Anda di halaman 1dari 23

Teori Akuntansi Godfrey Edisi

7 Bab 14
Emerging issues in accounting and
auditing
Tujuan pembelajaran

Faktor-faktor kini yang memengaruhi riset, regulasi dan praktik


akuntansi
Isu terkait aplikasi fair value accounting selama krisis finansial global
Kemungkinan arah dari pengaturan penetapan standar akuntansi
internasional
Akuntansi, pelaporan dan assurance atas sustainability
Hal-hal lain terkait akuntansi dan pelaporan non-keuangan
Faktor-faktor kini

XBRL
Era on-line reporting
Haka berpendapat bahwa ketersediaan data yang dapat diakses menjadi
lebih besar dan membuat manajemen lebih ditekan untuk menjelaskan
laporan keuangan mereka
Analis dapat mengikuti perusahaan-perusahaan kecil karena biaya perolehan
dan analisis data jauh berkurang
CFO akan kehilangan kemampuan mereka memilik tingkatan disagregasi data
dalam laporan keuangan.
Pendekatan audit dapat berubah. Auditor tidak hanya merekonsiliasi output
data pada versi cetak dan versi XBRL. Apakah yang dipandang sebagai
kesalahan dalam XBRL, bagaimana penerapan materialitas
Faktor-faktor kini

Efek dari kebangkrutan korporasi dan Sarbanes-Oxley Act


Mengubah image akuntansi, auditing dan lingkungan regulasinya
Sejak 2004, PCAOB melakukan inspeksi independen atas kantor-kantor
akuntan
Pembatasan atas penyediaan layanan konsultasi (non audit)
Fair value accounting

Beberapa pakar berbendapat krisis keuangan global 2008/9 dipengaruhi oleh fair value
accounting yang mempercepat penyebaran persoalan dan memperparah kedalaman krisis.
Penurunan nilai investasi yang harus diakui membuat banyak entitas menghadapi
keterbatasan dalam mendapatkan pinjaman
Laporan SEC tahun 2008: penyebab krisis tidak hanya sekedar fair value accounting, tetapi
tumbuhnya kemungkinan kerugian kredit, kekuatiran atas kualitas aset dan dalam kasus-
kasus tertentu tergerusnya kepercayaan peminjam dan investor
SEC memberikan beberapa rekomendasi terkait fair value accounting dan meminta
penetap standar untuk memberikan panduan tambahan dalam hal penerapan standar pada
pasar yang tidak likuid
SEC juga menemukan bahwa ada sedikit perbedaan antara FAS dan IFRS dalam hal
penentuan fair value.
Oktober 2008, IASB mengubah aturan untuk reklasifikasi aset keuangan sehingga
perlakuannya berbeda dengan perubahan harga pasar atas aset tersebut. Perubahan ini
karena permintaan dari politisi Eropa yang konsisten dengan kepentingan bank-bank Eropa
Fair value accounting

Negara-negara G20 juga merekomendasikan perubahan dalam


regulasi pasar keuangan, termasuk standar akuntansi, dalam
pertemuan di bulan November 2008 dan Maret 2009.
Salah satu perubahan aturan FASB adalah membolehkan bank
menggunakan pertimbangan mereka dalam menentukan nilai wajar
aset daripada menggunakan pasar sebagai kriteria objektif.
Fair value accounting membuat persoalan atas nilai aset menjadi
transparan tetapi tidak menyebabkan bank mengubah model bisnis
mereka pada awal 2000an.
Blundell-Wignall, Atkinson dan Lee menyatakan bahwa sumber
persoalan keuangan adalah:
Kebijakan likuiditas makro global
Kerangka kerja regulasi yang buruk yang kemudian berkontribusi kepada
krisis, bukannya penjaga kedua
Fair value accounting

Peranan auditor dipertanyakan karena tidak dapat memprediksi


akibat dari kerisikoan aset dalam neraca bank
Profesi akuntansi dan regulator di berbagai negara secara proaktif
telah menerbitkan panduan bagi akuntan dan direktur untuk
membantu mereka dalam periode krisis
Publikasi ini menekankan pada:
Risiko yang dihadapi auditor ketika menilai aset dan mempertimbangkan
rencana-rencana manajemen dalam memitigasi risiko-risiko keberlangsungan
usaha dan likuiditas
Menekankan pada pentingnya standar etika ketika menghadapi manajemen
yang menghindari pengungkapan atau penurunan nilai yang tidak dapat
diterima mereka
Kemungkinan arah masa depan

