Anda di halaman 1dari 16

retensi urine merupakan penumpukan dikandung

kemih serta ketidak mampuan untuk mengosongkan


kandung kemih secara sempurna.
Supra vesikal berupa kerusakan pada pusat miksi di
medulla spinallis
Vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama
teregang
Intravesikal berupa pembesaran prostate, kekakuan leher
vesika, striktur, batu kecil,tumor pada leher vesika, atau
fimosis
Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran porstat,
kelainan patologi urethra(infeksi, tumor, kalkulus),
trauma, disfungsi neurogenik kandung kemih
Beberapa obat mencakup preparat antikolinergik
antispasmotik (atropine)
(Mansyoer Arif, dkk. 2001)
Pada retensi urin akut di tandai dengan nyeri, sensasi
kandung kemih yang penuh dan distensi kandung
kemih yan ringan.

Pada retensi kronik ditandai dengan gejala iritasi


kandung kemih ( frkuensi,disuria,volume sedikit) atau
tanpa nyeri retensi yang nyata.
Obstruksi pada saluran kemih bawah dapat terjadi akibat faktor
intrinsik, atau faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik berasal dari sistem
saluran kemih dan bagian yang mengelilinginya seperti pembesaran
prostat jinak, tumor buli-buli, striktur uretra, phimosis, paraphimosis,
dan lainnya. Sedangkan faktor ekstrinsik, sumbatan berasal dari sistem
organ lain, contohnya jika terdapat massa di saluran cerna yang
menekan leher buli-buli, sehingga membuat retensi urine. Dari semua
penyebab, yang terbanyak adalah akibat pembesaran prostat jinak.
Penyebab kedua akibat infeksi yang menghasilkan peradangan,
kemudian terjadilah edema yang menutup lumen saluran uretra.
Reaksi radang paling sering terjadi adalah prostatitis akut, yaitu
peradangan pada kelenjar prostat dan menimbulkan pembengkakan
pada kelenjar tersebut. Penyebab lainnya adalah uretritis, infeksi
herpes genitalia, vulvovaginitis, dan lain-lain. 3 Medikasi yang
menggunakan bahan anti kolinergik, seperti trisiklik antidepresan,
dapat membuat retensi urine dengan cara menurunkan kontraksi otot
detrusor pada bulibuli.
Urolitiasis atau nefrolitiasis
Pielonefritis
Hydronefrosis
Pendarahan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan specimen urine.
Pengambilan: steril, random, midstream.
Penagmbilan umum: pH, BJ, Kultur, Protein, Glukosa, Hb,
KEton, Nitrit.
Sistoskopy, BNO IVP
PENATALAKSANAAN
1. Kateterisasi
2. Sistostomi suprapubik
IDENTITAS DIRI KLIEN
Nama : Ny.S
Tanggal lahir : 01 Januari 1946
No. RM : 04-19-36
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Ds.Bojong sana Rt.01 Rw.01
Diagnosa Medis : Retensi Urine
Tgl masuk Rs : 06 Desember 2016
Jam : 18:00 WIB
1. Airways : 3. Circulation :
Jalan nafas : Tidak Akral : Dingin
ada sumbatan Irama nadi : cepat , 90 x/mnt
Suara nafas : Vesikuler Perdarahan : tidak ada perdarahan
Tindakan : - Kelembaban kulit: lembab
Turgor kulit : normal
2. Breathing : Tindakan : ajarkan distraksi relaksasi
Frekuensi nafas : 20x/mnt
Irama nafas : Teratur 4. DisabilitY
Pola nafas : normal Tingkat kesadaran : GCS ( E:4 ;V:5
Jenis pernafasan : Thoraco ;M:6 ) =15
abdominal Pupil : Normal (isokor)
Trauma dada : Tidak ada Respon cahaya : (+)
Tindakan :- Kekuatan otot : normal
Tindakan :-

5. Eksposure
Adanya trauma : tidak ada trauma
Adanya jejas : tidak ada jejas
Tindakan :-
Pasien datang ke UGD diantar anaknya dalam keadaan
kesakitan yang luar biasa. pasien mengatakan sudah 2
hari pasien saat BAK keluar sedikit-sedikit serta harus
mengejan dan saat tadi pagi pasien tidak bisa BAK
sama sekali, kandung kemih terasa sangat penuh. Saat
kejadian pasien merasakan kesakitan yang luar biasa
pada daerah perut bagian bawah dan merasa dingin.
Keluhan Utama :
Nyeri perut bagian bawah

Riwayat penyakit :
Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit DM, HT, dan
Asma dan pasien tidak mempunyai alergi makanan dan obat.
Pemeriksaan fisik :

KU : Lemah
Tingkat kesadaran : Compos mentis
TTV :
TD : 160/90 mmHg
Nadi : 90 x/mnt
Suhu : 36,6 c
RR : 20 x/mnt
Spo2 : 100 %
NO
/
Data Etiologi Masalah
TG
L

1. Data subjekif : Distensi pada Nyeri akut


06 -Klien mengeluh tidak bisa BAK sejak 8 jam kandung kemih
DES
sebelum masuk rumah sakit
16
- Klien mengeluh nyeri di suprapubik
- Klien sejak 2 hari BAK tidak lancar
Data objektif :
- Nyeri tekan suprapubik
P : Retensi urin
Q : nyeri seperti ditusuk
R :Vesika Urinaria
S : 7-8 ( nyeri berat )
T : menetap
- Ekspresi wajah meringis saat nyeri timbul
- Klien tampak tegang
- Pemeriksaan fisik didapatkan adanya
distensi di vesika urinaria, kandung kemih
penuh
- Diaforesis
2. Data subjektif: Ganggua Gangguan
06 1. Klien mengeluh kandung kemih terasa n pola
DE penuh neurolog eliminasi
S 16 2. Klien mengeluhkan tidak dapat i urine
berkemih sejak 8 jam yang lalu
3. Klien mengeluh urinnya tidak keluar
sama sekali.
Data objektif :
1. Urin tidak keluar sama sekali
2. Distensi vesika urinaria
3. Pengeluaran urin < 1500 hari

. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS


1. Nyeri akut b/d distensi pada kandung kemih
2. Gangguan eliminasi urine b/d gangguan neurologi
No/t DX. Tujuan dan kriteria hasil ( NOC ) Intervensi(NIC)
gl
1. Setelah dilakukan tindakan 1. lakukan pengkajian nyeri
06 keperawatan selama secara kompre hensif
DES 1 x 2 jam pasien dapat mengontrol termasuk.
nyeri 2. observasi reaksi
16 Dengan indikator: non verbal dari
Mengenali faktor penyebab Mengenali ketidak nyamanan
onset (lamanya sakit) 3. Gunakan teknik komunikasi
1. Menggunakan metode pencegahan terapeutik.
2. Menggunakan metode non 4. kaji kultur yang
analgetik untuk mengurangi nyeri mempengaruhi respon nyeri
3. Menggunakana analgetik sesuai 5. evaluasi bersama pasien dan
kebutuhan tim kesehatan lain tentang
4. Menggunakan sumber-sumber yang ketidak efektifan kontrol nyeri
tersedia 6. Kontrol lingkungan yang
5. Mengenali gejala-gejala nyeri dapat mempengaruhi nyeri
6. Mencatat Pengalaman nyeri 7. pilih dan lakukan
Sebelumnya penanganan nyeri
7. Melaporkan nyeri sudah terkontrol (farmakologi, non
farmakologi dan
interpersonal)
8. kaji tipe dan sumber nyeri
06 2 NOC : 1.Kaji secara verbal dan non verbal
Symptom severity respon klien terhadap tubuhnya
DES
Urinary elimination 2. Kaji ulang frekuensi mengkritik
16 dirinya
Setelah dilakukan tindakan
3. Bimbing pasien untuk mencari
keperawatan selama 1x 2 penyebab perubahan tubuhnya
jam diharapkan pasien bisa 4. Dorong klien mengungkapkan
BAK dengan perasaannya
Kriteriahasil : 5. Identifikasi arti pengurangan
1.Pengosongan bladder melalui pemakaian alat bantu
secara (dengan menggunakan
sempurna kateterakan mengurangi dampak
mengompol, tubuh bau pesing)
2. Warna urin (dbn)
6. Jelaskan tentang pengobatan,
3. Bau urin (dbn) perawatan, kemajuan dan
4. Urin terbebas dari prognosis penyakit
partikel 7. Tawarkan bantuan dari
5. Balance cairan selama 24 profesional lain seperti psikolog,
jam ahli konseling seksual)
6. Urin dapat keluar tanpa 8. Fasilitasi kontak dengan
kesakitan individu lain
Tgl/jam D EVALUASI ( S O A P ) Ttd
X
06-12-16 1 S : Klien mengatakan nyeri berkurang Teguh
O : Klien tampak tenang
P : Nyeri berkurang
Q : seperti di tusuk - tusuk
19.30
R : Perut bagian bawah
S : Skala 4
T : hilang timbul
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan Intervensi

06-12-16 2 S : Pasien mengatakan sudah bisa BAK meski pakai selang Teguh
DC
O : tampak urine keluar di urine bag 350 cc
Kandung kemih sudah kosong
19.30
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 88 x/mnt
Suhu : 36,5 c
RR : 20 x/mnt
Spo2 : 100 %
A : masalah sudah teratasi
P : pertahankan intervensi
Kontrol pada dokter SPOG