Anda di halaman 1dari 26

TUGAS KELOMPOK

BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Tempe goreng, kripik tempe,
perkedel tempe, dll

Makanan pokok produksi


orang NTT tempe
Kupang
(6,45kg/org/tah Kontak
un) pekerja
Di semua Penyakit
kalangan akibat kerja

ISPA , LBP, myalgia, luka bakar,


konjungtivitis, tinea manus dan
pedis, dermatitis kontak iritan
Rumusah Masalah

1. Apa saja faktor risiko pekerjaan yang dapat


mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja
di Home Industry Tempe Dua Putri?

2. Bagaimana status kesehatan para pekerja di


Home Industry Tempe Dua Putri?

3 Apa saja masalah kesehatan yang dapat dialami


oleh pekerja di Home Industry Tempe Dua Putri?

4. Apa saja dampak terhadap lingkungan yang dapat


diakibatkan oleh limbah produksi Home Industry
Tempe Dua Putri dan bagaimana penanganannya?
Mengetahui faktor risiko Mengetahui status
pekerjaan kesehatan para pekerja

Tujuan
Penulisan

Mengetahui dampak dan


Mengetahui masalah
penanganan limbah
kesehatan
produksi
Manfaat Penulisan

Penulis Pekerja Pemilik Home


Industry
Tempe Dua
Putri
BAB II
Laporan Kegiatan
LAPORAN KEGIATAN
Jenis usaha : Home Industry Tempe
Nama usaha : Home Industry Tempe Dua Putri
Alamat : Amnesi - Bakunase 1
Berdiri : Sejak tahun 2001
Nama pemilik usaha : Tn. Daniel Naklui
Luas ruang usaha : 10 x 15 m2(Area 1)
10 x 5 m2 (Area 2)
Jumlah karyawan : 5 orang
Jam kerja : 09.00 17.00 WITA AREA 2
Ruangan
AREA 1 Tertutup
Ruangan Penirisan Peragian
Terbuka Pengepakkan
Pencucian Kedelai Kedelai
Perebusan
Kedelai
Persiapan alat dan
bahan
1. Perebusan Proses perebusan
selama 4 jam
Kedelai
Hasil rebusan
didiamkan selama
24 jam

Kedelai rebusan di
masukan ke karung
dan diinjak untuk
Proses
2. Pencucian dan
dilepaskan kulit ari
Kedelai
produksi
Penirisan Kedelai kemudian dicuci
Ditiriskan dan
jagung
udang
dibiarkan selama 4
jam

Kedelai dicampurkan
dengan ragi
3. Peragian Proses pengepakan
dan pelubangan
& Pengepakkan kedelai dalam plastik

Proses fermentasi
selama 2 x 24 jam
Gambar Proses pembuatan tempe
Proses persiapan alat & bahan serta perebusan kedelai
,

Proses pencucian
,

Proses pencucian
Proses peragian
Proses pengepakkan
Tabel identifikasi tenaga kerja dan status
kesehatan tenaga kerja

Penanganan limbah produksi

Kulit kacang Pakan hewan


kedelai ternak
Limbah
Produksi
Air hasil
dibuang
rebusan
BAB III
Diskusi dan
Pembahasan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3)
RISIKO KERJA

Iritasi
LBP + mialgia ISPA Mata/konjun
gtivitis

Dermatitis
Luka Bakar Kecacingan
Kontak Iritan

Cedera dan Tinea Manus CTS


Tenggelam dan Pedis
APD

Masker Sepatu

Kacamata Sarung Tangan


Gangguan Kesehatan Akibat Kerja
Standar kotak pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K)
BAB IV
Penutup
Kesimpulan
1.Terdapat beberapa faktor risiko pekerjaan yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja

2. Hasil anamnesis dan pemfis pada pekerja menunjukkan


bahwa sebagian pekerja mengalami masalah kesehatan
sedangkan sisanya dalam kondisi sehat.

3. Permasalahan kesehatan yang didapatkan : ISPA, LBP,


Myalgia, dan dermatitis kontak iritan.

Saran

Pemilik Disnakertr
Pekerja
Industri ans
DAFTAR PUSTAKA
1. Kandungan Gizi Tempe Beserta Manfaatnya. Available at: http://staff.uny.ac.id
2. Umbu Roga A, Setyobudi A. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Undana Press. Kupang; 2008.
3. International Labour Organization. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan
Kesehatan Sarana untuk Produktivitas. 5th ed. Jakarta: International Labour Organization;
2013.
4. Notoadmodjo. Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Laundry RS. Jakarta; 2012.
5. Uhud A, Kurniawati, Harwasih S, Indriana SR. Buku Pedoman Pelaksanaan Kesehatan dan
Keselamatan Untuk Praktek dan Praktikum. Surabaya; 2008.
6. WHO. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi.
2008. Available at: https://www.who.int/csr/resources/publication/
7. Brunner & Suddart, Alih bahasa Monica Ester, SKP; Buku Ajar Keperawatan Medikal, edisi 8,
volume 1. Jakarta: EGC; 2002.
8. Hogan DJ. Irritant Contact Dermatitis. 2014. Available at :
https://www.emedicine.medscape.com/article/1049353-overview
9. Jackson CE. Clinical Approach to Muscle Disease. 2008. Avaiable at: https://www.
medscape.com/viewarticle/572269_2
10. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik
Indonesia. Indonesia; 2014
11. Wiryani, E. Analisis Kandungan Limbah Cair Pabrik Tempe. Laboratorium Ekologi dan
Biosistematik UNDIP. Semarang; 2012
12. Fratama, B. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tempe sebagai Pupuk Cair Produktif (PCP)
ditinjau dari penambahan pupuk NPK. Salatiga; 2013