Anda di halaman 1dari 17

LATAR BELAKANG

Dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semakin


kompleks dengan tantangan yang bersifat global seperti adanya
Asean-China Free Trade Area (ACFTA) dan diberlakukannya Asean
Community pada tahun 2015, menuntut kesiapan dari seluruh
aparatur pemerintah.
Perubahan paradigma pemerintahan yang mengarah pada
terwujudnya Good Governance dengan mengutamakan pelayanan
publik yang prima (public service excellent), menuntut adanya
kemampuan lembaga pemerintahan yang mampu beradaptasi
sekaligus menjawab berbagai tantangan yang akan terjadi pada masa
yang akan datang.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara, secara keseluruhan menjadikan
profesionalisme aparatur menjadi prasyarat mutlak untuk
menghadapi berbagai permasalahan dan harapan yang ingin dicapai
oleh organisasi pemerintah daerah, sehingga peningkatan
profesionalisme aparatur tidak lagi sekedar kebutuhan, namun sudah
menjadi suatu prasyarat bagi organisasi pemerintah.
lanjutan
LATAR BELAKANG
Profesionalisme aparatur diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan yang
diselenggarakan secara profesional hal ini sesuai dengan Road Map (2010-2014) dan
Grand Design (2010-2025) Reformasi Birokrasi melalui tiga tahapan yaitu, tahapan
pertama 2010-2014 Improved Capacity Of Government Institutions, tahapan kedua
2015-2019 Professionalization Of National And Sub-National Public Service, dan
tahapan ketiga 2020-2024 Dynamic Public Service, maka tahun 2025 tercapainya
World Class Apparatus.
Dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), dinyatakan bahwa setiap
aparatur mempunyai hak menggunakan 10 % dari jam kerja dalam setahun ( + 12 hari )
untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan, oleh karena itu,
Badan Diklat Daerah harus memiliki kapasitas yang mumpuni dalam penyelenggaraan
diklat sehingga menghasilkan penyelenggaraan diklat yang berkualitas .
Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan, Prajabatan, Fungsional dan Teknis untuk
meningkatkan kompetensi aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi objek sejumlah
12.779 orang dan aparatur Se-Jawa Barat sejumlah 359.264 orang.

Pendidikan dan Pelatihan menjadi hak bagi seluruh PNS dan non PNS sesuai Undang-
undang ASN untuk meningkatkan kompetensi yang berarti menjadi kewajiban bagi
pemerintah dan pemerintah daerah untuk memenuhi hak tersebut dan akan
dituangkan dalam peraturan pemerintah berupa penetapan anggaran pendidikan dan
pelatihan minimal 2.5% dari APBD.
Alasan Perubahan
Diklatpim selama ini tidak merubah kinerja instansi peserta.
Diperlukan arus besar perubahan melalui perbanyakan inovasi para pemimpin
untuk menghadapi persaingan antar negara serta semakin kompleksnya
pengelolaan pemerintahan.
Merespon tuntutan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Bagian dari Grand Design Reformasi Birokrasi sekaligus implementasi Undang-
undang ASN yang baru.
Tujuan
Menciptakan pemimpin perubahan yang dibentuk melalui pelatihan praktek
kepemimpinan, pengagasan, perencanaan dan pengelolaan dengan memastikan
terjadinya perubahan yang bermanfaat bagi organisasi sesuai yang direncanakan
Yang Perlu Berubah?
Values
Structure
Culture
Vision
System
Competency
resources
ESENSI PERUBAHAN
DIKLAT APARATUR
Berbasis
Kompetensi

Tujuan, 1. Diklatpim: melakukan


kurikulum, perubahan/reform
metode, 2. Diklat Prajabatan:
media, sarpras, mengaktualisasikan Nilai-Nilai
Berbasis widyaiswara,
penyeleng- Dasar (Core Values) Sektor
Kompetensi Publik
gara, anggaran,
waktu. 3. Diklat fungsional:
melaksanakan tugas
fungsional;
4. Diklat teknis: melaksanakan
pekerjaan teknis
AREA PERUBAHAN
Manajemen Kinerja

vision

Mission
E
S
S
E
L
O Goal A PROGRAM : ESELON III
N K
I T
I
Objectives V Kinerja
I
T
A
ESELON II Strategy s Kegiatan : ESELON IV
MATA DIKLAT DISAJIKAN SECARA
INTERAKTIF DENGAN METODE :

