Anda di halaman 1dari 36

KONSERVASI

KEANEKARAGAMAN
HAYATI

Trisnadi Widyaleksono Catur Putranto; ITL UNAIR


PENGANTAR

Cara paling efektif untuk melestarikan seluruh


kehati: melestarikan komunitas.
Penangkaran hanya menyelamatkan sbg. kecil spesies

Tiga cara melestarikan komunitas hayati:


1.Menetapkan kawasan perlindungan,
2.Penerapan upaya2 konservasi di luar kaw.
konservasi,
3.Perbaikan komunitas hayati dalam habitat
yang terdegradasi.

7/23/2017 2
Komunitas hayati bervariasi dari yang nyaris
tak tersentuh aktivitas manusia (dasar
laut/hutan terpencil) sampai yang besar-
besaran diubah manusia (pertanian, kolam
buatan, dan lingkungan perkotaan).
Namun demikian:
di daerah terpencil bagaimanapun, dampak
manusia telah membekas (peningkatan CO2,
hujan asam, dll.), dan
di tempat termodifikasi sehebat apapun di bumi,
masih tersisa kehidupan asli.
Habitat dengan gangguan menengah
merupakan tantangan dan peluang menarik
untuk konservasi biologi, karena menutupi
wilayah yang sangat luas.
7/23/2017 3
KAWASAN KONSERVASI
Menetapkan kawasan konservasi secara legal merupakan
langkah terpenting dalam melestarikan komunitas hayati
Kawasan konservasi ditetapkan melalui beberapa cara:
1. Kebijakan pemerintah (nasional, regional atau lokal)
2. Pembelian lahan oleh perorarangan atau organisasi konservasi.
3. Mendukung budaya dan adat masyarakat setempat
4. Pendirian stasiun penelitian

7/23/2017 4
1. Cagar alam murni (Strict nature reserves)
dilindungi secara ketat (untuk penelitian,
pendidikan, pamantauan). Mendukung pelestarian
spesies dan proses2 ekosistem.
2. Taman Nasional wilayah luas dengan keindahan
pemandangan (melindungi satu/lebih ekosistem,
untuk tujuan ilmiah, pendidikan, dan rekreasi).
3. Monumen Nasional kawasan berukuran kecil,
untuk melestarikan suatu keutuhan biologi, geologi
atau kebudayaan yang menarik dan unik.
4. Suaka Alam Kelola dan Cagar Alam Kelola mirip
cagar alam murni, namun masih dibolehkan
manipulasi untuk mempertahankan ciri-ciri khas.
Pemanenan terkontrol masih diperbolehkan.
7/23/2017 5
5. Bentang alam darat/laut yang dilindungi masih
dimungkinkan pemakaian secara tradisional;
menampakkan ciri khas budaya, keindahan, dan
ekonomi.
6. Suaka cadangan (Resource reserves) kawasan
yang sumberdayanya dilestarikan untuk masa
depan; penggunaannya dibatasi dengan cara-cara
yang sesuai kebijakan.
7. Wilayah biota alami dan suaka masyarakat
tradisional masih mungkin melanjutkan cara2 hidup
tanpa diganggu pihak luar.
8. Kawasan dikelola secara multiguna
memungkinkan pemanfaatan air, satwa liar,
perumputan ternak, kayu, wisata dan pengambilan
ikan secara berkelanjutan, Upaya konservasi
biasanya bersesuaian dengan kegiatan-kegiatan ini.

7/23/2017 6
Lima yang pertama termasuk kawasan dilindungi
secara penuh (habitat dikelola untuk
keanekaragaman hayati); dan tiga terakhir,
keanekaragaman hayati menjadi tujuan kedua bagi
pengelolaan.

Di Indonesia (Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang


Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan
Ekosistemnya) : kawasan perlindungan dan pelestarian
terbagi menjadi kawasan suaka alam dan kawasan
pelestarian alam

7/23/2017 7
Sampai 2003, jumlah kawasan dilindungi di
seluruh dunia sebanyak 63.478; menutupi
daerah seluas 16 juta km2 (WRI, 2003) Taman
Nasional terbesar di dunia ada di Greenland
seluas 970.000 km2.
Jumlah luas seluruh Taman Nasional: hanya 11%
dari luas permukaan bumi
Hanya sekitar 4-5% dari permukaan bumi yang
secara ketat dilindungi.
Tutupan kawasan perlindungan terbesar ada
di Amerika Tengan dan Oceania; dan yang
paling sedikit ada di Uni Sovyet.

7/23/2017 8
Bila kawasan PERLINDUNGAN hanya menutup sebagian
kecil muka bumi, seberapa efektifkah mereka dapat
melestarikan spesies-spesies yang ada di bumi?
Realita: konsentrasi dari banyak spesies ada di lokasi-
lokasi tertentu daerah dari gradasi elevasi yang
mempunyai sumberdaya penting yang melimpah
(misalnya: kubangan air minum, dll.)
Perlindungan kehati tidak bergantung pada pelestarian
habitat umum yang luas, tetapi lebih terkonsentrasi
pada habitat-habitat perwakilan dari sistem kawasan
perlindungan.
Dari contoh-contoh kawasan perlindungan di banyak
negara, kawasan konservasi yang dipilih dapat
mencakup banyak (atau sebagian besar) spesies yang
ada.

7/23/2017 9
7/23/2017 10
Penetapan prioritas dalam pelestarian
didasarkan oleh keterbatasan dana.
Para ahli konservasi berargumentasi bahwa
tidak boleh ada spesies punah tapi
kenyataannya spesies punah terjadi setiap
hari.

Ada 3 pertanyaan terkait dengan konservasi:


1.Apa yang perlu dilindungi ?
2.Di mana perlu dilindungi ? dan
3.Yang bagaimana perlu dilindungi ?
7/23/2017 11
Kekhasan komunitas diberi prioritas tinggi bila tersusun oleh
banyak spesies langka & endemik; spesies diberi nilai tinggi bila
secara taksonomi bersifat unik (anggota tunggal dari marga
atau familia);
Keterancaman spesies yang menghadapi ancaman
kepunahan lebih penting dibanding yang tidak.
Kegunaan spesies yang mempunyai kegunaan nyata bagi
manusia diberi nilai konservasi lebih tinggi dibanding yang tak
jelas manfaatnya.

Contoh riel: berdasarkan tiga kriteria tersebut; satwa komodo,


merupakan biawak terbesar di dunia (khas); hanya terdapat di
pulau Nusa Tenggara (genting kepunahan); dan mempunyai
potensi yang besar sebagai daya tarik wisata (manfaat).

7/23/2017 12
Prinsip2 merancang cagar alam didasarkan
pada teori biogeografi pulau, yakni
membayangkan cagar alam tsb. sebagai
pulau-pulau di mana di dalamnya
terdapat komunitas hayati yang murni,
dikelilingi oleh lahan yang tidak mendukung
kehidupan spesies di pulau tersebut
akibat aktivitas manusia (pertanian,
peternakan, dan industri).

7/23/2017 13
7/23/2017 14
1. Seberapa besar ukuran kawasan konservasi
ditetapkan agar melindungi berbagai spesies?
2. Mana yang lebih baik; cagar tunggal yang
besar atau yang majemuk berukuran kecil-
kecil?
3. Berapa banyak jumlah individu dari satu spesies
perlu dilindungi agar terhindar dari kepunahan?
4. Bagaimana bentuk terbaik untuk suatu cagar
alam?
5. Bila menetapkan beberapa cagar alam secara
bersamaan, sebaiknya cagar alam diletakkan
berdekatan atau berjauhan; apakah mereka
saling terisolasi, atau dihubungkan oleh koridor?
7/23/2017 15
7/23/2017 16
Dalam biologi konservasi dikenal SLOSS debate
(single large or several small): perdebatan ttg
manakah kekayaan spesies dapat dicapai secara
maksimal; satu besar atau terpecah-pecah dalam
beberapa lokasi yang lebih kecil?
Pendukung cagar alam tunggal: untuk spesies besar
dengan daerah jelajah luas serta kerapatan individu
kecil, hanya cagar alam besar yang dapat
mempertahankan populasi berumur panjang.
Cagar alam besar dapat mengurangi efek-efek tepi
(edge effects), serta mencakup lebih banyak spesies
dan mempunyai keanekaragaman habitat yang lebih
besar.

7/23/2017 17
Namun demikian, cagar alam kecil yang dikelola
dengan baik juga berharga, kerena dapat
menyediakan perlindungan bagi banyak spesies
tumbuhan, avertebrata, dan vertebrata kecil.
Beberapa cagar alam kecil bila ditempatkan secara
baik mempunyai kelebihan, mencakup tipe habitat
beragam, menampung lebih banyak populasi spesies
langka, serta lebih mudah terhindar dari tekanan-
tekanan akibat bencana (instroduksi spesies asing,
penyakit atau api) yang dapat menghancurkan
seluruh populasi, bila bertempat pada satu cagar
alam besar.

7/23/2017 18
Kawasan perlindungan perlu dirancang untuk
menekan efek tepi yang bersifat merugikan.
Daerah konservasi berbentuk membulat akan
meminimalkan rasio edge-to-area (antara
pinggir dengan luas keseluruhan).
Kawasan demikian mempunyai pusat yang
relatif lebih jauh dari tepi dan mempunyai tepi
atau pinggir yang luas.
Fragmentasi mengakibatkan dampak negatip
bagi spesies dan populasi. Perlu dihindari
fragmentasi kawasan oleh jalan raya, pagar,
pertanian, dan penebangan kayu.

7/23/2017 19
Penggunaan koridor habitat dapat membentuk
satu sistem perlindungan yang besar
Koridor habitat adalah jalur lahan yang menjadi
penghubung antara satu kawasan konservasi
dengan lainnya yang berdekatan.
Dikenal sebagai koridor konservasi, atau
Koridor perpindahan
Memungkinkan:
tumbuhan & satwa menyebar ke kawasan lain,
aliran gen dan kolonisasi habitat yang sesuai
Kendala potensial koridor : menjembatani
pergerakan spesies hama/ penyakit, resiko predasi
oleh satwa lain lebih besar, dan pemburu
cenderung terkonsentrasi di jalur perlintasan satwa.

7/23/2017 20
7/23/2017 21
Penggunaan koridor = strategi untuk mengelola
spesies dengan daya jelajah luas.
1. Di Florida: pembentukan koridor antarlahan
yang dihuni pantera Florida (Felis concolor
cory) menghabiskan jutaan dollar
2. Di tempat lain: pembentukan gorong-gorong,
terowongan & jalur dibangun di bawah atau
di atas jalan atau rel kereta untuk penyebe-
rangan kadal, amfibi, dan mamalia.
Mengurangi tingkat kecelakaan tertabrak
menyelamatkan nyawa dan menghemat dana.

Di Kanada, angka
kecelakaan di TN Banff
menurun 96% setelah
pembuatan pagar dan
jalur penyeberangan
7/23/2017 22
Koridor yang memotong beragam ketinggian,
jenis tanah, atau curah hujan, memungkinkan
perpindahan spesies ke tempat yang sesuai
Perubahan iklim global: menyebabkan
berpindahnya banyak spesies menuju elevasi
(altitude) atau garis lintang (latitude) lebih tinggi.
Pembentukan koridor: alternatif untuk melindungi
jalur perpindahan:
Lembah sungai
Pegunungan
Garis pantai yang mengarah
Utara-selatan

7/23/2017 24
Penetapan jaringan kawasan konservasi,
sering kali tanpa menggunakan sistem
terstruktur, sehingga kurang efektif

Sangat bergantung pada:


1. Ketersediaan dana
2. Ketersediaan lahan,
3. Pengaruh politik

Agar perwakilan semuan spesies dan


komunitas hayati dapat dilindungi, jaringan
kawasan perlindungan sangat diperlukan

7/23/2017 25
Perlu memperhatikan 4R dalam mendirikan
jaringan kawasan perlindungan baru:
1. Representation (keterwakilan): memiliki
sebanyak mungkin aspek kehati (spesies,
populasi, habitat, dll.)
2. Resiliency (kelentingan): kemampuan
mempertahankan seluruh aspek kehati dalam
kondisi yang baik hingga masa depan
3. Redundancy (ketahanan):mencakup aspek
dan contoh kehati dalam jumlah memadai,
untuk menjamin keberlanjutan dalam masa
depan yang tidak menentu.
4. Reality (kenyataan): ketersediaan dana dan
kemampuan politik yang jelas merupakan
prasyarat yang mutlak

7/23/2017 26
Zonasi
1. Satu solusi menghadapi beragm konflik kepentingan di
kawasan yang dilindungi
2. Tujuan: mengelola kawasan secara keseluruhan,
dengan merancang dan menentukan wilayah
dengan prioritas untuk kebutuhan tertentu:
Produksi kayu
Perburuan, pemancingan
Perlindungan kehidupan liar, atau
terancam
Penelitian dan pendidikan
Jalur perjalanan
Pengelolaan DAS, dll.
3. Tantangan sistem zonasi: kompromi dengan
masyarakat agar dapat menggunakan SDA jangka
panjang berkelanjutan.

7/23/2017 27
Konservasi di luar kawasan yang dilindungi
Daerah tidak dilindung (termasuk yang bertetangga dg
kawasan yang dilindungi): elemen penting bagi strategi
konservasi
Melindungi kehati hanya di kawasan dilindungi tidak efektif,
dan dapat mendatangkan paradoks.
85% lahan dunia di luar kawasan konservasi
Sebagian daerah tersebut tidak digunakan secara intensif dan
masih dihuni biota asli
Daerah ini diperlukan, bila spesies perlu migrasi, mendapatakan
SD yang tak tersedia di dalam kaw konservasi
Di AS, 70% spesies yang dilindungi terdapat di lahan milik
pribadi
Beberapa spesies terancam: dapat hidup di lahan dengan
peruntukan: penghasil kayu, pertambangan,
penggembalaan, perkebunan

7/23/2017 28
Bentang alam manusia
Kehati dapat dipertahankan di sistem
pertanian tradisional, lahan penggembalaan,
dan hutan tanaman.
Spesies burung di lahan pertanian tradisional
lebih banyak dibanding pertanian modern
Memiliki habitat beragam,
Lebih hemat pestisida
Lebih hemat penyubur
Lebih hemat herbisida
Lahan dengan metode organik, jumlah burung lebih
banyak dibanding di lahan yang tidak dengan metode
organik.

7/23/2017 29
Ekologi Restorasi
Pemulihan ekosistem yang rusak berpotensi untuk
memperkuat sistem kawasan konservasi
Pemulihan ekologis (ecological restoration): praktik
perbaikan.
Restorasi ekologi: proses yang secara sengaja
mengubah (keadaan lingkungan) suatu lokasi
untuk membentuk kembali ekosistem tertentu yang
bersifat asli, dan bernilai sejarah.
Merupakan ilmu dan praktik mengenai pemulihan
populasi, komunitas dan ekosistem
Tujuan: mengembalikan struktur, fungsi,
keanekaragaman, serta dinamika dari sistem terkait
Selain menunjang strategi konservasi, proyek restorasi
membuka kesempatan penyusunan komunitas secara
utuh
7/23/2017 30
Asal kata ekologi restorasi adalah teknologi terapan, yang
pada awalnya bertujuan mengembalikan spesies tertentu
yang memiliki nilai ekonomi serta mengembalikan berbagai
fungsi ekosistem terkait.
Contoh:
upaya restorasi lahan basah untuk menghindari banjir,
elokasi lokasi tambang untuk menghindari erosi tanah,
Pengelolaan padang rumput untuk memningkatkan produksi
rerumputan,
Penanaman pohon untuk hasil kayu, rekreasi, serta fungsi
ekosistem
Umumnya teknologi tersebut hanya membentuk komunitas
yang sederhana (tidak mandiri).

