Anda di halaman 1dari 34

JOURNAL READING

IS INTRATYMPANIC
DEXAMATHASONE INJETION
EFFECTIVE FOR THE TREATMENT OF
IDIOPATHIC SUDDEN
SENSORINEURAL HEARING LOSS?
Disusun Oleh: Nathania Christy Wiguna ( 2015 061- 062 )

Pembimbing : dr. Kot Noordhianta Sp.THT-KL, M.Kes


Abstrak

Latar belakang dan Objektif : Tujuan dari penelitian ini adalah


untuk melihat apakah penggunaan steroid intratimpani (IT)
efektif untuk dijadikan terapi inisial pada sudden sensorineural
hearing loss ( SSNHL )
Subjek dan Metode : Studi restrospektif dengan yang termasuk
didalamnya 122 pasien dengan SSNHL. Pertama tama, pasien
dibagi menjadi 3 kelompok menurut terapi inisial nya yaitu:
steroid IT, steroid sistemik, dan kombinasi ( sistemik dan IT ).
Kedua, berdasarkan terapi tambahan pada SSNHL yang sulit
disembuhkan, pasien dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: steroid
IT dan kontrol ( non IT steroid). 58 pasien yang tidak respon
terhadap terapi inisial dimasukkan kedalam analisis kedua.
Pemeriksaan fungsi pendengaran dilakukan sebelum
mendapatkan terapi dan 2 minggu, 4 minggu, dan 3 bulan
setelah mendapatkan terapi. Fungsi pendengaran dikatakan
mengalami perbaikan jika ada peningkatan > 15 dB dan
penilaian final dari fungsi pendengaran 25 45 dB pada
audiogram.
Hasil : Perbandingan dari hasil audiogram diantara
ketiga kelompok tidak menunjukkan perbedaan
yang signifikan. Tidak ada perbedaan tingkat
kesembuhan pada 2 dan 4 minggu setelah terapi.
Analisis terapi tambahan yaitu IT steroid maupun
kontrol ( non IT steroid ) dinilai efektif untuk terapi
SSNHL yang refrakter.
Kesimpulan : terapi inisial untuk SSNHL dengan
steroid IT dinilai sama efektifnya dengan pemberian
steroid sistemik saja maupun campuran. Dan
pemberian IT steroid sebagai terapi tambahan untuk
SSNHL yang refrakter tidak memberikan manfaat
yang lebih.
Introduksi
Sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) adalah
penurunan pendengaran lebih dari 30 dB pada minimal 3
frekuensi, yang terjadi dalam waktu 3 hari.
5 sampai 20 insiden per 100000 pasien setiap tahun nya.
Kontroversi tentang terapi terhadap SSNHL, dan sudah
banyak terapi yang di uji coba tanpa standar protocol
yang telah disetujui secara universal.
Sekarang steroid sistemik lah yang terbukti efektif. Tingkat
kesembuhan pada pasien yang tidak mendapatkan terapi
( dalam waktu 3 minggu setelah onset ) berkisar antara 32
65%. Pada beberapa studi dapatkan tingkat kesembuhan
yang mendapatkan terapi steroid sistemik meningkat
menjadi 49 89%.
Steroid sistemik efek samping steroid IT toksisitas menurun
SSNHL refrakter = tidak respon terhadap pemberian sistemik steroid.
Hasil yang dinilai lebih baik dan menjajikan, para dokter mulai
memakai steroid IT sebagai terapi lini pertama terhadap pasien yang
kontraindikasi terhadap steroid sistemik.
tingkat keberhasilan terapi steroid masih kontroversial tidak ada
protokol tetap.
Tujuan : mengindentifikasi perbaikan fungsi pendengaran sebagai
hasil dari terapi steroid IT pada SSNHL yang terjadi pertama kali dan
SSNHL refrakter.
Subjek dan Metode
Kriteria Inklusi untuk terapi inisial :
SSNHL minimal 30 dB atau lebih pada 3 atau lebih frekuensi
kehilangan pendengaran unilateral
belum mendapatkan terapi apapun sebelumnya
tidak ditemukan etiologi yang menyebabkan heaing loss
tidak ada riwayat penyakit pada telinga pada telinga yang
terkena
memulai terapi lini pertama dalam waktu 30 hari setelah onset
kemampuan untuk melakukan terapi sampai selesai di klinik
Kriteria inklusi untuk terapi tambahan sama dengan diatas,
namun ada beberapa tambahan antara lain
tidak didapatkan perbaikan atau perbaikan kurang dari 15dB
pada pure tone audiometry (PTA) dalam waktu 28 hari setelah
pemberian terapi inisial steroid
Subjek dan Metode
Didapatkan 122 pasien dengan SSNHL yang masuk ke dalam
kriteria inklusi terhadap terapi inisial.
Pasien dibagi menjadi 3 kelompok:
steroid IT saja : dekametason 5 mg/mL 2 kali seminggu selama 2
minggu ( 12 pasien )
steroid sistemik saja : deksametason 10 mg IV selama 5 hari, dilanjutkan
pemberian oral metilprednisolon yang di tappering off selama 5 hari. (
26 pasien )
kombinasi ( sistemik dan IT) : deksametason IT dan deksametason IV (
84 pasien )
Subjek dan Metode
58 pasien yang masuk ke dalam kriteria inklusi untuk dilakukan analisis
terhadap terapi tambahan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok yang mendapatkan steroid IT : deksametason 5 mg/mL diberikan
dua kali seminggu selama 2 minggu ( 14 pasien )
kelompok kontrol ( yang tidak mendapatkan terapi steroid IT) : 44 pasien.
Efek inisial terapi dari steroid = hasil dari pemeriksaan PTA sebelum
terapi dan 14 hari, 28 hari setelah terapi.
Terapi tambahan dengan steroid IT = hasil PTA setelah mendapatkan
terapi inisial steroid selama 28 hari digunakan sebagai nilai inisial
audiometri, dan hasil PTA setelah mendapatkan terapi tambahan
digunakan sebagai nilai audiometri yang final.
Siegel = kriteria "good recovery" adalah jika didapatkan peningkatan
lebih dari 15dB dan hasil pendengaran akhir lebih tinggi dari 45 dB.
dan dikatakan "poor recovery" jika peningkatan kurang dari 15dB
dan hasil pendengaran akhir kurang dari 45 dB.
Analisa Statistik
Semua nilai diekspresikan dalam bentuk mean standard deviasi
dan perbedaan signifikan antara kelompok dideterminasi
menggunakan tes Fisher untuk variabel kategorik.
Untuk variabel kontinu, digunakan tes one way ANOVA untuk
mengidentifikasi perbedaan diantara tiga kelompok dan tes
Krusall Wallis untuk membandingkan antara 2 kelompok.
Cut off p < 0.05
Hasil
Steroid inisial sebagai terapi SSNHL
Rata rata umur : 52.48 12.85 (11-85 tahun). 44.3% (n=54)
adalah pria, dan 55.7% (n=68) adalah wanita.
12 pasien hanya mendapatkan steroid IT, 26 pasien
mendapatkan steroid sistemik, dan 84 pasien mendapatkan
terapi kombinasi steroid IT san sistemik.
Tabel karateristik ( Tabel 1 )
Hasil
Steroid inisial sebagai
terapi SSNHL

Tidak diapatkan
perbedaan yang signifikan
Hasil rata - rata dari nilai
PTA:
Steroid IT = 47.50 12.65 dB
Steroid sistemik = 61.65
28.22 dB
Kombinasi = 62.84 26.94
dB
tidak didapatkan
perbedaan yang signifikan
(p>0.05).
Hasil
Steroid inisial sebagai
terapi SSNHL

Hasil PTA pasien yang


mendapatkan steroid IT
meningkat 10.78 16.33 dB,
dan hasil PTA akhir setelah
mendapatkan terapi 1 bulan
adalah 35.56 20.18 dB. Hasil
PTA pasien yang hanya
mendapatkan steroid
sistemik mengalami
peningkatan 18.23 17.47
dB, dan hasil PTA akhir
setelah 1 bulan terapi 43.18
22.66 dB. dan hasil PTA
pasien yang mendapatkan
terapi kombinasi meningkat
16.88 22.15 dB, dan hasil
PTA akhir 45.51 24.66 dB.
Derajat kesembuhan dan
hasil PTA akhir tidak berbeda
secara signifikan diantara 3
kelompok.(tabel 2)
Hasil
Steroid sebagai terapi
tambahan SSNHL
refrakter

Dari 58 pasien yang masuk ke


dalam kriteria inklusi,
didapatkan rata - rata umur
54.29 11.90 tahun (21-81
tahun). 46.6% (n=27) adalah
laki- laki, dan 53.4% (n=31)
adalah wanita.
14 pasien mendapatkan
steroid IT dan 44 pasien tidak
mendapatkan terapi (kontrol).
Karateristik dari 2 kelompok
dapat dilihat pada Tabel 3
Hasil
Steroid sebagai terapi
tambahan SSNHL
refrakter

Hasil pemeriksaan pertama yang


didapatkan dan hasil terakhir
pemeriksaan FTA tidak didapatkan
prbedaan yang signifikan diantara 2
kelompok. hasil audiogram final atau
yang telah mendapatkan terapi
selama 3 bulan yaitu 60.44 17.68 dB
pada kelompok kontrol, dan 59.50
16.39 pada kelompok IT dan tidak
didapatkan perbedaan yang
signifikan pada kedua kelompok.
tingkat kesembuhan pada
kelompok IT sebesar 35.7% dan 20.5%
pada kelompok kontrol tetapi tidak
berbeda signifikan dari kedua
kelompok. (tabel 4)
Diskusi
Masih banyak kontroversi mengenai efisiensi terapi steroid
IT pada ISSNHL.
Steroid IT dilaporkan memiliki efek terhadap SSNHL refrakter
dan juga efektif jika diberikan sebagai tambahan terapi
dari steroid sistemik.
Ada perbedaan potensi dari variabel variabel: akibat
dari perbedaan tipe dari steroid yang digunakan,
konsentrasi, frekuensi, interval injeksi, dan lain lain.
Ahn, et al : steroid IT ( deksametason 5 mg ) dan 48 mg
metilprednisolon, didapatkan terapi kombinasi tidak
memberikan manfaat lebih dibandingkan pengobatan
menggunakan sterois sistemik saja. Namun, memiliki nilai
tingkat kesembuhan lebih tinggi pada frekuensi yang lebih
rendah ( 250 Hz )
Diskusi
Choi, et al. : deksametason IT ( 0,3 mL dalam 5 mg/mL ) 5 kali
sehari melalui tuba ventilasi dalam 5 hari berturut turut sebagai
terapi tambahan steroid IV, didapatkan terapi kombinasi tidak
memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan steroid sistemik
saja.
Kolsidopoulos, et al. : 5 mg deksametason IT dan prednisolon IV,
melihat apakah terapi kombinasi efektif untuk menangani SSNHL
yang mild sampai severe. Terapi kombinasi tidak memiliki
manfaat berlebih dibandingkan dengan steroid sistemik saja.
Fillipo, et al. : terapi steroid IT merupakan satu satunya terapi
inisial untuk SSNHL.
Diskusi
Sebuah systemaic review = steroid IT dapat menjadi solusi untuk
pasien SSNHL yang tidak respon terhadap terapi steroid sistemik,
seperti pasien diabetes.
Steroid IT yang biasa diberikan antara lain deksametason atau
solumedrol, dan dari banyak penelitian menyatakan yang sering
digunakan adalah deksametason 10 sampai 24 mg/mL.
Guideline sudden hearing loss terapi tambahan dengan steroid IT
dibutuhkan.
Yang et al 5 mg deksametason IT dapat memberikan perbaikan
yang lebih tinggi, tingkat kesembuhan yang tinggi dibandingkan
kelompok kontrol pada terapi ISSNHL yang refrakter.
Deksametason IT diberikan dalam waktu 28 hari dan diinjeksi pada
bagian anterior superior dari membran timpani dengan jarum 23
gauge, 2 kali seminggu dalam waktu 2 minggu. Bagaimanapun,
tingkat kesembuhan tidak memiliki perbedaan yang signifikan
dengan kelompok control.
Kesimpulan

