Anda di halaman 1dari 24

ABSES SEREBRI

Dr. Setiawan, Sp.S(K)


Mortalitas tinggi.
- Pengobatan dini dengan AB yg tepat mortalitas
Cara penularan :
- Telinga (Temp. lob, Cerebellum)
- Sinus paranasalis (Frontal lob)
- Hematogen ok/bakteriemia dari jauh (infeksi infus, iv injeksi)
- Abses paru, septic artritis, pleural empyema
- Luka terbuka di kepala
- Osteomyelitis
- Meningitis (infeksi subdural, abses epidural)
- Cholescystitis & infeksi abdomen lain
- 20 % tidak ditemukan sumber infeksinya
- Acute endokarditis
- Kerusakan pembuluh darah di otak ok/ hipoksia dengan
ensefalomalasia
- Cryptogenic infeksi 10-20 % ditentukan dengan stereotactic
biopsi
14 % multiple abses
Prevalensi :
dewasa muda, usia pertengahan

Faktor-faktor yg memudahkan terjadinya


infeksi otak :
Cedera kepala berdarah, tumor, infarct

Kelainan pembuluh darah AV malformation

Viskositas darah yg me , misal : polysitemia


Gejala :
Nyeri kepala 75 %
Nausea, vomitus 50 %
Lethargia 50 %
Kejang fokal / umum 30 % (+)
50 % dengan febris
< 50% defisit neurologis (-)
Kaku kuduk biasanya (-), 30% (+)
LED 50 %
Leuko N (40%), 10% > 25.000
Papil edema (+)
Defisit neurologis tgt lokasinya
LCS : 25% glukosa rendah, protein
Bila sel > 500-1000 proses baru
DIAGNOSIS
Gejala klinik progresif
Penderita HIV dengan tanda tsb kemungkinan
abses
CT scan : harus dibedakan dengan tumor otak
EEG : sesuai Mass Lesion
LP. Berbahaya, tidak banyak manfaatnya (kontra
indikasi)
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :
Kondisi umum penderita
Ukuran abses

Banyaknya abses; tunggal atau ganda

Fase perkembangan abses (stadium)

Lokasi abses :dalam, lokasi vital,


superfisial, fossa posterior
Fokus infeksi
Kuman-kuman penyebab :

1. Aerob :
- Staph. Aureus 13,4%
- Gram negatif 15,7%
- Streptococci 32,1%
2. AnAerob 32,1%
Fase pembentukan abses

1. Cerebritis dini (hari 1-3)


2. Cerebritis lambat (hari 4-9)
3. Kapsul dini (hari 10-13)
4. Kapsul lambat (hari 14 >)
Penanganan
1. Craniotomi :
Secepatnya untuk me tekanan intracranial dan
mencegah kerusakan otak yang irreveresibel
2. Aspirasi :
Kead. Darurat local anesthesia
Guided stereotactic aspiration/stereotaksi dg endoskopi
Prognosis membaik, mortalitas 5-6%
Dapat mencapai tempat yg sulit, misal : batang otak, thalamus
& gl. Basalis
Cerebritis cukup dg AB
Eksisi bila soliter & besar > 2,5 cm
3. Drainage : seperti aspirasi
4. Antibiotika + operasi
Post operasi

Defisit neurologis :
1. Hemiparese

2. Gangguan intelegensi, membaik


setelah 2 tahun
3. 30-55 % early / late epilepsy
Pengobatan Antibiotika

Banyak jenis kuman yg dijumpai dalam abses


anaerobik maupun aerobik, terutama :
- Streptococcen
- Pneumococcen
- E Coli, Klebsiela
- S Aureus
Jenis kuman sama dg sumber penyakitnya.
25% pus steril ok/ kegagalan kultur
Antibiotik diberi secepatnya sesuai pengecatan gram
Yang dapat menembus BBB :

Penicillin / Ampicillin
Chloramphenicol

Metronidazol : anaerobic

Cefotaxime : Staphylococ

: Streptococ
: Hemophylus Influenzae
: Enterobacter
Trimetropim- sulfa methokzazole (Bactrim)
Yang kurang dapat menembus BBB :
Aminoglycoside
Erithromycin / tetracyclin

