Anda di halaman 1dari 35

PR RESPONSI

(VITAMIN B, HERNIASI, EDEMA OTAK)


Pembimbing:
dr. Usman G. Rangkuti, Sp. S

Oleh
Shinta Madyaning Wuri 132011101023
Laras Prasasti 132011101033
Andyn Robioleny Saparin 132011101040
VITAMIN B
Vitamin B
Neurotropik berperan dalam memelihara
dan regenerasi sistem saraf.

Vitamin B1 (Thiamine)

Vitamin B6 (Pyridoxine)

Vitamin B12 (Cobalamin)


Vitamin B
VITAMIN SISTEM SARAF

B1 Menyediakan energi untuk neuron


Memelihara selubung mielin
Sintesis neurotransmitter (asetilkolin,asam amino)

B6 Sintesis neurotrasmitter ( epinefrin, norepinefrin,


dopamin,serotonin, glisin, GABA )

B12 Regenerasi dan maturasi sistem saraf


Metabolisme neuron
Pembentukan/remielinasi selubung mielin
Sumber Vitamin B Kompleks

Winter,2016
HERNIASI OTAK
Definisi
Herniasi otak pergeseran jaringan otak,cairan
serobro spinal, dan pembuluh darah dari
tempatnya berpindah atau tertekan dari posisi
awalnya di dalam tulang tengkorak.
ETIOLOGI

Brain oedema
Haematoma
Stroke
Tumour
Infection
Jenis Herniasi
Supratentorial Infratentorial
Uncal (transtentorial) Upward

Central Tonsillar

Cingulate
(subfalcine/transfaolcine)

Transcalvarial

Tectal
Macam-macam herniasi otak
HERNIASI SUPRATENTORIAL
Supratentorial
Uncal (transtentorial)
Central
Cingulate (subfalcine/transfaolcine)
Transcalvarial
Tectal
Herniasi Tentorial Lateral (Uncal)
Definisi: uncus lobus temporalis dan hipokampus bergeser ke
medial ke arah tepi tentorial dan batang otak.

Uncus bagian medial lobus temporal


Etiologi: lasi supratentorial lateral (seringkali akibat hematoma post
trauma yang meluas secara cepat).
Gambaran klinis:
Dilatasi pupil ipsilateral, refleks negatif (tanda paling awal, dan
paling terpercaya), kelumpuhan gerak bola mata (penekanan
pada N III)
Penurunan tingkat kesadaran (penekanan mesencephalon)
Hemip\paresiskontralateral.
Herniasi Tentorial Lateral (Uncal)
Beberapa kasus Kernohans
notch: kompresi pedunculus serebri
(mesencephali) kontralateral karena
pergeseran otak hemiplegia
ipsilateral (bisa mengakibatkan
kesalahan menentuan letak lesi).
Bila berlanjut gangguan batang
otak sebagai disfungsi rostro-kaudal
dari pons dan medulla oblongata
seperti pada herniasi sentral.
Herniasi Subfalcine (Cingulate)

Definisi: herniasi otak yang meluas di


bawah falx cerebri
Gambaran kliniis
Pergeseran septum peucidum
Menghilangnya kornu anterior venrikel
lateral
Kompresi ACA
Gejala klinis
Nyeri kepala
Kelemahan kaki kontralateral
Herniasi Tentorial Central (Axial)

Definisi: Pergeseran otak


(diencephalon dan mesencephalon)
ke kaudal melalui incisura trans
tentorial

Etiologi: lesi supratentorial midline,


pembengkakan cerebral yang difus,
herniasi uncal tahap lanjut.
Gambaran klinis:
Deteriorasi mulai dari rostral ke caudal ( kegagalan
diencephalon sampai medulla oblongata secara berurutan).
Penurunan tingkat kesadaran ( penekanan mesencephalon).
Gangguan pergerakan bola mata gangguan gerakan ke
atas (sunset eyes)
Perdarahan batang otak akibat robekan vasa perforantes
arteri basilaris.
Diabetes insipidus (akibat penarikan tangkai hipofisis dan
hypothalamus) tanda stadium akhir.
Herniasi Transcalvarial
Pada herniasi transcalvarial juga disebut
"herniasi eksternal", mungkin terjadi selama
kraniotomi
HERNIASI INFRATENTORIAL
Infratentorial
Upward
Tonsillar
Herniasi Tonsil (Coning)
Definisi: tonsil cerebelli herniasi melalui
foramen magnum (disebut juga herniasi
foramen magnum)
Etiologi: lesi infra tentorial, atau terjadi
setelah adanya herniasi tentorial central
Gambaran klinis:
Kompresi pusat kardiovaskuler
dan respirasi di medulla
oblongata (fatal)
Dapat diakibatkan oleh LP
(lumbar punction) pada pasien
dengan SOL (space occupying
lesion) (umumnya di fossa
posterior basis cranii)
Herniasi ke atas (Upward)
Definisi: heniasi vermis cerebelli melalui incisura tentorii,
dan menekan mesencephalon.
Etiologi: massa yang besar di fossa posterior basis cranii
sehingga menyebabkan herniasi serebellum ke arah
rostral, sering kali setelah VP (ventriculo-peritoneal)
shunting
Gambaran klinis:
Kompresi arteri cerebelli superior infark
cerebelli
Kompresi aqueductus cerebri (mesencephali)
hydrocephalus
EDEMA OTAK
Adalah penumpukan cairan abnormal dalam jaringan
otak yang menyebabkan penambahan volume otak.
Macam edema otak:
1. Edema vasogenik (osmotik)
2. Edema sitotoksik
3. Edema interstitial (hidrostatik)
1. Edema vasogenik (osmotik)

