Anda di halaman 1dari 52

PENDAHULUAN

PERKENALAN DAN MAKSUD TUJUAN

UNIT PENDIDIKAN DAN


REKAYASA
SAT LANTAS POLRES
PENGERTIAN
PENGERTIAN

Etika; kesopanan.
Lalu Lintas; gerak pindah orang, barang,
benda dari satu tempat ketempat lain.
Etika Berlalu Lintas; tingkah laku para
pemakai jalan dlm melaksanakan
peraturan Undang-undang Lalu lintas serta
norma-norma sopan santun antara sesama
pemakai jalan.
DATA KECELAKAAN DAN
PELANGGARAN
POLRES LUBUKLINGGAU
KECELAKAAN LALU LINTAS
1

2
2010
3 2011
4

0 10 20 30 40 50 60 70 80

KECELAKAAN
NO 2010 2011 TREN
LALU LINTAS
1. Jumlah Kejadian 60 47 turun 21,6%
2. Meninggal dunia 12 9 turun 25%
3. Luka Berat 25 15 turun 40%
4. Luka Ringan 72 76 naik 5,55%
5. Kerugian Materil 1,457,100,000 1,711,000,000 naik 1,75%
PELANGGARAN LALU LINTAS

2009

2010

5000 5200 5400 5600 5800 6000 6200 6400 6600 6800

NO GAR LANTAS 2009 2011 TREN


1. Jumlah Pelanggaran 6.7 10 5.687 turun 15%
HUBUNGAN ANTARA
KECELAKAAN DAN PELANGGARAN
CONTOH PELANGGARAN
YANG BERAKHIR KECELAKAAN FATAL
Mengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi yang tidak
wajar dan tidak memperhatikan keselamatan.
Balapan liar di jalan raya.
Mengemudi dalam keadaan mengantuk / mabuk.
Mengemudi menggunakan lajur kanan / mendahului di
tikungan atau tanjakan sementara pandangan di depan
tidak jelas.
Berbelok / merubah arah / mendahului dengan tidak
memperhatikan situasi keselamatan.
Mengemudi sepeda motor membawa penumpang lebih dari
satu orang (bonceng tiga / empat).
Tidak menyalakan lampu utama yang sesuai standar
terutama di malam hari.
Tidak menggunakan helm SNI.
KECELAKAAN LALU LINTASTIDAK HANYA MERUGIKAN DIRI SENDIRI

TAPI JUGA ORANG LAIN


KEPALA ANDA TIDAK LEBIH KERAS
DARIPADA BATUAN JALANAN

Tuh, otaknya keliatan

Ih! Ngeri! Mukanya rata!


KESEMRAWUTAN LALU LINTAS
AKIBAT PELANGGARAN LALU LINTAS
TATA CARA BERLALU LINTAS
MENURUT UU NO.22 TH.2009
SURAT IJIN MENGEMUDI
Pasal 77 UU No.22 Th.2009

Setiap orang yang mengemudikan


kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki
surat ijin mengemudi sesuai dengan
kendaraan bermotor yang di kemudikan.
TATA CARA BERLALU
LINTAS
Pasal 105 UU No. 22 Th. 2009
Setiap orang yang menggunakan Jalan
wajib:

Berperilaku tertib; dan/atau


Mencegah hal-hal yang dapat merintangi,
membahayakan Keamanan dan
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, atau yang dapat menimbulkan
kerusakan Jalan.
Pasal 106 UU No. 22 Th. 2009

1. Wajib mengemudikan ranmornya dgn wajar dan


penuh konsentrasi.
2. Wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki
dan pesepeda.
3. Wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan
teknis dan laik jalan.
4. Wajib mematuhi ketentuan ; a. Rambu perintah
atau rambu larangan, b. Marka jalan, c. Alat
pemberi isyarat lalu lintas, d. Gerakan Lalu
Lintas, e. Berhenti dan parkir, f. Peringatan
dengan bunyi dan sinar, g. Kecepatan maksimal
atau minimal.
MARKA JALAN
GARIS PUTUS PUTUS & UTUH TUNGGAL
CONTOH PELANGGARAN
MENGGUNAKAN HANDPHONE SAAT BERSEPEDA MOTOR

Halo! Halo! Halo!, iya halo!, apa? Iya,


gimana?
5. Pada saat diadakan pemeriksaan ranmor di jalan, wajib
menunjukkan; a. Stnk dan stck, b. Sim, c. Bukti lulus uji
berkala, d. tanda bukti lain yg sah.
6. Setiap org yg mengemudikan ranmor R4 atau lebih di
jalan dan penumpang yg duduk disampingnya wajib
mengenakan sabuk pengamanan.
7. Setiap org yg mengemudikan sepeda motor dan
penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yg
memenuhi standar nasional indonesia.
8. Setiap org yg mengemudikan sepeda motor tanpa
kereta samping dilarang membawa penumpang lebih
dari 1 (satu) orang.
CONTOH PELANGGARAN
MENGGUNAKAN HELM TIDAK SESUAI SNI
SNI atau tidak yang penting gue pake Helm, ngga
pake spion gue kan bisa noleh aja ke belakang

Pengemudi yang baik


Kelebihan Helm SNI:

1. Melindungi kepala bagian atas, belakang dan samping.


2. Memiliki lapisan luar yang keras guna melindungi dari
benturan.
3. Memiliki lapisan dalam yang lunak dan tebal guna meredam
benturan.
4. Memiliki kaca pelindung wajah untuk melindungi dari angin,
debu, kotoran, dsb.
5. Memiliki tali untuk meredam benturan dan mencegah helm
terlepas.
CONTOH PELANGGARAN
PENUMPANG SEPEDA MOTOR TIDAK MENGGUNAKAN HELM

Neng, pake helm ya

Gak usah bang, kan sedang


tidak ada polisi
CONTOH PELANGGARAN
MEMBAWA PENUMPANG LEBIH DARI SATU ORANG

Ma, masih muat dua orang lagi gak ma


?

Masih pa, tuh di atas roda depan


masih bisa satu, dibelakang mama
kalau dipaksain masih bisa satu lagi
PENGGUNAAN LAMPU UTAMA
DI SIANG HARI KHUSUS BAGI PENGEMUDI SEPEDA MOTOR

Pasal 107 UU No. 22 Th. 2009

(1) Pengemudi ranmor wajib menyalakan


lampu utama ranmor yg digunakan
dijalan pada malam hari dan pd kondisi
tertentu

(2) Pengemudi sepeda motor selain


mematuhi ketentuan dimaksud ayat (1)
wajib menyalakan utama pada siang hari.
LAJUR LALU LINTAS
Pasal 108 UU No.22 Th.2009

(1) Dlm berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan
sebelah kiri.
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan
jika; a. Pengemudi bermaksud akan melewati
kerdaraandidepannya, b. Diperintahkanoleh petugas polri utk
digunakan sementara sebagai lajur kiri.
(3) Sepeda motor, ranmor yg kecepatannya lebih rendah, mobil
barang dan kendaraan tdk bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi
kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok
kanan, mengubah arah, atau mendahului kendaraan lain.
Pasal 109

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan melewati


Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur Jalan
sebelah kanan dari Kendaraan yang akan dilewati,
mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia
ruang yang cukup.
(2) Dalam keadaan tertentu, Pengemudi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan lajur Jalan
sebelah kiri dengan tetap memperhatikan Keamanan dan
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(3) Jika Kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat
akan menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah
kanan,Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilarang melewati Kendaraan tersebut.
Pasal 110 UU NO. 22 Th. 2009

1. Pengemudi yang berpapasan dengan kendaraan lain


dari arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak
dipisahkan secara jelas wajib memberikan ruang gerak
yang cukup di sebelah kanan kendaraan .

2. Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika


terhalang oleh suatu rintangan atau pengguna jalan
lain didepannya wajib mendahulukan kendaraan yg
datang dari arah berlawanan.

A X

B
CONTOH PELANGGARAN
TIDAK MENGGUNAKAN HELM DAN MELANGGAR LAJUR JALAN

Lewat sini aja, lebih hemat bensin, kalau


mutar disana terlalu jauh, lagi ngga ada
polisi juga kok
TURUNAN ATAU TANJAKAN

Pasal 111 UU No. 22 Th. 2009

Pada jalan yg menanjak atau menurun


yang tidak memungkinkan bagi kendaraan
untuk saling berpapasan, pengemudi
kendaraan yang arahnya menurun wajib
memberi kesempatan jalan kpd kendaraan
yg mendaki.
BELOKAN ATAU
SIMPANGAN
Pasal 112UU No.22 Th.2009

1. Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah


wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping,
dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan
lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.
2. Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau
bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di
depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta
memberikan isyarat.
3. Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi
Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung
berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas
atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
Pasal 113 ayat (1) UU No.22 Th.2009

Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat


Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama
kepada:

1. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah


cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan
Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
2. Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari
cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan
yang berbatasan dengan Jalan;
3. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah
kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama
besar;
4. Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di
persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
5. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang
lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.
X
PERLINTASAN KERETA API
Pasal 114 UU No.22 Th.2009

Pada perlintasan sebidang antara jalur


kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan
wajib; a. berhenti ketika sinyal sudah
berbunyi, palang pintu kereta api sudah
mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain; b.
mendahulukan kereta api; dan c.
memberikan hak utam kepada Kendaraan
yang lebih dahulu melintasi rel.
KECEPATAN
Pasal 115

Pengemudi Kendaraan Bermotor di


Jalan dilarang; a. mengemudikan
Kendaraan melebihi batas kecepatan
paling tinggi yang diperbolehkan
sebagaiman dimaksud dalam Pasal 21;
dan/atau, b. berbalapan dengan
Kendaran Bermotor lain.
Pasal 116 UU No.22 Th.2009

1. Pengemudi harus memperlambat kendaraannya sesuai


dengan Rambu Lalu Lintas.

2. Selain sesuai dengan Rambu Lalu Lintas


sebagaimanadimaksud pada ayat (1) Pengemudi harus
memperlambat kendaraannya jika; a. akan melewati
Kendaraan Bermotor Umum yang sedang menurunkan dan
menaikkan Penumpang; b. akan melewati Kendaraan Tidak
Bermotor yang ditarik oleh hewan, hewan yang
ditunggangi, atau hewan yang digiring; c. cuaca hujan
dan/atau genangan air; d. memasuki pusat kegiatan
masyarakat yang belum dinyatakan dengan Rambu Lalu
Lintas; e. mendekati persimpangan atau perlintasan
sebidang kereta api; dan/atau f. melihat dan mengetahui
ada Pejalan Kaki yang akan menyeberang.
Pasal 117

Pengemudi yang akan memperlambat


kendaraannya harus mengamati
situasi Lalu Lintas di samping dan di
belakang Kendaraan dengan cara yang
tidak membahayakan Kendaraan lain.
BERHENTI
Pasal 118

Selain Kendaraan Bermotor Umum dalam


trayek, setiap Kendaraan Bermotor dapat
berhenti di setiap Jalan, kecuali: a. terdapat
rambu larangan berhenti dan/atau Marka Jalan
yang bergaris utuh; b. pada tempat tertentu
yang dapat membahayakan keamanan,
keselamatan serta mengganggu Ketertiban dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
dan/atau, c. di jalan tol.
PARKIR
Pasal 120

Parkir Kendaraan di Jalan dilakukan secara sejajar atau


membentuk sudut menurut arah Lalu Lintas.

Pasal 121

1. Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang


segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau
isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam keadaan
darurat di Jalan.

2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak


berlaku untuk Pengemudi Sepeda Motor tanp kereta samping.
KENDARAAN YANG MENDAPAT PRIORITAS
Pasal 134 UU No.22 Th.2009
1. Kendaraan pemadam kebakaran yg sedang melaksanakan
tugas.
2. Ambulans yang sedang mengangkut orang sakit.
3. Kendaraan yang sedang memberikan pertolongan pada
kecelakaan lalu lintas.
4. Kendaraan pimpinan lembaga negara.
5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta
lembaga internasional yg menjadi tamu negara.
6. Kendaraan iring-iringan pengantar jenasah.
7. Konvoi dan/atau kendaraan utk kepentingan tertentu
menurut pertimbangan petugas polri.
JIKA TERJADI KECELAKAAN
Pasal 231 UU No.22 Th.2009
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang terlibat
Kecelakaan Lalu Lintas, wajib: a. menghentikan
Kendaraan yang dikemudikannya; b. memberikan
pertolongan kepada korban; c. melaporkan
kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik
Indonesia terdekat; dan d. memberikan
keterangan yang terkait dengan kejadian
kecelakaan.
(2) Pengemudi Kendaraan Bermotor, yang karena
keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri
kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia
PENUTUP
Sekian dan Terima kasih, Semoga apa
yang telah kami berikan dapat
bermamfaat.

UNIT PENDIDIKAN DAN REKAYASA


SAT LANTAS POLRES LUBUKLINGGAU