Kombinasi yg baik : Ampicillin+Chloramphenicol


Terbaik : - Metronidazol (7,5 mg/Kg/6 jam)
- Cefotaxime (2-3 gr/4 jam)
- Ceftriaxone 2 gr/24 jam)
Mencegah : toxicitas Chloramphenicol
Kombinasi lain : Metronidazole+Bactrim
Pengobatan dilanjutkan 4-8 minggu
Follow up MRI / CT scan tiap minggu
Corticosteroid :
diberikan untuk oedema cerebri

Controversial :
Resistensi kuman

Mengurangi kadar antibiotika dalam abses

Menghambat pembentukan kapsul

necrosis
Pemberian hati-hati dan tapering secepatnya
Tidak mortalitas
Mortalitas :
Antibiotica+Operasi : 30-60% 8%
50% dengan sequele
Abses cerebri seperti SOL TIK
penekanan pusat vital
Salah satu penyebab : pecahnya abses
masuk ventrikel, subarachnoid
1/3 kematian ok/ diagnosis terlambat
Kematian post operatif ok/ :

Penentuan abses tak tepat


Drainage tidak sempurna
Meningitis
Oedema cerebri
Perdarahan
Abses multipel
Antibiotika tak tepat
Subdural Empyema

Gejala
Panas
Nyeri kepala hebat
Muntah
Coma
Meningismus
Diagnosis : MRI dengan kontras
Etiologi : - kuman anaerob
- Streptococcen dr sinus/trauma
Therapy : surgical drainage + AB
Epidural Abses
Biasanya dr med spin kadang-kadang dr cranium
bersamaan dg osteomyelitis, subdural empyema,
meningitis lokal
Gejala : - nyeri kepala
- panas ringan
- nyeri lokal
Therapy : Aminoglycosidae+Cephalospurin gnr III
pengobatan sampai 4 minggu setelah operasi bila
terdapat osteomyelitis 8 minggu
Mortalitas 10-20%
Tata Laksana

Antibiotika tepat
Drainage
Oedema otak diatasi
Antibiotika 4 kelompok :
1. Strept & lain-lain gram (+) : 1.Penicillin
kecuali Staf Aureus Ceftriaxone
Cefotaxime
2. Staf Aureus 2.Oxillin
Nafcillin
Vancomycin
3. Gram (-) 3.Ceftriaxone
Kecuali Pseudo Auroginosa Cefotaxime
4. Pseudomonas Auroginosa 4.Ceftazide
Bacterioids Metronidazole
Chloramphenicol
Permulaan therapy
Oxillin + Ceftriaxone + Metronidazole atau
Chloramphenicol + Ceftazide bila curiga Pseudomonas

Excisi Abses bila :


Abses besar atau multilocated
Abses di fossa posterior
Aspirasi tidak berhasil
Bila abses pecah ke ventrikel 80% fatal
AB Gentamycin intraventrikel / 12 jam
Follow up CT Scan tiap 1-2 hari
Edema Cerebri
Hyperventilasi P CO2 < 28 Torr
Manitol 20% Dosis awal 0,5-1 gr/Kg 10 mnt
0,25-0,5 gr/Kg tiap 6 jam
Dexamethason vasogenic edema 10 mg iv
4 mg iv / 6 jam
Perhatian : In appr. ADH atau Diabetes
Insipidus monitor elektrolit
Kejang Diazepam 10 mg iv atau Lorazepam 4
mg dalam 2 menit diulang k/p tiap 15 mnt
Phenytoin iv 10-15 mg/Kg dilarutkan dalam NaCl,
monitor EKG; tensi
Kalau perlu Phenobarbital
BRAIN ABSCESS, GENERAL MANAGEMENT
CLINICAL EVALUATION

CT SCAN
NOT (COMPLETELY) SINGLE CAPSULATED MULTIPLE DEEP
CAPSULATED BRAINSTEM

ANTI MICROBIAL T/ ANTI MICROBIAL T/ ANTI MICROBIAL T/

CT STEREOTACTIC NO
ENDOSCOPOIC FACSILITIES
STABLE NOT STABLE FACSILITIES

CONTINUE RADICAL TREATMENT ASPIRATION PROPER CONTINUE


ANTI MICROBIAL T/ OF FOCAL INFECTION ANTIBIOTIC ANTIBIOTIC
. .
CT EVALUATION PROPER PROPER CT EVALUATION CT EVALUATION
ANTIBIOTIC ANTIBIOTIC

ASPIRATION RADICAL TREATMENT


EXCISION OF FOCAL INFECTION

CONTINUE ANTIBIOTIC
..
CLINICAL EVALUATION
Terima kasih