Anda di halaman 1dari 31

PENGOLAHAN DATA

Oleh:
Mohammad Abdullah, SKM, MQIH
Langkah-Langkah Pengolahan Data:
Editing
upaya utk memeriksa kuesioner yg masuk tentang: bisa tidaknya
dibaca, apakah semua pertanyaan tlh terjawab, ada tidaknya
ketidakserasian, maupun ada tidaknya kesalahan lain.
Coding (pengkodean)
Bila digunakan software statistik, semua data (meskipun data
kualitatif) harus dijadikan angka sebagai pengkodean.
Misalnya: 1 = laki-laki, 2 = perempuan.
Pemindahan Data
Agar dapat diolah, data harus dipindahkan dari kuesioner ke
alat pengolah data (software)
Tabulasi
Data perlu dibuatkan tabel agar mudah dianalisa.
PENYAJIAN DATA
Ada 3 Bentuk Penyajian Data

Dalam bentuk Tulisan


Dalam bentuk Tabel
Dalam bentuk Grafik
Penyajian Data dlm bentuk Tulisan
Menggunakan rangkaian kalimat
Tdk banyak gambaran statistik yang dapat
diberikan
Tidak dapat memberikan gambaran yg tepat
mengenai perbandingan antar situasi dan
perkembangan keadaan

Dimanakah anda sering menjumpai jenis


penyajian data ini?
Penyajian Data dlm Bentuk Tabel
Ada 2 Jenis Tabel:
1. Tabel Distribusi Frekuensi
menggambarkan frekuensi suatu kejadian/
peristiwa baik dalam bentuk angka absolut maupun
angka relatif. Tabel hanya memuat satu variabel.
2. Tabel Silang
Tabel tersebut memuat lebih dari satu variabel.
Menggambarkan hubungan antara lebih dari satu
variabel.
Bentuk Umum Tabel
Judul Tabel

BOX HEAD

STUB BODY

Catatan Kaki atau Catatan sumber


Tabel Distribusi Frekuensi pada Data
Kualitatif
Status Pendidikan Ibu Hamil di Desa X
Pada Tahun 2009
STATUS PENDIDIKAN JUMLAH PERSEN (%)
Tidak Tamat SD 23 11,5
Tamat SD 80 40,0
Tamat SMP Sederajat 45 22,5
Tamat SMA Sederajat 34 17,0
Tamat Diploma 12 6,0
Tamat Sarjana (S1) 5 2,5
Tamat S2 atau S3 1 0,5
TOTAL 200 100

Sumber: Data Dasar Demografi Desa X


Tabel Silang
Data Status Gizi Anak Menurut Tingkat Pendidikan Ibu
di Desa X tahun 2009

STATUS GIZI ANAK


STATUS PENDIDIKAN IBU GIZI BAIK GIZI KURANG GIZI BURUK JUMLAH
Tidak Tamat SD 5 15 30 50
(10%) (30%) (60%) (100%)
Tamat SD Sederajat 10 15 25 50
(20%) (30%) (50%) (100%)
Tamat SMP Sederjat 20 10 20 50
(40%) (20%) (40%) (100%)
Tamat SMA Sederajat 35 10 5 50
(70%) (20%) (10%) (100%)
Perguruan Tinggi 35 10 5 50
(70%) (20%) (10%) (100%)
105 60 85 250
TOTAL (42%) (24%) (34%) (100%)
Sumber: Data Dasar Demografi Desa X
Tabel Distribusi Frekuensi pd Data Kuantitatif
(Skala Interval/Ratio)
Hasil Ujian Statistik Mahasiswa X tahun 2009

79 49 48 74 81 96 87 80 80 84
90 70 91 93 82 78 70 71 92 38
56 81 74 73 68 72 85 51 65 93
83 86 90 35 83 73 74 43 86 88
Prosedur membuat tabel Distribusi Frekuensi
1. Tentukan rentang
Rentang = data terbesar data terkecil
Rentang = 96 35
= 61
2. Tentukan Banyaknya Kelas Interval
Untuk itu biasanya dipakai aturan sturges (bila
jumlah data besar)
Banyak kelas = 1 + (3,3) log n
= 1 + (3,3) log 40
= 1 + 3,3 X 1,602
= 6,29 sama dengan 6 atau 7 kelas
3. Tentukan panjang kelas interval (P)
P = rentang / banyak kelas
Jika misalnya banyak kelas = 7, maka:
P = 61/7 = 8,71
jadi panjang kelas interval = 8 atau 9
misalnya : panjang kelas = 9
4. Pilih ujung bawah Kelas Interval
untuk itu bisa dipakai data terkecil atau angka yang
lebih kecil dari data terkecil.
Bila panjang kelas interval = 9 dengan banyak
kelas = 7, maka kelas interval adalah :

