Anda di halaman 1dari 15

HEMOPTISIS

Pembimbing
dr. Antonius Sianturi Sp.P
dr. Widya Sri Hastuti Sp.P

UNIVERSITAS BATAM
BAGIAN ILMU PENYAKIT PARU
RSUD EMBUNG FATIMAH
BATAM 2014
PENDAHULUAN
Hemoptisis merupakan ekspektorasi darah yang berasal dari
paru atau trekeobronkial, ini merupakan kondisi yang letal (
mematikan ) karena tingkat keparahannya tidak dapat
diprediksi.6
Hemoptisis lebih sering merupakan tanda dan gejala dari
penyakit dasar sehingga etiologi harus dicari melalui
pemeriksaan yang lebih teliti.5
Hemoptisis masif memerlukan penanganan segera
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Hemoptisis diartikan sebagai ludah atau batuk yang
bercampur dengan darah yang diakibatkan perdarahan dari
paru atau saluran trakeobronkial.1

Dibagi menjadi :
1. Tidak masif : < 200 ml/24 jam
2. Masif : > 600 ml/24 jam
ETIOLOGI
Hemoptisis merupakan gejala dari penyakit dasar sehingga
etiologi harus dicari melalui pemeriksaan yang lebih teliti.5
Etiologi dari hemoptisis terbagi atas4,5 :
1. Infeksi : tuberkulosis, bronkitis, bronkiektasis, infeksi jamur
2. Neoplasma : kanker paru, adenoma bronkial, tumor
metastasis
3. Penyakit kardiovaskuler : mitral stenosis, endokarditis
tricuspid
4. Kelainan hematologi : disseminated intravascular coagulation (
DIC ), Idiopathic thrombocytopenic purpura ( ITP )
5. Kelainan pembuluh darah : aneurisma aorta, hipertensi
pulmoner, malformasi arterivena, aneurisma arteri bronkial.
Lanjutan
6. Trauma : jejas toraks, ruptur bronkus
7. Iatrogenik : akibat tindakan bronkoskopi, biopsi paru
8. Kelainan sistemik : sindrom goodpasture, idiopathic
pulmonary hemosiderosis, systemic lupus erytematosus,
vaskulitis (granulomatosis wagener, purpura henoch
schoenlein, sindrom chrug-strauss)
9. Obat : aspirin, antikoagulan, penisilamin, kokain
10. Lain-lain : endometriosis paru, hemoptisis kriptogenik,
bronkiolotiasis
Penelitian yang dilakukan di RS persahabatan oleh Retno dkk
: 323 pasien hemoptisis di IGD RS Persahabatan didapatkan
TB paru 64,43 %, bronkiektasis 16,71 % , karsinoma paru
3,4 %
PATOFISIOLOGI
Mekanisme timbulnya perdarahan ini tergantung dari
penyakit penyebabnya, antara lain5 :
1. Bronchitis : timbulnya perdarahan adalah akibat dari pecahnya
pembuluh darah siperfisial di mukosa
2. TB paru : timbulnya perdarahan pada keadaan ini adalah akibat
robekan atau rupture aneurisma arteri pulmoner ( dinding
kavitas aneurisma rassmussen)
3. Infeksi kronik : timbulnya perdarahan adalah akibat inflamasi
sehingga terjadi perbesaran dan proliferasi arteri bronkial
4. Kanker paru : timbulnya perdarahan adalah akibat pembuluh
darah yang terbentuk rapuh sehingga mudah terjadi
perdarahan.
MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis pada hemoptisis ini dapat bervariasi
tergantung dari etiologinya. 6
Sesak nafas infeksi parenkim paru yang luas, neoplasma,
atau mitral stenosis yang berat
Nyeri dada aneurisma, emboli paru dan infark pada paru
Demam infeksi
Purpura atau ekimosis kelainan darah
Tabel beda hemoptisis dan
hematemesis. 2

Keadaan Hemoptisis Hematemesis


Mual dan muntah Tidak ada Ada
Onset Dibatukkan Dimuntahkan
Tampilan Darah berbuih Darah tidak berbuih
Warna Merah segar Kecoklatan
Isi Campuran makrofag dan Bercampur dengan isi
neutrofil makanan
pH Alkali Asam
PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Riwayat penyakit
Pemeriksaan fisik
Laboratorium
Foto Thoraks
CT Scan Thoraks
Bronkoskopi
Ro. Thoraks dan CT Scan Thoraks

Tampak fibrosis dan kavitas pada


Dijumpai fungus ball pada CT Scan ini
pasien dengan TB
DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Diferensial diagnosis pada pasien dengan hemoptisis sesuai
dengan etiologi dari penyakit yang mendasari timbulnya
hemoptisis tersebut
TATALAKSANA
Penatalaksanaan hemoptisis tergantung penyebab dan
status penderita.
Tujuan penatalaksanaan :
1. Mencegah aspirasi
2. Menghentikan perdarahan, dan
3. Mengobati penyakit yang menyebabkan perdarahan.
Lanjutan
Penatalaksanaan dilakukan dalam tiga tahap
1. Proteksi jalan nafas dan stabilisasi pasien
2. Lokalisasi sumber perdarahan dan penyebab perdarahan
3. Terapi spesifik
Dengan bronkoskop antara lain melakukan bilasan garam fisiologis,
epinefrin, pemberian thrombin fibrinogen, tamponade dengan
balon
Tanpa bronkoskop antara lain dengan pemberian obat dan
antifibrinolitik pengobatan penyakit primernya.
4. Obat-obatan untuk menekan batuk tidak
direkomendasikan karena dapat menyebabkan retensi
darah di paru-paru.6