Anda di halaman 1dari 19

Alga Merah (Rhodophyta)

Rosaliliani 12008021
Ani Latifah 12008025
Rahmawati 12008043
Ayu Ratnapuri 12008150
Alga merah atau Rhodophyta adalah salah
satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau
pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan
oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah yang lebih banyak
dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil.
Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan
makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan
berbentuk berkas atau lembaran.
Alga merah selnya mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar
atau karagen.

Tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.

Memiliki sejumlah pigmen klorofil yang terdiri dari klorofil a dan d.

Memiliki Fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin dan fikosianin yang sering
disebut pigmen aksesoris.

Terdapat karoten yaitu pigmen-pigmen yang terdapat dalam kloroplas.

Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar kloroplas.

Memiliki talus

Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang uniseluler


Ganggang merah memiliki sejumlah Ciri-ciri umum yang
membedakan mereka dalam kombinasi dari kelompok eukariotik
lainnya:

Tidak adanya flagella dan sentriol


Pati Floridean sebagai produk penyimpanan dan penyimpanan
pati dalam sitoplasma
Phycoerythrin, fikosianin, dan allophycocyanin sebagai pigmen
aksesori
Tilakoid tidak-ditumpuk di plastid
Tidak ada kloroplas retikulum endoplasma
Habitat Rhodophyta
Sebagian besar alga merah hidup dilaut, banyak
terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air
tawar yang dingin dengan aliran deras dan
banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air
payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut
dalam adalah Gelidium dan Gracilaria,
sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal.
Perkembangbiakan

Alga merah berkembangbiak secara vegetatif dan


generatif :

Perkembangbiakan vegetatif ganggang


merahberlangsung dengan pembentukan sopra haploid
yang dihasilkan oleh sparongium atau talus ganggang
yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi
ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel
kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat
perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang
menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina
disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh
spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh
menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan
pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang
penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan
antara sporofit dan gamofitet.
Beberapa contoh
Rhodophyceae
a. Gelidium sp.
Klasifikasi
Devisio : Rhodophyta
Classis : Rhodophyceae
Subclass : Florideae
Ordo : Gelidiales
Familiy : Gelidiaceae
Genus : Gelidium
Spesies : Gelidium sp.
Gelidium sp. merupakan salah satu spesies dari famili gelidiaceae. Spesies
ini memiliki warna merah kecoklatan (pirang), bentuk tubuh seperti
rumput atau semak, batang utama tegak dan mempunyai cabang-cabang
yang terdiri dari axis (cabang utama), primary branch dan secondary
branch. Sepanjang tubuhnya ditumbuhi bagian yang seperti duri. Di ujung
cabang terdapat spical pit yang berbentuk bulat yang merupakan titik
tumbuh. Alga ini memiliki holdfast yang berfungsi sebagai tempat melekat
pada terumbu karang sehingga dapat beradaptasi dengan gerakan ombak
pada zona pasang-surut
Alga ini termasuk dalam kelompok Rhodophyceae dan tergolong ke
dalam carragenophyt, yaitu kelompok penghasil carragenan yang
dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pasta, bahan pembuat
cream jelly, agar-agar dan roti. Selain itu Gelidium sp. memiliki
kadar protein yang tinggi dan berbagai macam vitamin yang
penting. Persebaran alga ini dipengaruhi oleh alam seperti substrat,
salinitas, ombak, arus, dan pasang surut. Alga ini muncul di
permukaan laut pada saat surut dan mengalami kekeringan
b. Gigartina sp.
Klasifikasi
Devisio : Rhodophyta
Classis : Rhodophyceae
Subclass : Florideae
Ordo : Gigartinales
Familiy : Gigartinaceae
Genus : Gigartina
Spesies : Gigartina sp.
Spesies ini memiliki substansi thalli lunak seperti gel
dan tipis dengan warna ungu. Thalli-nya membentuk
lembaran (disebut lamina atau blade) dengan
percabangan yang rimbun, simple (biasa) atau
dicotonus. Di permukaan thalli terdapat cystocarp yang
jelas kelihatan berupa bintilan dan spermatongia-nya
mengumpul pada ujung percabangan thalli
Spesies ini biasanya tumbuh menempel di rataan
batu pada terumbu, terutama di tempat-tempat
yang masih tergenang air pada saat air surut
rendah. Alga ini dimanfaatkan sebagai sumber
agar-agar, carragenan, bahan anti bakteri dan
bahan anti tumor. Alga ini juga kaya akan asam
folat dan asam folinat
c. Laurencia sp.
Klasifikasi
Devisio : Rhodophyta
Classis : Rhodophyceae
Subclass : Florideae
Familiy : Laurencieae
Genus : Laurencia
Spesies : Laurencia sp.
Laurencia sp. mempunyai warna thallus hijau tua sampai merah
kecoklatan karena adanya pigmen fikoeritrin. Axis pada spesies ini
terkesan rebah dan memiliki holdfast untuk melekatkan diri pada
substrat. Di percabangan axis terdapat primary branch yang pada
ujungnya terdapat spical pit. Pertumbuhan di spical pit lebih cepat
daripada bagian thallus lainnya. Alga ini termasuk alga tetrasporofik
yang sel auxilary-nya akan terbentuk setelah melakukan fertilisasi
dan tumbuh di atas sel pendukung karpogonium
Spesies ini memiliki tubuh yang berbentuk silindrik atau memipih,
berwarna merah kecoklatan dan mempunyai cabang-cabang yang
terdiri dari axis (cabang utama), primary branch dan secondary
branch. Alga ini merupakan bahan makanan sebagai bahan
pembuat agar-agar karena kandungan serat dan karbohidratnya
yang tinggi. Alga ini paling banyak digunakan sebagai hidrokoloid,
terutama pada pangan, farmasi, kosmetik dan sebagai anti
jamur/anti fungal.