November 2008, SEC menerbitkan Roadmap untuk kemungkinan


penggunaan IFRS bagi perusahaan AS tahun 2014. (Update: sampai
saat ini belum ada keputusan).
Milestones yang ditetapkan sebelum implementasi:
Penyempurnaan standar akuntansi
Akuntabilitas dan pendanaan dari IASC Fooundation
Perbaikan dalam kemampuan menggunakan data interaktif untuk pelaporan
IFRS
Pendidikan dan pelatihan terkait IFRS
Penggunaan IFRS awal dan terbatas yang akan meningkatkan keterbandingan
untuk investor AS
Waktu yang diantisipasi atas pembuatan peraturan oleh Komisi di masa
depan
Implementasi penggunaan IFRS secara mandatori
Kemungkinan arah masa depan

Milestone 1: SEC mempertimbangkan mereviu standar yang dihasilkan bersama


oleh IASB dan FASB. Pertimbangan lain SEC adalah dalam hal robustness,
inclusiveness dan promptness dari proses pembentukan standar.
Milestone 2: SEC mempertimbangkan posisi IASB yang rentan terhadap tekanan
pihak-pihak berkepentingan dan sumber pendanaan yang dapat mengganggu
independensinya. Akan dibentuk lembaga baru, Monitoring Group, yang berisi
perwakilan otoritas pasar keuangan berbagai jurisdiksi, yang akan melakukan
pengawasan terhadap IASB.
Milestone 3: penggunaan XBRL
Ketua SEC, Mary Schapiro, masih punya persoalan dengan standar IFRS secara
umum dan belum bersedia memberikan wewenang menyusun standar akuntansi
kepada IASB
Beberapa alasan belum adanya konvergensi:
Aturan IFRS akan sulit ditegakkan di AS (Charles Niemeier, anggota PCAOB)
Standar IFRS tidak lebih berbasis prinsip daripada standar FASB, dan juga masih baru
sehingga memerlukan banyak koreksi dan tambahan (Charles Niemeier, anggota PCAOB)
IASB menyerah pada tekanan politis, misalnya dalam hal fair value accounting, walaupun
dalam sejarahnya FASB juga menghadapi hal yang sama
Hasil riset menungjukkan tidak ada bukti konklusif salah satu standar lebih baik daripada
yang lainnya
Kemungkinan arah masa depan

Standar dan praktik audit di AS perlu berubah dari menilai kesesuaian


dengan aturan standar akuntansi kepada penilaian true and fair
secara keseluruhan
Standar audit juga mengalami internasionalisasi. Banyak negara
memutuskan mengadosi ISAs yang diterbitkan IAASB
Di masa lalu IAASB dikritisi atas ketiadaan independensi dari profesi
audit. Pembentukan PIOB untuk mengawasi IAASB tahun 2005
langkah maju untuk mengatasi kritik ini.
Sustainability accounting, reporting &
assurance
Social accounting adalah kombinasi akuntansi untuk berbagai hal, dalam
berbagai media, bagi berbagai pengguna dan untuk berbagai tujuan. Salah
satunya adalah sustainability accounting.
Sustainability didefinisikan sebagai pemenuhan kebutuhan masa kini tanpa
mengorbankan kemampuan generasi-generasi di masa depan untuk
memenuhi kebutuhan mereka: eco-efficiency (proteksi lingkungan) dan eco-
justice (keadilan antar generasi)
Panduan yang paling banyak digunakan yang diterbitkan oleh Global
Reporting Initiative (GRI)
90% dari perusahaan Global Fortune 250 menerbitkan sustainability reporting dan
70% dari mereka menggunakan panduan GRI
Pertumbuhan pelaporan lingkungan juga didorong dengan munculnya pasar
untuk carbon (emission permit) trading. EU ETS adalah pasar terbesar
IFRIC pernah menerbitkan dokumen yang mengatur pelaporan atas hak
emisi, tetapi tentangan publik sangat tinggi sehingga dokumen tersebut
ditarik kembali.
Sustainability accounting, reporting &
assurance
Survei PwC menunjukkan ada 6 metode utama atas akuntansi untuk hak emisi,
dengan 15 cara berbeda mengklasifikasikan EU ETS dalam neraca perusahaan.
Akibatnya tidak ada kejelasan dan perbandingan atas laporan-laporan keuangan
yang diterbitkan atas pelaporan hak emisi, yang juga memunculkan frustasi dan
pemborosan sumber daya bagi perusahaan-perusahaan
Perubahan iklim dan sustainability memengaruhi pelaporan keuangan tradisional
melalui keputusan asset impairments dan pengungkapan risiko
Survei KPMG menunjukkan 56% dari G250 menerbitkan corporate sustainability
report dengan dilengkapi komentar dari pihak ketiga. Assurance formal masih
sangat rendah (40% pada tahun 2008) walaupun ada klaim greenwashing dari
masyarakat. Assurance formal ini juga bervariasi antar negara karena perbedaan
lingkungan regulasi.
Perusahaan yang mendapatkan keuntungan paling banyak dari peningkatan
kredibilitas laporan mereka akan cenderung mencari assurance formal, biasanya
perusahaan yang dipandang menghasilkan tingkat polusi yang tinggi.
Standar assurance sangat terbatas hanya melalui ISAE 3000 yang diterbitkan
IAASB dan AA1000AS yang diterbitkan AccountAbility
IAASB memulai proyek untuk mengembangkan standar untuk Assurance
Engagements on Carbon Emissions Information
Akuntansi dan pelaporan non-keuangan

Water Accounting
Dikembangkan di Australia sebagai negara yang menghadapi keterbatasan
dalam sumber daya air
Menyajikan informasi persediaan dan perputaran air dengan proses akrual
Greenhouse gas emission accounting
Dikembangkan secara internasional dengan menerbitkan Greenhouse Gas
Protocol (GGP) standards
Menyediakan informasi persediaan GHG
Persoalan utama akuntansi ini adalah pemilihan dan aplikasi faktor-faktor
emisi dan kualitas dari data aktivitasnya.
Questions
Question 2
I do not know of any auditing regulation that originated in a research study.
What does this statement mean for the relationship between auditing research
and public policy?
Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa peraturan tidak didasarkan
pada penelitian namun diundangkan karena alasan lain. Alasan lain bisa
termasuk pencarian popularitas oleh politisi. Artinya, jika sebuah peraturan
cenderung dianggap baik oleh pemilih, politisi akan termotivasi untuk
mengenalkannya, terlepas dari kemungkinan dampaknya terhadap pihak-pihak
yang terkena dampak.
Perdebatan seputar dampak pembatasan Sarbanes-Oxley Act terhadap layanan
non-audit dapat digunakan sebagai konteks untuk mendiskusikan masalah
tersebut. Misalnya, biaya audit dan biaya layanan nonaudit tidak diungkapkan di
AS sebelum tahun 2000. SOX diperkenalkan pada tahun 2002, sangat cepat
setelah jatuhnya perusahaan audit Enron dan Arthur Andersen. Bukti penelitian
awal mendukung peraturan SOX namun bukti selanjutnya tidak. Selain itu,
tampaknya tidak ada bukti dari negara lain untuk mendukung peraturan tersebut.
Secara keseluruhan, penelitian audit berpotensi mempengaruhi kebijakan publik,
namun tingkat pengaruhnya cenderung dipengaruhi oleh faktor lain dan insentif
politisi.
Question 4
What specific issues does the Global Financial crisis create for auditors?
Auditor menghadapi masalah dalam menilai valuasi manajer terhadap aset
dan kewajiban. Aset dan kewajiban keuangan secara langsung dipengaruhi
oleh masalah di pasar keuangan. Namun, nilai aset lainnya juga berpotensi
terpengaruh jika berhubungan dengan operasi bisnis yang menderita karena
resesi yang telah mengikuti krisis di pasar keuangan. Selain itu, informasi
mengenai nilai pasar untuk semua aset sulit untuk diverifikasi saat kondisi
ekonomi berubah dengan cepat dan regulator merespons situasi dengan
undang-undang dan paket asistensi baru.
Auditor juga harus mengumpulkan bukti tentang pernyataan going concern
oleh para manajer. Bila perusahaan menghadapi masalah signifikan dalam
melakukan bisnis selama masa resesi, kemungkinan besar ada keraguan yang
signifikan tentang kemampuan entitas untuk terus berlanjut sebagai
kelangsungan usaha. Auditor harus menilai rencana yang dibuat oleh manajer
untuk menangani kejadian buruk di pasar keuangan dan pasar produk.
Tekanan pada manajer perusahaan untuk menghindari dampak buruk dapat
meningkatkan risiko salah saji finansial, baik sengaja maupun tidak. Auditor
perlu waspada terhadap tekanan tersebut saat menilai risiko kecurangan.
Question 6
Leon Getter wrote in a recent article:
As former analyst Henry Blodget points out, the US is adopting the model used by Japan in the 1990s when it
refused to acknowledge its banks were insolvent and pretended they were healthy. History, as Mark Twain said,
does not repeat itself, but it rhymes.
The G20, banks and standard setters should remember this: to borrow from Winston Churchills line on
democracy, fair value is the worst form of accounting except for all the other forms that have been tried.
(Getter, L. Standard-setters rendered toothless by G20, The Age BusinessDay, (April 15, 2009), p. 14.)
a) Does fair value convey reality better than any other form of valuation?
b) Is it better for banks to report stable asset values or to provide information about those assets? What are
the arguments for each view?
a. Artikel ini mengacu pada situasi di AS pada awal tahun 2009 ketika peraturan seputar penggunaan nilai wajar
diubah. Bank diizinkan menggunakan penilaian mereka sendiri untuk menilai aset, bukan nilai pasar yang ketat.
Hal ini dilakukan atas dasar bahwa gejolak di pasar keuangan telah membuat nilai wajar tidak dapat
diandalkan. Penulis menggambar hubungan paralel antara situasi di tahun 2009 dan keadaan di Jepang pada
tahun 1990an ketika krisis keuangan Asia mempengaruhi nilai aset di negara tersebut. Penulis percaya bahwa
upaya untuk memungkinkan bank untuk menghindari pengakuan penurunan nilai aset dalam keadaan yang
benar-benar memperpanjang resesi. Penulis tampaknya berpendapat bahwa nilai wajar menyampaikan
kenyataan lebih baik daripada bentuk pengukuran akuntansi lainnya - nilai aset telah turun, akuntansi nilai
wajar mengakui kenyataan ini dan menyampaikan informasi tersebut melalui laporan keuangan ke sistem
keuangan yang lebih luas.
b. Bank berdebat mendukung nilai aset yang stabil, seperti biaya historis, atau nilai yang dihasilkan oleh sistem
penilaian lain. Nilai stabil tidak memungkinkan fluktuasi pasar sementara berdampak pada keputusan nyata,
seperti meminjam uang dan membeli properti. Para lawannya berpendapat bahwa nilai pasar adalah informasi
dan karena itu, berguna bagi pengambil keputusan. Jika seseorang ingin memberi pinjaman kepada
perusahaan, mereka masih dapat membuat keputusan pemberian pinjaman karena mengetahui bahwa nilai
pasar saat ini rendah. Masalahnya, peraturan pemberian pinjaman membuat bank sulit melakukannya,
sehingga keputusan penilaian dan pemberian pinjaman tidak dapat dipisahkan.
Question 8
Is it important to harmonise both accounting and auditing standards around
the world? Why?
IASB dan IAASB adalah badan terpisah dengan pengaruh yang berbeda,
walaupun pada akhirnya keduanya tertarik dengan kualitas laporan keuangan.
Sejauh standar auditing di seluruh dunia secara berbeda menekankan
kepatuhan terhadap peraturan dalam standar akuntansi dan penyajian
pandangan yang benar dan adil, akan ada perbedaan pendekatan oleh
auditor terhadap audit laporan keuangan. Oleh karena itu, ada beberapa
kesulitan dalam memiliki seperangkat standar auditing yang bersatu ketika
ada seperangkat standar akuntansi terpadu yang diharapkan oleh para
penghalang standar akan ditafsirkan dengan cara yang serupa di seluruh
dunia.
Standar auditing yang harmonis akan melengkapi standar akuntansi yang
harmonis, dan IAASB dan IASB saat ini bekerja sama dalam pendekatan yang
sama.
Pandangan alternatif adalah bahwa satu set standar auditing akan
menghadapi kesulitan yang sama dengan satu set standar akuntansi, yaitu
kemungkinan akan didominasi oleh kelompok kepentingan tertentu, dan
tidak akan ada persaingan untuk menemukan standar terbaik.
Question 10
Why do companies issue sustainability reports?
Perusahaan sering mengaku termotivasi oleh kepedulian terhadap lingkungan dan
kualitas interaksinya dengan berbagai bagian masyarakat, dan menggunakan pelaporan
keberlanjutan untuk mengkomunikasikan keprihatinan, aktivitas, dan kemajuan mereka.
Yang lain berpendapat bahwa pelaporan keberlanjutan merupakan perpanjangan dari
departemen hubungan masyarakat dan upaya untuk menghindari sanksi. Sebagai contoh,
adalah mungkin untuk melihat pelaporan keberlanjutan sebagai upaya untuk
meminimalkan biaya politik. Biaya politik adalah biaya yang dikeluarkan oleh entitas
untuk memenuhi persyaratan atau batasan pemerintah atau organisasi lainnya. Misalnya,
pelaporan keberlanjutan dapat meyakinkan pemangku kepentingan bahwa perusahaan
pertambangan melakukan semua hal yang mungkin dilakukan untuk meminimalkan
potensi dampak buruk dari operasinya terhadap lingkungan setempat. Laporan tersebut
dapat mencakup data tentang penanaman pohon untuk mengimbangi kegiatan
penambangannya, dan upayanya untuk menyediakan pendidikan bagi anak-anak
masyarakat setempat. Ini bisa digunakan untuk meyakinkan pemerintah yang
bersangkutan agar tidak menerapkan undang-undang baru di bidang ini.
Perusahaan lain dapat menghasilkan laporan keberlanjutan untuk mengkomunikasikan
informasi lebih luas yang telah diberikan kepada instansi terkait mengenai emisi gas
rumah kaca. Ada biaya marjinal yang rendah untuk membuat informasi ini tersedia dan
manfaat yang lebih besar dari menyampaikan informasi yang lebih lengkap kepada
pemangku kepentingan yang tertarik.
Question 12
Why has the practice of sustainability reporting (and assurance) varied
around the world?
Beberapa negara memiliki undang-undang yang mendorong pelaporan
keberlanjutan. Misalnya, jika negara tersebut memerlukan informasi tertentu
untuk diberikan kepada pemerintah dan kemungkinan informasi ini akan
dipublikasikan, perusahaan-perusahaan di negara tersebut dapat lebih
cenderung mempublikasikan informasi tersebut dalam laporan keberlanjutan
sehingga mereka dapat mengendalikan perilisiannya dan memperoleh
manfaat dari kepatuhan mereka.
Beberapa negara memiliki lingkungan politik yang mendorong atau
menghambat diskusi mengenai masalah keberlanjutan. Faktor yang relevan
termasuk sikap terhadap penggunaan sumber daya alam perusahaan swasta,
hak masyarakat untuk mengetahui informasi tertentu tentang perusahaan-
perusahaan dalam ekonomi, progres menuju skema perdagangan emisi, dan
lain-lain.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah promosi jenis pelaporan ini oleh
profesi akuntansi dan pihak lain yang berkepentingan di negara tersebut.
Question 14
What is the Carbon Disclosure Project? Who would use the
information provided by the Carbon Disclosure Project? Why?
Materi di situs CDP mengklaim bahwa organisasi ini adalah
organisasi non-profit independen yang mengumpulkan database
informasi perubahan iklim perusahaan (yang terbesar di dunia).
CDP mengirimkan permintaan ke perusahaan terpilih untuk
informasi perubahan iklim. Partisipasi perusahaan bersifat
sukarela. Informasi tersedia di web CDP dan tersedia bagi semua
pihak yang berkepentingan. Pengguna utamanya adalah investor
institusi, organisasi yang melakukan pembelian dan badan
pemerintah.
Selain memberikan informasi, tindakan CDP mendorong
organisasi untuk 'mengukur, mengelola dan mengurangi emisi
dan dampak perubahan iklim'. Hal ini memberikan fokus untuk
'dialog berkelanjutan' antara investor institusi dan manajemen
perusahaan senior mengenai perubahan iklim.
Question 16
What is water accounting? Why would we want to account for
water?
Diskusi harus berpusat di seputar mendefinisikan akuntansi air dan
menganalisis alasan untuk menghitung air. Pemerintah telah
mengusulkan pengembangan akuntansi air untuk membantu entitas
yang memiliki kontrol atas air untuk melaksanakan tugas
pertanggungjawaban entitas mereka, dan untuk membantu
pengelolaan sumber daya air.
Question 18
What attributes of water could be measured? Who would use
information about these water attributes? What decisions would
they be making?
Kerangka Konseptual Akuntansi Air mengacu pada proses
'kuantifikasi', bukan pengukuran. Kerangka ini mengakui bahwa ada
berbagai atribut air yang dapat diukur - ini mencakup volume, kadar
garam atau nilai moneter. Diskusi harus berfokus pada atribut apa
yang berguna bagi pengguna informasi yang berbeda. Misalnya,
apakah berguna untuk mengetahui bahwa ada sejumlah besar air
tanpa mengetahui apakah terlalu asin untuk dikonsumsi manusia?
Kapan pengguna lebih tertarik pada nilai uang air?