Anda di halaman 1dari 25

Presentasi Kasus

Otomikosis
Pembimbing: dr Daniel Sp.THT-KL

Oleh : frans yauwena (2008-061-109)


Identitas
Nama : Nn. S
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur: 21 tahun
Pekerjaan: Hairstylish
Agama: Katolik
Alamat: Kemanggisan
Anamnesis
Keluhan Utama:gatal pada telinga
Riwayat Penyakit:
Telinga terasa penuh sejak 1 minggu SMRS dan gatal,
pasien membersihkan telinga dengan cotton bud
tetapi malah berdarah. Gangguan pendengaran
disangkal, berdengung disangkal, sakit pada
telinga(+), keluar cairan disangkal, pusing berputar
disangkal, demam disangkal, batuk dan pilek
disangkal, riwayat minum antibiotik jangka panjang
disangkal.
Pemeriksaan Fisik
Telinga
Daun telinga tidak ada kelainan
Daerah retroaurikular tidak ada kelainan
Liang telinga terdapat granula putih tersebar pada liang
telinga, hiperemis (ka)
Membran timpani intak/intak
Tes penala tidak dilakukan
Tes berbisik tidak dilakukan
Hidung
Septum nasi titengah, konka eutrofi, tidak hiperemis, sekret
(-)/(-)
Pemeriksaan Fisik
Mulut
Dalam batas normal (pseudomembran-, faring tidak
hiperemis, tonsil T1/T1 tidak hiperemis)
Gigi geligi
Baik, tidak ada karies
Kelenjar Limf Leher
Tidak teraba membesar
Diagnosis
Otomikosis
Penatalaksanaan
Larutan asam asetat 2-5 % dalam alkohol yang
diteteskan kedalam liang telinga.
OTOMIKOSIS
DEFINISI
Otomikosis ( dikenal juga dengan Singapore Ear ),
adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur,
atau infeksi jamur, yang superficial pada kanalis
auditorius eksternus
(Otomycosis, available from www.wikipedia.com, last update on June 1, 2009)
EPIDEMIOLOGI
prevalensi 9 % dari pasien yang mengalami gejala dan
tanda otitis eksterna
terjadi pada dewasa, jarang pada anak-anak
sering pada remaja laki-laki
banyak pada wanita ( terutama ibu rumah tangga )
daripada pria (Ali Zarei, 2006)
ETIOLOGI
Aspergillus niger (90%)
A. flavus
A. fumigatus
Allescheria boydii
Scopulariopsis
Penicillium
Rhizopus
Absidia
Candida Spp
(Ashish Kumar.(2005). Fungal Spectrum in Otomycosis Patients. JK
Sciences, 7 (3)152-155)
FAKTOR PREDISPOSISI
Serumen (-)
kelembaban
Temperature
trauma lokal (cotton bud)
Imunosupresi
Olahraga air
eksema
rhinitis allergika
Asthma
(Fungal Ear Infection. available from www.patient.co.uk last update on
June 22,2008)
GEJALA KLINIS
otalgia
otorrhea
gangguan pendengaran
rasa penuh pada telinga
Gatal (khas)
(Tang Ho, Jeffrey T Vrabec, Donald Yoo, Newton J Coker. (2006).
Otomycosis : Clinical features and treatment implications. The
Journal of Otolaryngology-Head and neck Surgery, 135,787-791)
PEMERIKSAAN FISIK
liang telinga berwarna merah ditutupi oleh skuama
akumulasi debris fibrin yang tebal,
hifa berfilamen berwana putih dan panjang
Terkadang otomikosis ini dapat menyebabkan
perforasi pada membran timpani
(Fungal Ear Infection. available from www.patient.co.uk last update on
June 22,2008.)
DIAGNOSIS
Anamnesis
nyeri di dalam telinga,
rasa gatal,
adanya secret yang keluar dari telinga
Pemeriksaan Fisik
akumulasi debris fibrin yang tebal,
hifa berfilamen berwana putih dan panjang
DIAGNOSIS
Pemeriksaan Laboratorium
Preparat Langsung
skuama dari kerokan kulit liang telinga diperiksa dengan KOH 10 %
tampak hifa-hifa lebar, berseptum

kadang-kadang ditemukan spora-spora kecil dengan diameter 2-3 um

Pembiakan
Skuama dibiakkan pada media Agar Saboraud pada suhu kamar.
Koloni berupa koloni filament berwarna putih (1mgg).