1. CERAMAH Peserta diminta


mendengar ceramah ;
2. FILM PENDEK Peserta diminta
menonton film pendek, kemudian
diminta mengomentasi dan
mendiskusikannya
3. DISKUSI Peserta mendiskusikan
pentingnya integritas yang harus
dimiliki Pemimpin Pembaharuan.
4. STUDI KASUS: PESERTA DIMINTA
MENDISKUSIKAN KASUS-KASUS
AKTUAL.
4. VISITASI Peserta Berkunjung Ke
Tempat yang Dapat Membantu Proses
Internalisasi Hasil Belajar.
4. AKTUALISASI Peserta diminta
untuk menghasilkan suatu produk
pembelajaran yang menunjukkan
kompetensi integritas
PARTISIPASI AKTIF STAKEHOLDERS
Stakeholders dimaksud adalah Menteri, Kepala
Lembaga, Gubernur, Bupati/Walikota, Sekretaris
Jenderal, Sekretaris Daerah, Kepala OPD dan lembaga
lain yang berwenang.
Partisipasi aktif berupa pemberian wewenang bagi para
peserta diklatpim untuk merancang dan melaksanakan
perubahan,serta menjadi mentor dan cousellor.
Memberikan persetujuan tertulis terhadap projek
perubahan dan mengawal projek perubahan sampai
terealisasi.
Menempatkan aparat pada jabatan sesuai
kompetensinya dan memanfaatkan hasil pendidikan dan
pelatihan sesuai dengan jabatan berkenaan.
SELEKSI CALON PESERTA DIKLAT

Untuk pim I dan pim II dilaksanakan oleh panitia


seleksi yang dibentuk oleh LAN RI

Untuk pim III dan Pim IV dilaksanakan oleh panitia


seleksi yang dibentuk oleh Badan Diklat Provinsi
SYARAT PESERTA DIKLATPIM
Diklatpim Tingkat IV
1. Memiliki potensi untuk dikembangkan yang dibuktikan dengan dokumen yang sesuai;
2. Telah memiliki kompetensi teknis sesuai dengan bidang jabatan struktural yang akan diduduki, dibuktikan
dengan dokumen yang sesuai;
3. Pangkat/golongan minimal Penata Muda Tk. I III/b;
4. Mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat Educational Testing Service
Test of English for International Communication (ETS TOEIC) dengan skor minimal 400 atau Internet Based
Test of English as a Foreign Language (IBT TOEFL) dengan skor minimal 30, atau International English
Language Testing System (IELTS) dengan skor minimal 4, atau Lembaga Administrasi Negara English
Communication Skills for Civil Service Test (LAN ECSCS Test) dengan skor minimal 65
5. Bagi siswa yang belum menduduki jabatan struktural eselon IV, direkomendasikan oleh Baperjakat instansi
untuk menduduki jabatan struktural eselon IV tertentu dan diberikan kewenangan untuk melakukan perubahan
pada unit kerja eselon IV tersebut.
6. Pencalonan dan penetapan siswa Diklatpim Tingkat IV diatur sebagai berikut :
Calon siswa Diklatpim Tk.IV telah diseleksi oleh Tim Seleksi Peserta Diklat Daerah (TSPD), dan dicalonkan
oleh Pejabat Pembina Kepegawaian;
Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan calon siswa Diklatpim Tk. IV kepada Kepala Lembaga Diklat
Pemerintah Daerah Terakreditasi;
Kepala Lembaga Diklat PemerintahDaerah Terakreditasi menetapkan siswa Diklatpim Tk. IV dalam bentuk
Keputusan.
7. Penugasan Siswa Diklatpim Tk. IV dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota dengan
mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Self
Mastery

Tim PROYEK Diagnosa


Kebutuhan
Efektif PERUBAHAN Perubahan

Inovasi
Pengarahan Program (1)
Dinamika Kelompok (1) 1.Inovasi (6) 1.Seminar Laboratorium
1.Coaching (12)
2.Membangun Kepemimpinan (4)
Tim Efektif (6) 2.Counselling 2.Evaluasi (4)
1. INTEGRITAS DAN
3.Benchmarking ke (12)
WAWASAN KEBANGSAAN (6 SESI)
2. Pembekalan isu strategis (3) best practice (15)
3. Organisasi Berkinerja Tinggi (4) 4.Merancang Proyek
Perubahan (6)
3. Diagnostic Reading (3)
5. Pra Seminar
82 Sesi ( 24 6 JP)
4. Penjelasan Proyek Perubahan (1) Presentasi Proyek 8 Sesi ( 24 JP)
Perubahan (4) 12 Sesi ( 36 JP)
1.Coaching (6) 6.Pembekalan
2.Counselling Implementasi
(6) Proyek Perubahan (2) PEMIMPIN
Tahap V PERUBAHAN
39 Sesi ( 117 JP)
Tahap IV Evaluasi
Laboratorium Kepemimpinan 4 Hari
6 Sesi ( 18 JP) (Breaktrough II)
Tahap III
Merancang 60 Hari
Perubahan dan
17 Sesi ( 51 JP) Tahap II Membangun Tim
Taking Ownership 14 Hari
(Breaktrough I)

