Anda di halaman 1dari 27

Pelayanan Medis Dasar

Otitis Media Supuratif Kronik, Otitis Eksterna,


Mastoiditis

Kelompok 4
Desy Purwanti
Nurhadiah
Santi Rahmawati

POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK


Otitis Media Supuratif Kronik
(OMSK)
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Pengertian
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau
yang biasa disebut congek adalah radang
kronik telinga tengah dengan adanya lubang
(perforasi) pada gendang telinga (membran
timpani) dan riwayat keluarnya cairan (sekret)
dari telinga (otore) lebih dari 2 bulan, baik
terus menerus atau hilang timbul.
Epidemiologi
Secara umum, prevalensi
OMSK di Indonesia adalah
3,8% dan termasuk dalam
klasifikasi tinggi dalam
tingkatan klasifikasi
insidensi. Pasien OMSK
meliputi 25% dari pasien-
pasien yang berobat di
poliklinik THT rumah sakit
di Indonesia.
Klasifikasi
Patogenesis
Patofisiologi dari OMSK dimulai dari adanya iritasi dan
inflamasi dari mukosa telinga tengah yang disebabkan oleh
multifaktorial.
Respon inflamasi yang timbul adalah berupa udem mukosa.
Jika proses inflamasi ini tetap berjalan, pada akhirnya dapat
menyebabkan terjadinya ulkus dan merusak epitel.
Mekanisme pertahanan tubuh penderita dalam
menghentikan infeksi biasanya menyebabkan terdapatnya
jaringan granulasi yang pada akhirnya dapat berkembang
menjadi polip di ruang telinga tengah. Jika lingkaran antara
proses inflamasi, ulserasi, infeksi dan terbentuknya jaringan
granulasi ini berlanjut terus akan merusak jaringan
sekitarnya
Gejala Klinis
1. Telinga berair (otore)
2. Gangguan pendengaran
3. Otalgia (nyeri telinga)
4. Vertigo
Diagnosis
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan otoskopi
3. Pemeriksaan audiologi
4. Pemeriksaan radiologi
5. Pemeriksaan bakteriologi
Penatalaksanaan
1. Otitis media supuratif kronik benigna
a. Otitis media supuratif kronik benigna tenang
Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan, dan
dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga, air
jangan masuk ke telinga sewaktu mandi, dilarang
berenang dan segera berobat bila menderita infeksi
saluran nafas atas. Bila fasilitas memungkinkan
sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi
(miringoplasti, timpanoplasti) untuk mencegah infeksi
berulang serta gangguan pendengaran.
b. Otitis media supuratif kronik benigna aktif
1. Membersihkan liang telinga dan kavum
timpani (toilet telinga)
a. Toilet telinga secara kering (dry mopping).
b. Toilet telinga secara basah (syringing).
c. Toilet telinga dengan pengisapan ( suction
toilet)
2. Pemberian antibiotika
a) Antibiotik topikal
Antibiotika topikal yang dapat dipakai pada otitis media
kronik adalah :
Polimiksin B atau polimiksin E: Obat ini bersifat bakterisid
terhadap kuman gram negatif.
Neomisin: Obat bakterisid pada kuman gram positif dan
negatif. Toksik terhadap ginjal dan telinga.
Kloramfenikol :Obat ini bersifat bakterisid terhadap basil
gram positif dan negatif kecuali Pseudomonas aeruginosa.
b) Antibiotik sistemik
Untuk bakteri aerob dapat digunakan golongan
kuinolon (siprofloksasin dan ofloksasin) atau golongan
sefalosforin generasi III (sefotaksim, seftazidin, dan
seftriakson) yang juga efektif untuk Pseudomonas,
tetapi harus diberikan secara parenteral.
Untuk bakteri anaerob dapat digunakan metronidazol
yang bersifat bakterisid. Pada OMSK aktif dapat
diberikan dengan dosis 400 mg per 8 jam selama 2
minggu atau 200 mg per 8 jam selama 2-4 minggu.
2. Otitis media supuratif kronik maligna
a. Mastoidektomi sederhana (simple
mastoidectomy)
b. Mastoidektomi radikal
c. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
d. Miringoplasti
e. Timpanoplasti
Otitis Eksterna
Pengertian

: peradangan saluran telinga


bagian luar (lubang telinga
luar sampai gendang
telinga) dengan gejala
utama berupa bengkak,
kemerahan, nyeri, dan
seperti ada tekanan dari
dalam telinga.
Penyebab Otitis Eksterna

Otitis disebabkan oleh bakteri, Jamur dan


virus.
saluran telinga luar juga bisa teriritasi oleh:
air

Remah-remah yang berasal dari luar (misalnya


pasir).
Terlalu sering membersihkan telinga.

Efek samping penggunaan alat bantu dengar.


Pengobatan Otitis Eksterna

Pada umumnya, pasien otitis eksterna akan


diresepkan obat tetes telinga dengan kandungan yang
telah disesuaikan pada penyebabnya. Misalnya:
Oleh jamur, maka dokter akan memberikan obat tetes
yang mengandung anti jamur. Begitu pula sebaliknya,
jika otitis eksterna disebabkan oleh bakteri, maka obat
dengan kandungan antibiotik akan diberikan kepada
pasien. Untuk meredakan inflamasi, biasanya dokter
akan memberikan obat tetes telinga yang mengandung
steroid.
Contoh obat tetes
Pada kasus otitis eksterna yang disertai rasa sakit,
dokter juga akan menyertakan obat pereda nyeri
sesuai dengan tingkat keparahan rasa sakit tersebut.
Contoh obat-obat pereda nyeri, di antararanya:
Ibuprofen
Acetaminophen (Parasetamol)
Naproxen
3. mastoiditis

Mastoiditis adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu


infeksi pada telinga tengah, jika tak diobati dapat terjadi
osteomielitis. Mastoiditis adalah segala proses peradangan pada
sel- sel mastoid yang terletak pada tulang temporal. Mastoiditis
adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi
pada telinga tengah, jika tak diobati dapat terjadi osteomielitis.
( Brunner dan Suddarth, 2000).

ETIOLOGI
Menurut Reeves (2001) etiologi mastoiditis adalah:
- Menyebarnya infeksi dari telinga bagian tengah,
infeksi dan nanah mengumpul di sel-sel udara mastoid
- Mastoiditis dapat terjadi 2-3 minggu setelah otitis
media akut
KLASIFIKASI

Klasifikasi dari mastoiditis antara lain:


1. Akut mastoiditis, biasa terjadi pada anak-
anak, sebagai komplikasi dari otitis media akut
suppurative.
2. Kronik mastoiditis, biasanya berkaitan
dengan cholesteatome dan penyakit telinga
kronis.
3. Incipient mastoiditis, inflamasi yang terjadi
akibat langsung di bagian mastoid.
4. Coalescent mastoiditis, inflamasi yang
terjadi akibat komplikasi dari infeksi di organ
tubuh yang lain.
PATOFISIOLOGI

Infeksi dimulai dari infeksi telinga tengah yang


kemudian menjalar mengenai tulang mastoid dan sel-
sel di dalamnya, hal ini mengakibatkan terjadinya
proses nekrosis tulang mastoid serta merusak struktur
tulang. Kebanyakan mastoiditis akut sehingga
ditemukan pada pasien yang tidak mendapatkan
perawatan telinga yang memadai dan yang mengalani
infeksi telinga yang tidak cepat ditangani. Mastoiditid
kronis ini dapat mengakibatkan terjadinya
pembentukan kolestetoma yang merupakan
pertumbuhan kulit ke dalam (epitel skuamosa) dari
lapisan luar membrane timpani ke telinga tengah.
MANIFESTASI KLINIS

Adapun manifestasi dari penyakit mastoiditis antara lain:


1. Rasa nyeri biasanya dirasakan dibagian belakang
telinga dan dirasakan lebih parah pada malam hari, tetapi
hal ini sulit didapatkan pada pasien-pasien yang masih bayi
dan belum dapat berkomunikasi. Hilangnya pendengaran
dapat timbul atau tidak bergantung pada besarnya
kompleks mastoid akibat infeksi.
2. Gejala dari keluhan penyakit didapatkan keluarnya
cairan dari dalam telinga yang selama lebih dari tiga
minggu, hal ini menandakan bahwa pada infeksi telinga
tengah sudah melibatkan organ mastoid.
3. Demam biasanya hilang dan timbul, hal ini disebabkan
infeksi telinga tengah sebelumnya dan pemberian antibiotik
pada awal-awal perjalanan penyakit. Jika demam tetap
dirasakan setelah pemberian antibiotik maka kecurigaan
pada infeksi mastoid lebih besar.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Foto Mastoid tampak kemerahan pada kompleks


mastoid.
2. Kultur Bakteri Telinga tampak Kumpulan jaringan
mati dan nanah
3. CT Scan terlihat bahwa sel-sel udara dalam
prosesus mastoideus terisi oleh cairan (dalam
keadaan normal terisi oleh udara) dan melebar.
4. Radiologi menujukkan koalesens
mengungkapkan adanya opasifikasi sel-sel udara
mastoid oleh cairan dan hilangnya trabekulasi
normal dari sel-sel tersebut.
PENATALAKSANAAN

terapi
Pembedahan
Mastoidektomi
Perawatan post operasi

KOMPLIKASI
Komplikasi yang terjadi bila mastoiditis tidak ditangani dengan baik adalah:
1. Petrositis yaitu infeksi pada tulang disekitar tulang telinga tengah
peforasi gendang telinga dengan cairan yang terus menerus keluar.
2. Labyrintitis yaitu peradangan labyrint ini dapat disertai dengan
kehilangan pendengaran atau vertigo disebut juga otitis imtema.
3. Meningitis yaitu peradangan meningen (ragdang membran pelindung
sistem saraf) biasanya penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme.
SEKIAN PEMAPARAN HARI INI DAN

TERIMAKASIH

ADA YANG INGIN


BERTANYA ???

Anda mungkin juga menyukai