Anda di halaman 1dari 19

Herpes labialis setelah skeling

dan penghalusan akar

Journal Reading
Modul 7 Lesi Oral
Stella Febrina 041.215.163
Pembimbing : Dr. drg. Dewi Priandini, Sp.PM
Herpes Labialis
Etiologi
Herpes Simplex Virus type 1 (HSV-1)
Herpes Simplex Virus type 2 (HSV-2)
Predisposisi v

Faktor imun Kelelahan


Faktor hormon Trauma dental
Faktor emosional Sunburn
Patogenesis

(a) Primary infection (b) Recurrent infection


Gejala
Rasa gatal dan sensasi terbakar pada daerah
sekitar bibir.
Disertai demam, lesu, dan mual.
Dengan atau tanpa pembengkakan kelenjar getah
bening.
Muncul vesikel-vesikel kecil pada daerah sekitar
bibir.
Gambaran klinis
Vesikel diameter 2-6 mm
Multipel dan berkelompok
Dapat pecah dan mengeluarkan cairan
kekuningan
Lesi disertai krusta
Dikelilingi daerah erosi
*)self limiting disease sembuh dlm
7-10/14 hari
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah
- Anti-HSV IgG (kejadian pada masa lampau)
- Anti-HSV IgM (adanya infeksi baru)
KASUS 1
Wanita, 63 thn, pedagang
Riwayat penyakit :hipertensi dan diabetes
Keluhan :
tiga hari merasa nyeri, tajam, terus menerus di kedua kuadran
kiri atas dan bawah. Rasa sakit spontan saat onset, disertai sakit
kepala dan gangguan tidur.
gusinya berdarah saat sikat gigi, dan merasa bau mulut.
Pasien adalah seorang janda dengan tujuh anak. Ia
menyikat giginya sekali sehari dengan bulu sikat keras dan
pasta gigi ber-fluor.
- IO : poket periodontal 5 mm (distal gigi 34 )
plak 2.33
- Pemeriksaan radiograf :
kalkulus 2.33
kerusakan tulang horizontal ringan pada gigi 24,
OH 4.66
25, 26, 27, 35, 36, dan 37
OHI-S BURUK
- Diagnosis: gingivitis kronis

Skeling dan penghalusan akar dengan alat ultrasonik


(o/ mahasiswa kedokteran gigi dibawah pengawasan)
Instruksi menjaga OH dan kumur dengan air saline
hangat.
Pasien diberikan resep :
- amoxicillin (500 mg, tiga kali sehari selama 5 hari)
- metrodinazole (400 mg, tiga kali sehari selama 5 hari,
- sodium diklofenak (50 mg, dua kali sehari selama 3 hari)
- vitamin C (100 mg, 3 kali sehari selama 14 hari)

Pasien diinstruksikan untuk datang satu minggu kemudian untuk kontrol.


Kunjungan berikutnya :
lesi vesikel-ulserasi pada sudut
bibir kiri, yang meluas kearah
kulit sekitarnya

Diagnosis : Herpes Labialis


KASUS 2
Pria 40 tahun
Riwayat dental pernah dilakukan pencabutan gigi yang
tidak lancar, disarankan untuk melakukan skeling dan
penghalusan akar oleh relatifnya.
Pasien sudah menikah dan memiliki 3 orang anak serta
bekerja kontrak sebagai pengawai negeri.
Ia mengaku membersihkan giginya 2 kali sehari
menggunakan sikat gigi dan pasta gigi ber-fluoride.
Pasien merokok dan meminum alkohol pada saat tertentu.
plak 0,33
kalkulus 2 Diagnosis:
OH 2,33 marginal gingivitis kronis generalized
OHI-S 47

Skeling dan penghalusan akar dengan alat manual


(o/ mahasiswa kedokteran gigi dibawah pengawasan)
*) Tiga hari setelah skeling
-pasien menyadari ada ruam pada bibir dan merasa rasa sakit di seluruh badan.
-Pasien mengira dirinya mengalami gejala malaria medikasi untuk dirinya
sendiri
Kunjungan berikutnya : (4 hari)
lesi vesikel-ulseratif di bibir
bawah

Diagnosis : Herpes Labialis


HSV Laten di ganglion
Pembahasan
1 trigeminal

SKELING &
2 Faktor Pemicu Reaktivasi
PENGHALUSAN AKAR

3 Lesi HERPES LABIALIS /


COLD SORES/ FEVER BLISTER
Tekanan pada sudut mulut

Panas

Trauma Iatrogenik

Waktu Stress , lelah


Kasus
KASUS 1
Diabetes
1 Stress
Daya tahan tubuh

Kasus Gejala malaria


Demam
2 Stress
Kesimpulan
Skeling dan penghalusan memicu
terjadinya herpes labialis
Minimalisasi waktu kunjungan dan trauma
saat perawatan gigi.
Pemberian resep, sebagai preventif 24 jam
sebelum perawatan dental dan dilanjutkan
selama 2 hari setelah perawatan.
The important thing is not to stop study and
questioning

Beri Nilai