Tahap I 5 Hari
Diagnosa Kebutuhan
Perubahan Organisasi

LAN-RI 6 Hari
1. Pengembangan Potensi
Diri (3) 1.Seminar Laboratorium
Pengarahan Program (1) 2. Inovasi (6) 1.Coaching (12) Kepemimpinan (4)
Dinamika Kelompok (1) 3. Jejaring Kerja (3) 2.Counselling 2.Evaluasi (1)
4. Budaya Kerja (3)
(12)
1. WAWASAN KEBANGSAAN (6 SESI) 5. Membangun Tim efektif
2. INTEGRITAS (6) (6) 93 Sesi ( 279 JP)
3. Pembekalan isue strategis (3) 6. Benchmarking ke Best
4. Diagnostic Reading (6) Practice (15)
5. Penjelasan Proyek Perubahan (1) 7. Merancang Proyek 5 Sesi ( 15JP)
Perubahan (6)
1.Coaching (6) 8. Pembekalan Implementasi 12 Sesi ( 36 JP)
2.Counselling (6) Proyek Perubahan (2)
9. Seminar Presentasi Proyek PEMIMPIN
Perubahan (4) PERUBAHAN
Tahap V
Tahap IV Evaluasi
LaboratoriumKepemimpinan
6 Sesi ( 18 JP) (Breaktrough II) 2 Hari
48 Sesi ( 144 JP)
60 Hari
Tahap III
Merancang Perubahan
Tahap II dan Membangun Tim
22 Sesi ( 66 JP) Taking Ownership
(Breaktrough I) 15 Hari

Tahap I 5 Hari
Diagnosa Kebutuhan
Perubahan Organisasi

9 Hari
LAN-RI
1.Kecerdasan Emosi (6)
Pengarahan Program (1) 2.Pengenalan Potensi Diri (6) 1.Seminar Laboratorium
1.Coaching (6) 1.Coaching (12)
Dinamika Kelompok (1) 3.Berpikir Kreatif dan Inovatif Kepemimpinan (4)
2.Counselling (6) 2.Counselling (12)
(6) 2.Evaluasi (1)
1.PILAR-PILAR KEBANGSAAN (6) 4. Koordinasi dan Kolaborasi (3)
2.INTEGRITAS (6) 5. Membangun Tim Efektif;(6)
3. STANDAR ETIKA PUBLIK (6) 6. Benchmarking ke Best 105 Sesi ( 315 JP)
Practice (12)
4. SANRI
7. Merancang Proyek Perubahan
5. Pembelakalan Isu Aktual 5 Sesi ( 15JP)
(6)
Substansi Lembaga (3) 8.Pembekalan Implementasi
6. Diagnostic Reading (6) Proyek Perubahan (2) 12 Sesi ( 36 JP)
7. Penjelasan Proyek Perubahan (1) 9. Seminar Presentasi Proyek
Perubahan (4)
Tahap V
51 Sesi ( 153 JP) Evaluasi
Tahap IV 2 Hari
Laboratorium Kepemimpinan PEMIMPIN
(Breaktrough II) PERUBAHAN
6 Sesi ( 18 JP)
Tahap III 60 Hari
Merancang
Tahap II Perubahan dan
Taking Ownership Membangun Tim
31 Sesi ( 97 JP) (Breaktrough I)
17 Hari
5 Hari
Tahap I
Diagnosa Kebutuhan
Perubahan Organisasi
13 Hari

LAN-RI
Bertindak sebagai pembimbing peserta berdasar sikap
profesionalisme;
Memberikan dukungan penuh kepada peserta diklat
dalam mempersiapkan proposal Proyek Perubahan yang
akan dilakukan;
Memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta
dalam merumuskan atau mengidentifikasi permasalahan
krusial organisasi yang memerlukan terapi melalui proyek
perubahan;
Membantu peserta dalam memetakan agenda project
yang akan dilaknsanakan dan rencana jadual pertemuan
yang akan dilaksanakan;
Menjelaskan kontrak penyelesaian tugas kepada peserta
diklat;
Lanjutan

Sebagai atasan langsung memberikan kesepakatan dan


persetujuan atas dokumen proposal proyek perubahan yang
diajukan oleh peserta diklat;
Memberikan dukungan penuh kepada peserta diklat dalam
menginplementasikan proyek perubahan;
Memberikan dukungan kepada peserta dalam
mendayagunakan seluruh potensi sumberdaya yang
diperlukan dalam melakukan implementasi proyek
perubahan
Memberikan bimbingan kepada peserta dalam mengatasi
kendala yang muncul selama proses implementasi
berlangsung;
Berperan sebagai inspirator bagi peserta diklat dalam
melakukan inovasi-inovasi yang diperlukan.
Melakukan monitoring kegiatan peserta selama tahap taking
ownership dan selama tahap Laboratorium Kepemimpinan
melalui media teknologi informasi (IT)
Melakukan koordinasi dengan mentor untuk membantu
peserta apabila peserta mengalami permasalahan selama
tahapan taking ownership maupun tahapan Laboratorium
Kepemimpinan ;
Memberikan masukan kepada peserta terkait usulan proyek
perubahan yang sedang dirimuskan peserta selama tahap
taking ownership dan tahap Laboratorium Kepemimpinan ;
Lanjutan
Memberikan Feedback terhadap laporan progress
implementasi proyek perubahan yang disampaikan
peserta bimbingan minimal seminggu sekali (setiap hari
jumat);
Mengembangkan instrumen monitoring dan perekaman
terhadap progress yang dilaporkan oleh peserta
bimbingan;
Mengkomunikasikan proses, kemajuan dan hasil coaching
kepada penyelenggara Diklatpim Tk. II;
Menjadi counsellor pada saat peserta mengalami lack of
motivation selama proses pembelajaran atau menyusun
proses perubahan.

Anda mungkin juga menyukai