Anda di halaman 1dari 37

Hernia Inguinalis

Definisi
Hernia Latin: robekan (rupture)

Hernia adalah suatu protursi atau


penonjolan abnormal dari organ
visceral melalui defek atau bagian yang
lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik
dinding perut.
Hernia terdiri dari:
1. Kantung hernia,
merupakan divertikulum
peritoneum yang
memiliki leher (cincin)
dan badan.
2. Isi hernia, struktur
dalam rongga
abdomen.
3. Pelapis hernia dibentuk
dari lapisan-lapisan
abdomen yang dilewati
oleh kantung hernia.
Hernia bersifat:
Reducible
Irreducible
Incarserated
Strangulated
cincin hernia yang kecil sumbatan
drainase vena dan aliran arteri
Richters hernia sebagian kecil dinding
antimesentrium usus terjebak, sehingga
strangulasi dapat terjadi tanpa disertai
obstruksi dari usus
Berdasarkan hubungan herniasi terhadap
arteri epigastrika inferior dan trigonum
Hesselbach, Hernia inguinalis
diklasifikasikan menjadi:

1.Hernia inguinalis indirek / lateral


2.Hernia inguinalis direk / medial
Epidemiologi
75% dari seluruh hernia pada dinding
abdomen terjadi pada daerah inguinal.
2/3nya adalah hernia inguinalis indirek dan
1/3nya adalah hernia inguinalis direk
(indirek:direk=2:1).
Hernia inguinalis kanan lebih sering terjadi
dibandingkan dengan sisi sebelah kiri.
Ratio hernia inguinalis pada pria dan wanita
adalah 7:1.
Anatomi Kanalis Inguinalis

Saluran oblik melewati bagian bawah


dinding abdomen anterior.
Panjang 4 cm (dewasa)
Kanalis inguinalis terletak sejajar dan
tepat di atas ligamen inguinalis.
Terbentuk dari annulus inguinalis
profundus/interna sampai annulus
inguinalis superfisialis/eksterna.
Batas-Batas Kanalis Inguinalis:
Dinding anterior: aponeurosis m. obliquus
eksternus abdominis yang diperkuat pada 1/3
lateral oleh serabut-serabut m. obliquus
internus abdominis.
Dinding posterior: fascia transversalis yang
diperkuat conjoint tendon di 1/3 medial.
Dasar/dinding inferior: ligamentum inguinalis,
Atap/dinding superior: m.obliquus internus
abdominis dan m.transversus abdominis.
Isi Kanalis Inguinalis Pria

1. Ductus deferens
2. Tiga Arteri : Spermatika interna (testikularis),
spermatika eksterna (cremasteric), dan Arteri
deferensial
3. Satu vena : Pleksus pampiniformis
4. Tiga nervus : cabang genital
n.genitofemoralis, n.ilioinguinalis, serabut
simpatis dari Pleksus Hypogastrikus
5. Tiga fascia (lapisan)
Isi Kanalis Inguinalis Wanita

1. Ligamentum Rotundum dari uterus


2. Cabang genital dari n.genitofemorale
3. Vena cremasterica
4. N.ilioinguinalis
Shutter Mechanism
Etiologi
Multi-faktorial.
Kegagalan penutupan processus
vaginalis (patensi processus vaginalis),
Peningkatan tekanan intra abdomen
Kelemahan otot dinding abdomen atau
jaringannya
Faktor-faktor yang berperan sebagai
penyebab hernia inguinalis

1. Batuk 9. Asites
2. Penyakit Paru Obstruksi Kronis 10. Congenital connective tissue
disorders

3. Obesitas 11. Defective collagen synthesis


4. Mengedan (Konstipasi, BPH) 12. Insisi RLQ sebelumnya
5. Kehamilan 13. Arterial aneurisma
6. Berat lahir <1500gr 14. Merokok
7. Riwayat keluarga dengan hernia 15. Mengangkat barang berat
8. Valsava Manuver 16. Latihan fisik
Manifestasi Klinis dan
Diagnosis
Anamnesis:
Asimptomatik, benjolan ditemukan saat general
check up
Benjolan di inguinal yang tidak terasa nyeri.
Keluhan tersering adanya benjolan yang terasa nyeri
atau terasa mengganggu / tidak nyaman.
Benjolan terlihat jelas saat penderita berdiri, hilang
saat berbaring.
Pada hernia inkarserata, benjolan tidak dapat masuk
spontan maupun manual, mual, muntah dan tanda
tanda obstruksi usus lainnya. Hernia strangulata
biasanya disertai dengan rasa nyeri hebat.
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi:

1. HIL berbentuk ellips, tidak mudah


tereduksi, terkadang mencapai skrotum.

2. HIM bentuk sirkular, simetris, terletak


dekat cincin externa.
Palpasi
Tes Kompresi:

Jari pemeriksa menutup cincin interna


dan penderita diminta melakukan
manuver valsalva:
1. Tidak ada penonjolan = HIL
2. Terdapat penonjolan = HIM
Digital Examination
Jari tangan pemeriksa
masuk pada kanalis
inguinalis
Pasien disuruh mengedan
atau batuk
Hernia indirek akan
menyentuh ujung jari
pemeriksa,
Hernia inguinalis direk
akan menyentuh bagian
samping jari pemeriksa.
Pemeriksaan Penunjang
Ultrasonografi
bersifat operator dependen
hernia akan terlihat abnormal pada USG bila
terjadi perbesaran (ballooning) pada bagian
diameter anteroposterior.
Herniography merupakan pemeriksaan
dengan sensitifitas dan spesifisitas yang
tinggi, dan komplikasinya juga tidak ada
atau minimal.
Diagnosa banding massa di
inguinal
1. Hernia inguinalis 9. Hidrokel
2. Hernia femoralis 10. Tumor Testis
3. Lipoma 11. Torsio Testis
4. Limfadenitis 12. Epididimitis
5. Limfadenopati 13. Testis Ektopik
6. Abses 14. Aneurisma & pseudo-
aneurisma femoral
7. Hematoma 15. Kista Kanal Nuck
8. Varikokel
KLASIFIKASI
Menurut Nyhus :

Tipe 1 = HIL dengan ukuran cincin interna yang normal


Tipe 2 = HIL dengan ukuran cincin interna yang melebar
Tipe 3A = HIM dengan kelemahan dinding posterior
Tipe 3B = HIL dengan kelemahan dinding posterior
Tipe 3C = Hernia femoralis
Tipe 4 = Hernia rekurens
TERAPI
Pada prinsipnya semua hernia harus
dioperasi. Disamping untuk mengatasi
keluhan penderita, operasi elektif juga
bertujuan untuk mencegah terjadinya
hernia strangulata.
Terapi Operatif
Marcy Repair :

1. Ligasi tinggi sederhana pada kantung


hernia

2. Umumnya dilakukan pada HIL anak-


anak
Bassini

Approksimasi
Aponeurosis M.
transversus abdominis
dengan Lig. Inguinale
Poupart

Letak Spermatic Cord


secara anatomis tidak
berubah
McVay
Approksimasi Fascia
transversalis dengan Lig.
Cooper

Efektif untuk Hernia


femoralis, selain untuk
Hernia direk dan indirek

Umumnya membutuhkan
relaxing incision karena
tegangan yang terjadi
Shouldice
Fascia transversalis
dibagi, kemudian
diapproksimasikan
dengan Lig. Poupart

Conjoined tendon
dan M. obliquus
abdominis internus
diapproksimasikan
dengan Lig. Poupart
Lichtenstein Tension
free repair
Menggunakan prostesis
mesh untuk menutup
dasar Canalis inguinalis

Mesh dijahitkan pada Lig.


Poupart, Lig. lacunare dan
Aponeurosis M.
transversus abdominis

Bebas tegangan
Laparoskopik
Herniorrhaphy
3 macam teknik:
1. IPOM (Intra Peritoneal Onlay Mesh)
2. TAPP (Trans Abdominal Pre Peritoneal
Mesh)
3. TEP (Totally Extra Peritoneal Mesh
Placement)
Keuntungan
Laparoskopik
1. Tension Free repair dengan reparasi
seluruh Orificium myopectineal
2. Diseksi dan kerusakan jaringan
minimal
3. Nyeri pasca bedah lebih ringan
4. Angka komplikasi rendah
5. Angka rekurensi rendah
Kerugian Laparoskopik
1. Tidak dapat digunakan untuk kasus
strangulata
2. Tidak dapat digunakan pada penderita
dengan riwayat post operasi daerah
pelvis yang ekstensif
3. Harus menggunakan Narkose umum
4. Membutuhkan waktu yang lebih lama
dalam pengerjaannya
Komplikasi
Intra Operatif:

1. Trauma pada Spermatic Cord


2. Trauma pada Vasa spermatica
atrofi/ nekrosis testis
3. Trauma pada N. Ilioinguinalis,
N.Genitofemoralis, N. cutaneus
femoris lateralis
4. Trauma pada Vasa femoralis
Komplikasi
Post Operatif:

1. Infeksi
2. Hematoma
3. Trauma pada nervus akibat fibrosis
maupun pembentukan neuroma
pasca bedah
4. Adhesi dan obstruksi usus
Terima Kasih