Mikroskopis tampak hifa-hifa lebar dan pada ujung-ujung hifa

ditemukan sterigma dan spora berjejer melekat pada permukaannya


(Trelia Boel. (2003).Mikosis Superfisial.Retrieved from USU digital Library)
DIAGNOSIS BANDING
otitis eksterna oleh bakteri
dermatitis pada liang telinga
PENATALAKSANAAN
Larutan asam asetat 2-5 % dalam alkohol yang
diteteskan kedalam liang telinga
Tetes telinga seperti VoSol (asam asetat nonakueus 2
%), Cresylate (m-kresil asetat ) dan Otic Domeboro
( asam asetat 2 %)
(Arif Mansjoer, Kuspuji Triyanti, Rakhmi Savitri,dkk. (2001).
Otomikosis.Kapita Selekta Kedokteran ,Jakarta: Media Aesculapius, 3
(1),75)
PENATALAKSANAAN (2)
Larutan timol 2 % dalam spiritus dilutes ( alkohol 70
% ) atau larutan burrowi 5 % satu atau dua tetes.
Neosporin dan larutan gentian violet 1-2 %
(Fungal Ear Infection. available from www.patient.co.uk last update on
June 22,2008.)
PENATALAKSANAAN (3)
Akhir-akhir ini yang sering dipakai adalah fungisida
topikal spesifik, seperti preparat yang mengandung
nystatin , ketokonazole, klotrimazole, dan anti jamur
yang diberikan secara sistemik
(George L Adams, Lawrence R Boies, Peter A Higler.
(1997).Otomikosis.Buku Ajar Penyakit THT.Jakarta: PT.EGC,85.)
KOMPLIKASI
Perforasi membran timpani
nekrosis avaskular dari membran timpani sebagai akibat
dari trombosis pada pembuluh darah
otitis media serosa
PROGNOSIS
Umumnya baik bila diobati dengan pengobatan yang
adekuat
resiko kekambuhan sangat tinggi, jika faktor yang
menyebabkan infeksi sebenarnya tidak dikoreksi
DAFTAR PUSTAKA
Tang Ho, Jeffrey T Vrabec, Donald Yoo, Newton J Coker. (2006). Otomycosis :
Clinical features and treatment implications. The Journal of Otolaryngology-
Head and neck Surgery, 135,787-791.
Rusmarjono, Kartosoediro S. Odinofagi. Dalam : Soepardi E, Iskandar N (eds).
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga - Hidung Tenggorok Kepala Leher.
Jakarta : FK UI. 2001. h. 9-15.
Otomycosis, available from www.wikipedia.com, last update on June 1, 2009.
Fungal Ear Infection. available from www.patient.co.uk last update on June
22,2008.
Ali Zarei Mahmoudabadi. (2006). Mycological Studies in 15 Cases of
Otomycosis. Pakistan Journal of Medical Sciences, 22 (4 ),486-488
Ashish Kumar.(2005). Fungal Spectrum in Otomycosis Patients. JK Sciences, 7
(3)152-155.
Jack L Pulec, & Christian Deguine. (2002). Otomycosis. Ear, Nose & Throat
Journal, 81(6), 370. Retrieved July 6, 2009, from ProQuest Medical Library.
(Document ID: 683078111).
Arif Mansjoer, Kuspuji Triyanti, Rakhmi Savitri,dkk. (2001). Otomikosis.Kapita
Selekta Kedokteran ,Jakarta: Media Aesculapius, 3 ( 1),75.
George L Adams, Lawrence R Boies, Peter A Higler.(1997).Otomikosis.Buku
Ajar Penyakit THT.Jakarta: PT.EGC,85.