mungkin hanya satu suku kata.
DISARTRIA : Kesulitan dalam artikulasi.
KOPROLALIA : pengungkapan kompulsif dari kata-
kata yang cabul/kotor.
ECHOLALIA : pengulangan suatu kata/kalimat yang
diucapkan oleh orang lain.
JUDGEMENT : kemampuan untuk menilai situasi dan bertindak
secara benar.

TILIKAN : Kemampuan seseorang untuk memahami sebab


sesungguhnya dari suatu situasi yang diaalami.

T1 : Menyangkal total sakit.


T2 : Ambivalensi terhadap penyakitnya (menyangkal dan mengakui
sakit). Contoh : pasien menyangkal dirinya sakit tetapi jika diberi
obat tetap mau minum tanpa paksaan.
T3 : Menyalahkan faktor lain sebagai penyebab penyakitnya
T4 : Menyadari dirinya sakit dan butuh bantuan tetapi tidak
memahami penyebab sakitnya.
T5 : Menyadari dirinya sakit dari faktor-faktor yang berhubungan
dengan penyakitnya namun tidak menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
T6 : Menyadari sepenuhnya tentang situasi dirinya disertai
motivasi untuk mencapai perbaikan.
FUNGSI KOGNITIF

DAYA INGAT : Fungsi di mana informasi disimpan di otak dan


selanjutnya diingat kembali dalam kesadaran.

Segera/inmediate : Reproduksi/pengingatan hal dalam beberapa detik-menit.


Barusaja/recent : Pengingatan peristiwa yang telah beberapa hari.
Agak lama/recent past : Pengingatan peristiwa yang telah beberapa bulan.
Jauh/remote : Pengingatan peristiwa yang telah lama terjadi.
Contoh pertanyaan:
Jangka Panjang : Dulu kamu SD dimana? Sekolahnya sampai tingkat apa ?
Kamu lahirnya di mana?
Jangka Pendek : Tadi kamu ada sarapan ? apa menu sarapannya ? Tadi pagi
ada mandi ? Mandi sendiri atau dimandiin?
Segera : Coba kamu ulangi kalimat yang saya sampaikan barusan,
coba kamu ulangi angka yang saya sebutkan barusan.
INTELEKTUAL : Kemampuan untuk mengerti, mengingat,
menggerakkan, dan menyatukan secara kognitif
pelajaran-pelajaran yang didapat sebelumnya

PIKIRAN KONKRET : berpikir harfiah, penggunaan kiasan yang


terbatas tanpa pengertian nuansa arti; dapat pikiran yang bersifat
satu dimensional (contoh: Panjang tangan artinya tangan lebih
panjang daripada biasanya)

PIKIRAN ABSTRAK : kemampuan untuk mengerti nuansa arti,


berpikir multidimensi dengan kemampuan menggunakan kiasan
(contoh: panjang tangan artinya suka mencuri)
Perasaan adalah suatu keadaan kejiwaan yang dialami seseorang baik
senang maupun tidak senang yang berhubungan dengan peristiwa yang
dikenal dan bersifat subjektif

Perasaan

Mood Afek Emosi


MOOD : Suatu emosi yang menetap dan dipertahankan yang dialami secara
subjektif dan dilaporkan oleh pasien serta dapat dilihat orang lain

EUTIMIA : Mood dalam rentang normal (tidak ada mood yang


tertekan atau melambung).
Contohnya : seseorang yang sedang dalam keadaaan stabil

HIPOTIMIA : Penurunan mood dalam rentang normal.


Disforia : mood yang tidak menyenangkan.
Contoh : seorang wanita yang sedang dalam periode PMS.
Anhedonia : kehilangan minat, dan menarik diri dari aktivitas
rutin.
Contoh: seorang yang sedang ditimpa masalah lalu merasa
dirinya tidak berguna dan tidak ingin bertemu dengan orang lain.
Depresi : perasaan kesedihan yang psikopatologis.
Contoh: seseorang yang memiliki perasaan sedih sehingga
ia kehilangan minatnya, dan tidak ingin bertemu dengan orang lain,
merasa dirinya tidak berguna bahkan sampai memiliki hastrat untuk
bunuh diri.
HIPERTIMIA : Peningkatan mood dalam rentang normal.
Iritabel : Mudah diganggu atau dibuat marah
contoh : seseorang yang hanya dengan mendengar orang lain
bicara sudah membuat dirinya marah
Labil : Pergeseran mood antara euphoria dan depresi/kecemasan
contoh : seseorang yang terkadang ia merasakan gembira
berlebihan namun tidak lama kemudian ia merasa sedih
Expansive : Mood yang meluap-luap
contoh: seseorang yang hanya mendengarkan cerita biasa,
namun menurutnya itu adalah hal yg sangat lucu dan ia tidak dapat berhenti
tertawa.
Euphoria : Elasi kuat dengan perasaan kebesaran
contoh : seseorang yang merasakan bahwa ia cantik dan ia
sangat senang dengan hal tersebut
Ecstasy : Perasaan kegembiraan atau kegirangan yang kuat
contoh; seseoraang yang merasakan bahwa dirinya sangat cantik
dan perasaan itu mengakibatkan ia menjadi bergairah terhadap dirinya sendiri
AFEK : Respon emosional seharus/sepantasnya yang dapat dinilai sesuai dengan
stimulus yang didapat melalui ekspresi wajah, pembicaraan, sikap dan gerak tubuh
seseorang

