Anda di halaman 1dari 26

Endapan Placer Pasir Besi

Disusun oleh :
Hanif Wicaksana Saragih/115140045/Kelas B
Ardi Kurnianto/115140017/Kelas B
Goldison Aldama/115140122/Kelas A
Outlline
Pendahuluan
Genesa Pembentukan Secara Umum
Sifat Fisik
Komposisi Kimia Pasir Besi
Pasir Besi di Kabupaten Kulon Progo
Pasir Besi di kabupaten Lumajang
Metode Pada Eksplorasi Pasir Besi
Manfaat Pasir Besi
Dampak dari Pertambangan Pasir Besi
PENDAHULUAN

Pasir besi termasuk kedalam endapan placer atau dapat


disebut sebagai endapan sekunder
Endapan placer disini adalah endapan yang terbentuk
karena terendapkan setelah mengalami transportasi dari
batuan sumber
Pasir besi masuk kedalam endapan placer alluvial karena
terbentuk akibat adanya pengaruh dari gelombang air laut
Genesa Pembentukan Pasir Besi
Proses pembentukan pasir besi dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu batuan
primer,pelapukan dan tranportasi. Batuan primer yang menjadi batuan asal dapat
berupa batuan beku yang terbentuk dari proses pembekuan magma dan
mengandung mineral-mineral salah satunya mineral dengan unsur besi.
Batuan primer mengalami pelapukan secara fisik dan terjadi perombakan material
menjadi berukukuran pasir kemudian hasil pelapukan mengalami proses
transportasi oleh aliran sungai,gelombang laut dan arus laut.
Butiran-butiran mineral hasil transportasi oleh aliran sungai yang bermuara di muara
akan mengalami pemisahan berat jenis oleh gelombang dan arus laut.
mineral yang memiliki berat jenis lebih besar akan diendapkan diendapkan di pesisir
pantai sedangkan yang memiliki berat jenis ringan akan terbawa kembali oleh
gelombang laut.
Fe selama transportasi bisa mengalami reaksi dengan kandungan oksigen yang
terdapat dalam air menghasilkan mineral baru berupa hematit (Fe2O3) dan limonit
(FeO(OH)nH2O).
Lempeng Indo Australia bersifat Basa
Lempeng Eurasia bersifat Asam

Magma Andesitik

Hasil dari Partial Melting menghasilkan magma yang bersifat andesitik


kandungan Fe akan lebih besar pada batuan volkanik yang besifat
andesitik dan basaltik. Kandungan Fe pada batuan tersebut berupa
mineral mafik ferromagnesia seperti olivin, piroksen, hornblend, biotit,
magnetit, dan ilmenit.
Umumnya dijumpai sebagai endapan alluvial pantai dengan kadar
bervariasi, serta tersusun oleh mineral magnetik dan bukan
magnetik.
Mineral magnetik dapat berupa magnetit lepas ataupun ikat.
Magnetit ikat berupa inklusi magnetit dalam mineral mafik seperti
olivin, piroksin, hornblende dan biotit yang termasuk mineral
pengotor namun bersifat magnetik.
Mineral pengotor lainnya yang tidak mengandung unsur besi
adalah silika, kuarsa, plagioklas, ortoklas, rutil dan kalsit.
Tersebar di sepanjang pantai barat Sumatera,Pantai selatan Jawa
dan Bali, Pantai di Sulawesi,NTT,Maluku dan pantai utara Papua
Sifat Fisik Pasir Besi

Warna abu-abu hingga kehitaman


Ukuran 75-105 mikron
Densitas 2-5 gr/cm3
Derajat Kemagnetan (MD) sebesar 6,4 - 27,16%
Komposisi Kimia Pasir Besi

Pasir Besi terdiri dari mineral besi utama berupa


magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), ilmenit (FeTiO3),
dan mineral pengotor berupa corundum (Al2O3), kuarsa
(SiO2), vanadium (V2O5), fosfor (P) dan sulfur (S).
PAsir Besi Kulon Progo

Daerah Aliran Sungai Pembawa Mineral Pasir Besi:


DAS Serang, DAS Progo, dan DAS Opak-Oyo
Batuan Sumber:
Batuan Beku Andesitik yang berasal dari Gunung
Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sundoro
Formasi Batuan Tersier bersifat andesitik seperti
Formasi Nglanggran dan Kebobutak, serta batuan
terobosan
Persebaran Pasir Besi di Kulonprogo

Sungai-sungai pada dearah Kulon Progo berhulu dan mengalir pada


daerah volkanik yang memiliki batuan yang berkomposisi andesitik
maka proses pelapukan dan erosi serta pembentukan mineral seperti di
atas akan terjadi pada sungai ini. Hasil dari proses tersebut akhirnya
akan tertransport dan terendapkan ketika sungai mencapai hilir yaitu
Samudra Hindia.
Hasil pemboran (PT Jogja Magasa Iron ,2007) melakukan eksplorasi
sejumlah 929 titik dengan kedalaman rata-rata 16 m dengan luasan 22km x
18km
Berdasar hasil survey konsultan geologi Mackay dan Schnellman PTY LTD
jika cadangan pasir besi di Kulon Progo sebesar 606 juta ton dengan
kandungan Fe yaitu 10,8%
Pada kedalaman 6m dengan cut off 9% Fe akan diperoleh sekitar 39 juta ton
Fe
Pada kedalaman yang sama besar total cadangan pasir besi sekitar 273 juta
ton dengan kandungan Fe yaitu 14,2 %
Dari perolehan tersebut dapat diproduksi 1 juta ton pig iron selama minimal
30 tahun
PASIR BESI DI PURWOREJO

Daerah Aliran Sungai Pembawa Mineral Pasir Besi:


DAS Bogowonto dan DAS Wawar
Batuan Sumber:
Formasi Andesit Tua (Formasi Waturanda dan
kelompok batuan Ofiolit) dan Endapan Vulkanik
Merapi
Peta sebaran endapan Kipas Aluvium Purworejo (KAP), Kipas Aluvium
Kutoarjo (KAK), Endapan Aluvium Pantai Tua (APT), dan Endapan
Aluvium Pantai Muda (APM) di wilayah Dataran Purworejo.
Endapan Aluvium Pantai Muda di bagian utara atau di selatan Kali
Lereng berupa tanah pasir tetapi semakin ke selatan hingga garis pantai
terdiri atas endapan pasir besi.
Diyakini bahwa di bawah tanah pasir litologi penyusun adalah endapan
pasir besi dan endapan pasir gunung api. Tanah pasir di permukaan
adalah hasil pelapukan dari kedua macam endapan pasir tersebut.
PASIR BESI DI KEBUMEN

Daerah Aliran Sungai Pembawa Mineral Pasir Besi:


DAS Luk Ulo dan DAS Telomoyo
Batuan Sumber:
Formasi Andesit Tua (Formasi Waturanda dan
kelompok batuan Ofiolit)
Persebaran Pasir Besi di Kebumen

Pasir besi utamanya terdapat pada endapan alluvium pantai muda (APM)
dimulai dari garis pantai selatan sebelah timur tinggian Karangbolong hingga
Sungai Wawar di Purworejo dengan lebar areal mencapai 4 km. Endapan
APM ditandai dengan gumuk pasir yang membentuk pematang pantai
berarah barat timur diantara lembah sejajar garis pantai (Bronto, 2007).
Kearah Timur

Kearah Barat

Prosentase mineral bukan magnetik yang cukup signifikan adalah


kuarsa, plagioklas, feldspar, dan rutil yang cenderung meningkat ke
arah barat.
Piroksin dan biotit cenderung meningkat ke arah timur.
Sedangkan pada pasir sedang (+50#) magnetit lepas dijumpai lebih
dominan (816%) dibandingkan magnetit ikat (815 %).
Magnetit lepas cenderung lebih banyak ke arah barat sedangkan
magnetit ikat lebih banyak ke arah timur.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena sumber batuan
vulkanik di bagian timur didominasi oleh produk batuan
vulkanik kelompok Formasi Andesit Tua (OAF). Formasi
Andesit Tua dan endapan vulkanik Merapi diketahui
sebagai pembawa pasir besi yang baik di sekitar Kulon
Progo dan Bantul; sedangkan di bagian tengah dan barat
sebaran produk batuan vukanik (Formasi Waturanda dan
kelompok batuan Ofiolit) tidak seluas di bagian timur

Struktur geologi yang menyebabkan pengangkatan dan


perusakan batuan di bagian barat lebih komplek, namun
karena sumber batuan induknya tidak seluas di bagian
timur maka kandungan magnetiknya juga menjadi lebih
kecil.
Pasir Besi Lumajang

Endapan pasir besi Kabupaten Lumajang masuk dalam


endapan placer terbentuk karena hasil pengendapan
material yang mengandung unsur Fe dari batuan asal
Gunung Semeru.
Gunung Semeru menjadi batuan primer yang menyuplai
material pada endapan placer pasir besi Lumajang
dengan sifat andesitik dengan perselingan breksi,lava,dan
tuva.
Komposisi utama Batuan yang berasal dari Gunung
Semeru adalah andesitik dan basaltik
Batuan beku dari Gunung Semeru mengalami pelapukan
fisik yang disebabkan karena curah hujan yang tinggi
kemudian batuan primer tersebut mengalami proses
disintegrasi sehingga menjadi fragmen yang lebih kecil
berukuran pasir.
Material hasil pelapukan terbawa oleh aliran sungai yang
bermuara hingga laut selatan.
Material yang terbawa memiliki komposisi dari mineral
opak yang tercampur dengan mineral-mineral non logam
serpeti kaslti,kuarsa,feldspar,amfibol,piroksen,biotit,dan
tourmalin
Karakteristik Pasir Besi Lumajang
Mempunyai Kadar Fe yang rendah yaitu 40-50%
Kadar rendah tersebut diakibatkan karena terendapkan bahan
pengotor yang berupa mineral Nikel(Ni),
Titanium(Ti),Vanadium(V),Cobalt(C).
Endapan pasir besi tersebar di 13 kecamatan sepanjang pantai
selatan dengan luasan 8.495,6 Ha
Deposit rata-rata yang diasumsikan kadar Fe 50% adalah
339.800.000 x 50% =169.900.000 MT.
Pasir besi di Lumajang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan
beberapa perusahaan seperti PT.Antam
Selain itu juga terbawa mineral magnetit,titaniferous
magnetit,ilmenit,limonit, dan hematit selama proses
transportasi.
Mineral-Mineral berat dengan unsur Fe akan terendapkan
pada pesisir pantai selatan Lumajang
Data cadangan Geologi dan Tambang
Cadangan Geologi : Cadangan Tambang :
Luas 720.000 M-2 Luas 443.000 M-2
Dalam 5,21 M dalam 5,16 M Dalam 5,16 M
Crude sand 6.533,200 ton Crude Sand 1.509.608 ton
Magnetic Degree 14,21% Magnetic Degree 18,83%
Konsentrat 928,616 ton Konsentrat 284.215 ton
Fe rat-rata 41,58% Fe rata-rata 48,75%
Metode Eksplorasi Pasir Besi
Pemetaan geologi untuk mengetahui persebaran litologi dan batas
sebaran endapan pasir besi
Melakukan pemboran Hand Auger untuk mendapatkan data
secara vertikal dengan kedalaman 1-4 m guna mendapatkan
spesific gravity,persen berat fraksi, magnetic degree dan kualitas
konsentrat
Metode geofisika yang digunakan adalah geolistrik (resistivitas),
geomagnetik serta dapat dengan metode elektromagnetik
Penampang Suseptibilitas Penampang Resistivitas
Manfaat Pasir Besi

Bahan dasar pada industri logam besi


Termasuk dalam bahan pada industri semen
Bahan dasar tinta kering mesin fotocopy
Bahan utama untuk pita kaset
Pewarna dan campuran untuk pembuatan cat
Bahan dasar pada pembuatan industri magnet
Dampak Pada Penambangan Pasir Besi

Rusaknya lingkungan yang ada di sekitar pantai


Rusaknya jalan raya yang menjadi penghubung untuk
kegiatan penambangan
Naiknya polusi udara pada kawasan penambangan
Minimnya aliran air ke sawah sehingga sawah di sekitar area
pertambangan menjadi kering