Anda di halaman 1dari 43

PENYELENGGARAAN PROGRAM

PENDIDIKAN 4 TAHUN PADA SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2017
RASIONAL

Profesi kejuruan diharapkan mampu menjadi


pendorong pembangunan Indonesia, sehingga
menjadi negara terdepan dalam pemanfaatan sains
dan teknologi di kawasan Asia.
Profesi kejuruan memiliki karakteristik tersendiri
yang berbeda-beda antara satu keahlian dengan
keahlian yang lainnya.
Tiap profesi kejuruan dituntut memiliki kompetensi
tertentu untuk melaksanakan pekerjaan pada
profesi kejuruannya.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
RASIONAL

Persaingan dengan tenaga kerja asing menuntut


tenaga kerja Indonesia harus memiliki keunggulan
kompetitif.
Keunggulan kompetitif tenaga kerja dapat dicapai
apabila memiliki keterampilan berpikir tingkat
tinggi (higher order thinking skill), karena
perkembangan industri secara global semakin
membutuhkan keterampilan berpikir tingkat
tinggi.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


DASAR HUKUM
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. PP No. 19/2005 jo. PP No. 13/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. PP No. 17/2010 jo. PP No. 66/2010 tentang tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan;
5. Perpres No. 14/2016 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
6. Inpres No. 9/2016 tentang Revitalisasi SMK;
7. Permendikbud No. 11/2016 tentang OTK Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
8. Permendikbud No. ... Tahun ... tentang SKL PMK;
9. Permendikbud No. ... Tahun ... tentang SI PMK;
10. Permendikbud No. ... Tahun ... tentang Standar Proses PMK;
11. Permendikbud No. ... Tahun ... tentang Standar Penilaian PMK;
12. Kepdirjen Dikdasmen No. 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian
PMK; Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat
TUJUAN

Tujuan Penyelenggaraan Program Pendidikan


4 Tahun, agar lulusan SMK memiliki:
kualifikasi minimal jenjang 3 pada KKNI;
kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja, dan
keunggulan kompetitif dalam menghadapi
persaingan pasar bebas.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MANFAAT
SMK penyelenggara; menjadi institusi penghasil
tenaga kerja yang memiliki keunggulan kompetitif
dalam keterampilan teknis dan keterampilan berfikir
tingkat tinggi.
Dinas Pendidikan Provinsi; memiliki institusi
unggulan yang dapat menghasilkan tenaga kerja
profesional di bidangnya.
Instansi Pemerintah/Dunia Usaha/Industri;
terpenuhi kebutuhannya akan tenaga kerja
kompetitif dengan kualifikasi jenjang 3 pada KKNI.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
POLA PENDIDIKAN

Konsep
Program pendidikan di SMK yang membutuhkan waktu
belajar selama 4 tahun, berdasarkan kebutuhan penguasaan
kompetensi lulusan.
Merupakan satuan program pendidikan utuh dan tuntas;
bukan program pendidikan 3 + 1 tahun.
Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikdasmen No.
4678/D/KEP/MK/2016, setiap SMK dapat membuka program
pendidikan 3 tahun dan atau 4 tahun.
Selain mengacu pada kebutuhan lapangan kerja,
pengembangan Kurikulum SMK juga mengacu pada KKNI,
sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 8 Tahun 2012.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
JENJANG KKNI
UNTUK SMK DAN DIPLOMA

DIPLOMA
6 4
DIPLOMA
5 3
DIPLOMA
4
2
SMK 4 DIPLOMA
3
TAHUN 1
SMK 3
2
TAHUN
1

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


8 TAHAPAN
PELAKSANAAN KKNI

1. Menetapkan Profil Kelulusan;


2. Merumuskan Learning Outcomes;
3. Merumuskan Kompetensi Bahan
Kajian;
4. Memetakan Learning Outcomes;
5. Mengembangkan Bahan Kajian;
6. Mengemas Mata Pelajaran;
7. Menyusun Kerangka Kurikulum, dan
8. Menyusun Rencana Pembelajaran.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
ISI
KURIKULUM
Struktur Kurikulum PMK memuat:
A. Muatan Nasional;
B. Muatan Kewilayahan, dan
C. Muatan Peminatan Kejuruan, meliputi:
1. Dasar Bidang Keahlian;
2. Dasar Program Keahlian, dan
3. Kompetensi Keahlian.
Perangkat Pembelajaran, antara lain:
1. Kompetensi Dasar tiap Mata Pelajaran;
2. Silabus;
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan
4. Kelompok Kompetensi berdasarkan Skema Sertifikasi.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
Bidang
No. Program Keahlian Kompetensi Keahlian
Keahlian
1. Teknologi 1.1.1 Konstruksi Gedung,
dan 1.1 Teknologi
Sanitasi, dan Perawatan
Rekayasa Konstruksi dan
Properti 1.1.2 Konstruksi Jalan, Irigasi dan
Jembatan
1.2 Teknik Geomatika
1.2.2 Informasi Geospasial
dan Geospasial
1.3.4 Teknik Otomasi Industri
1.3 Teknik Ketenaga-
listrikan
1.3.6 Teknik Tenaga Listrik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
Bidang
No. Program Keahlian Kompetensi Keahlian
Keahlian
1. Teknologi 1.4.6 Teknik Fabrikasi Logam dan
1.4 Teknik Mesin
dan Manufaktur
Rekayasa 1.7 Teknik
1.7.2 Instrumentasi dan Otomasi
Instrumentasi
Proses
Industri
1.9.2 Teknik Pembuatan Benang

1.9 Teknik Tekstil 1.9.3 Teknik Pembuatan Kain


1.9.4 Teknik Penyempurnaan
Tekstil

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
Bidang
No. Program Keahlian Kompetensi Keahlian
Keahlian
1. Teknologi 1.10 Teknik Kimia 1.10.3 Kimia Analisis
dan
Rekayasa 1.11.6 Teknik dan Manajemen
Perawatan Otomotif
1.11 Teknik Otomotif
1.11.7 Otomotif Daya dan
Konversi Enerji
1.13.3 Teknik Mekatronika
1.13 Teknik 1.13.4 Elektronika Daya dan
Elektronika Komunikasi
1.13.5 Instrumentasi Medik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
No. Bidang Keahlian Program Keahlian Kompetensi Keahlian

Enerji dan 2.1 Geologi


2. 2.2.1 Geologi Pertambangan
Pertambangan Pertambangan
Teknologi
3.1 Teknik Komputer 3.1.4 Sistem Informasi, Jaringan dan
3. Informasi dan
dan Informatika Aplikasi
Komunikasi
Kesehatan dan
4. 4.5 Pekerjaan Sosial 4.5.2 Caregiver
Pekerjaan Sosial
5.1.3 Pemuliaan dan Perbenihan
Tanaman
Agribisnis dan 5.1 Agribisnis 5.1.5 Produksi dan Pengelolaaan
5.
Agroteknologi Tanaman Perkebunan
5.1.6 Agribisnis Organik Ekologi

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
Bidang
No. Program Keahlian Kompetensi Keahlian
Keahlian

5.2 Agribisnis Ternak 5.2.3 Industri Peternakan

Agribisnis 5.3.2 Kesehatan dan Reproduksi


5.3 Kesehatan Ternak
dan Hewan
5.
Agroteknolog
5.4 Agribisnis
i Pengolahan Hasil 5.4.3 Agroindustri
Pertanian
5.5 Teknik Pertanian 5.5.2 Otomatisasi Pertanian

6. Kemaritiman 6.3 Perikanan 6.3.5 Industri Perikanan Laut

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SPEKTRUM KEAHLIAN PMK
PROGRAM PENDIDIKAN 4 TAHUN
Bidang
No. Program Keahlian Kompetensi Keahlian
Keahlian
8. Pariwisata 8.1 Perhotelan dan
8.1.3 Wisata Bahari dan Ekowisata
Jasa Pariwisata
8.3 Tata Kecantikan 8.3.2 Spa dan Beauty Therapi
8.4 Tata Busana 8.4.2 Desain Fesyen
9. Seni dan 9.1.4 Desain Interior dan Teknik
9.1 Seni Rupa
Desain Furnitur
Kreatif 9.4 Seni Tari 9.4.2 Penataan Tari
9.5 Seni Karawitan 9.5.2 Penataan Karawitan
9.8 Seni Broadcasting 9.8.3 Produksi Film dan Program
dan Film Televisi