LUAS : ekspresi emosi yag luas dengan sejumlah variasi yang


beragam.Contoh : Sesorang menangis ketika mendengar
cerita sedih dan senang mendengar ceerita bahagia
TERBATAS : penurunan intensitas irama perasaan yang kurang parah
dari pada afek yang tumpul tetapi jelas menurun. Contoh :
Sesorang yang ketika mendengar cerita lucu pasien hanya
tersenyum sementara yang lain tertawa terbahak-bahak
TUMPUL : penurunan berat pada intensitas irama perasaan yang
diungkapkan keluar. Contoh : sesorang anak yang tidak
menangis ketika orang tuanya meninggal.
DATAR : tidak adanya atau hampir tidak ada tanda ekspresi afek;
suara yang monoton, wajah yang tidakbergerak. Contoh :
Seseorang yang tidak berubah ekspresinya walau
mendengar cerita sedih atau bahagia.
LABIL : perubahan irama perasaan yang cepat dan tiba-tiba, yang
tidak berhubungan dengan stimuli eksternal. Contoh :
Sesorang yang menontonn serial drama lucu kemudian
tertawa selanjutnya menangis
APPROPRIATE : kondisi di mana irama emosional
adalah harmonis atau sesuai dengan
gagasan, pikiran, atau pembicaraan yang
menyertai Contoh : Sesorang yang merasa sedih
mendengar cerita sedih dan senang ketika
mendengar cerita bahagia
INAPPROPRIATE: ketidakharmonisan atau
ketidaksesuaian antara irama perasaan emosional
dengan gagasan, pikiran, atau pembicaraan yang
menyertainya. Contoh : Pasien merasa sedih ketika
mendengar berita sedih, namun tidak dapat
menunjukkan kesedihannya.
EMOSI : Suatu kompleks keadaan perasaan dengan komponen psikis, somatik, dan
perilaku, yang berhubungan dengan afek dan mood

KECEMASAN : perasaan ketakutan yang disebabkan oleh dugaan bahaya


yang mungkin berasal dari dalam luar. Contoh : seseorang
yang menghadapi ujian kemudian berkeringat
KETAKUTAN : kecemasan yang disebabkan oleh bahaya yang dikenali
secara sadar. Contoh : Seseorang mahasiswa yang bertemu
dosennya namun tidak berani karena pernah melakukan
salah
PANIK : serangan kecemasan yang akut, episodik, dan kuat disertai
perasaan ketakutan. Contoh : Seseorang yang terlambat
datang ketika ujian akan dimulai
KETEGANGAN : peningkatan aktivitas motorik dan psikologis yang tidak
menyenangkan. Contoh : Sesorang yang phobia dengan
ketinggian namun terjebak dalam lift dilantai tinggi.
RASA MALU : kegagalan membangun pengharapan diri. Contoh :
Sesorang yang salah memesan minuman dan bertingkah
aneh.
RASA BERSALAH : emosi sekunder karena melakukan sesuatu yang
dianggap salah. Contoh : Seorang anak yang
membohongiorangtuanya. Kemudian merasa menyesal
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang
mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara,
menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.

Perilaku

Penampilan
Sikap Psikomotor
Umum
PENAMPILAN UMUM :
Gambaran dan kesan keseluruhan terhadap pasien yang
direfleksikan dari postur, sikap, cara berpakain dan berdandan.

SIKAP :
perilaku pasien terhadap pemeriksa, selama berlangsungnya
pemeriksaan.

KOOPERATIF :
Sikap yang menunjukkan persetujuan atau kerjasama yang baik/
adekuat antara pasien terhadap pemeriksa.

TIDAK/KURANG KOOPERATIF :
Sikap yang menunjukkan kurang atau ketidaksetujuan atau acuh
takacuh antara pasien terhadap pemeriksa
-Seduktif
-Hostile/ Permusuhan
-Tidak Sopan
PSIKOMOTOR : Aspek jiwa yang termasuk impuls, motivasi, harapan,
dorongan, insting, yang diekspresikan oleh aktivitas
motorik seseorang.

NORMOAKTIF : Adalah dorongan yang wajar untuk bergerak dan


relevan dengan lingkungan.
HIPERAKTIF : Dorongan yang besar untuk bergerak sehingga
cenderung tidak berbendung
HIPOAKTIF : Dorongan yang sangat kurang untuk bergerak
walaupun diberi rangsangan atau eksternal.
Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural
Stupor : penurunan aktivitas motorik yang nyata, seringkali
sampai dengan tahap immobile
Negativisme : tahanan tanpa motivasi terhadap semua usaha untuk
menggerakkan sesuai instruksi (berlawanan/melawan
instruksi), contoh : jika pasien disuruh mengangkat tangan kanan,
maka pasien akan mengangkat tangan kiri
Fleksibilitasi : seseorang dapat diatur dalam satu posisi dan
mempertahankannya
Bradi / akinesia : Berkurang/ketiadaan atau hilangnya gerakan
PSIKOMOTOR
Aspek jiwa yang termasuk impuls, motivasi, harapan, dorongan, insting,
yang diekspresikan oleh aktivitas motorik seseorang

HIPERAKTIF : Dorongan yang besar untuk bergerak sehingga


cenderung tidak berbendung
1. Agitasi : Overaktif motorik yang berlebihan dan tidak produktif
2. Agresi : Perbuatan mengancam menyerang dengan kata-kata
dengan perasaan benci
3. Violence : Kekerasan, agresi fisik yang bertujuan melukai orang lain
5. Manerisme : Gerakan yang bermacam-macam dan
aneh yang sering kali menarik perhatian orang banyak
6. .Echopraxia : meniru gerakan orang lain
7. Autistik behavior : Bicara sendiri karena bukan adanya
halusinasi ( asyik dengan dunianya sendiri)
8. Perilaku halusinasi : Asyik dengan dunia sendiri akibat
adanya halusinasi
9. Tremor : gerakan yang tidak terkontrol dan tidak
terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh Anda
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 1
Tn. Abdullah 23 tahun diantar oleh 10 orang anggota keluarganya dalam
keadaan kedua tangan terikat dengan kain karena telah memukul kedua
orang tuanya. Tn Abdullah sangat meyakini bahwa kedua orang tuanya
tersebut telah membubuhi racun kedalam makanannya. Os semakin kesal
dan marah saat dibawa ke IGD RSJ Aceh, karena Os merasa dirinya sama
sekali tidak sakit namun orang-orang yang mengantarnyalah yang
sesungguhnya sakit. Tatapan mata Os tampak tajam dan penuh kebencian.
Os memukul orang tua karena meyakini dirinya ada yang mengontrolnya
dan mendengar suara-suara bisikan yang menyuruh-nyuruh, melihat
bayangan iblis, mencium bau-bauan yang sangat aneh dan merasa iblis
tersebut meraba dan mendorong dirinya. Saat diwawancarai dokter
beberapa kali jawaban pasien yang tidak begitu nyambung. Menurut
keluarga selama satu minggu ini Os mudah sekali terpancing emosi dan
marah-marah. Pada saat marah ekspresi wajah Os benar-benar sinis &
penuh kebencian. Selama diwawancara ada beberapa kali Os memaki
dokter dan menggebrak meja, Os menyadari kalau dirinya berada di RSJ
Aceh, Os mengetahui siapa yang mewawancarainya & Os juga mengetahui
hari, tanggal dan jam saat itu berada di IGD.
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 2
Sdr. A 20 tahun, laki-laki,karyawan swasta dibawa ke UGD rumah sakit
jiwa oleh orang tuan dan saudara-saudarnya kerena mengamuk,
merusak barang-barang di rumah dan mengancam akan membakar
rumahnya. Pasien juga merasa dimusuhi oleh orang tua dan saudar-
saudarnya, bahkan khawatir makanan atau minuman nya diberi racun
oleh mereka. Menurut orang tuanya pasien mulai tampak perubahan
tingkah laku sejak 2 minggu sebelumnya karena merasa rekan-rekan
kerjanya tidak suka dan memusuhinya, sehingga pasien tidak mau
masuk kerja. Orang tuanya menduga, pasien mengalami stress yang
berat setelah tidak bekerja. Dari riwayat keluarga diketahui bahwa adik
laki-laki ibunya juga pernah mengalami serupa. Dari pemeriksaan fisik
tidak didapatkan kelainan. Dari pemeriksaan halusinasi auditorik dan
thought insertion, insight (tilikan diri) derajat 1
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 3
Tn, Y, 45 tahun, seorang wiraswasta yang diketahui usahanya
mengalami kebangkrutan setahun yang lalu, sejak 4 bulan terakhir ini
mengeluh insomnia dan sering merasa cemas, gelisah, jantung
berdebar-debar kencang dan nyeri ulu hati.Hubungan dengan istri juga
mengalami gangguan, penderita mengalami ejakulasi dini dan lekas
marah. Hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang
dilakukan dokter tidak menunjukan adanya kelainan.Tuntutan hidup
yang besar membuat 2 minggu terakhir insomnia semakin parah,
penderita merasa depresi, kehilangan minat dan kegembiraaan,
sosialisasi dan perawatan diri juga agak berkurang.
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 4
Tn. Rega 24 tahun diantar oleh anggota keluarganya dalam keadaan kedua
tangan terikat dengan kain setelah diketahui mengamuk dan membakar
berbagai benda dirumahnya. Os merasa sangat marah ketika para keluarga
membawanya ke rumah sakit jiwa. Os mengatakan bahwa semua ini adalah
ulah dari ibu tirinya. Saat alloanamnesa oleh dokter IGD didapatkan
bahwa OS sering mangkal didepan jalan SMA didekat rumahnya. OS juga
sering meminta minta uang kepada warga setempat. Dan uang tersebut
digunakan untuk membeli ganja dan sabu-sabu.Saat OS dianamnesa oleh
dokter IGD OS mengatakan bahwa ia sering mendengar suara bisikan
bahwa ibu tirinya sangat membencinya. Dan OS juga merasa dikendalikan
ketika Os meminta uang dan membakar benda disekitar rumahnya.Os
mengatakan bahwa ia tidak sakit jiwa. Dia mengatakan dia dikendalikan
oleh jin yang disuruh oleh ibu tirinya.Saat diwawancara dokter IGD OS
menjawab dengan rinci. Namun beberapa kali OS sempat memaki
keluarganya yang ada di IGD saat itu.OS juga mengetahui hari, tangal dan
jam saat itu saaat berada di IGD
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 5
Seorang laki-laki bernama Munir berusia 35 tahun datang ke RSJ diantar
oleh istrinya karena sejak 2 bulan yang lalu pasien sering marah-marah
pada istri dan anaknya, hingga membanting barang-barang. Terkadang
pasien menangis sendiri dan ingin bunuh diri karena merasa tidak berguna.
Sejak 1 tahun terakhir istrinya sering memergoki pasien sedang berbicara
sendiri di kamar. Menurut paisen, pasien sedang berbicara dengan Nabi.
Pasien memang sering berprasangka buruk dan mudah curiga. Saat ini
pasien tidak mau bicara karena menurut istrinya pasien mengaku sedang
mendapatkan wahyu.
SKENARIO STATUS MENTAL

