Anda di halaman 1dari 57

RENCANA TATA RUANG

KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur


( KENDAL, DEMAK, UNGARAN, SALATIGA, SEMARANG, PURWODADI )

1
KAWASAN PERKOTAAN

KEDUNGSEPUR
2017 - 2036
1a TAHAPAN PENYELESAIAN
RAPERPRES
1 2 3 4 7 8 9 10 11 12 13

5 6
1) Penyusunan Materi Teknis
2) Konsultasi Publik
3) Temu pakar
4) Pengiriman Dokumen ke Daerah
5) Penyiapan Peta Skala 1:50.000
6) Penyusunan KLHS (sejajar dgn poin 7)
7) Persetujuan substansi Rperpres dengan Kepala Bappeda Provinsi , Kabupaten, Kota
8) Penandatanganan Naskah Persetujuan Substansi oleh Gubernur, Walikota, Bupati
9) Rapat Tim Pelaksana BKPRN Eselon 2
10) Pengiriman Raperpres RTR KSN ke Kemenkumham
11) Rapat Pleno Pengharmonisasian sekaligus Rapat Tim Pelaksana BKPRN Eselon 1
12) Proses harmonisasi Kemenkumham

13) Proses pengajuan penetapannya oleh Presiden


3
1b NASKAH PERSETUJUAN SUBSTANSI oleh GUBERNUR, BUPATI, dan
WALIKOTA di LINGKUP KSN PERKOTAAN Kedungsepur

4
Rapat
Finalisasi
dengan Setkab
Rapat Tim dengan Februari-April
2017 Paraf oleh
Kumham
Setkab, ATR,

TIMELINE PEMBAHASAN
23 November Kemenko
2016 Mei 2017

Rapat Harmonisasi
Updating Informasi
Konsultasi Publik dan Penyempurnaan 14 Desember 2016
Raperpres
di
Daerah November 2015
23 Mei 2014 Rapat Pleno
Harmonisasi
Penyepakatan
Substansi 12 Oktober
Pembahasan Pembahasan dengan 2016
dengan Daerah Pusat 9 Januari 2013 Konsultasi Publik di
23 Desember 2011 (BKPRN 1 ) Daerah Pembahasan
BKPRN Eselon 2
Output Pembahasan tentang 14 November 2013
fungsi dan peran serta Januari 2016
konsep dari struktur dan Materi Teknis Pembahasan Raperpres
pola ruang
Penyepakatan Kepala
Pembahasan
dengan Daerah Daerah
9 November 2011
Okt 2014
Output
Muatan materi teknis:
Cakupan kawasan, daya Pembahasan dengan
dukung, dan kedudukan Penyepakatan Eselon II
RTRW Prov/ Kab / kota
Pusat
31 Oktober 2013 di Daerah
Pembahasan BKPRN (2 )
11 Maret 2014
dengan daerah Pembahasan
Raperpres Penyepakatan
22 Oktober 2012
Substansi
Pembahasan
Pembahasan
dengan Pusat 30 Output
dengan Daerah
November 2011 Penyepakatan Delienasi
,
Fungsi dan Peran KDS 4 Juni 2013

Pembahasan
Output
Rumusan isu strategis
dengan daerah
dan muatan mateti Penyempurnaan materi
20 Oktober 2011 teknis (hasil analisis) teknis dan pembahasan
draft awal raperpres
Output
Rumusan isu strategis ,
outline materi teknis
5
2 Kedudukan KSN dalam Penataan
a Ruang

Sumber: UUPR No. 26 tahun 2007

6
2b KSN KEDUNGSEPUR
PP. No. 26 Tahun 2008 tentang RTRWN
Pasal 82 ayat (1) : Penetapan Kawasan Strategis Nasional sebagaimana tercantum
dalam Lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari PP ini.
Lampiran X No. 28 : Penetapan KSN Kawasan Perkotaan Kendal Demak Ungaran
Salatiga Semarang Purwodadi (Kedungsepur) (Provinsi Jawa Tengah) (I/A/1) dengan
status Tahapan Pengembangan Rehabilitasi dan Pengembangan Kawasan Strategis
Nasional Dengan Sudut Kepentingan ekonomi : Rehabilitasi/ Revitalisasi Kawasan

N Kedudukan Status
o

4 Jalan Bebas Hambatan Dalam Kota


Semarang Seksi A, B, dan C (I/5) Tahapan pengembangan Pengembangan Jaringan Jalan
Bebas Hambatan

5 Pelabuhan Internasional
Tanjung Emas (Provinsi Jawa Tengah) Tahapan pengembangan pemantapan pelabuhan
(I/1) internasional

6 Pusat Penyebaran Sekunder


Ahmad Yani (Provinsi Jawa Tengah) (I/3) Tahapan pengembangan pemantapan bandar udara
sekunder

7 Wilayah Sungai
No Kedudukan Status
a. Pemali-Comal (IIV/A/1) a. Tahapan pengembangan Konservasi Sumber Daya
1 Kawasan Perkotaan Tahapan Pengembangan Revitalisasi dan Percepatan Pengembangan b. Jratumseluna (I-IV/A/1) Air, Pendayagunaan SDA, dan Pengendalian Daya
Semarang-Kendal-Demak- Kota-Kota Pusat Pertumbuhan Nasional Revitalisasi kota-kota yang Rusak Air
Ungaran-Purwodadi telah berfungsi b. Tahapan pengembangan Konservasi Sumber Daya
(Kedungsepur) (I/C3) Air, Pendayagunaan SDA, dan Pengendalian Daya
Rusak Air
2 PKW Tahapan pengembangan Revitalisasi dan Percepatan Pengembangan
Salatiga (II/C/1) Kota-Kota Pusat Pertumbuhan Nasional Pengembangan/ Peningkatan 8 Kawasan Lindung Nasional
Fungsi Taman Nasional Gunung Merbabu (I/A4) Tahapan pengembangan Rehabilitasi dan Pemantapan
Fungsi Kawasan Lindung Nasional Taman Nasional dan
3 Jalan Bebas Hambatan Antar Taman Nasional Laut
Kota
9 Kawasan Andalan
a. Semarang-Batang (I/6) a. Tahapan pengembangan Pengembangan Jaingan Jalan Bebas
Kawasan Kedungsepur (Kendal, Demak,
b. Semarang-Demak (I/6) Hambatan
Ungaran, Salatiga, Semarang,
c. Semarang-Solo (I/6) b. Tahapan pengembangan Pengembangan Jaingan Jalan Bebas
Purwodadi) a. Pertanian, Pengembangan Kawasan Andalan untuk
d. Yogyakarta-Bawen (I/6) Hambatan
a. (II/A/2) Pertanian
e. Demak-Tuban (IV/6) c. Tahapan pengembangan Pengembangan Jaingan Jalan Bebas
b. (I/D/1) b. Industri, Rehabilitasi Kawasan Andalan untuk
Hambatan
c. (I/E/2) Industri Pengolahan
d. Tahapan pengembangan Pengembangan Jaingan Jalan Bebas
d. (I/F/2) c. Pariwisata, Pengembangan Kawasan Andalan
Hambatan
untuk Pariwisata
e. Tahapan pengembangan Pengembangan Jaingan Jalan Bebas
d. Perikanan, Pengembangan Kawasan Andalan untuk
Hambatan
Perikanan
7
3
Cakupan Wilayah
KSN Perkotaan Kedungsepur

KAB/KOTA JUMLAH LUAS (HA)


KEC
Kab Kendal 20 100.223,00
Kab Demak 14 89.743,00
Kab Semarang 19 95.000,69
Kota Salatiga 4 5.678,11
KRITERIA PENETAPAN DELINEASI
Kota Semarang 16 37.370,00
1. Acuan PP 26/2008 tentang RTRWN
Kab Grobogan 12 101.827,00 2. Karakteristik kawasan perkotaan dan non perkotaan
3. Pertimbangan pola pergerakan orang dan barang dalam radius 60 km
Kedungsepur 85 429.841,80
dari pusat kota inti ke wilayah sekitarnya ekivalen 1 jam jarak tempuh
4. Memperhatikan batas administratif terkecil adalah unit kecamatan
5. Masukan/usulan daerah 8
JARAK PERKOTAAN SEKITARNYA MENUJU PERKOTAAN INTI

9
4a
RPJMN 2015-2019
dalam RTR KAWASAN PERKOTAAN KEDUNGSEPUR
BATANG TUBUH DALAM
NO PROGRAM DALAM RPJMN INDIKASI PROGRAM
RAPERPRES
A Kereta Api
1 Lanjutan reaktivasi jalur KA antara Kedungjati Pasal 31 ayat (5) huruf d Pengembangan, peningkatan dan
- Tuntang dan peningkatan jalur KA antara pemantapan jaringan jalur kereta api
Tuntang Ambarawa perkotaan Jalur kereta api
BrumbungKedungjati-Tuntang-Ambarawa-
Jambu
2 Pembangunan jalur KA layang antara Jerakah - - Pembangunan jalur KA layang antara
Semarang Poncol - Semarang Tawang - Jerakah - Semarang Poncol - Semarang
Alastua (perkotaan Semarang) termasuk Tawang - Alastua (perkotaan Semarang)
flyover Kaligawe termasuk flyover Kaligawe
3 Reaktivasi jalur KA antara Semarang Gudang - Pasal 31 ayat (7) Reaktivasi Jalur kereta api barang yang
Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang Gudang
Pelabuhan Tanjung Emas
B Perhubungan Darat
1 Pengembangan Sistem Transit Kota Semarang - Pengembangan Sistem Transit
C Perhubungan Udara
1 Pengembangan Bandara Ahmad Yani Pasal 36 ayat (2) huruf a Pengembangan, peningkatan, dan
Semarang pemantapan bandar udara internasional
Ahmad Yani
D Perhubungan Laut
1 Pengembangan Pelabuhan Kendal Pasal 34 ayat (2) huruf b Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan Pelabuhan Kendal
2 Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Pasal 34 ayat (2) huruf a Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan Pelabuhan Tanjung Emas

10
4a
RPJMN 2015-2019
dalam RTR KAWASAN PERKOTAAN KEDUNGSEPUR
BATANG TUBUH DALAM
NO PROGRAM DALAM RPJMN INDIKASI PROGRAM
RAPERPRES
E Jalan
1 Pembangunan Fly Over Kali Banteng (Menuju - Pengembangan, peningkatan dan
Pelabuhan Tanjung Emas) pemantapan
2 Pembangunan Jalan akses Pelabuhan - -
Penyeberangan Kendal
3 Pembangunan Jalan Tol Batang Semarang Pasal 24 huruf a nomor 1 Pengembangan, peningkatan dan
(75km) pemantapan Jalan bebas hambatan
Semarang-Batang (perbatasan
Kedungsepur)
4 Pembangunan Jalan tol Semarang Solo Pasal 24 huruf a nomor 2 Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan Jalan bebas hambatan
Semarang-Solo (perbatasan Kedungsepur)

F Energi
1 Pipa Cirebon-Semarang 230 KM Pengembangan, peningkatan, dan
Pasal 38 ayat (3) huruf a
pemantapan jaringan pipa transmisi
nomor 1
minyak dan gas bumi Semarang-Cirebon
2 Pipa Kepodang-Tambak Lorok 250 KM Pengembangan, peningkatan dan
Pasal 38 ayat (3) huruf c
pemantapan jaringan pipa gas bumi
nomor 4
Semarang-Kepodang
G Kelistrikan
1 PLTG Semarang 150 MW Pasal 38 ayat (5) huruf b Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan jaringan Pembangkit Listrik
Tenaga Gas dan Uap
2 PLTP Ungaran 55 MW Pasal 38 ayat (5) huruf c Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan jaringan Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi Ungaran
3 PLTP Candi Umbu-Telomoyo 55 MW Pasal 38 ayat (5) huruf d Pengembangan, peningkatan dan
pemantapan jaringan Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi Candi Umbul
Telomoyo 11
4a
RPJMN 2015-2019
dalam RTR KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur
BATANG TUBUH DALAM
NO PROGRAM DALAM RPJMN INDIKASI PROGRAM
RAPERPRES
H Sumber Daya Air
1 Rehabilitasi DI Klambu (37.451 Ha) Kab Pasal 40 ayat (7) huruf a Pengembangan peningkatan, dan
Grobogan Demak nomor 1 pemantapan sistem jaringan irigasi
primer, jaringan irigasi sekunder, dan
jaringan irigasi tersier DI Klambu
2 Normalisasi dan Perkuatan Tebing Sistem Sungai - Pengembangan, peningkatan dan
Jragung Kab Demak Grobogan pemantapan sistem normalisasi sungai
3 Perkuatan Tebing Sungai Serang Kab Demak -
Grobogan
4 Normalisasi dan Perkuatan Tebing Sungai BKT -
Kota Semarang - Kab. Demak
5 Normalisasi dan Perkuatan Tebing Sungai Wulan -
Kab Kudus dan Demak
6 Rekondisi Rawa Pening Kab Semarang Pasal 40 ayat (4) huruf b Pengembangan, peningkatan,dan
nomor 1 pemantapan waduk
7 Pembangunan Jaringan Air Baku Semarsalat Kab Pasal 42 ayat (6) huruf a Pengembangan, peningkatan, dan
Semarang, Salatiga nomor 1 pemantapan SPAM Regional
Semarsalat
8 Penyempurnaan SAB Klambu Kudu Kab Demak, - Pengembangan, peningkatan, dan
Grobogan, Semarang pemantapan SPAM Regional Dadi-Muria
9 Pembangunan Jaringan Air Baku Dadi Muria Kab Pasal 42 ayat (6) huruf a di IPA Klambu
Kudus, Purwodadi nomor 2

12
4b
PERPRES No. 3 Tahun 2016
dalam RTR KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur

BATANG TUBUH DALAM


NO PERPRES 3 / 2016 INDIKASI PROGRAM
RAPERPRES KDS)
Proyek pembangunan infrastruktur Pasal 24 huruf a nomor 1 Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
1 jalan tol Batang - Semarang (75km) Jalan bebas hambatan Semarang-Batang
(perbatasan Kedungsepur)
Proyek pembangunan infrastruktur Pasal 24 huruf a nomor 2 Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
2 jalan tol Semarang - Solo (73km) Jalan bebas hambatan Semarang-Solo
(perbatasan Kedungsepur)
proyek bandar udara strategis Pasal 36 ayat (2) huruf a Pengembangan, peningkatan, dan pemantapan
3 lainnya pengembangan Bandara bandar udara internasional Ahmad Yani
Achmad Yani Semarang
Pembangunan kawasan industri Pasal 18 ayat 2 huruf b Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
4 prioritas/kawasan ekonomi khusus pusat kegiatan industri
Kendal
Energi asal sampah kota-kota besar Pasal 38 ayat (5) huruf e Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
5 (Semarang, Makassar, Tangerang) jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Jatibarang
Sistem Penyediaan Air Minum Pasal 43 ayat (6) huruf a nomor Pengembangan , peningkatan, pemantapan
6
(SPAM) Semarang Barat 3 SPAM Semarang Barat

13
SUBSTANSI RAPERPRES RTR KSN
PERKOTAAN KEDUNGSEPUR
TUJUAN PENATAAN RUANG KEDUNGSEPUR

Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Kedungsepur


bertujuan untuk mewujudkan Kawasan Perkotaan sebagai
pusat kegiatan ekonomi berskala internasional, berbasis
perdagangan dan jasa, industri, dan pariwisata, dengan
tetap memperhatikan lahan pertanian pangan
berkelanjutan

15
5 TUJUAN & JAKSTRA
KAWASAN PERKOTAAN KEDUNGSEPUR

Kebijakan Strategi
a. Pengembangan dan pemantapan 1) mengembangkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa, industri agro,
sistem kota secara hierarkis dan dan pariwisata, berskala internasional, nasional dan regional, serta mendorong
terintegrasi dalam bentuk perkotaan sekitarnya yang berada dalam Kawasan Perkotaan Kedungsepur untuk
Perkotaan Inti dan Perkotaan di mendukung kegiatan perkotaan inti;
Sekitarnya sesuai dengan fungsi 2) meningkatkan keterkaitan Kawasan Perkotaan Inti dan Kawasan Perkotaan di
dan perannya Sekitarnya dengan kawasan perdesaan untuk mendorong berkembangnya potensi
sektor pertanian dan industri agro;
3) meningkatkan keterkaitan Kawasan Perkotaan Inti dan Kawasan Perkotaan di
Sekitarnya untuk mendorong berkembangnya sektor perdagangan dan jasa serta sektor
industri;
4) meningkatkan keterkaitan Kawasan Perkotaan Inti dan Kawasan Perkotaan di
Sekitarnya untuk mendorong pengembangan kerjasama promosi budaya, pariwisata,
dan ekonomi kreatif antarwilayah dalam Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
5) mempertahankan fungsi pusat kegiatan yang sudah ada secara optimal;
6) mengendalikan pusat kegiatan yang berkembang tidak sesuai dengan fungsi dan
panduan rancang perkotaan; dan
7) mendorong berfungsinya pusat kegiatan baru di Kawasan Perkotaan Kedungsepur.

16
5 TUJUAN & JAKSTRA
KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur
Kebijakan Strategi
b. Pengembangan dan 1) mengembangkan keterpaduan sistem jaringan transportasi darat, perkeretaapian,
peningkatan sistem prasarana transportasi laut dan transportasi udara untuk menjamin aksesibilitas yang tinggi baik
transportasi, energi, ke dalam maupun ke luar Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
telekomunikasi, sumber daya 2) mengembangkan sistem transportasi angkutan umum massal melalui penetapan jalur
air, serta prasarana dan sarana bus komuter maupun jalur kereta api komuter;
perkotaan yang terpadu untuk 3) meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan sistem jaringan energi dengan
memenuhi kebutuhan memanfaatkan energi terbarukan dan tidak terbarukan;
pengembangan kegiatan 4) mendorong pengembangan prasarana telekomunikasi antara Kawasan Perkotaan Inti
permukiman, industri, dan Kawasan Perkotaan di Sekitarnya;
perdagangan dan jasa, 5) meningkatkan kualitas jaringan prasarana sumber daya air, mewujudkan keterpaduan
pariwisata, dan kebutuhan sistem jaringan sumber daya air, mempercepat konservasi sumber air, dan
Masyarakat, serta meningkatkan meningkatkan pengendalian daya rusak air;
keterkaitan antara Kawasan 6) mengembangkan sistem pelayanan prasarana air bersih melalui sistem pengolahan air
Perkotaan Inti dan Kawasan minum regional di Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
Perkotaan di Sekitarnya 7) mengembangkan sistem jaringan drainase melalui normalisasi sungai yang terpadu
dengan sistem pengamanan pantai di Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
8) mengembangkan sistem pelayanan prasarana air limbah melalui pelayanan IPAL
terpadu dengan menetapkan pusat pengolahan limbah di bagian utara dan selatan
Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
9) mengembangkan sistem pelayanan prasarana persampahan melalui penetapan tempat
pembuangan akhir sampah terpadu di bagian utara dan selatan Kawasan Perkotaan
Kedungsepur
10)mengembangkan dan meningkatkan sistem prasarana pendukung industri agro untuk
menjamin aksesibilitas kegiatan produksi, pengolahan, dan distribusi hasil kegiatan dari
hulu ke hilir; dan
11)meningkatkan keterpaduan pelayanan sistem prasarana perkotaan melalui kerjasama
pengelolaan prasarana antarkabupaten/kota di Kawasan Perkotaan Kedungsepur.

17
5 TUJUAN & JAKSTRA
KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur
Kebijakan Strategi
c. Penetapan dan peningkatan 1) menetapkan dan memantapkan Kawasan Lindung;
fungsi, kuantitas, dan 2) mengembalikan fungsi Kawasan Lindung bagi kawasan-kawasan lindung yang telah beralih
kualitas Kawasan Lindung fungsi menjadi Kawasan Budi Daya dengan merehabilitasi dan merevitalisasi Kawasan
dan RTH dengan Lindung dari kerusakan fungsi lindung;
memperhatikan upaya 3) mengendalikan secara ketat kegiatan pembangunan di Kawasan Budi Daya yang
pencegahan bencana untuk berbatasan dengan kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Lindung;
mendukung pembangunan 4) mencegah terjadinya alih fungsi lahan Kawasan Lindung dengan tetap mempertahankan
berkelanjutan fungsi lindungnya;
5) menyelenggarakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan berbasis WS dan
DAS;
6) menerapkan persyaratan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk mencegah timbulnya
kerusakan lingkungan hidup;
7) menetapkan dan memantapkan RTH paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari luas
Kawasan Perkotaan Kedungsepur; dan
8) melaksanakan pembangunan konstruksi yang dapat mencegah dan menanggulangi
bencana rob yang berada di pantai utara Kawasan Perkotaan Kedungsepur.

18
5 TUJUAN & JAKSTRA
KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur
Kebijakan Strategi
d. Penetapan dan pemantapan 1) menetapkan dan memantapkan lokasi dan kegiatan budi daya di Kawasan Perkotaan
Kawasan Budi Daya sesuai Kedungsepur yang meliputi permukiman, pemerintahan, perdagangan dan jasa,
dengan kapasitas daya pendidikan, industri, pariwisata, pertahanan dan keamanan negara, pertanian, dan hutan
dukung lingkungan dan produksi dengan mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan;
kesesuaian lahan dengan 2) mengembangkan kegiatan perkotaan yang meliputi permukiman, perdagangan dan jasa,
mempertimbangkan kearifan serta industri secara terpadu sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
lokal 3) mengoptimalkan pemanfaatan ruang secara vertikal dan kompak di Kawasan Perkotaan
Kedungsepur;
4) mempertahankan dan merehabilitasi lahan pertanian pangan berkelanjutan untuk menjaga
keseimbangan fungsi daya dukung lingkungan;
5) mengendalikan kegiatan pemanfaatan lahan yang cenderung dapat mengganggu kegiatan
lahan pertanian pangan berkelanjutan;
6) mengembangkan dan mengelola prasarana waduk, embung, dan jaringan irigasi;
7) mendorong pemerintah kabupaten/kota di Kawasan Perkotaan Kedungsepur untuk
menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan;
8) mengembangkan kegiatan industri agro yang memiliki keterkaitan dengan sumber bahan
baku di Kawasan Perkotaan di Sekitarnya dan keterkaitan dengan pasar di dalam dan di
luar Kawasan Perkotaan Kedungsepur; dan
9) mempertahankan Kawasan Budi Daya hutan produksi yang ada untuk menjaga fungsi
hidro-orologis dan hidrogeologis daerah tangkapan air.

19
5 TUJUAN & JAKSTRA
KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur

Kebijakan Strategi
e. Pengembangan ekonomi 1) mendorong pengembangan sentra-sentra kawasan ekonomi baru dalam bidang
berskala internasional dan perdagangan dan jasa, pengolahan hasil produksi pertanian, dan industri agro;
nasional berbasis 2) mengembangkan dan meningkatkan kerjasama peningkatan nilai tambah produksi,
perdagangan dan jasa, pemasaran, dan pengemasan komoditas unggulan di Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
industri, termasuk industri 3) memantapkan kerja sama promosi peluang investasi di Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
agro, dan pariwisata di 4) mengembangkan distribusi sektor industri dan industri agro baik di dalam maupun di luar
Kawasan Perkotaan Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
Kedungsepur 5) memanfaatkan wilayah pesisir serta perairan pantai untuk pemanfaatan kegiatan
transportasi, pariwisata, dan perikanan secara terpadu serta memperhatikan ancaman
adanya bahaya rob yang terjadi di pantai utara Kawasan Perkotaan Kedungsepur; dan
6) mengembangkan kegiatan budi daya darat dan laut yang berbasis mitigasi bencana dan
adaptasi perubahan iklim global.
f. Peningkatan koordinasi, 1) mengembangkan lembaga kerjasama antardaerah yang berfungsi untuk melakukan
sinkronisasi dan koordinasi, fasilitasi kerjasama, dan kemitraan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian
keterpaduan pembangunan pembangunan Kawasan Perkotaan Kedungsepur;
melalui kerjasama 2) meningkatkan keterpaduan dan sinkronisasi pembangunan antara Pemerintah Pusat,
antardaerah, kemitraan pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota; dan
pemangku kepentingan, 3) mendorong penguatan peran Masyarakat dalam proses perencanaan, pemanfaatan ruang,
dan penguatan peran dan pengendalian pemanfaatan ruang perkotaan.
Masyarakat

20
Nilai Strategis KSN Kedungsepur dan
Implikasi Keruangannya
Perlu penguatan peran Kedungsepur sebagai pusat perekonomian Fungsi Kawasan Perkotaan Kedungsepur yaitu Pusat Perdagangan
diantara dua pusat perekonomian besar Jabodetabek dan dan Jasa, Pusat Pengembangan Industri, Pusat Agroindustri, Pusat
Gerbangkertosusila dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi Pariwisata dan Pusat Pertanian
regional, nasional, dan internasional Metropolitan Jabodetabek merupakan metropolitan dengan besaran
ekonomi yang terbesar, hampir mencapai 7 kali besaran ekonomi
Metropolitan Kedungsepur (64.88% PDRB Metropolitan Semarang),
sebagai basis manufaktur dan perdagangan dengan memanfaatkan
wilayah metropolitannya sebagai perluasan kegiatan manufaktur

Pengembangan kawasan perkotaan berpotensi mengurangi lahan Pola perubahan tutupan lahan mengikuti pola jaringan jalan utama
pertanian irigasi sehingga rawan terjadinya alih fungsi lahan pertanian Semarang-Demak, Semarang-Kendal, Semarang-Salatiga, dan
irigasi tersebut Semarang-Gubug
Terdapat kegiatan perkotaan didominasi oleh kegiatan industri
Kondisi fisiografis kawasan perkotaan Kedungsepur yang rendah di Memiliki relief yang beragam yaitu ketinggian 099 m dpl dan
bagian utara dan berbukit pada bagian selatan merupakan kendala ketinggian 100 499 m dpl pada sebagian kawasan di bagian utara
dalam pengembangan pelayanan infrastruktur regional dan prasarana dan timur, serta ketinggian 500-999 m dpl dan ketinggian di atas
perkotaan 1.000 m dpl di bagian selatan dan barat daya Kawasan Perkotaan
Kedungsepur
ROB telah menimbulkan kerusakan struktur ruang maupun pola ruang Rata-rata kenaikan muka laut tiap tahun sebesar 4.47 cm/tahun
kawasan perkotaan, khususnya di pesisir utara Kedungsepur terutama
jaringan transportasi regional dan kawasan pusat perekonomian serta
lahan permukiman penduduk
Perkembangan lahan terbangun perkotaan bersifat sporadis (urban Luas kawasan permukiman 108.351,1 Ha
sprawl), membutuhkan penguatan struktur pusat-pusat pelayanan
perkotaan yang efisien
Perkembangan penduduk perkotaan Kedungsepur perlu diimbangi Kebutuhan kebutuhan air bersih Sepur sebesar 17.035 lt/detik
dengan pelayanan infrastruktur, khususnya infrastruktur regional dan Sistem pengolahan limbah dikelola oleh masing-masing kabupaten/
prasarana perkotaan seperti air bersih, limbah, persampahan, drainase kota (IPLT, IPAL, dan SPAL)
yang memadai Belum menetapkan lokasi untuk TPA regional
Sungai telah dimanfaatkan sebagai saluran drainase primer
Belum berjalannya mekanisme kerjasama antar wilayah yang ada saat Memiliki embrio kelembagaan kerjasama antarwilayah
ini, sehingga membutuhkan suatu lembaga kerjasama antar wilayah
yang lebih sesuai dalam rangka pengelolaan kawasan perkotaan
21
KONSEPSI STRUKTUR RUANG

Demak
Sayung
Weleri Kendal

Kaliwungu
Gubug
Semarang
Sukorejo Mranggen Purwodadi

Boja
Ungaran 1. Mengoptimalkan dan mengendalikan kawasan
perkotaan inti Semarang dengan mendistribusikan
peran dan fungsi ke kawasan perkotaan di
Bawen
sekitarnya
Kota inti 2. Menghubungkan pusat kegiatan regional dalam
dan luar KDS dengan sistem jaringan jalan arteri
Kota disekitarnya Ambarawa primer dan bebas hambatan, jaringan jalur KA
antarkota
Jalan bebas hambatan 3. Menghubungkan kawasan perkotaan inti dan
Salatiga kawasan perkotaan di sekitarnya dalam lingkup
Jalan arteri primer Kawasan Perkotaan KDS dengan sistem jaringan
Jalan kolektor primer jalan kolektor primer dan jaringan jalur KA
perkotaan yang dilayani oleh sistem angkutan
massal
4. Mengembangkan sistem jaringan prasarana
perkotaan yang bersifat regional kawasan dengan
memperhatikan karakteristik fisik khususnya
fisiografis kawasan, untuk SPAM regional dan TPA
regional melalui wilayah pelayanan 22
KONSEPSI POLA RUANG
Faktor Pembatas yang
Konsepsi pola ruang didasarkan atas daya dukung kawasan diatur oleh KemenHut
terhadap kegiatan perkotaan dan batasan pengembangan
(lahan pertanian dan kawasan hutan)

1. kawasan dengan daya dukung lingkungan


sangat tinggi-tinggi, diarahkan
pengembangan kegiatan perkotaan intensif
dengan tetap memperhatikan keberadaan
sawah irigasi dan kawasan lindung lainnya
2. kawasan dengan daya dukung lingkungan
sedang diarahkan untuk pengembangan
kegiatan perkotaan terbatas dengan tetap
memperhatikan keberadaan sawah irigasi
dan kawasan lindung lainnya dengan tetap
memperhatikan kondisi eksisting kawasan
3. kawasan dengan daya dukung lingkungan
rendah, diarahkan untuk pengembangan
kegiatan pertanian dan perikanan
4. kawasan dengan daya dukung lingkungan
rendah-sangat rendah, diarahkan untuk
23 pengembangan kegiatan pertanian dan
perkebunan 23
RENCANA
STRUKTUR RUANG
RENCANA STRUKTUR RUANG
Khusus pusat kegiatan industri walaupun
SISTEM PUSAT PERMUKIMAN masih dikembangkan di Kota Semarang,
namun secara bertahap dikurangi dan
diarahkan ke sekitar Kota Semarang (Kab.
Kendal, Kab. Semarang, dan/atau Kab.
Demak).

11
1
10
5
2
12
13
3 14
4
6
6

8
Kawasan Perkotaan Inti : Kota Semarang 7

Kawasan Perkotaan di Sekitarnya 9


1. Kendal
2. Weleri
3. Sukorejo SISTEM PUSAT PERMUKIMAN
4. Boja
5. Kaliwungu Pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti
6. Ungaran ditetapkan sebagai pusat kegiatan-kegiatan
7. Ambarawa utama dan pendorong pengembangan
8. Bawen kawasan perkotaan di sekitarnya.
9. Salatiga
10. Sayung Pusat kegiatan di kawasan perkotaan di
11. Demak sekitarnya ditetapkan sebagai penyeimbang
12. Mranggen (counter magnet) perkembangan kawasan
13. Gubug perkotaan inti 25
14. Purwodadi
SISTEM PUSAT PERMUKIMAN
#1
KAWASAN FUNGSI DAN PERAN
PERKOTAAN INTI
Kawasan Perkotaan Inti 1. pusat pemerintahan provinsi;
di Kota Semarang 2. pusat pemerintahan kota;
3. pusat perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional;
4. pusat pelayanan pendidikan tinggi;
5. pusat pelayanan olahraga skala internasional, nasional, dan regional;
6. pusat pelayanan kesehatan skala internasional, nasional, dan regional;
7. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang
regional;
8. pusat pelayanan transportasi laut nasional;
9. pusat pelayanan transportasi udara internasional dan nasional;
10. pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara;
11. pusat kegiatan pariwisata; dan
12. pusat kegiatan pertemuan, pameran, dan sosial budaya.

