Anda di halaman 1dari 27

KEKURANGAN VITAMIN A (KVA)

Sukma Sahadewa, dr., M.Kes., CHt


Siti Muslikhah, dr., M.Kes
Vitamin A dalam bentuk makanan

Nabati Hewani
Karotin : Retinol
Beta karoten
Alfa karoten
Gamma karoten
Lycopen
Xanthin
PERANAN
Defisiensi vitamin A akan menyebabkan
perubahan progresif epitel
Kehilangan sekresi normal sel goblet , yaitu
sel kelenjar yang mensitesis dan mengeluarkan
mukus atau lend dan sel sekretori yang lain
Kehilangan homeostasis air normal yang
melewati epitel trakeobronkial
Kehilangan silia yang merupakan predisposisi
terjadinya infeksi jalan napas
PERANAN
Deplesi selanjutnya menimbulkan
keratinisasi jaringan epitel mata, paru-
paru, traktus gastrointestinal dan
genitourinarius, yang ditambah lagi
dengan pengurangan sekresi mucus.
Kekurangan Vitamin A (KVA)

adalah suatu kondisi dimana tubuh


mengalami defisiensi Vitamin A baik
primer maupun sekunder (Achmad,
2009).
Faktor Penyebab KVA
1. Asupan Vitamin A kurang
2. Proses Absorpsi dan Utilitas terhambat
3. Kurangnya asupan protein dan lemak
4. Kurang pengetahuan
5. Kemiskinan
6. Kurangnya pemberdayaan wanita dan
pemanfaatan sumber daya masyarakat
Kurang Pemberdayaan Wanita & Kurang
Sumber Daya Masyarakat Pengetahuan

Kemiskinan Kurang Asupan


Lemak & Protein

Hambatan Absorpsi
& Utilitas

Asupan Kurang

KEKURANGAN
Vitamin A
Metabolisme KVA
Dampak KVA

1. Gangguan Penglihatan
2. Penurunan Imunitas
3. Kebutaan
4. Penyakit-Penyakit Kronis
5. Hambatan Pertumbuhan
6. ISPA
7. Gangguan Pertumbuhan Tulang dan
Gigi
8. Gangguan Kesehatan Rambut dan Kulit
9. Gangguan Sistem Reproduksi
10.Kematian
Klasifikasi KVA

6
3

5
4
Kurang Vitamin A (KVA)

XEROFTALMIA

13
BUTA SENJA

Terjadi akibat gangguan pada sel


batang retina.
Penglihatan menurun pada senja hari,
penderita tidak dapat melihat di
lingkungan yang kurang cahaya
14
Xerosis Konjungtiva

Tanda-tanda:
Penumpukan keratin & sel epitel yang khas
Konjungtiva kering, tampak menebal dan
berlipat-lipat
Keluhan orang tua mata anaknya bersisik

15
Kerutan dan hiperpigmentasi
Bitot spot

Foam-like substance

Hyperpigmentation &
wrinkle (X-1b)

16
Xerosis Kornea

Tanda-tanda :
Kekeringan meluas sampai kornea
Kornea tampak suram & kering dan permukaan
kasar
K.U. anak biasanya buruk (gizi buruk & penyakit
penyerta lain)

17
Kerutan dan hiperpigmentasi
KERATOMALACIA

Tanda-tanda:

kornea melunak seperti bubur & dapat


menjadi ulkus
Keadaan umum anak sangat buruk, dapat
terjadi perforasi kornea/ pecah

18
Corneal ulcer < 1/3

Conjunctival & ciliary injection 19


Ulkus kornea > 1/3

Keratomalacia
Jaringan parut kornea

Tanda-tanda:

Kornea mata tampak putih/ bola mata mengecil


Meninggalkan bekas luka parut/ sikatrik
Menjadi buta & tidak dpt sembuh, walau dioperasi
cangkok kornea

Corneal scar

21
Distribusi KVA

KVA bisa terjadi pada masyarakat yang


tinggal di desa maupun perkotaan, dan
KVA banyak diderita oleh Balita
Parameter KVA
1.Indikator klinis
2.Indikator Laboratorium
KLINIS

1).Keadaan yang reversibel yaitu yang dapat sembuh


Buta senja / hemerolopia / night blindness only
Xerosis Conjunctiva : konjungtiva mongering
Xerosis cornea : kornea mongering
Bercak bitot

2). Keadaan yang irreversible / keadaan yang agak sulit


sembuh
Ulserasi cornea
Keratomalasia
LABORATORIUM

1) Plasma vitamin A < 10 g/dl


2) Liver vitamin A < 5 g/dl

Penentuan masalah kesehatan masyarakat


kurang vitamin A (KVA)
Indikator yang digunakan Batas Prevalensi
Plasma vitamin A >= 10 g/dl >=5%
Liver vitamin A >= 5 g/dl >=5%
Pencegahan dan Penanggulangan KVA
1.Promosi kesehatan,
2.Suplementasi,
3.Fortifikasi

Ketiga upaya ini dilaksanakan secara


bersamaan
Matur Suwun