Hasid dari penelitian ini menyatakan bahwa terapi inisial dengan


ISSNHL menggunakan deksametason IT ( 5 mg / mL ) saja sama
efektif dengan terapi menggunakan sterois sistemik saja maupun
kombinasi. Dan juga, steroid IT sebagai terapi tambahan tidak
memiliki manfaat lebih.
SUDDEN
DEAFNESS
Pembahasan Teori
DEFINISI
Penurunan pendengaran sensorineural 30Db,
Paling sedikit tiga frekuensi berturut-turut pada pemeriksaan
audiometri
Berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari
Penyebabnya tidak langsung diketahui,
Biasanya hanya terjadi pada satu telinga.
Epidemiologi
15.000 kasus dilaporkan per tahun di seluruh dunia.
Kecenderungan meningkat dengan bertambahnya usiainsiden
tertinggi terjadi antara 50 dan 60 tahun. Insiden terendah adalah
antara 20 dan 30 tahun.
Biasanya unilateral, hanya 1,7-2% yang bilateral.
Angka kejadian hampir sama pada laki-laki dan wanita.
Etiologi
(1) virus,
(2) autoimun,
(3) labirin membran pecah/traumatis,
(4) gangguan vaskuler,
(5) gangguan neurologis
(6) Neoplasma
Faktor Resiko
(1) Kelainan hematologi
(2) Hipertensi
(3) Diabetes melitus
(4) Stres
(5) Kolesterol tinggi
Patogenesis

Penyebab vaskuler
Pembuluh darah koklea ujung arteri (end artery) iskemi
kerusakan
Emboli, trombosis, vasospasme, dan hiperkoagulasi atau
viskositas yang meningkat iskemia degenerasi luas pada
sel-sel ganglion stria vaskularis dan ligament
spiralispembentukan jaringan ikat dan penulangan.
Infeksi virus
MUMPS, measles, rubella, dan influenza yang disebabkan oleh infeksi
adenovirus dan sitomegalovirus (CMV).
kerusakan pada organ corti, membran tektoria, dan selubung myelin saraf
akustik.
Pemeriksaan serologis peningkatan titer antibody terhadap sejumlah virus.
Ruptur membran labirin
Membran basalis dan membran reissner selaput tipis yang membatasi
endolimfe dan perilimfe.
Penyakit autoimun pada telinga dalam
Ketulian sensorineural yang disebabkan oleh proses autoimun telinga dalam
masih belum jelas, tapi aktivitas imunologik koklea menunjukkan fakta yang
tinggi.
Obat ototoksik
Gejala Klinis
Penurunan pendengaran tiba-tiba, biasanya pada satu telinga
Tinitus (91 %)
Vertigo (42,9 %)
Rasa penuh di telinga (40,7 %)
Otalgia (6,3 %)
Parestesia (3,5 %)
Tidak jelas ada penyebab sebelumnya
Diagnosis
Anamnesis, Mencari informasi mengenai :
onset, jangka waktu
gejala yang menyertai
aktivitas yang dilakukan
faktor predisposisi
riwayat penyakit sebelumnya (faktor resiko)
Pemeriksaan pendengaran
Tes penala : Rinne positif, Weber lateralisasi ke yang sehat,
Schwabach memendek
Audiometri nada murni : tuli sensorineural
Audiometri tutur: SDS (speech discrimination score) kurang dari
100%.
Timpanogram
BERA
Diagnosis
Pemeriksaan CT Pemeriksaan
Scan/MRI laboratorium
Untuk menyingkirkan Untuk mengetahui
diagnosis, seperti kemungkinan infeksi
neuroma akustik dan virus/bakteri, DM,
malformasi tulang hiperlipidemia,
temporal hiperfibrinogen,
hipotiroid, penyakit
autoimun dan faal
hemostasis
Tatalaksana
Kortikosteroid (Prednison 4x10mg (2 tablet), tapering off tiap 3 hari)
Vasodilator
Antikoagulan, Fibrinolitik, Antitrombotik
Inhalasi oksigen 4x15menit (2liter/menit)
Anti virus
Vitamin/mineral
Hiperbarik oksigen terapi
Total bed rest
Bila tidak sembuh dengan pengobatan diatas, dapat
dipertimbangkan pemasangan alat bantu dengar / hearing aid
Kriteria Perbaikan
Pendengaran
Evaluasi fungsi pendengaran dilakukan setiap minggu selama satu
bulan.
Sembuh : perbaikan ambang dengar <30 dB pada 250 Hz, 500 Hz,
1000 Hz, 2000Hz dan <25 dB pada 4000 Hz
Perbaikan sangat baik : perbaikan > 30 dB pada 5 frekuensi
Perbaikan baik : 10-30 dB pada 5 frek.
Tidak ada perbaikan : bila < 10 dB pada 5 frekuensi
Prognosis
Makin cepat diberi pengobatan makin besar kemungkinan untuk
sembuh, bila sudah lebih dari 2 minggu belum diberi
pengobatan, kemungkinan sembuh akan lebih kecil.