Anda di halaman 1dari 25

PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

LEADERSHIP
WHAT IS LEADERSHIP?
PETER DRUCKER : Pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut.
Untuk mendapatkan pengikut, seseorang harus memiliki pengaruh.
JOHN C MAXWELL : Kepemimpinan adalah pengaruh. Tanpa kemampuan
memberi pengaruh maka seseorang bukanlah pemimpin.
WARREN BENNIS : Kepemimpinan adalah fungsi dari memahami diri
sendiri, memiliki visi yang dikomunikasikan dengan baik, membangun rasa
saling percaya diantara kolega dan mampu mengaktualisasikan potensi
kepemimpinan.
Kepemimpinan : Kemampuan mengarahkan sebuah kelompok untuk
mencapai tujuan (Riggio : 342)

LEADERSHIP adalah karakter, visi dan kompetensi.


LEADER VS MANAGER
STEPHEN COVEY (2004):
Sekelompok pekerja dan beberapa orang mandor mendapat tugas
membuka jalan menembus hutan lebat menuju pantai.
Para mandor membagi para pekerja dalam beberapa kelompok kerja
sesuai fungsinya. Ada bagian perlengkapan, pemeliharaan peralatan,
operasional perambahan hutan dsbnya. Para mandor menyusun
rencana kerja, mengawasi, mengevaluasi dan memastikan seluruh
pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Selama beberapa minggu mereka bekerja, semuanya berjalan dengan
baik. Koordinasi kerja antar fungsi berjalan lancar. Masing-masing
pekerja menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Pada suatu hari, ketika para pekerja sedang sibuk bekerja. Seorang
mandor merasa ada yang mestinya harus dilakukan. Ia kemudian
memanjat pohon tertinggi dan melihat ke arah kejauhan, dan berteriak
WRONG WAY !!!.
LEADER VS MANAGER

Management is doing things right, leadership is


doing the right things
(Warren Bennis and Peter Drucker)
LEADER VS MANAGER
SUBJECT LEADER MANAGER
Focus Leading People Managing Work

Have Followers Subordinates

Horizon Long-term Short-term

Approach Sets Direction Plans Detail

Essence Change Stability

Decision Facilitates Makes

Power Personal Charisma Formal Authority

Dynamic Proactive Reactive

Wants Achievement Results

Blame Takes Blames


LEADERSHIP STYLES

Authoritarian
Democratic

Laissez-Faire
LEADERSHIP STYLE: AUTHORITARIAN

Pemimpin bertindak keras, mengarahkan dan mengendalikan


untuk menerapkan peraturan, prosedur dan aktivitas kerja.

Karakteristik kepemimpinan Authoritarian sbb:


Menetapkan tujuan, kebijakan dan peraturan sendiri

Komunikasi satu arah, top down

Mengendalikan diskusi

Mendominasi interaksi

Menghargai kepatuhan dan menghukum kesalahan

Langsung mengarahkan apa yang harus dilakukan personil

Jarang memberikan feedback positif


LEADERSHIP STYLE : AUTHORITARIAN

Pemimpin mengambil keputusan sendiri


Ketergantungan pada pimpinan sangat tinggi

Dapat menimbulkan demotivasi anggota

Tepat diterapkan dalam organisasi dan situasi yang


membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat
LEADERSHIP STYLE : DEMOCRATIC
Pemimpin bertindak kolaboratif, responsif dan interaktif dalam
koordinasi kerja.

Karakteristik kepemimpinan Democratic sbb:


Melibatkan anggota dalam menetapkan tujuan, menyusun kebijakan
dan peraturan
Komunikasi terbuka, dua arah

Memfasilitasi diskusi

Membina interaksi saling keterkaitan

Menghargai hasil kerja dan menggunakan hukuman hanya untuk jalan


keluar terakhir.
Memberikan saran dan alternatif penyelesaian pada anggota

Sering memberikan feedback positif


LEADERSHIP STYLE : DEMOCRATIC

Dapat meningkatkan motivasi & keterlibatan anggota


Anggota merasa memiliki organisasi

Meningkatkan pengalaman anggota dengan berbagi


ide
Dapat menunda pengambilan keputusan
LEADERSHIP STYLE : LAISSEZ-FAIRE
Pemimpin bertindak memberikan kebebasan penuh pada anggota.

Karakteristik kepemimpinan Laissez-Faire sbb:


Memberi kebebasan anggota menetapkan tujuannya sendiri

Jarang ada diskusi dengan anggota tentang peraturan dan


kebijakan yang berlaku
Menekankan pada interaksi saling keterkaitan

Menghindari konflik

Memberikan saran dan alternatif penyelesaian hanya kalau diminta

Jarang sekali memberikan feedback terhadap hasil kerja anggota


LEADERSHIP STYLE : LAISSEZ-FAIRE

Dapat berguna dalam organisasi dimana kebebasan


dalam berkreasi sangat dibutuhkan
Dapat menumbuhkan motivasi kerja yang tinggi karena
anggota merasa dapat menentukan cara kerja sendiri
Menyulitkan koordinasi kerja dan pengambilan
keputusan
Sangat tergantung pada team-work

Sangat tergantung pada hubungan kerja yang baik


LEADERSHIP STYLE : MANAGERIAL GRID OF LEADERS

9 1.9. Country Club 9.9. Team Management


Management

5.5. Middle of the Road


Concern for
5 Management
People

1.1. Impoverished
9.1. Task Management
Management
1

1 5 9
Concern for Tasks
LEADERSHIP STYLE : MANAGERIAL GRID OF LEADERS

Pimpinan organisasi fokus pada


1.9. Country Club karyawan dan mengutamakan
Management kepentingan karyawan daripada
tugas

Pimpinan organisasi lebih fokus


9.1. Task pada pelaksanaan tugas dan
Management pencapaian tujuan organisasi
daripada kepentingan karyawan
LEADERSHIP STYLE : MANAGERIAL GRID OF LEADERS

Pimpinan organisasi memfasilitasi


pelaksanaan tugas dan
9.9. Team
meningkatkan motivasi karyawan
Management
melalui koodinasi kerja secara
efektif

Pimpinan organisasi tidak banyak


melakukan upaya pencapaian
1.1. Impoverished
tujuan organisasi dan kurang
Management
memperhatikan kepentingan
karyawan
LEADERSHIP APPROACH: THEORY X & Y
Douglas McGregor
Mengidentifikasi dua pendekatan dalam kepemimpinan :
Theory X : Manusia pada dasarnya tidak suka bekerja

Theory Y : Bekerja merupakan sumber kepuasan manusia


LEADERSHIP APPROACH: THEORY X
Manusia pada dasarnya tidak suka bekerja dan berusaha
menghindari tugas dan tanggung jawab
Manusia tidak punya ambisi dan harus dikendalikan
Manusia akan bekerja apabila dipaksa atau diancam
Manusia tidak menyukai perubahan
Manusia pasif dan tidak cerdas
LEADERSHIP APPROACH: THEORY Y
Manusia pada umumnya suka bekerja dan memiliki rasa
tanggung jawab
Manusia mampu mengendalikan diri sendiri dalam
melaksanakan tugasnya
Manusia pada umumnya menyukai perubahan dan
tantangan
LEADERSHIP APPROACH: TRAIT THEORY
Leaders are born, not made
Tidak jelas apa saja karakteristik seorang leader:
Physical?, Personality?, Intelligence?, Social Ability?

Implikasi:
Seleksi lebih sulit.
Keterbatasan:
Mengabaikan faktor anggota dan faktor situasional

Hubungan sebab-akibat antara trait & kepemimpinan


tidak jelas
LEADERSHIP APPROACH: CONTINGENCY THEORY

Environmental Contingency Factor


Task Structure
Formal Authority System
Work Group

Leader Behavior
Directive
Outcomes
Supportive
Performance
Participative
Satisfaction
Achievement
Oriented

Employee Contingency Factor


Locus of Control
Experience
Perceived Ability
LEADERSHIP APPROACH: CONTINGENCY THEORY (THE
PATH GOAL TEORY)

DIRECTIVE LEADERS :
Pimpinan memberikan instruksi, arahan, target, standar kinerja dan
batas waktu penyelesaian tugas.
Sesuai untuk situasi sbb:
Untuk tugas- Ada konflik antar Karakter Namun tidak
tugas yang kelompok kerja karyawan cocok untuk
ambiguous, cenderung karyawan yang
stressful, sangat external locus of memiliki
terstruktur control kemampuan dan
pengalaman kerja
yang tinggi
LEADERSHIP APPROACH: CONTINGENCY THEORY

SUPPORTIVE LEADERS :
Pimpinan bersikap bersahabat dan terbuka pada karyawan. Memperhatikan
kepentingan karyawan dan memperlakukan karyawan secara adil
Sesuai untuk situasi sbb:
Untuk tugas- Hubungan kerja Karyawan Hubungan formal
tugas yang antar karyawan membutuhkan dalam
repetitive, baik afiliasi dan perusahaan
mekanikal dan perhatian yang memiliki birokrasi
rutin tinggi yang jelas
LEADERSHIP APPROACH: CONTINGENCY THEORY

PARTICIPATIVE LEADERS :
Pimpinan melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan.
Karyawan diminta untuk memberikan ide, pendapat dan saran.
Sesuai untuk situasi sbb:
Untuk tugas-tugas yang Karyawan Karakter karyawan
ambiguous, tidak jelas membutuhkan cenderung internal
dan tidak berstruktur kejelasan dan locus of control
keterlibatan
LEADERSHIP APPROACH: CONTINGENCY THEORY

ACHIEVEMENT ORIENTED LEADERS :


Pimpinan memiliki standard kinerja yang tinggi dan mengutamakan peningkatan
berkelanjutan. Karyawan ditantang untuk mencapai target yang ditetapkan.
Sesuai untuk situasi sbb:
Untuk tugas-tugas yang Karyawan memiliki Karakter karyawan
ambiguous, menantang harapan yang tinggi dan cenderung internal locus
dan kompleks dorongan untuk of control
berprestasi
TUGAS
1.Apa yang dimaksud dengan teori
kepemimpinan karismatik, transaksional
dan transformasional

1.Sampaikan satu contoh kepemimpinan


transformasional dalam perusahaan