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MATA
PELAJARAN

Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum SMK


Program Pendidikan 4 Tahun sesuai dengan
Lampiran Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor
130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum
Pendidikan Menengah Kejuruan.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN
BERFIKIR TINGKAT TINGGI
(HOTS)
Pembelajaran menekankan pada penumbuhan dan penguasaan
Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking
Skill); membentuk perilaku kritis, kreatif, dan inovatif dalam
bekerja.
Keterampilan berfikir dibedakan menjadi berfikir kritis dan
berfikirkreatif. Disebut juga sebagai keterampilan berfikir
tingkat tinggi.
Berfikir kritis merupakan proses mental yang terorganisasi
dengan baik dan berperan dalam proses pengambilan
keputusan untuk memecahkan masalah, dengan menganalisis
dan menginterpretasi data dalam kegiatan inkuiri ilmiah.
Berfikir kreatif adalah proses berfikir yang menghasilkan
gagasan asli atau orisinal, konstruktif, dan menekankan pada
aspek
Direktorat intuitifSekolah
Pembinaan dan Menengah
rasional.
Kejuruan
KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS

Kemampuan mendefinisikan masalah


Kemampuan menyeleksi informasi untuk
pemecahan masalah
Kemampuan mengenali asumsi-asumsi
Kemampuan merumuskan hipotesis, dan
Kemampuan menarik simpulan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TINGKATAN KETERAMPILAN
BERFIKIR TINGKAT TINGGI
(TAKSONOMI BLOOM)

Menganalisis;
Mengevaluasi, dan
Mencipta.
(Wikipedia:2017)

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KEMAMPUAN 4 C

Critical Thinking,
Creativity,
Collaboration, and
Communication skill.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PERSYARATAN MEMBUKA PROGRAM
PENDIDIKAN 4 TAHUN

Kompetensi Keahlian yang dibuka mengacu pada


Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor:
4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian PMK.
Mengajukan proposal atau usulan pembukaan
kompetensi keahlian baru kepada Dinas Pendidikan
Provinsi atau Lembaga Perizinan Terpadu Satu Pintu,
dilampiri dokumen Naskah Kajian Pembukaan
Kompetensi Keahlian Baru Program Pendidikan 4 Tahun.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Naskah Kajian paling kurang berisi:
Data sekolah; jumlah peserta didik, jumlah rombongan belajar,
jenis kompetensi keahlian yang telah diselenggarakan,
institusi/industri pasangan.
Animo Pendaftar
Pemetaan kompetensi keahlian sejenis di wilayah setempat
Potensi lapangan kerja
Potensi sumber daya wilayah yang memerlukan keahlian terkait
Kurikulum
Jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan
Sarana dan prasarana praktik yang sesuai
Sistem evaluasi dan sertifikasi
Direktorat
Dukungan industri
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Pendukung lainnya
Foto dan/atau video pendukung tentang sumber
daya sekolah.
Dokumen hasil akreditasi sekolah.
Perjanjian Kerja Sama (MOU) antara SMK dan
institusi pasangan.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KEKECUALIAN
(TIDAK PERLU MEMBUAT PROPOSAL)
1. SMK yang menyelenggarakan KK program 3 tahun, tapi
berubah menjadi program 4 tahun (nama tidak berubah,
masa belajar berubah).
2. SMK yang menyelenggarakan KK program 4 tahun, tapi
berubah menjadi program 3 tahun (nama tidak berubah,
masa belajar berubah).
3. SMK yang menyelenggarakan KK 4 tahun tapi berubah
menjadi KK 3 tahun, dan SMK tersebut ingin tetap 4 tahun
dengan cara mengubah atau memilih KK 4 tahun pada
lingkup PK yang sama ATAU KK 4 tahun pada PK
berbeda tapi memiliki KK dengan kompetensi dasar yang
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
KEKECUALIAN
(TIDAK PERLU MEMBUAT PROPOSAL)
4. SMK yang menyelenggarakan KK 3 tahun tapi berubah
menjadi KK 4 tahun, dan SMK tersebut ingin tetap 3
tahun dengan cara mengubah atau memilih KK 3
tahun pada lingkup PK yang sama ATAU KK 3
tahun pada PK berbeda tapi memiliki KK dengan
kompetensi dasar yang mirip.
5. Jika terjadi perubahan nama KK yang diselenggarakan,
SMK cukup membuat surat pemberitahuan kepada
Dinas Pendidikan Provinsi tentang adanya perubahan
nama KK sesuai Keputusan Dirjen Dikdasmen No.
4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian PMK.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

Persyaratan dan Seleksi


a. Pendaftar peserta didik baru adalah lulusan SMP/MTs/Paket B.
b. Syarat lainnya ditentukan oleh pejabat yang berwenang.
c. Proses seleksi dilakukan dengan prinsip jujur, adil, transparan
dan akuntabel.
d. Seleksi dilakukan berdasarkan:
Nilai raport SMP/MTs/Paket B.
Hasil tes (misal: tes akademik, psikotes, tes keterampilan
dasar/ basic skill test)
Syarat lain yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang
e. Pengumuman peserta didik yang diterima dilakukan oleh sekolah
secara terbuka melalui media yang sesuai.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PEMILIHAN PROGRAM/
KOMPETENSI KEAHLIAN
Pemilihan Program/Kompetensi Keahlian
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
nilai Rapor SMP/MTs atau yang sederajat;
nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang
sederajat; rekomendasi guru Bimbingan dan
Konseling di SMP/MTs.
minat peserta didik;
kemampuan intelektual dan fisik peserta didik;
pertimbangan orang tua peserta didik.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
KONSEKUENSI PEMILIHAN
KOMPETENSI KEAHLIAN 4 TAHUN

Harus dijelaskan oleh panitia PPDB, dan sebelumnya harus


sudah disosialisasikan oleh sekolah.
Terutama bagi SMK yang memiliki program/kompetensi
keahlian campuran; memiliki program pendidikan 3 tahun
dan 4 tahun.
Orang tua dan calon peserta didik harus menyadari bahwa
masa belajar akan lebih lama;
Disarankan terutama bagi peserta didik yang ingin
langsung bekerja setelah lulus, meskipun tetap dapat
melanjutkan pendidikan jika diinginkan.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENGELOLAAN
Kepala Sekolah membuka Program Pendidikan 4 (empat)
Tahun baru, setelah disetujui oleh Dinas Pendidikan
Provinsi.
Kepala Sekolah mengangkat Ketua Program/Kompetensi
Keahlian dan Kepala Bengkel tersendiri untuk Program
Pendidikan 4 (empat) Tahun.
Ketua Program/Kompetensi Keahlian bertanggung-jawab
memastikan keterlaksanaan pembelajaran pada Program
Pendidikan 4 (empat) Tahun yang dikelola.
Kepala Bengkel/Laboratorium bertanggung-jawab atas
kesiapan peralatan/mesin dan
ruangan/bengkel/laboratorium untuk keterlaksanaan
praktik/pembelajaran.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PENGELOLAAN
Kasek/Wakasek Kurikulum dan Ketua Program/KK menyusun
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan uji
kompetensi untuk mencapai sertifikasi kompetensi sesuai
kualifikasi jenjang 3 pada KKNI.
Menyiapkan Skema Sertifikasi sebelum pelaksanaan uji
kompetensi untuk memperoleh sertifikat kompetensi sesuai
dengan jenjang 3 pada KKNI, dan memastikan adanya asesor dari
pihak LSP terkait.
Memromosikan ke dunia usaha/industri tentang kompetensi dan
kualifikasi lulusan Program Pendidikan 4 Tahun SMK.
SMK yang membuka program pendidikan 3 dan 4 tahun wajib
mensosialisasikan keberadaan dan konsekuensinya ke seluruh
warga sekolah, peserta didik, dan orang tua. Terutama
menyangkut kalender pendidikan yang dapat berbeda, termasuk
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PRODUKTIF
Pembelajaran mengacu pada Tujuan pembelajaran
dan karakteristik materi;
Membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial, serta
mengembangkan rasa keingintahuan;
Pendekatan dan model pembelajaran, terutama:
Pembelajaran Berbasis Kompetensi;
Pembelajaran Berbasis Masalah;
Pembelajaran Berbasis Proyek;
Pembelajaran Melalui Penyingkapan/
Penemuan;
Pembelajaran Berbasis Produksi;
Pembelajaran Berbasis Pekerjaan Nyata, dan
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PRODUKTIF
Perkuatan implementasi PSG;
Semester 2, peserta didik melakukan pengenalan DU/DI
dengan waktu antara 1 sampai 2 hari, sesuai
kesepakatan sekolah dan DU/DI.
Semester 3 dan 4, pembelajaran praktik ditekankan
pada penguasaan kompetensi dari jenjang imitasi
hingga mahir.
Semester 5, 6, 7, dan 8, pembelajaran praktik lebih
mengutamakan model pembelajaran berbasis produksi
(production-based learning), pembelajaran berbasis
pekerjaan nyata (work-based learning), dan teaching
factory.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PENERAPAN HOTS
Pembelajaran teori maupun praktik selalu menekankan pada aspek
Mengapa dan Bagaimana, selain pada aspek Apa dan Dimana;
Penilaian kognitif ditekankan pada jenjang menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta. Meskipun pada evaluasi harian tetap
dimulai dari jenjang mengenal, memahami, dan menerapkan;
Pada pembelajaran praktik, peserta didik diajak untuk menyusun
dan melaksanakan langkah kerja berdasarkan ide/gagasan sendiri,
setelah sebelumnya langkah kerja dilakukan berdasarkan petunjuk
atau arahan guru.
Hasil kerja dari praktik dipresentasikan ke peserta didik lain dan
dianalisis penyebab mengapa berhasil atau belum berhasil, dan
bagaimana cara menghasilkan sebuah produk yang sesuai dengan
kriteria keberhasilan.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PENERAPAN 4 C
Kemampuan berfikir kritis dikembangkan melalui
pembimbingan dengan memberikan contoh kasus yang
menuntut pemecahan masalah atau pekerjaan proyek yang
menuntut pemecahan masalah.
Peserta didik diajak kreatif dalam bekerja, dengan cara saat
bekerja atau melaksanakan tugas, diminta untuk
melakukannya dengan berbagai cara yang lebih efektif dan
efisien.
Sikap kolaborasi atau bekerja-sama dikembangkan dengan
membentuk kelompok kerja dalam melaksanakan tugas.
Keterampilan berkomunikasi yang baik, dilatihkan pada saat
kerja kelompok didorong berdiskusi dengan santun dan
memresentasikan hasil pekerjaan di depan peserta didik
yang lain.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PRAKTIK KERJA
LAPANGAN
PKL ditekankan dengan pola blok pada semester 7 selama 1
semester, atau 3 bulanan pada semester 6 dan 7.
Dapat dilaksanakan dengan pola harian atau mingguan, mulai
pada semester 3, atas dasar kesepakatan dengan pihak DU/DI
tempat PKL.
Pada pola harian atau mingguan, jadwal pembelajaran di sekolah
dan di DU/DI dirancang dan disepakati bersama oleh SMK dan
DU/DI pasangan, dan dituangkan dalam MoU.
Materi yang diajarkan atau kegiatan praktik yang dilaksanakan saat
PKL, disusun dan disepakati bersama oleh DU/DI pasangan dan
SMK.
Dapat dilaksanakan selama 2 semester, pada semester 7 dan 8,
sepanjang
ada Sekolah
Direktorat Pembinaan permintaan
Menengah dari pihak DU/DI pasangan dan
Kejuruan
KEWAJIBAN SEKOLAH DAN DU/DI
PADA PELAKSANAAN PKL
SMK Wajib:
mencarikan tempat PKL yang sesuai dengan KK peserta didik.
mengantar peserta didik ke tempat PKL.
memberi masukan kepada pihak DU/DI pasangan tentang ruang
lingkup pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh peserta didik saat PKL.
memantau pelaksanaan PKL.
DU/DI Wajib:
menyediakan waktu orientasi/pengenalan tempat praktik.
melatih peserta didik dalam penggunaan alat/mesin di tempat PKL
dan aturan keselamatan kerja terkait.
memberikan pekerjaan yang sesuai dengan KK peserta didik.
memantau dan membimbing peserta didik melaksanakan pekerjaan.
memberikan sertifikat atau surat keterangan tentang pengalaman
PKL.
Memberikan dukungan atau bantuan agar peserta didik dapat
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PKL dengan pola blok satu semester penuh:
DU/DI tidak memberikan nilai angka tapi berupa predikat dan deskripsi
sekolah/guru mendistribusikan KD pada semester PKL ke semester
sebelum dan atau sesudahnya
nilai dari DU/DI (predikat dan deskripsi) disajikan dalam rapor sebagai
nilai PKL
PKL berdasarkan KD/Mapel Kelompok C3:
DU/DI memberikan nilai angka untuk tiap mata pelajaran kelompok C3
nilai mata pelajaran pada semester tersebut diambil dari nilai
pembelajaran di DU/DI
Pemberian materi pada semester 8 dapat dilaksanakan secara klasikal
(tatap muka), project work, atau metoda lain.
Pemberian materi secara klasikal (tatap muka), project work atau metoda
lain pada semester 8 dilaksanakan secara terjadwal resmi dan
dibimbing/diampu
Direktorat Pembinaan Sekolaholeh guru.
Menengah Kejuruan
SERTIFIKASI
KOMPETENSI

Proses sertifikasi kompetensi peserta didik dilakukan


melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) atau Sertifikasi
Kompetensi.
Uji kompetensi dilakukan untuk membuktikan
penguasaan unit kompetensi yang tertuang dalam skema
sertifikasi.
Skema sertifikasi profesi pada Program Pendidikan 4
Tahun dirancang untuk mencapai jenjang 3 pada KKNI.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Jumlah dan jenis unit kompetensi pada skema sertifikasi profesi mengacu pada
KKNI jenjang 3 (tiga), mencakup rincian kemampuan sebagai berikut:
o mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik;
o mampu menerjemahkan informasi;
o mampu menggunakan alat berdasarkan sejumlah pilihan prosedur kerja,
o mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur, yang
sebagian merupakan hasil kerja sendiri dengan pengawasan tidak langsung;
o memiliki pengetahuan operasional yang lengkap;
o memiliki prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang
keahlian tertentu;
o mampu menyelesaikan berbagai masalah yang lazim dengan metode yang
sesuai;
o mampu bekerja sama;
o mampu melakukan komunikasi dalam lingkup kerjanya;
o bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri;
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
UJI KOMPETENSI
DALAM RANGKA SERTIFIKASI
Dilaksanakan oleh LSP P1, P2, P3.
KOMPETENSI
Dilaksanakan oleh SMK bekerja sama dengan DU/DI atau lembaga yang
kompeten.
Dilaksanakan secara mandiri oleh SMK dengan melibatkan DU/DI atau instansi
terkait.
o Sekolah dapat menjadi LSP-P1 atau LSP-P2.
o Sekolah dapat menjadi TUK (sewaktu atau mandiri).
o LSP/DU-DI/lembaga yang kompeten menyediakan asesor untuk uji
kompetensi peserta didik.
o TUK atau sekolah menyediakan sarana (alat dan bahan praktik) untuk
keperluan uji kompetensi.
o Sekolah menyediakan dukungan transportasi dan akomodasi bagi asesor.
o LSP memberikan Sertifikat Kompetensi sesuai jenjang 3 kepada peserta didik
yang lulus uji kompetensi.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
PEMASARAN LULUSAN

Bimbingan karier dilaksanakan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK).


Bimbingan karier dimulai saat awal peserta didik mendaftar ke sekolah,
dengan menyediakan waktu konsultasi bagi pendaftar dalam menentukan
pilihan minat program/kompetensi keahlian.
Sekolah menyediakan informasi lowongan kerja melalui BKK atau sejenis.
Sekolah aktif melakukan promosi dan mencari informasi lowongan kerja
ke DU/DI.
Sekolah menyalurkan lulusan ke DU/DI sesuai dengan persyaratan yang
diminta, dengan mempertimbangkan kelayakan, penghargaan dan
pengembangan karier pada DU/DI tersebut.
Sekolah melakukan pendataan lulusan yang telah bekerja, berwirausaha
atau melanjutkan pendidikan.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
TERIMA KASIH

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan