Anda di halaman 1dari 10

Boran dan Borohidrida

Siti Astari Rahmani


(1206259562)
o Hidrida boron paling sederhana:
diboran, B2H6
o Ikatan dan struktur dari boran yg
lebih tinggi dan borohidrida
o Semua adalah senyawa defisien
elektron
o Ikatan pada boron hidrida dan boron
polihedral dapat diperkirakan
melalui ikatan konvensional 2c,2e
dan ikatan 3c,2e
o sangat bermanfaat untuk
mengidentifikasi grup dari tiga (3)
atom tsb dan menganggap mereka
terikat bersama-sama melalui ikatan
3c,2e seperti pada versi ikatan pada
senyawa diboran (3 pusat dari 3c,2e
berupa jembatan B-H-B).
Aturan Wade
Sebuah korelasi antara jumlah elektron (dihitung dengan cara
tertentu), rumus, dan bentuk molekul yang dikembangkan oleh
Kenneth Wade pada 1970-an.
Relasi ini disebut aturan Wade berlaku untuk golongan polyhedra
yang disebut deltahedra (karena mereka terdiri dari wajah segitiga
yang menyerupai delta Yunani, ) dan dapat digunakan dalam dua
cara:
1) Untuk boran molekuler dan anionik, mereka memungkinkan
untuk memprediksi bentuk umum dari molekul atau anion dari
rumus.
2) Namun, karena aturan juga dinyatakan dalam jumlah elektron,
dapat dikembangkan juga untuk spesi-spesi lain yang analog, di
mana ada atom selain boron seperti carboranes dan cluster
blok-p lainnya.
Spesi formula [BnHn]2- dan n+1 pasangan elektron
skeletal memiliki struktur Closo, dengan atom B
di setiap sudut deltahedron tertutup dan tidak
ada ikatan BHB. Untuk n=5 sampai n=12.
Kluster Boron formula BnHn+4 dan n+2 pasangan
elektron kerangka memiliki struktur nido.
Memiliki ikatan BHB serta ikatan BB.
Kluster formula BnHn+6 dan n+3 pasangan
elektron skeletal memiliki struktur Arachno serta
memiliki ikatan BHB. Salah satu contoh Arachno-
boran adalah pentaborane (11), (B5H11) yang
secara termal tidak stabil pada suhu kamar dan
sangat reaktif.
Sintesis Boron dan Borohidrida
Seperti yang telah ditemukan oleh Stock, pirolisis yang
terkendali dari B2H6 dalam fase gas menyediakan rute
sebagian besar ke boran yang lebih tinggi dan hidroboran,
termasuk B4H10, B5H9, dan B10H14.
Kunci langkah pertama dalam mekanisme yang diusulkan
adalah disosiasi B2H6 dan kondensasi fragmen BH3 yang
dihasilkan dengan fragmen boran.
Sintesis tetraborane, B4H10, sangat sulit karena
sangat tidak stabil
Sintesis pirolitik membentuk spesi yang termasuk
seri BnHn+4 (nido) lebih stabil dilanjutkan dalam hasil
yang lebih tinggi, tanpa perlu untuk pendinginan
cepat.
B5H9 dan B10H14 dapat segera disiapkan oleh reaksi
pirolisis.
Reaksi Karakteristik dari Boron dan
Borohidrida
Reaksi kluster boron dengan basa lewis
1. Pemutusan BHn
Dengan boran tinggi yang kuat, B4H10, perpecahan
bisa memecahkan beberapa ikatan BHB, yang
menyebabkan fragmentasi parsial dari cluster:
2. Deprotonasi
Langsung terjadi pada boran yang besar seperti B10H14
B10H14 + N(CH3)3 [HN(CH3)3]+[B10H13]-
Struktur anion produk menunjukkan bahwa
deprotonasi terjadi dari jembatan B-H-B 3c,2e,
menyebabkan perhitungan elektron pada kluster boron
tidak berubah.
Deprotonasi ikatan B-H-B 3c,2e ini menghasilkan ikatan
2c,2e tanpa gangguan mayor pada ikatan:
B B
B B + H+
H
3. Pembangunan Kluster
Pembangunan kluster reaksi antara boran dan
borohidrida menyediakan rute yang mudah dicapai ion
borohidrida yang lebih tinggi:
Polieter, 85oC
5K[B9H14] + 2B5H9 5K[B11H14] + 9H2

4. Penggantian Elektrofilik dari H+


Perpindahan elektrofilik H+ menyediakan rute ke spesies teralkilasi
dan terhalogenasi. Seperti dengan reaksi Friedel-Crafts, perpindahan
elektrofilik H dikatalisis oleh asam Lewis, seperti aluminium klorida,
dan substitusi umumnya terjadi pada bagian tertutup dari cluster
boron: