Anda di halaman 1dari 42

ANALISIS DAN PERHITUNGAN EFISIENSI KINERJA

SISTEM PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK PADA


PLTU UNIT 5 PAITON-JAWA TIMUR

Dony Darmawan
11 2003 020

KONSENTRASI TEKNIK ENERGI ELEKTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2010
POKOK BAHASAN
Pendahuluan
Landasan teori
Metodologi penelitian
Perhitungan dan Analisa
Kesimpulan
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Semakin besar akan kebutuhan energi
listrik di kalangan masyarakat dan
industri maka dibutuhkan penghematan
energi primer dengan cara menghitung
efisiensi kinerja sistem pembangkit energi
listrik
Tujuan
Memahami kualitas dari bahan bakar , siklus
water/steam cycle sistem pembangkitan dan
kualitas peralatan peralatan pembangkitan.
Memahami dan Menganalisa kinerja sistem
pembangkitan pada PLTU unit 5 Paiton-Jawa
Timur.
Mengetahui besarnya efisiensi yang dihasilkan
oleh PLTU unit 5 Paiton-Jawa Timur.
Pembatasan Masalah
Studi dilakukan pada PLTU batubara unit 5 Paiton, Jawa
Timur.
Perhitungan efisiensi yang melibatkan fluida
menggunakan metode volume atur.
Perhitungan efisiensi pembangkitan, dilakukan
pemodelan menggunakan software Cycle Tempo ver.5.
Beban yang disupply pada PLTU unit 5 Paiton
berdasarkan data pada generator capability curve.
Pengertian PLTU
PLTU merupakan instalasi elektrikal dan
mekanikal untuk mengubah energi potensial e
air berupa uap air sebagai fluida kerjanya
menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan
untuk satu atau lebih manfaat tertentu
Prinsip kerja PLTU
Energi Listrik
Daya kompleks : S = VLN . I (VA)
Daya aktif : P = VLN . cos (Watt)
Daya reaktif : Q = VLN . sin (VAR)

faktor daya : PF = cos


III. Metodologi Penelitian
Pengumpulan Data
Data Nilai kalori bahan bakar batubara yang
digunakan PLTU unit 5 Paiton
Data PFD Sistem Pembangkitan PLTU unit 5 Paiton
Data Peralatan peralatan yang digunakan pada
proses produksi listrik
Data Analisis Ultimate dan Proximate
Batubara Sub-bituminous PT ADARO
Analisis proximate :
Moisture in air dried Sample (%,adb) 18.58
Ash (%,adb) 7.01
Volatile Matter (%,adb) 36.77
Fixed Carbon (%,adb) 37.64
Total Sulfur (%,adb) 1.80
Analisis Ultiimate :
Carbon (%,adb) 52.85
Hydrogen (%,adb) 6.34
Nitrogen (%,adb) 1.01
Oksigen (%,adb) 30.99
Data Power Flow Diagram PLTU unit 5
Paiton Jawa Timur
Boiler 1
Jenis boiler : Pulverized
Efisiensi isentropik : 84 %
Pressure drop : 30 % PIN HP
(terperinci pada ekstra kondisi pada pipa 35)

Reheater 4
pressure drop : 10 % PIN IP
(terperinci pada ekstra kondisi pada pipa 4)
Turbine 2 (High Pressure Turbine)
Data masukan Uap Superpanas : temperature TIN = 530 C
pressure PIN = 180 bar
throttling losses control values : 3 % PIN HP
(terperinci pada ekstra kondisi pada pipa 1)

Turbine 5 (Intermediate Pressure dan Low Pressure Turbine)


Data masukan Uap Superpanas : temperature TIN = 530 C
Pressure PIN = 34.02 bar
Keluaran area terakhir : A = 6 * 6.14 m2
Kondensor 6
Kondensor pressure : POUT2 = 0.05 bar

Pompa 14
Pressure : TOUT = 224.2 bar
Efisiensi isentropik : ETHAI = 0.75
Pompa kondensat utama 7
Efisiensi isentropik : ETHAI = 0.78
Efficiency drive : ETHAE = 0.88

Auxillary condensate pump 19


Efisiensi isentropik : ETHAI = 0.78
Efficiency drive : ETHAE = 0.86
Low-pressure preheater 8
Temperature difference at high-temperature side : DELTH = 3 K
Kondisi saturasi pada terkondensat : SATCOD = 0
Pressure drop primary side : DELP1 = 0.5 bar

Low-pressure preheater 10, 11 and 12


Temperature difference at high-temperature side : DELTH = 3 K
Temperature difference at low-temperature side : DELTL = 5 K
Pressure drop primary side : DELP1 = 0.5 bar
Deaerator 13
Steam pressure : PIN = 5.192 bar

High-pressure preheater 15, 16 and 20


Temperature difference at high-temperature side : DELTH = 0 K
Temperature difference at low-temperature side : DELTL = 7 K
Pressure drop primary side : DELP1 = 1 bar
Steam pressures in the preheaters
Preheater 8 : PIN2 = 0.082 bar
Preheater 10 : PIN2 = 0.236 bar
Preheater 11 : PIN2 = 0.676 bar
Preheater 12 : PIN2 = 1.895 bar
Preheater 15 : PIN2 = 13.919 bar
Preheater 20 : PIN2 = 71.472 bar

Generator
Design power (production function) : POWER = 644.46 MW
Efisiensi isentropik : ETAGEN = 97 %
Pipes
Pressure losses
Live steam pipa 37 : 4 % PIN HP
kondisi : DELPR = 0.0384
( = 0.04/1.04 )
Pipa 1 : 3%
Kondisi : DELPR = 0.03
Ekstraksi uap pada pipa 17 : 3%
Kondisi : DELPR = 0.03
Ekstraksi uap pada pipa 16, 18, 19, 23-26 : 6%
Kondisi : DELPR = 0.06
Boiler feed water pada pipa 35 : 30 % PIN HP
Kondisi : DELPR = 0.0039
( = 0.3/1.34 )
Reheated steam pada pipa 4 : 10 % PIN HP
Kondisi DELPR = 0.0909
( = 0.1/1.01 )
IV. Perhitungan dan analisis
Deskripsi sistem pembangkitan PLTU unit 5 Paiton
Perhitungan Nilai Energi Batubara
Data Hasil Perhitungan menggunakan Software Cycle
Tempo ver.5
Data Hasil Perhitungan Teoritik
Generator Listrik
Analisis
Perhitungan nilai kalori batubara

Persamaan dulong :

Keterangan : C : Nilai komposisi karbon (%)


H : Nilai komposisi hidrogen (%)
O : Nilai komposisi oksigen (%)
S : Nilai komposisi sulfur (%)
Siklus Rankine Sederhana :

Ket : 1. Boiler
2. Turbin
3. Kondensor
4. Pompa
Analisis Termodinamika

Keterangan, = laju aliran kalor ( watt )


= laju aliran energi kerja poros ( watt )
Ek = energi per massa berupa energi kinetik ( j / kg )
Ep = energi per massa berupa energi potensial ( j / kg )
h = energi per massa berupa enthalpy ( j / kg )
Kesetimbangan Energi Volume Atur

-Volume atur turbin


-Volume atur kondensor
-Volume pompa
-Volome atur pembangkit uap
.
Volume Atur Pembangkit Uap

Keterangan
= laju pembangkitan uap ( kWatt )
= laju aliran massa uap ( kg / s )
1 = enthalpy air masuk boiler ( kJ / kg )

Idealisasi : 2 = enthalpy uap keluar boiler ( kJ / kg )


Aliran lunak,
Energi potensial masuk = Energi potensial keluar,
Energi kinetik masuk = Energi kinetik keluar,
Tidak ada kerja poros,
Proses kerja isobarik,
Laju aliran massa uap,
Setelah melakukan perhitungan 4 tahap tersebut. Dapat dihitung
performasi dari pusat tenaga ini :

Kerja netto :

Efisiensi gross :

Efisiensi netto :
Deskripsi Sistem PLTU unit 5
Paiton Jawa Timur
Nilai Kalori Batubara PT. ADARO

Nilai HHV Batubara


Hc = 34.62 (52.85) + 123.34 (6.34) 12.88 (30.99) + 6.22 (1.01)
= 22,030 kJ / kg

Nilai LHV Batubara


LHV = 82 % . 22,030 kJ/kg
= 0.82 . 22,030 kJ/kg
= 18,064.6 kJ/kg
Daya Input, Daya Output dan Efisiensi Sistem PLTU unit 5 Paiton Jawa Timur
Diagram T-s PLTU unit 5 Paiton Jawa Timur
Mollier Diagram PLTU unit 5 Paiton Jawa Timur
Daya Input, Daya Output dan Efisiensi Sistem
PLTU unit 5 Paiton Jawa Timur secara teoritik

Penerima No Komponen Energi Total


(kW) (kW)
Kalor yang 4 Boiler 1.380.689,871 1.666.245,344
dibangkitkan 1 Reheater 285.555,473
Penerima 2,5 Turbin 664,333.32
Net power generator 644,403
Aux power 7 Pompa 399.06 27,723.53
Consumption 14 Pompa 20,012.03
19 Pompa 62.324
101 Pompa 7,250.11

Delivered 613,428.86
Net power
efisiensi Gross 38.673%
Net 37.001%
Kebutuhan batubara :
Generator Capability Curve PLTU unit 5 Paiton Jawa Timur
Analisa perhitungan

Hasil perhitungan software Cycle Tempo ver. 5


menyatakan bahwa efisiensi pembangkitan PLTU
yaitu 38.631 % (efisiensi gross) dan 36.969 %
(efisiensi net).

Hasil perhitungan teoritik menyatakan bahwa


efisiensi pembangkitan PLTU yaitu 38.673 %
(efisiensi gross) dan 37.001 % (efisiensi net).
V.Kesimpulan
Efisiensi PLTU unit 5 Paiton dengan bahan bakar
batubara sebesar 37.001 %.
Generator bekerja pada posisi yang sangat efisien pada Pf
96.82 %, karena bekerja diatas generator nameplate rating
point yaitu 85 %. Berikut data hasil pengukuran Siemens
system:
Excitation volt : 343 V
Excitation current : 4411 V
Frekuensi kerja : 49.49 Hz
Tegangan keluaran 3 fasa : 21.04 kV
Arus keluaran : 18.18 kA
Daya aktif keluaran : 644.46 MW
Daya reaktif keluaran : 166.39 MVAR
Power factor : 96.82 %
Nilai kalor dari batubara PT. ADARO Kalimantan
mempunyai nilai kalor tertinggi sebesar 22,030 kJ / kg dan
nilai kalor terendah 18,064.6 kJ/kg.

Perhitungan efisiensi pembangkitan secara termodinamika


pada daya aktif yang dibangkitkan sebesar 644.46 MW,
maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Laju aliran massa uap = laju aliran massa air
Laju aliran massa uap boiler = 554.221 kg/s
Laju aliran massa uap reheater = 446.887 kg/s
Enthalpy masuk boiler = 1266.48 kJ/kg
Enthalpy keluar boiler superheater = 3359.11 kJ/kg
Enthalpy masuk superheater = 2982.38 kJ/kg
Enthalpy keluar boiler reheater = 3519.13 kJ/kg
Jumlah kalor hasil pembakaran bahan bakar (Qbb) = 1,659,131.31 kJ/s,
sedangkan kalor yang diserap oleh air untuk mengubah menjadi uap
(Qb) = 1,393,670.3 kJ/s.
Kebutuhan batubara untuk membangkitkan daya 644.46 MW yaitu
sebesar 92.023 kg/s.
Terima kasih

created by. donie_embel@yahoo.com


Kondisi lagging daya aktif daya reaktif daya kompleks Maks Tegangan Maks
Maks Maks (MVA) jala jala Arus Generator
(MW) (MVAR) (kV) (kA)
Pf Sin
(cos )

1 0 788,888 0 788.888 21 21,688

0,975 0,222 761,111 173,458 780,625 21 21,461

0,95 0,312 727,777 237,382 760,074 21 20,896

0,90 0,435 700 338,955 777,777 21 21,383

0,85 0,526 672,222 416,540 790,849 21 21,743

0,80 0,6 611,111 458,333 763,888 21 21,001

0,70 0,714 494,444 504,332 706,348 21 19,419

0,60 0,8 405,555 540,74 675,925 21 18,583

0,40 0,916 255,555 585,221 638,887 21 17,564

0,20 0,979 122,222 598,704 611,111 21 16,801

0 1 0 611,428 611,428 21 16,809


Kondisi leading daya aktif daya reaktif Maks daya kompleks Maks
Pf Sin Maks (MVAR) (MVA)
(cos ) (MW)
0,975 0,222 777,777 - 177,253 797,72
0,95 0,312 705,555 - 231,868 742,689
0,90 0,435 538,888 - 260,941 598,764
0,85 0,526 444,444 - 275,398 522,875
0,80 0,6 383,333 - 287,499 479,166
0,70 0,714 300 - 306 428,571
0,60 0,8 238,888 - 318,517 398,146
0,40 0,916 142,604 - 326,563 356,509
0,20 0,979 66,666 - 326,563 333,333
0 1 0 - 326,563 326,563
Kegagalan pada peralatan eksitasi. Kegagalan
tersebut dikarenakan oleh dua parameter, yaitu
sebagai berikut :
Short circuit pada excitation circuit.
Gangguan pada excitation circuit.

Maloperation dari Automatic Voltage Regulator


(AVR).
Kesalahan kendali pada voltage regulator di sisi
generator dan transformator tenaga.
Generator bekerja pada saat beban kapasitif.