SKENARIO 6
Seorang wanita 23 tahun diantar orang tuanya ke RSJ Banda Aceh karena
percobaan bunuh diri. Sudah 6 minggu pasien bicara dan menangis tanpa
sebab. Terkadang lari mengejar sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain
sambil memanggil, Mas Rahmatjangan tinggalkan akuterkadang
mengamuk dan membanting barang, Hari ini pasien marah hebat di kamar.
Pasien merasa mendengar perintah untuk bunuh diri. Kemudian pasien
mencoba mengiris nadinya, namun, orang tuanya menemukannya segera
mencegahnya dan dibawa ke RSJ. 7 bulan yang lalu pasien gagal menikah,
kemudian pasien menjadi pendiam, tidak mau keluar kamar, makan dan
mandi harus diingatkan, waktu luang digunakan untuk melamun. Saat
ditanya kenapa cuma dikamar saja, dia menjawab bahwa, di luar rumah
banyak kamera pengintai yang akan memantaunya kemudian
menyiarkannya di stasiun televisi sehingga seluruh dunia akan tahu kalau
dia tidak jadi menikah. Sesampai di RSJ pasien masih meronta-ronta dan
menyerang orang yang ada didekatnya. Saat diwawancarai pasien
menjawab dengan sesekali menangis. Pasien mengetahui tanggal dan
tempat saat ini.
CPPT
S (Subjektif)
Keluhan yang disampaikan oleh pasien
Informasi yang disampaikan oleh keluarga (alloanamnesis)
Informasi yang didapat dari psikolog, perawat, sosial worker dll.
O (Objektif)
Vital sign
Status mental / status psikiatricus
Hasil ; MMPI, psikometri, lab, RO
Status gizi
Score PANSS, MMSE, Who DAS, dll
A (Assesment)
Diagnosa sebaiknya multiaksial
P (Planning)
Penatalaksanaan ; Psikofarmaka, Psikoterapi, ECT, BS, Pemeriksaan
Penunjang, Konsul ke profesional lainnya dan rujuk/referal
TERIMA KASIH