Kini di dalam tujuan-tujuan utama restorasi tercakup upaya


untuk memulihkan spesies dan komunitas asli.
Termasuk upaya restorasi ini kadang disebut proses mitigasi
Kegiatan membengun lingkungan baru (komunitas lahan
basah alami) sebagai gantui wilayah yang telah rusak akibat
pembangunan

7/23/2017 31
Ekologi restorasi, menyediakan teori dan praktik bagi
penanganan berbagai tipe ekosistem terdegradasi.

Ada 4 macam pendekatan untuk mengembalikan


komunitas hayati dan ekosistem:
1. Tanpa tindakan: restorasi tidak dilakukan mengingat biaya
terlalu mahal, atau upaya sebelumnya telah gagal, atau
diperkirakan ekosistem dapat puluh dengan sendirinya
2. Rehabilitasi: ekosistem rusak diganti dengan yang
produkstif, dengan satu/beberapa spesies.
Pembentukan komunitas baru dapat memperbaiki fungsi
ekologi setempat
3. Restorasi parsial: memperbaiki sebagian fungsi ekosistem,
dan mengembalikan spesies asli yang dominan.
Pengemalian spesies langka tidak masuk aktivitas ini
4. Restorasi lengkap: restorasi hingga mencapai struktur dan
komposisi spesies semula, serta berbagai proses ekosistem.
Melalui modifikaso lokasi secara aktif & reintroduksi spesies asli.

7/23/2017 32
Pemulihan berbagai komunitas penting
Upaya memulihkan komunitas ekologis sering difokuskan pada
wilayah tertentu yang telah jauh berubah:
1. Wilayah perkotaan: bertujuan mengurangi dampak manusia
terhadap ekosistem, & meningkatkan kualitas hidup penghuni
perkotaan
Penataan bagian riparian/bantaran sungai, dan mengisi kembali
spesies asli
Menanami kembali lahan yang rusak dengan semak asli, pohon dan
bunga, dll.
Pembangunan wilayah agar manusia dan kehati dapat hidup
berdampingan disebut ekologi rekonsiliasi

2. Lahan basah: seperti sungai dan rawa telah menjadi sasaran


upaya restorasi besar-besaran.
Fungsi lahan basah: a.l. mengendalikan banjir, mempertahan kualitas
air, melestarikan komunitas hayati
Di Jepang: telah dibuat 500 kolam di sekitar sekolah dan taman untuk
menyediakan habitat bagi capung dan spesies asli lainnya; dengan
melibatkan murid, guru, dan orang tua.

7/23/2017 33
Masa depan ekologi restorasi
Ekologi restorasi: satu bidang
yang sedang berkembang dalam
biologi konservasi, serta memiliki
komunitas ilmiah tersendiri
Melalui pengembangan riset,
para ilmuwan banyak
berkontribusi dan memberikan
saran dalam proyek-proyek
restorasi.
7/23/2017 34
HUBUNGAN TIPE EKOSISTEM TERHADAP
DAYA LENTING DAN KONSERVASI

A. TERUMBU KARANG, SUNGAI,


DAYA LENTING
DANAU, MATA AIR, RAWA
B. PULAU PULAU KECIL
C. HUTAN TROPIKA BASAH
D. HUTAN MUSIM, UGAHARI
E. PERAIRAN PANTAI, ESTUARI
F. GUNUNG DAN DATARAN TINGGI
G. PADANG RUMPUT, SAVANA
A B CDE F G

PRESERVASI

PELESTARIAN
PEMANFAATAN/REKREASI

KONSERVASI
Peran Ekosistem
Menyangga iklim
Recycle bahan kimia vital
yang diperlukan tumbuhan dan
hewan
Tempat pembuangan limbah
manusia
Mengontrol lebih dari 95 %
hama dan penyakit
Menjaga sumberdaya genetik