Anda di halaman 1dari 33

RESPONSI

BRAIN STEM LESIONS

Ivan Kristantya
Luthfiana Eka Sari
Maulidah Ayuningtyas

Pembimbing:
dr Komang Yunita, Sp.S

LAB/SMF ILMU PENYAKIT SARAF


RSD DR. SOEBANDI JEMBER/UNIVERSITAS JEMBER
2017
Definisi
Lesi adalah defek, trauma, atau hilangnya
fungsi suatu jaringan. Lesi batang otak atau
Brain stem lesions adalah keadaan jaringan
atau organ batang otak yang abnormal
(cedera) yang fungsinya dapat terganggu.

Dorland, W. A. N. (2011). Dorland's Illustrated Medical Dictionary32: Dorland's Illustrated


Medical Dictionary. Elsevier Health Sciences.
Etiologi
Lesi yang dapat merusak batang otak
antara lain:
1. Vaskular (misalnya, perdarahan, iskemia
oklusif)
2. Trauma
3. Tumor
4. Infeksi
Anatomi Brainstem

Mesencephalon
Pons
Medulla Oblongata
Mesencephalon
Basis
Krus posterior
Substansia nigra
Tegmentum
Seluruh jaras ascenden +
Sebagian jaras descenden
Nukleus Ruber
Inti NC. III dan IV
Tektum
2 pasang Kolikulus
Pedunkulus Serebelli Superior (Brakhium Konjungtivum)
Pons
Terletak inferior dari mesensefalon dan diatas
medula oblongata
Bagian pons
Basis
Tegmentum
Brakhium pontis
N. V, VI, VII, VIII
Medulla Oblongata
Jaras-jaras ascenden
Jaras-jaras descenden
N. IX, X, XI, XII
Pedunkulus serebelaris
inferior
Brainstem lesion
Mesensefalon
Sindroma Weber
Sindroma benedik
Pons
Sindroma basis pontis (Tengah)
Sindroma basis pontis (Kaudal) / sindroma Millard-
Gubler
Sindroma tegmentum pontis (rostral)
Sindroma tegmentum pontis (kaudal)
Medulla oblongata
Sindroma Med-Ob medial/ sindroma Dejerine
Sindroma Med-Ob Lateral/ sindroma Wallenberg
1.a) Sindroma Weber
Disebut juga hemiplegia okulomotorik
alternan dan Sindrom pedunkularis
Lesi di otak tengah bagian basal, melibatkan
saraf III dan bagian-bagian dari pedunkulus
serebralis
1.a) Sindroma Weber
Paralisis Paralisis
nc. 7 nc. 3
dan12

Paralisis
Spatik

Rigid,
tremor,
parkinsonis
m

Substansia Nigra Akinesia (Parkinsonism)


hemiplegi spastik kontralateral
Parese nc.7, 12 kontralateral
distaksia kontralateral
paralisis nc.3 ipsilateral (diplopia, ptosis,
strabismus, midriasis)
1.b) Sindroma Benedikt
Terletak didalam tegmentum dari otak tengah,
mungkin merusak lemnikus medialis, nukleus
ruber, dan saraf III dan nukleusnya dan
traktus-traktus yang berhubungan
1.b) Sindroma Benedik
Paralisis
nc. 3

Hilang rasa
raba, posisi,
getar
Hiperkinesia

Lemnikus medialis hilang rasa raba, posisi, getar (kontralateral)


Nukleus ruber hiperkinesia kontralateral (korea, atetosis)
Substansia nigra akinesia kontralateral (parkinsonisme)
N C 3 paralisis N 3 ipsilateral
Webers Syndrome Benedikts Syndrome

CN3 CN3

Motor, CS tract Medial Lemniscus

Corticobulbar tract Red nucleus

Medial midbrain Medial midbrain


2.a) Sindroma Basis Pontis (bag.
tengah)/Sindrom Foville
Anestesia

Paralisis
Flaksid

Paralisis
Spastik
Distaksia

NC5Hemifasial anestesia ipsilateral, paralisis flaksid otot kunyah ipsilateral


Pedunkulus hemiataksia, asinergia ipsilateral
KS hemiparesis spastik kontralateral
Inti-inti pontis Distaksia ipsilateral
Struktur yang terlibat Efek klinis

Lemnikus medialis Gangguan sensasi raba, posisi dan getar kontralateral.

Lemnikus lateralis Tuli

Nucleus n. fasialis Kelumpuhan n. fasialis perifer ipsilateral

Traktus spinitalamikus lateralis Analgesia dan termanestesia setengah tubuh kontralateral

Traktus piramidalis Hemiplegia spastic kontralateral

N. abdusens Kelumpuhan n. abdusens perifer ipsilateral


2.b) Sindroma basis pontis (bag.
Kaudal)/ Sindroma Millard-Gubler
Paralisis
Flaksid

Analgesia,
termanestesia

Lemnikus medialis anestesia (raba, posisi, getar)


Lemnikus lateral hipakusia
Inti N C 7 paralisis fasial perifer ipsilateral
Spinotalamikus lateralis termanistesia tubuh kontralateral, analgesia
Tr piramidalis hemiplegi spastik kontralateral
N C 5 paralisis N 6 perifer ipsilateral
Struktur yang terlibat Efek klinis

Traktus kortikospinalis Hemiplegia kontralateral

N. fasialis Kelumpuhan wajah ipsilateral

N. abdusens Kelumpuhan melirik ke lateral ipsilateral


2.c) Sindroma Tegmentum Pontis
(bag.rostral)/Sindrom Raymond-Cestan
Paralisis
Flaksid

Anestesia
(raba, posisi, Analgesia,
getar) Termanestesia

Tr spinotalamikus lateral analgesia dan termanestesia tubuh kontralateral


N C 5 anestesia hemifasial (prinsipalis), analgesia termanestesia (tr spinal), paralisis flaksid
otot kunyah ipsilateral (morius)
Lemnikus medial anestesia (raba, posisi, getar)
Kerusakan struktur Efek
Pedunkulus serebelaris superior Hemiataksia
Intention tremor
Adiadokokinesi
Disarteria serebelar
Nukleus prinsipalis sensorik n. Gangguan sensasi epikritik wajah ipsilateral
trigeminus
Nukleus traktus spinalis n. Analgesia dan termanestesia wajah ipsilateral
trigeminus
Nucleus motorik n . trigeminus Paralisis flaksid (nuklear) otot-otot pengunyah ipsislateral
Traktus tegmentalis sentralis Mioritmia palatum dan faring
Traktus tektospinalis Hilangnya reflex kedip
Traktus spinotalamikus lateral Analgesia dan termanestesia separuh tubuh kontralateral
Lemnikus lateralis Tuli
Lemnikus medialis Gangguan sensasi raba, getar, dan posisi separuh
tubuh kontralateral
Ataksia
Traktus kortikonuklearis Kelumpuhan n. fasialis, n. glosofaringeus, n. vagus, n.
hipoglosus
2.d) Sindroma Tegmentum
Pontis (bag.kaudal)
Paralisis
Flaksid

Analgesia,
termanestesia Asinergia

NC 6 dan 7 paralisis ipsilateral


Spinotalamikus lateral analgesia dan termanestesia kontralateral
Lemnikus medialis anestesia kontralateral (raba, posisi, getar)
Tr spinoserebelaris asinergi dan termanestesia ipsilateral
Kerusakan struktur Efek

Lemnikus medialis Gangguan sensasi raba, posisi, dan getar kontralateral

Lemnikus lateralis Tuli

Nukleus n. fasialis Kelumpuhan n. VII perifer ipsilateral

Analgesia dan termanestesia setengah tubuh kontralateral


Traktus spinotalamikus lateralis
Traktus piramidalis Hemiplagia spastic kontralateral

N. abdusen Kelumpuhan n. VI perifer ipsilateral


3.a) Sindroma medular medial/ Sindroma Dejerine

Biasanya mengenai piramis, sebagian atau seluruh


lemnikus medialis, dan saraf XII
Jika unilateral, maka sindrom ini dikenal juga sebagai
hemiplegia hipoglosus alternan.
kelemahan saraf kranial ipsilateral
paralisis tubuh kontralateral
Lesi dapat juga mengakibatkan defek bilateral
3.a) Sindroma medular medial/
Sindroma Dejerine

Paralisis N XII

Paralisis
Non Spastik Anestesia
(raba, posisi, getar)

Tr piramidalis hemiplegi kontralateral non spatic


Lemnikus medialis anestesia (raba, posisi, getar)
N C 12 paralisis perifer ipsilateral
Struktur yang terlibat Efek klinis

Fasikulus longitudinalis Nistagmus

Lemnikus medialis Gangguan sensasi raba, getar, dan posisi kontralateral

Oliva Mioritmia palatum dan posisi kontralateral

Nervus hipoglosus (nervus XII) Kelumpuhan flasid nervus XII dengan hemiatrofi lidah

Hemiplagia kontralateral (bukan spastik) tetapi terdapat


Traktus piramidalis
refleks Babinski
3.b) Sindroma medular lateral /Sindroma Wallenberg

Melibatkan beberapa (atau semua) struktur


didalam medula oblongata yang terbuka pada sisi
dorsolateral
pedunkulus serebelaris inverior
nukleus vestibularis
serabut atau nukleus dari saraf IX dan X
nukleus dan traktus spinalis dari saraf V
traktus spinotalamikus
jaras simpatetik
3.b) Sindroma medular lateral /
SindromaWallenberg

Analgesia,
termanestesia Ataksia &
Asinergia

Tr spinotalamikus lateral analgesia dan termanistesia kontralateral


Tr spinoserebelaris anterior ataksia, hipotonia ipsilateral
Lintasan simpatik sentral sindroma horner vasodilatasi ipsilateral hipohidrosis
Nistagmus, gangguan bicara, dan menelan
Struktur yang terlibat Efek klinis
Nucleus vestibularis inferior Nistagmus dan kecenderungan jatuh ke sisi ipsilateral.
Nucleus dorsalis n. vagus Takikardia dan dispnea
Pedunkulus serebelaris inferior Ataksia dan asinergia ipsilateral
Nucleus traktus solitaries Ageusia (kehilangan rasa)
Paresis palatum, laring dan faring ipsilateral; suara
Nucleus ambigus
serak
Nucleus n. kokhlearis Tuli
Nucleus traktus spinalis n. Analgesi dan termanestesia wajah ipsilateral; reflex
trigeminus kornea menghilang
Sindrom Horner; hipohidrosis; vasodilator wajah
Jaras simpatis sentral
ipsilateral
Traktus spinoserebelaris anterior Ataksia; hipotonia ipsilateral
Traktus spinotalamikus lateralis Analgesi dan teranestesi setengah tubuh kontralateral
Traktus tegmentalis sentralis Mioritma palatum dan faring
Formasio retikularis Cegukan (singultus)
HORNERS SYNDROME
DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding dari lesi batang otang
sangatlah beragam berdasarkan dari ciri-ciri
yang khas dari gejala klinis yang ada pada
pada lesi batang otak. Semua gejala klinis yang
umum seperti, diplopia, disartria, vertigo,
mual, muntah dll.
Pemeriksaan penunjang
CT Scan
MRI
Penatalaksanaan
Obat-obatan (lesi yang disebabkan kelainan
vaskular)
Pembedahan
Radiasi
Prognosis
Prognosis berdasarkan atas jenis penyebab lesi,
besarnya lesi, dan bagian anatomi yang terkena
lesi (mescencephalon, pons, atau medulla
oblongata)
Pada umumnya buruk
Pada sebagian besar orang dengan perdarahan
batang otak meninggal segera setelah serangan
Pada tumor otak yang mengenai batang otak
(brainstem glioma) angka 5 tahun survival rate
hanya sekitar 30 %
Daftar Pustaka
Gates, P. 2005. The rule of 4 of the brainstem: a simplified method for
understanding brainstem anatomy and brainstem vascular syndromes for
the nonneurologist. Internal medicine journal, 35(4), 263-266.