KELAS INTERVAL TALLY FREKUENSI


35 43 III 3
44 52 III 3
53 61 I 1
62 70 IIII 4
71 79 IIII IIII 9
80 88 IIII IIII III 13
89 97 IIII III 7
JUMLAH 40
KELAS INTERVAL FREKUENSI
35 43 3
44 52 3
53 61 1
62 70 4
71 79 9
80 88 13
89 97 7
JUMLAH 40

Ujung bawah kelas interval yang pertama = 35


Ujung atas kelas interval yang pertama = 43
Panjang kelas interval =9
Banyaknya Kelas Interval =7
Batas bawah kelas interval pertama = 34,5
Tanda kelas interval pertama = (35 + 43)/2 = 39
FREKUENSI DAN FREKUENSI RELATIF
KELAS INTERVAL FREKUENSI FREKUENSI RELATIF
NILAI UJIAN
35 43 3 7,5
44 52 3 7,5
53 61 1 2,5
62 70 4 10,0
71 79 9 22,5
80 88 13 32,5
89 97 7 17,5
JUMLAH 40 100
DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF

Distribusi Frekuensi Distribusi Frekuensi


Kumulatif Kurang Dari Kumulatif lebih Dari
NILAI UJIAN FREK. NILAI UJIAN FREKUENSI
KUMULATIF KUMULATIF
Kurang dari 35 0 35 atau lebih 40
Kurang dari 44 3 44 atau lebih 37
Kurang dari 53 6 53 atau lebih 34
Kurang dari 62 7 62 atau lebih 33
Kurang dari 71 11 71 atau lebih 29
Kurang dari 80 20 80 atau lebih 20
Kurang dari 89 33 89 atau lebih 7
Kurang dari 98 40 98 atau lebih 0
Histogram dan Poligon Frekuensi
DIAGRAM/GRAFIK
Macam-Macam Grafik/Diagram
Diagram Batang
Histogram
Diagram Garis
Diagram Lingkaran/Pie
Diagram Gambar
Diagram Peta
Diagram Tebar (Plot Scatter)
Diagram Batang
Dipakai pada Data berskala Nominal dan Ordinal
Fungsi: Untuk menggambarkan frekuensi menurut
kategori yang berbeda

Data Penderita DBD Menurut Desa


Di Wilayah Puskesmas Narotama
6
5
5
4
4
3
3
2
2
1
0
Sukadana Dasan Arca Kutilang Matraman
Jenis Diagram Batang (Bar Chart)
1. Clustered Bar Chart
Membandingkan nilai antar kategori dengan
melihat batang secara mendatar
digunakan bila urutan kategori tidak penting
2. Stacked Bar Chart
Membandingkan kontribusi masing-masing nilai terhadap
total antar kategori dengan memperhatikan batang
secara vertikal
Digunakan untuk memberikan tekanan perhatian
terhadap perubahan masing-masing nilai terhadap total
menurut urutan (waktu)
Clustered Bar Chart
Jumlah Kematian ibu menurut Penyebab di Kec. X
Dalam 3 tahun terakhir
14

12
12

10
10

8 8
8
perdarahan
6 eklampsia
6
5 infeksi

4
3
2 2
2

0
2007 2008 2009
Stacked Bar Chart
Jumlah Kematian Ibu menurut Penyebab di Kec. X.
dalam 3 tahun terakhir
25

20
2 3

15 6
2 8 infeksi
eklampsia
10 5
perdarahan

12
5 10
8

2007 2008 2009


Histogram
Digunakan pada data berskala interval atau
ratio
Diagram Garis
Digunakan untuk menggambarkan trend (perkembangan
kejadian) dari waktu ke waktu (menurut kronologi waktu)

Data Kasus DBD di Puskesmas Narotama


(Juli Tahun 2007 - Juni 2008)
30
25
25
20
20
15
15 13

10
7
5
5
2 3
0 0 0 1
0
Diagram Lingkaran/Pie
Digunakan untuk menggambarkan proporsi
(kontribusi bagian dari keseluruhan)
Jumlah Kematian Ibu Menurut Penyebab Kematian
di Kabupaten X tahun 2009

3 11
Perdarahan
Eklampsia/Pre eklampsia
Partus Kasep
Infeksi
Lain-lain

4
Jumlah Kematian Ibu Menurut Penyebab Kematian
di Kabupaten X tahun 2009

12.50

9.38 34.38
Perdarahan
Eklampsia/Pre eklampsia
Partus Kasep
Infeksi
Lain-lain
18.75

12.50
Diagram Peta (Spot Map)
Digunakan untuk menggambarkan lokasi (kantong
kantong masalah)
Diagram Tebar (Plot Scatter)
Digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel
(melihat korelasi)
Hubungan antara Nilai Matematika pada saat di SMA dengan Nilai
Biostatistik Mahasiswa di UNW Nilai Biostatistik
120

100
Nilai Biostatistik

80

Hubungan antara Nilai


60
Matematika pada saat di SMA
dengan Nilai Biostatistik
40 Mahasiswa di UNW Nilai
Biostatistik

20

0
0 20 40 60 80 100 120

Nilai matematika
Diagram Gambar