26
SISTEM PUSAT PERMUKIMAN
#2
KAWASAN FUNGSI DAN PERAN
PERKOTAAN DI
SEKITAR
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
Kendal di Kabupaten 2. pusat kegiatan industri;
Kendal
3. pusat kegiatan pariwisata;
4. pusat kegiatan pertanian; dan
5. pusat kegiatan perdagangan dan jasa.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
Kaliwungu di Kabupaten 2. pusat kegiatan industri;
Kendal
3. pusat kegiatan perdagangan dan jasa;
4. pusat kegiatan pertanian; dan
5. pusat kegiatan industri agro.
Kawasan Perkotaan Weleri 1. pusat pertahanan dan keamanan negara;
di Kabupaten Kendal 2. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
3. Pusat kegiatan perikanan; dan
4. pusat kegiatan pertanian.
Kawasan Perkotaan Boja 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
di Kabupaten Kendal 2. pusat kegiatan pertanian; dan
3. pusat kegiatan industri agro.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional; dan
Sukorejo di Kabupaten 2. pusat kegiatan pertanian.
Kendal 27
KAWASAN
PERKOTAAN DI FUNGSI DAN PERAN
SEKITAR
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
Demak di Kabupaten 2. pusat perdagangan dan jasa;
Demak 3. pusat kegiatan perikanan
4. pusat kegiatan pertanian;
5. pusat kegiatan industri; dan
6. pusat kegiatan pariwisata.
Kawasan Perkotaan 1. pusat kegiatan industri; dan
Mranggen di Kabupaten 2. pusat kegiatan pertanian.
Demak
Kawasan Perkotaan 1. pusat kegiatan industri;
Sayung di Kabupaten 2. pusat kegiatan pertanian; dan
Demak 3. pusat kegiatan industri agro.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang
Ungaran di Kabupaten regional;
Semarang 2. pusat kegiatan industri;
3. pusat kegiatan pertanian;
4. pusat kegiatan industri agro;
5. pusat kegiatan perdagangan dan jasa regional; dan
6. pusat kegiatan pariwisata.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang
Ambarawa di Kabupaten regional;
Semarang 2. pusat perdagangan skala regional;
3. pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara;
4. pusat kegiatan pertanian;
5. pusat kegiatan perikanan; dan
6. pusat kegiatan pariwisata. 28
KAWASAN FUNGSI DAN PERAN
PERKOTAAN
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
Bawen di Kabupaten 2. pusat kegiatan perdagangan dan jasa;
Semarang 3. pusat kegiatan industri;
4. pusat kegiatan pertanian;
5. pusat kegiatan industri agro; dan
6. pusat kegiatan pariwisata.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang
Salatiga di Kota Salatiga regional;
2. pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara;
3. pusat kegiatan perdagangan dan jasa;
4. pusat kegiatan kesehatan; dan
5. pusat pelayanan pendidikan tinggi.
Kawasan Perkotaan 1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang regional;
Purwodadi di Kabupaten 2. pusat kegiatan perdagangan dan jasa;
Grobogan
3. pusat kegiatan industri; dan
4. pusat kegiatan pertanian.
Kawasan Perkotaan Gubug 1. pusat kegiatan industri;
di Kabupaten Grobogan 2. pusat kegiatan pertanian; dan
3. pusat kegiatan industri agro.

29
RENCANA STRUKTUR RUANG
SISTEM JARINGAN JALAN BEBAS
HAMBATAN

6
3

1 2
2

5
4

RUAS
1 Jalan Bebas Hambatan Semarang-Batang 4 Jalan Bebas Hambatan Semarang-Solo
2 Jalan Bebas Hambatan Semarang Seksi A, B & C 5 Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta-Bawen
3 Jalan Bebas Hambatan Semarang-Demak 6 Jalan Bebas Hambatan Demak-Tuban
RENCANA STRUKTUR RUANG
JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER
DAN KOLEKTOR PRIMER

6
5
1 4
3
2
8

10 RUAS JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER


12 9 1. Bts. Kab. Batang Kota Kendal-Bts. Kota
Semarang;
2. Jln. Lingkar Weleri;
11
3. Jln. Lingkar Kaliwungu;
4. Jl. Arteri Utara;
5. Bts. Kota Semarang-Bts. Kota Demak;
6. Jln. By Pass Demak (Jalan Lingkar Demak);
7. Bts.Kota Semarang-Demak-Bts.Kab Jepara;
8. Kota Semarang-Bts. Kota Semarang/Ungaran
Bawen;
9. Bawen-Kota Salatiga-Bts.Kab Boyolali;
10. Jalan Lingkar Ambarawa;
11. Jln.Lingkar Salatiga; dan
12. Bawen-Bts.Kab Temanggung. 31
PERGERAKAN PENUMPANG KAWASAN PERKOTAAN Kedungsepur
TAHUN 2025

32
RENCANA STRUKTUR RUANG

TERMINAL PENUMPANG

6 1
7 1

2
8

TERMINAL LOKASI
Tipe A 1. Mangkang (Kota Semarang);
2. Banyumanik (Kota Semarang)
3. Tingkir (Kota Salatiga);
3 4. Bintoro (Kab. Demak).
Tipe B 1. Terboyo (Kota Semarang);
2. Penggaron (Kota Semarang);
3. Ungaran (Kab. Semarang);
4. Bawen (Kab. Semarang);
5. Klepu (Kab. Semarang)
Terminal ditetapkan dalam rangka 6. Bahurekso (Kab. Kendal);
menunjang kelancaran perpindahan 7. Weleri (Kab. Kendal);
orang dan/atau barang serta 8. Purwodadi (Kab. Grobogan).
keterpaduan intramoda dan 33
RENCANA STRUKTUR RUANG

SISTEM JARINGAN PENYEBERANGAN

2
1

Pelabuhan Penyeberangan:
1. Pel. Tanjung Emas, Kota Semarang
2. Pel. Kendal, Kab. Kendal Lintas angkutan penyeberangan
di Kawasan Perkotaan
Kedungsepur:
1. Pelabuhan Tanjung Emas
Jaringan transportasi penyeberangan keluar kawasan Kedungsepur
dikembangkan untuk melayani 2. Pelabuhan Kendal keluar
pergerakan keluar masuk arus kawasan Kedungsepur
penumpang dan kendaraan antara 34
Kawasan Perkotaan Kedungsepur
RENCANA STRUKTUR RUANG
Jaringan jalur kereta api di Kawasan Perkotaan
SISTEM JARINGAN PERKERETAAPIAN Kedungsepur ditetapkan dalam rangka
mengembangkan interkoneksi dengan sistem
jaringan jalur wilayah nasional.

St. Semarang St. Semarang


Tawang Gudang
St. Buyaran
St. Semarang
Poncol
St. Kendal St. Sayung

St. Mangkang
St. Kalibodri
St. Jerakag St. Genuk

St. Alastuwa
St. Weleri St. Kaliwungu St. Godong
St. Brumbung
St. Karangawen
St. Gubug
St. Purwodadi

St. Tanggungharjo
St. Karangjati St. Gambringan
St. Kedungjati
St. Ngrombo

St. Ambarawa

Kereta Api Antarkota St. Jambu

1. Jalur Utara menghubungkan Semarang-Jakarta,


Semarang-Surabaya, dan SemarangBandung;
2. Jalur Utara-Selatan menghubungkan Semarang-
Solo; dan
3. Jalur Tengah menghubungkan Semarang-Solo.
Kereta Api Perkotaan
4. Weleri-Kendal-Kaliwungu-Semarang;
5. SemarangDemak-Godong-Purwodadi-
Gambringan;
6. Semarang-Brumbung-Gubug-Gambringan;
7. jalur kereta api Brumbung-Kedungjati-Tuntang-
Ambarawa-Jambu; dan
8. jalur angkutan massal berbasis rel Kota Semarang
Bandara Ahmad Yani. 35
RENCANA STRUKTUR RUANG
Kumai
Singapura, Philipina,
SISTEM JARINGAN China
Ketapang,
Surabaya, Benoa, Bima
TRANSPORTASI LAUT Banjarmasin, Sampit

Tj. Priok, Batam, Palembang, belawan,


Panjang

2 1

Pelabuhan Laut:
1. Pel. Utama: Pelabuhan Tanjung
Emas, Kota Semarang
2. Pel. Pengumpan Regional:
Pelabuhan Kendal, Kabupaten Kendal
Pengembangan alur pelayaran
yang menghubungkan Pelabuhan
Tanjung Emas dengan Pelabuhan
Tatanan kepelabuhanan berfungsi sebagai tempat Utama lainnya
alih muat penumpang, tempat alih muat barang,
pelayanan angkutan untuk menunjang kegiatan
perikanan, industri perkapalan, dan pangkalan 36
RENCANA STRUKTUR RUANG
Bandar Udara Internasional
SISTEM JARINGAN Singapore Pontianak
Ahmad Yani di Kota Semarang
Sampit Surabaya
TRANSPORTASI sebagai bandara pengumpul
Jakarta Pangkalanbun
UDARA dengan skala pelayanan primer,
Banjarmasin Denpasar serta berfungsi sebagai
Bandung Pangkalan Udara Angkatan
Darat.

Keuntungan Kerugian Bandara Tidak Direlokasi


Bandara Tidak
Direlokasi

1. Dekat dengan 1. Berada di kawasan rawan bencana


pusat kota ROB
2. Tidak 2. Membatasi pembangunan perkotaan ke
membutuhkan arah vertikal
biaya yang 3. Pengembangan bandara terbatas
terlalu besar karena di sekitarnya sudah merupakan
kawasan terbangun yang padat
4. Saat ini landasan pacu belum
Sebelum masa kontrak bandara berakhir perlu dilakukan kajian memenuhi syarat untuk beberapa jenis
relokasi bandara dengan alternatif: pesawat terbang
Bandara tidak dipindahkan dari tempat semula dengan 5. Masih bersatu dengan Pangkalan Udara
konsekuensi harus dikembangkan sesuai dengan standar Angkatan Darat
6. Dari sisi keamanan beresiko tinggi
bandara internasional, termasuk perpanjangan landas pacu.
apabila terjadi kecelakaan penerbangan
Bandara dipindahkan dengan alternatif ke arah pesisir pantai di kawasan perkotaan
37 KDS (Kabupaten Kendal atau Kabupaten Demak). Hal ini tentu 7. Memberi kontribusi pada kemacetan
harus diperkuat dengan prasarana infrastruktur yang memadai lalu lintas
RENCANA STRUKTUR RUANG
SISTEM JARINGAN ENERGI (MINYAK Sistem jaringan energi
& GAS BUMI) ditetapkan dalam
rangka memenuhi
kebutuhan energi dalam
jumlah cukup dan
menyediakan akses
berbagai jenis energi
bagi masyarakat untuk
kebutuhan sekarang
dan masa datang.
1

Fasilitas Penyimpanan, meliputi


1.
1 Depo BBM Darat Pengapon; dan
Jaringan Pipa Gas Bumi, meliputi:
Cepu-Rembang-Pengapon-
2.
2 Depo BBM Darat Merak Rejo
Semarang;
Cirebon-Semarang;
Semarang-Kalimantan Timur;
Semarang-Kepodang;
Semarang-Kendal;
Semarang-Gresik; dan
Blora-Grobogan-Demak-Semarang.

38
RENCANA STRUKTUR RUANG
Sistem jaringan energi
SISTEM JARINGAN ENERGI (LISTRIK) ditetapkan dalam rangka
memenuhi kebutuhan energi
dalam jumlah cukup dan
menyediakan akses berbagai
jenis energi bagi masyarakat
untuk kebutuhan sekarang
dan masa datang.

A C B

Sistem Jaringan Listrik terinterkoneksi dengan


jaringan Jawa-Bali:
SUTET menghubungkan:
A. Batang-Kendal-Kabupaten Semarang-
Kabupaten Grobogan-Cepu;
B. Kabupaten Semarang-Demak-Kudus; dan
C. Ungaran-Pedan-Mandirancan
SUTT kapasitas 150 kV membentang antar
kota/kabupaten di Kedungsepur

Gardu Induk
GI 500/150 kV di Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang
GI 150 kV tersebar di Kota Semarang (Kec. Tugu, Kec. Banyumanik, Kec. Semarang Selatan, Kec. Ngaliyan, Kec. Semarang Barat); Kab. Kendal
(Kec. Weleri, Kec. Kaliwungu), Kab. Semarang (Kec. Ungaran Barat, Kec. Bawen, Kec. Tuntang); Kota Salatiga (Kec. Sidorejo); Kab. Demak (Kec.
Mranggen, Kec. Sayung) dan Kab. Grobogan (Kec. Purwodadi) 39
RENCANA STRUKTUR RUANG
Sistem jaringan sumber daya air ditetapkan
SISTEM JARINGAN SUMBER DAYA AIR dalam rangka pengelolaan sumber daya air
yang terdiri atas konservasi sumber daya
air, pendayagunaan sumber daya air, dan
pengendalian daya rusak air.

9 CAT Kendal
CAT Semarang-Demak

11 10
8 6
12 5 13
7 3
CAT SUBAH 4
21

CAT Ungaran 2

CAT SUMOWONO 17 18
15 14
Imbuhan Air Tanah 16
1 CAT SALATIGA
1. Danau Rawapening
2. Waduk Jragung CAT Rawapening
3. Waduk Dolok
4. Waduk Babon 20
5. Embung Diponegoro 19
6. Waduk Jatibarang 1. Pengembangan dan pemeliharaan bendungan beserta
7. Waduk Mundingan waduknya untuk mempertahankan daya tampung air
8. Waduk Kedungsuren 15. Embung Jatikurung sehingga berfungsi sebagai pemasok air baku untuk
CAT Salatiga
9. Embung Triharjo 16. Embung Gogodalem melayani Kawasan perkotaan Kedungsepur
10. Embung Kedungsari 17. Embung Lebak 2. Peningkatan fungsi, pengembangan dan pemeliharaan
11. Waduk Cening 18. Embung Pakis jaringan irigasi pada DI untuk mempertahankan dan
12. Embung Sojomerto 19. Embung Ngrawan meningkatkan luasan lahan pertanian pangan
13. Waduk Tegalrejo 20. Embung Dadapayam
14. Embung Kandangan 21. Embung Mluweh 40
RENCANA STRUKTUR RUANG

SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

Unit Produksi Air Minum, meliputi:


1. SPAM Regional Semarsalat meliputi Instalasi
Pengolahan Air Lemah Ireng dan Instalasi
Pengolahan Air Asinan di Kabupaten Semarang,
dan Instalasi Pengolahan Air Rowosari di Kota
Semarang;
2. SPAM Dadi Muria meliputi Instalasi Pengolahan
Air Klambu di Kabupaten Grobogan;
3. SPAM Semarang Barat di Kota Semarang; dan
4. SPAM Rawan Air di Kabupaten Demak. 41
RENCANA STRUKTUR RUANG

SISTEM JARINGAN DRAINASE

Saluran drainase primer dikembangkan


melalui saluran pembuangan utama
a. Kali Kuto
b. Kali Blukar
c. Kali Bodri
d. Kali Puru
e. Kali Kreo
f. Kali Bringin
g. Kali Garang
h. Kali Dolok
i. Kali Sanjoyo
j. Kali Bancak
k. Kali Bakalrejo
Sistem jaringan drainase ditetapkan dalam rangka l. Kali Tuntang
mengurangi genangan air dan mendukung pengendalian m. Kali Serang
banjir, terutama di kawasan permukiman, kawasan industri, n. Kanal Brajang
kawasan perdagangan, kawasan perkantoran, kawasan o. Kali Lohbener 42
pertanian, dan kawasan pariwisata
RENCANA STRUKTUR RUANG
Pengembangan limbah terpadu sudah diarahkan
SISTEM JARINGAN AIR LIMBAH terutama untuk menampung kegiatan limbah
industri, sedangkan limbah domestik terpadu masih
terbatas hanya di Kota Semarang

3 4
1
7 2

5
6

1. IPAL Terboyo Kulon, dengan wilayah pelayanan:


sebagian wilayah Kecamatan Semarang Selatan,
sebagian wilayah Kecamatan Semarang Timur, sebagian
wilayah Kecamatan Semarang Tengah, sebagian wilayah
Kecamatan Semarang Utara, dan sebagian wilayah
Kecamatan Genuk pada Kota Semarang
2. IPAL Kalibanteng, dengan wilayah pelayanan:
sebagian wilayah Kecamatan Tugu, sebagian
wilayah Kecamatan Ngaliyan, dan sebagian
wilayah Kecamatan Semarang Barat pada Kota
Semarang
3. IPAL Sayung
4. IPAL Karangtengah
5. IPAL Mranggen
6. IPAL Karangawen
7. IPAL Kaliwungu
RENCANA STRUKTUR RUANG
Sistem pengelolaan persampahan ditetapkan dalam
rangka mengurangi, menggunakan kembali, dan
SISTEM JARINGAN PERSAMPAHAN mendaur ulang sampah guna meningkatkan
kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan
serta menjadikan sampah sebagai sumber daya

7 1
6 3

TPA Pelayanan Lokal

1 TPA Jatibarang
2 TPA Ngronggo
3 TPA Candisari
TPA Regional 2
4 TPA Ngembak
1. TPA Regional Blondo (sistem incenerator) 5 TPA Kalikondang
yang melayani Kota Semarang, sebagian Kab.
6 TPA Darupono
Kendal, sebagian Kab. Demak, sebagian Kab.
Semarang, sebagian Kota Salatiga, dan 7 TPA Pager Gunung
sebagian Kab. Grobogan. 44
RENCANA
POLA RUANG

45
RENCANA POLA RUANG

Rencana pola ruang Kawasan Perkotaan Kedungsepur ditetapkan


dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang sesuai dengan
peruntukannya sebagai kawasan lindung dan kawasan budi daya
berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

ZONA LINDUNG ZONA BUDIDAYA

Zona L1 Zona B1

Zona L2 Zona B2

Zona L3 Zona B3

Zona L4 Zona B4

Zona L5 Zona B5

Zona B6

Zona B7
46
RENCANA POLA RUANG

KAWASAN LINDUNG

ZONA LINDUNG ARAHAN PERUNTUKAN


L1 Kawasan Perlindungan Setempat 1. kawasan hutan lindung
2. kawasan resapan air
L2 Kawasan Perlindungan Setempat 1. sempadan pantai
2. sempadan sungai
3. kawasan sekitar waduk, danau, atau embung
4. RTH kota
L3 Kawasan Konservasi 1. cagar alam
2. taman nasional
L4 Kawasan Lindung Geologi 1. bentang alam karst
2. kawasan perlindungan air tanah
L5 Kawasan Lindung lainnya 1. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan
2. kawasan pantai berhutan bakau

47
RENCANA POLA RUANG

KAWASAN BUDIDAYA

ZONA
BUDIDAY KARAKTERISTIK
A
Zona B1 kawasan yang memiliki kualitas daya dukung lingkungan sangat tinggi dan tinggi,
kualitas pelayanan prasarana dan sarana tinggi, dan bangunan gedung dengan
intensitas tinggi
Zona B2 kawasan yang mempunyai kualitas daya dukung lingkungan tinggi dan kualitas
pelayanan prasarana dan sarana tinggi
Zona B3 kawasan yang mempunyai kualitas daya dukung lingkungan sedang dan kualitas
pelayanan prasarana dan sarana tinggi
Zona B4 kawasan yang memiliki kualitas daya dukung lingkungan sedang serta kualitas
pelayanan prasarana dan sarana sedang
Zona B5 kawasan yang memiliki kualitas daya dukung lingkungan sedang
Zona B6 kawasan yang memiliki kualitas daya dukung lingkungan sedang dan rendah
Zona B7 kawasan yang potensial untuk kegiatan kelautan serta kegiatan pariwisata kelautan

48
MITIGASI BENCANA PADA
KAWASAN LINDUNG &
BUDIDAYA

KAWASAN ARAHAN PERUNTUKAN

Kawasan Rawan Bencana Alam 1. Rob


2. Abrasi
Kawasan Rawan Bencana Geologi 1. Karst

Pada Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya yang merupakan


Kawasan Rawan Bencana Alam dan Kawasan Rawan Bencana
Geologi tidak ditetapkan sebagai Zona, namun hanya
diinformasikan dan diatur mitigasinya

49
RENCANA POLA RUANG

50
BAGIAN KESATU: UMUM

Arahan pemanfaatan ruang terdiri atas:


1. indikasi program utama,
2. indikasi sumber pendanaan,
3. indikasi instansi pelaksana serta
4. indikasi waktu pelaksanaan
Indikasi program :
1. program utama untuk perwujudan struktur ruang
2. program utama untuk perwujudan pola ruang
Sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan/atau sumber
lain yang sah
Instansi Pelaksana terdiri atas Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten/kota, dan/atau Masyarakat
Waktu pelaksanaan terdiri atas:
1. tahap pertama pada periode tahun 2017-2019;
2. tahap kedua pada periode tahun 2020-2024;
3. tahap ketiga pada periode tahun 2025-2029;
4. tahap keempat pada periode tahun 2030-2034; dan
5. tahap kelima pada periode tahun 2035-2036.
51
BAGIAN KEDUA: INDIKASI PROGRAM UTAMA PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG
DAN POLA RUANG

TAHAPAN PRIORITAS
Indikasi program utama a. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan fungsi Kawasan Perkotaan
perwujudan struktur ruang Inti;
Kawasan Perkotaan b. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan fungsi Kawasan Perkotaan di
Kedungsepur Sekitarnya;
c. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan kualitas sistem jaringan
transportasi;
d. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaringan energi;
e. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaringan
telekomunikasi;
f. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaringan sumber
daya air; dan
g. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaringan prasarana
perkotaan
Indikasi program utama Pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi dan peningkatan fungsi kawasan
perwujudan pola ruang
Kawasan Perkotaan
Kedungsepur

52
MATRIKS ARAHAN PEMANFAATAN RUANG (PUSAT PERKOTAAN INTI)
2025-
No Indikasi Program Utama Lokasi Sumber Pendanaan Instansi Pelaksana 2017-2019 2020-2024 2030-2034 2035-2036
2029
I Perwujudan Struktur Ruang
A Sistem Pusat Permukiman
1 Kawasan Perkotaan Inti
1.1 Kawasan Perkotaan Semarang
a Penyusunan dan penetapan RDTR Kota dan Seluruh Kecamatan di Kota APBD Kota Pemerintah Kota (Pemkot)
Peraturan Zonasi Kota Semarang
b Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBD Provinsi Pemerintah Provinsi (Pemprov)
pusat pemerintahan provinsi
c Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
Kota Semarang APBD Kota Pemkot
pusat pemerintahan kota
d Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Provinsi, Kementerian Perindustrian
kualitas dan kuantitas pelayanan kegiatan APBD Kota, sumber lain (Kemenperin), Kementerian
perdagangan dan jasa skala internasional, yang sah Perdagangan (Kemendag), Pemprov,
nasional, dan regional Kota Pemkot, dan/atau Masyarakat
e Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kecamatan Tembalang, APBN, sumber lain yang Kementerian Riset, Teknolgi, dan
pelayanan fasilitas pendidikan tinggi Kecamatan Gajahmungkur, sah Pendidkan Tinggi (Kemristekdikt i),
Kecamatan Pedurungan, Kemenhub (Kemenhub), Kepolisian
Kecamatan Genuk, Negara Republik Indonesia, dan/atau
Kecamatan Gunung Pati Masyarakat
f Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Prov, APBD Kementerian Pemuda dan Olahraga
pusat pelayanan olahraga skala internasional, Kota, sumber lain yang sah (Kemenpora), Pemprov, Pemkot,
nasional, dan regional dan/atau Masyarakat
g Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Provinsi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes),
pusat pelayanan kesehatan skala internasional, APBD Kota, dan sumber Pemprov, Pemkot, dan/atau
nasional, dan regional lain yang sah Masyarakat
h Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Provinsi, Kemenhub, Pemprov, Pemkot,
pelayanan sistem angkutan umum penumpang APBD dan/atau Masyarakat
dan angkutan barang regional
i Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Pelabuhan Internasional APBN, dan sumber lain Kemenhub
pelayanan transportasi laut nasional Tanjung Emas, Kecamatan yang sah
Semarang Utara
j Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Bandar Udara Internasional APBN, dan sumber lain Kemenhub
pelayanan transportasi udara internasional dan Ahmad Yani, Kecamatan yang sah
nasional Semarang Barat dan
Kecamatan Tugu
k Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN Kementerian Pertahanan (Kemhan)
pusat kegiatan pertahanan dan keamanan
negara
l Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Provinsi, Kementerian Pariwisata (Kemenpar),
pusat kegiatan pariwisata APBD Kota, dan sumber Kementerian Pendidikan dan
lain yang sah Kebudayaan (Kemdikbud), Pemprov,
Pemkot, dan/atau Masyarakat
m Pengembangan, peningkatan dan pemantapan Kota Semarang APBN, APBD Provinsi, Kemdikbud, Kemenpar, Badan
pusat kegiatan pertemuan, pameran, dan sosial APBD Kota, sumber lain Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemprov,
budaya yang sah Pemkot, dan/atau Masyarakat
53 51
MATRIKS ARAHAN PEMANFAATAN RUANG (SISTEM TRANSPORTASI DARAT)
2025-
No Indikasi Program Utama Lokasi Sumber Pendanaan Instansi Pelaksana 2017-2019 2020-2024 2030-2034 2035-2036
2029
B Sistem Jaringan Prasarana
Sistem Jaringan Jalan
Jaringan jalan bebas hambatan
Pengembangan, peningkatan dan pemantapan
1) jalan bebas hambatan SemarangBatang Kecamatan Semarang Barat, APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkab,
(perbatasan Kedungsepur) Kecamatan Ngaliyan di Kota APBD Kabupaten, APBD Pemkot, dan/atau Masyarakat
Semarang, Kecamatan Kota, dan sumber lain yang
Kaliwungu, Kecamatan sah
Brangsong, Kecamatan
Pegandon, Kecamatan Gemuh,
Kecamatan Weleri di
Kabupaten Kendal
2) jalan bebas hambatan SemarangSolo Kecamatan Banyumanik di APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkab,
(perbatasan Kedungsepur) Kota Semarang, Kecamatan APBD Kabupaten, APBD Pemkot, dan/atau Masyarakat
Ungaran, Kecamatan Bergas, Kota, dan sumber lain
Kecamatan Bawen, yang sah
Kecamatan Pringapus,
Kecamatan Tuntang,
Kecamatan Pabelan,
Kecamatan Tengaran
Kecamatan Suruh, Kecamatan
Simo di Kabupaten Semarang,
Kecamatan Sidorejo,
Kecamatan Tingkir di Kota
Salatiga
3) jalan bebas hambatan SemarangDemak Kawasan Perkotaan APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkab,
Kedungsepur APBD Kabupaten, APBD Pemkot, dan/atau Masyarakat
Kota, dan sumber lain yang
sah
4) jalan bebas hambatan YogyakartaBawen Kawasan Perkotaan APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkab,
Kedungsepur APBD Kabupaten, dan Pemkot, dan/atau Masyarakat
sumber lain yang sah
5) Jalan bebas hambatan DemakTuban Kawasan Perkotaan APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkab,
Kedungsepur APBD Kabupaten, dan dan/atau Masyarakat
sumber lain yang sah
6) jalan bebas hambatan Semarang Seksi A, Kecamatan Gayamsari, APBN, APBD Provinsi, Kemen PUPR, Pemprov, Pemkot,
Seksi B dan Seksi C Kecamatan Pedurungan, APBD Kota, dan sumber dan/atau Masyarakat
Kecamatan Tembalang, lain yang sah
Kecamatan Semarang Barat,
Kecamatan Banyumanik,
Kecamatan Candisari,
Kecamatan Gajahmungkur di
Kota Semarang

54 52
MATRIKS ARAHAN PEMANFAATAN RUANG (PROGRAM POLA RUANG)
Indikasi Program
No Lokasi Sumber Pendanaan Instansi Pelaksana 2017-2019 2020-2024 2025-2029 2030-2034 2035-2036
Utama
II Perwujudan Pola Ruang
A Zona Lindung
1 Zona Lindung (L1) Kawasan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya
Pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi dan peningkatan fungsi:
1) Kawasan Hutan Sebagian wilayah Kecamatan Boja, sebagian APBN, APBD Provinsi, Kemen LHK,
Lindung wilayah Kecamatan Limbangan, sebagian wilayah dan APBD, Kabupaten Pemprov, dan
Kecamatan Plantungan, dan sebagian wilayah Pemkab
Kecamatan Sukorejo di Kabupaten Kendal; dan
Sebagian wilayah Kecamatan Bandungan,
sebagian wilayah Kecamatan Banyubiru, sebagian
wilayah Kecamatan Bergas, sebagian wilayah
Kecamatan Getasan, sebagian wilayah Sumowono
dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran Barat di
Kabupaten Semarang.
2) Kawasan Resapan Air Sebagian wilayah Kecamatan Limbangan, sebagian APBN, APBD Provinsi, Kemen LHK,
wilayah Kecamatan Boja, sebagian wilayah APBD Kabupaten, dan Pemprov, dan
Kecamatan Singorojo, sebagian wilayah Kecamatan APBD Kota Pemkab, dan Pemkot
Patean, sebagian wilayah Kecamatan Sukorejo,
sebagian wilayah Kecamatan Plantungan, dan
sebagian wilayah Kecamatan Pageruyung di
Kabupaten Kendal;
Sebagian wilayah Kecamatan Getasan, sebagian
wilayah Kecamatan Banyubiru, sebagian wilayah
Kecamatan Jambu, sebagian wilayah Kecamatan
Sumowono, sebagian wilayah Kecamatan
Bandungan, sebagian wilayah Kecamatan Bergas,
dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran Barat di
Kabupaten Semarang;
Sebagian wilayah Kecamatan Tembalang, sebagian
wilayah Kecamatan Banyumanik, sebagian wilayah
Kecamatan Gunungpati, sebagian wilayah
Kecamatan Mijen, sebagian wilayah Kecamatan
Ngaliyan, sebagian wilayah Kecamatan
Gajahmungkur, sebagian wilayah Kecamatan
Semarang Selatan, dan sebagian wilayah
Kecamatan Candisari di Kota Semarang; dan
Sebagian wilayah Kecamatan Kedungjati, sebagian
wilayah Kecamatan Tanggungharjo, sebagian
wilayah Kecamatan Toroh, sebagian wilayah
Kecamatan Karangrayung, sebagian wilayah
Kecamatan Brati, sebagian wilayah Kecamatan
Klambu, dan sebagian wilayah Kecamatan
Grobogan di Kabupaten Grobogan

55 53
MATRIKS ARAHAN PEMANFAATAN RUANG (PROGRAM POLA RUANG)
Indikasi Program
No Lokasi Sumber Pendanaan Instansi Pelaksana 2017-2019 2020-2024 2025-2029 2030-2034 2035-2036
Utama
II Perwujudan Pola Ruang
A Zona Budi Daya
1 Zona Budi Daya 6 (Zona B6)
Pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi dan peningkatan fungsi:
1) Kawasan peruntukan Sebagian wilayah Kecamatan Karangawen di Kabupaten Demak; APBN, APBD Kemen LHK,
hutan produksi Sebagian wilayah Kecamatan Grobogan, sebagian wilayah Provinsi, APBD Pemprov,
terbatas Kecamatan Gubug, sebagian wilayah Kecamatan Karangayung dan Kabupaten, APBD Pemkab, Pemkot,
sebagian wilayah Kecamatan Kedungjati di Kabupaten Grobogan; Kota, dan sumber dan/atau
Sebagian wilayah Kecamatan Limbangan, sebagian wilayah lain yang sah Masyarakat
Kecamatan Plantungan, sebagian wilayah Kecamataan Singorojo, dan
sebagian wilayah Kecamatan Sukorejo di Kabupaten Kendal;
Sebagian wilayah Kecamatan Bandungan, sebagian wilayah
Kecamatan Banyubiru, sebagian wilayah Kecamatan Bergas,
sebagian wilayah Kecamatan Getasan, sebagian wilayah Kecamatan
Pringapus, sebagian wilayah Kecamatan Sumowono, sebagian
wilayah Kecamatan Ungaran Barat dan sebagian wilayah Kecamatan
Ungaran Timur di Kabupaten Semarang; dan
Sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik di Kota Semarang.
2) Kawasan peruntukan Sebagian wilayah Kecamatan Karangawen dan sebagian wilayah APBN, APBD Kemen LHK,
hutan produksi tetap Kecamatan Mranggen di Kabupaten Demak; Provinsi, APBD Pemprov, Pemkab,
Sebagian wilayah Kecamatan Brati, sebagian wilayah Kecamatan Kabupaten, APBD Pemkot, dan/atau
Grobogan, sebagian wilayah Kecamatan Gubug, sebagian wilayah Kota, dan sumber Masyarakat
Kecamatan Karangayung, sebagian wilayah Kecamatan Kedungjati, lain yang sah
sebagian wilayah Kecamatan Klambu, sebagian wilayah Kecamatan
Penawangan, sebagian wilayah Kecamatan Tanggungharjo, dan
sebagian wilayah Kecamatan Toroh di Kabupaten Grobogan;
Sebagian wilayah Kecamatan Boja, sebagian wilayah Kecamatan
Brangsong, sebagian wilayah Kecamatan Gemuh, sebagian wilayah
Kecamatan Kaliwungu, sebagian wilayah Kecamatan Kaliwungu
Selatan, sebagian wilayah Kecamatan Limbangan, sebagian wilayah
Kecamatan Ngampel, sebagian wilayah Kecamatan Pageruyung,
sebagian wilayah Kecamatan Patean, sebagian wilayah Kecamatan
Pegandon, sebagian wilayah Kecamatan Plantungan, sebagian
wilayah Kecamatan Ringinarum, sebagian wilayah Kecamatan
Singorojo, sebagian wilayah Kecamatan Sukorejo, dan sebagian
wilayah Kecamatan Weleri di Kabupaten Kendal;
Sebagian wilayah Kecamatan Bancak, sebagian wilayah Kecamatan
Banyubiru, sebagian wilayah Kecamatan Bergas, sebagian wilayah
Kecamatan Bringin, sebagian wilayah Kecamatan Pringapus,
sebagian wilayah Kecamatan Sumowono, sebagian wilayah
Kecamatan Ungaran Barat dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran
Timur di Kabupaten Semarang; dan
Sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik, sebagian wilayah
Kecamatan Mijen dan sebagian wilayah Kecamatan Ngaliyan di Kota
Semarang.
5654
Terima
Kasih