Merupakan hasil peningkatan permeabilitas sawar darah otak


terhadap unsur-unsur dalam serum. Perkembangan edema
vasogenik merefleksikan kerusakan sel endotel yang
membentuk sawar darah otak. Edema tipe ini terjadi jika ada
kerusakan sawar darah otak (SDO).
pembuluh darah kapiler susunan saraf pusat, area sawar darah otak
kebocoran SDO peningkatan tekanan osmotik dan
cairan ke luar dari pembuluh darah dan kemudian
masuk ke dalam kompartemen ekstraselular.
Cairan intravaskular ini keluar melalui endotel dengan
mekanisme pinositosis dan atau tight junction yang
bocor.
Kebocoran SDO dapat terjadi karena beberapa
keadaan seperti cedera kepala, tumor, infeksi,
perdarahan intraserebri, dan inflamasi. Oleh karena
itu, edema vasogenik sangat berhubungan dengan
peningkatan kadar cairan otak, pembengkakan
jaringan otak, dan peningkatan TIK.
2. Edema sitotoksik

Merupakan pembengkakan elemen sel otak (neuron, glia, dan sel endotel)
akibat kegagalan metabolisme energi seluler. Terjadi akumulasi cairan
intraseluler substansia grisea. Edema seperti ini sering terjadi pada stroke.
Edema sitotoksik berhubungan dengan kegagalan pompa Na/K ATP-
dependent yang berhubungan dengan energi.
Kegagalan asupan energi jaringan otak iskemia memengaruhi kinerja
pompa Na/K ATP-dependent terganggunya pertukaran ion intrasel dan
ekstrasel osmolalitas intrasel meningkat dan cairan akan masuk ke
dalam sel gangguan intrasel. Oleh karena itu, edema sitotoksik disebut
juga edema ionik.
Pada keadaan tertentu, bila cairan yang terakumulasi sangat banyak, dapat
terjadi ruptur membran sel dan cairan keluar ke kompartemen
ekstraselular.
Kedua tipe edema,
yaitu vasogenik dan
sitotoksik
mengakibatkan
peningkatan TIK, dan
penurunan tekanan
perfusi serebral
(TPS), dan pada
akhirnya menimbulkan
iskemia jaringan
3. Edema interstitial (hidrostatik)
Terjadi karena gangguan absorbsi, maupun obstruksi
aliran likuor.
Edema ini terjadi pada hidrosefalus obstruksi yang
meningkatkan aliran cairan serebrospinal
transependimal. Terjadi peningkatan natrium dan air
dalam substansia alba periventrikuler dengan
perpindahan cairan serebrospinal melewati
epitelium ventrikuler.
Tatalaksana edema otak
Tujuan penatalaksanaan edema serebri adalah
menjaga aliran darah otak (ADO) regional dan global
untuk memenuhi kebutuhan metabolisme otak dan
mencegah cedera sekunder dari iskemia serebri.
Treatment of brain edema has not kept up with the
advances in understanding of the mechanism
producing the edema
1. Osmotherapy
Manitol 0,5-1 g/kgBB. Manitol dapat digunakan
dalam bentuk infus kontinyu atau secara bolus
berulang. Pemberian secara bolus lebih efektif
dibanding infus kontinyu.
Manitol dapat menurunkan tekanan intrakranial
melalui mekanisme yaitu menurunkan tekanan
intrakranial dengan mengurangi viskositas darah,
mengurangi diameter pembuluh dan melalui
mekanisme osmotik, yang terjadi lebih lambat (1530
menit), berhubungan dengan pergerakan gradual
kandungan air dari parenkim ke sirkulasi darah.
2. Diuretics
Furosemide ( 0.7 mg /kg )

3. Corticosteroids
- Inj Dexamethasone 4-6 mg IM every 4-6 hours.
- Corticosteroids efektif menurunkan TIK pada edema
vasogenik karena efeknya pada pembuluh darah. Dan tidak
direkomendasikan pada edema sitotoksik, misalnya pada
stroke

4. Controlled hyperventilation It is important to monitor the


effects of ventilation carefully by blood gas analysis and chest
radiograph. The pCO2should not be reduced below 25 mm Hg.
At this point vasoconstrictor effect of hypocarbia itself will
cause hypoxia and ischaemic cell damage.

5. pembedahan
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai