Anda di halaman 1dari 55

REFERAT

SOFT TISSUE TUMOR

DI SUSUN OLEH
PEMBIMBING
Erla Nurani, S.Ked
dr. April Hidayat, Sp.B
61111033
Latar Belakang
Jaringan lunak adalah bagian dari tubuh yang terletak
Definisi
antara kulit dan tulang serta organ tubuh bagian dalam.
Etiologi
Yang tergolong jaringan lunak antara lain adalah otot,
Klasifikasi
tendon, jaringan ikat, lemak dan jaringan synovial
(jaringan di sekitar persendian).
Definisi
Tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumor
Etiologi
(STT) adalah suatu benjolan atau pembengkakan
Klasifikasi
abnormal yang disebabkan pertumbuhan sel baru.
Etiologi 1. Kondisi genetik

Klasifikasi 2. Radiasi

3. Lingkungan karsinogen

4. Infeksi

5. Trauma
CLASSIFICATION: HISTOGENIC CLASSIFICATION SCHEME FOR BENIGN
Klasifikasi AND MALIGNANT SOFT TISSUE TUMORS
Tissue formed Benign soft tissue tumor Malignant soft tissue tumor
(histogenesis)
Fat Lipoma Liposarkoma
Fibrous tissue Fibroma Fibrosarkoma
Skeletal muscle Rabdomioma Rabdomiosarkoma
Smooth muscle Leiomioma Leiomyosarkoma
Synovium Synovioma Sarkoma sinovial
Blood vessel Hemangioma Angiosarkoma; malignant
hemangiopericytoma
Lymphatics Lymphangioma Lymphangiosarkoma
Nerve Neurofibroma Neurofibrosarkoma
Mesothelium Benign mesothelioma Malignant mesothelioma

Tissue histiocyte Benign fibrous histiocytoma Malignant fibrous histiocytoma

Pluripotent None recognized Malignant mesenchymoma

Uncertain None recognized sarkoma; Ewing's sarkoma; alveolar soft


epithelioid sarkoma parts
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN LEMAK
DEFINISI Lipoma adalah suatu tumor (benjolan) jinak
LIPOMA
yang berada dibawah kulit yang terdiri dari
lemak.

ETIOLOGI
LIPOMA
Idiopati
KLASIFIKASI
LIPOMA
1. Lipoma berkapsul tunggal

2. Lipomatosis multiple

3. Lipoma yang tidak berkapsul (difus)


GAMBARAN
KLINIS
a. Benjolan dengan diameter 2-10 cm
LIPOMA
b. Terasa kenyal dan lembut

c. Bergerak bebas di kulit (free mobility of overlying skin),

d. Tidak nyeri

e. Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali


menjadi ganas
DIAGNOSIS
LIPOMA
diagnosis secara pasti dibutuhkan biopsi dan
pemeriksaan histopatologi.
1. Konservatif
PENATALAKSANAAN
LIPOMA
2. Operatif

Simple surgical excision

Squeeze teknik (lipoma superficial yang kecil)

liposuction
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN FIBROUS
DEFINISI Fibroma ialah tumor jinak yang
FIBROMA
berasal dari jaringan ikat.

Jaringan ini tumbuh akibat adanya

ETIOLOGI
trauma tunggal dan ringan yang
FIBROMA
berlangsung terus-menerus sehingga
terjadi inflamasi kronis atau infeksi
KLASIFIKASI
FIBROMA
1. Fibroma lunak : jaringan fibrosa lebih sedikit.

2. Fibroma keras : jaringan fibrosa lebih banyak

- Neurofibroma : fibroma yang bercampur dengan serabut


saraf

- Fibrolipoma : fibroma yang bercampur dengan lemak

- Miofibroma : fibroma yang bercampur dengan serabut otot

- Angiofibroma : fibroma yang bercampur dengan pembuluh


darah.
GAMBARAN
KLINIS
a. Tampak sebagai papula yang tumbuh lambat
FIBROMA
b. Berbatas jelas

c. Berwarna merah muda pucat yang lama kelamaan membersar


dan membentuk nodula

d. Lesi bulat dengan permukaan licin dan simetris

e. Keras dan tidak sakit saat dipalpasi

f. Kadang-kadang ada permukaan yang leukoplakia, kasar atau


berulserasi.

g. Pertumbuhan lesi ini dapat timbul pada setiap tempat


dijaringan lunak, termasuk mukosa pipi, mukosa bibir, gusi
atau lidah.
DIAGNOSIS Histologis jalinan massa dari jaringan kolagen
FIBROMA
dijumpai disekitar epitel yang menipis.

Biopsi ditemukan permukaan lesi ditutupi oleh


selapis epitel skuamosa bertingkat
PENATALAKSANAAN
FIBROMA

Eksisi surgical (ekstirpasi) merupakan terapi pilihan

untuk perawatan fibroma tanpa harus menghilangkan

batas mukosa normal sekitarnya.


SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN OTOT POLOS
Leiomioma adalah neoplasma jinak
DEFINISI jaringan lunak yang timbul dari otot
LEIOMYIOMA
polos.

ETIOLOGI Idiopati. kemungkinan berhubungan


LEIOMYIOMA
dengan genetik.
KLASIFIKASI
LEIOMYIOMA
Piloleiomioma

Angioleiomioma

Leiomioma genitalia
GAMBARAN
KLINIS a. Piloleiomioma merupakan tumor tunggal, permukaan halus
LEIOMYIOMA
,papula, atau nodul, lebih kecil dengan diameter 2 cm dan
berwarna coklat kemerahan. Tempat predileksi pada tubuh,
wajah atau ekstremitas. Pola distribusi bilateral simetris,
dikelompokkan dermatomal dan pola linier.

b. Angioleiomioma biasanya didefinisikan sebagai nodul pada


kulit yang cukup dalam dengan diameter 4 cm. nyeri terutama
pada saat palpasi. Angioleiomioma umumnya soliter dan
terjadi terutama pada ekstremitas bawah.

c. Leiomioma genitalia pada vulva atau skrotum biasanya


berukuran lebih besar dari kedua jenis leiomioma yang
lainnya.
PENATALAKSANAAN
LEIOMYIOMA
- Farmakologi

- Pembedahan
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN OTOT RANGKA
DEFINISI
RHABDOMYOMA
Rabdomioma adalah tumor otot lurik. Ada 2 jenis
rabdomioma adalah

1. Neoplastik

2. Hamartoma. Hamartoma dibagi menjadi :

- Rabdomioma jantung

- mesenchymal rabdomiomatous kulit.


ETIOLOGI
RHABDOMYOMA
Rhabdomyoma antenatal karena adanya hydrops
foetalis akibat aritmia selama perkembangan janin.
Rhabdomyoma tanpa tuberus sclerosis pada kedua
orang tuanya, kemungkinan akibat mutasi de novo pada
kromosom 9 atau 16, atau salah satu orang tuanya
menderita tuberus sclerosis ringan sehingga tidak
terdeteksi secara klinis.
GAMBARAN
KLINIS
RHABDOMYOMA Pemeriksaan fisik pada pasien dewasa dengan
rabdomioma mengungkapkan adanya massa polypoid
di wilayah leher, dan bisa terdapat pada daerah kepala
serta leher. Pasien dengan rabdomioma jantung terdapat
murmur jantung.
DIAGNOSIS
RHABDOMYOMA
a. Anamnesa dan Pemeriksaan fisik.

b. Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan radiografi


seperti MRI dan CT scan jantung, Pemeriksaan
Histologi
PENATALAKSANAAN
RHABDOMYOMA
diberikan oksigen apabila dengan kesulitan bernafas.
Dan dalam keadaan sulit menelan dapat diberikan
cairan infus tambahan sampai pembedahan dilakukan.
Pasien dengan rabdomioma jantung harus di tangani
kardiologi.
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN VASKULER
Hemangioma adalah proliferasi abnormal

DEFINISI dari pembuluh darah yang dapat terjadi


HEMANGIOMA
pada setiap jaringan yang mengandung
pembuluh darah.

Sampai saat ini penyebab belum diketahui


dengan jelas, kemungkinan bahwa
ETIOLOGI angiogenesis dan vaskulogenesis berperan
HEMANGIOMA
banyak dalam proliferasi elemen pembentuk
pembuluh darah yang berlebihan.
KLASIFIKASI HEMANGIOMA

Gambar: (kanan) hemangioma kavernosa, (kiri)


a)hemangioma kapiler/strawberry,
b)hemangioma profunda/intradermal,
c) hemangioma campuran
GAMBARAN
KLINIS
HEMANGIOMA a. Bercak merah yang timbul sejak lahir atau beberapa saat
setelah lahir
b. Pertumbuhan relatif cepat dalam beberapa minggu atau
beberapa bulan;
c. Warna merah terang bila jenis strawberry atau biru bila
jenis kavernosa.
d. Bila besar maksimum sudah tercapai, biasanya pada
umur 9-12 bulan, warnanya menjadi merah gelap.
DIAGNOSIS
HEMANGIOMA
Pemeriksaan Penunjang

a. Ultrasonografi dengan Doppler

b. X-ray

c. Isotop scan

d. Angiografi

e. Magnetic Resonance Imaging (MRI)


PENATALAKSANAAN
HEMANGIOMA
1) Cara konservatif
2) Cara aktif
- Pembedahan
- Radiasi
- Kortikosteroid
- Obat sklerotik
- Elektrokoagulasi
- Antibiotik
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN LIMFE
DEFINISI
LIMFANGIOMA
Limfangioma merupakan malformasi pembuluh
limfatik yang biasanya terjadi setelah lahir.
ETIOLOGI
LIMFANGIOMA
Penyebab pasti pembentukan lymphangioma tidak
diketahui, tetapi kebanyakan kasus diyakini sporadis.
KLASIFIKASI
LIMFANGIOMA
Limfangioma sirkumskripta lokalisata (limfangioma
simpleks)

Lesi biasa timbul saat kecil, berupa bercak soliter, kecil,


dengan diameter kurang dari l cm, terdiri dari vesikel-
vesikel berdinding tabel, berisi cairan limfe, dan
menyerupai telur katak. Bila tercampur darah, lesi
dapat berwarna keunguan.
KLASIFIKASI
LIMFANGIOMA
Limfangioma sirkumskriptum (tipe klasik)

Manifestasi kliniknya berupa lesi yang timbul saat lahir


atau pada awal kehidupan, dan ditandai oleh satu atau
beberapa bercak besar dengan vesikel-vesikel jernih,
dapat dalam jumlah sangat banyak. Dinding vesikel
tampak lebih tipis dan sering disertai edema yang difus
pada jaringan subkutis di bawahnya.
KLASIFIKASI
LIMFANGIOMA
Limfangioma kavernosa

Lesi berupa suatu pembengkakan jaringan subkutan


yang sirkumskripta atau difus, dengan konsistensi lunak
seperti lipoma atau kista. Paling sering dijumpai di
sekitar dan di dalam mulut.
DIAGNOSIS
LIMFANGIOMA

a. MRI
b. Immunohistokimia
c. Temuan Dermoskopi
PENATALAKSANAAN
LIMFANGIOMA
- Farmakologis

- Tindakan bedah
SOFT TISSUE TUMOR
JARINGAN SARAF PERIFER
Neurofibroma adalah tumor jinak
DEFINISI selubung saraf dalam system saraf
NEUROFIBROMA
perifer.

ETIOLOGI
NEUROFIBROMA
Genetik
KLASIFIKASI
NEUROFIBROMA
- Neurofibroma subkutaneus tunggal (lokal)
Seringkali terjadi pada saraf perifer seperti nervus
ulnaris, nervus medianus atau nervus kutaneus. Timbul
pada orang dewasa
GAMBARAN
KLINIS
NEUROFIBROMA a. Ditemukan sebagai nodul subkutaneus yang terasa nyeri
b. Kesemutan dan mati rasa, parestesia dalam distribusi
saraf, terutama bila nodul mengalami kompresi.
c. Pembengkakan bulat sampai oval dalam saraf.
d. Permukaan rata dengan tepi bulat. Pembengkakan
bergerak tegak lurus terhadap arah serabut saraf.
Mobilitas vertical tidak ada.
e. Konsistensi padat. Kadang-kadang massa teraba keras.
f. Sebagai pembengkakan subkutaneus, kulit dapat
terangkat.
DIAGNOSIS
NEUROFIBROMA
Biopsi ditemukan sel spindle, hiposeluler area dan sel
mast.
PENATALAKSANAAN
NEUROFIBROMA

Neurofibroma diterapi dengan eksisi.


SOFT TISSUE TUMOR
KAPSUL SENDI ATAU SARUNG
TENDON
DEFINISI
KISTA GANGLION
Kista Ganglion atau biasa disebut Ganglion merupakan
kista yang terbentuk dari kapsul suatu sendi atau sarung
suatu tendon. Kista merupakan tumor jaringan lunak
yang paling sering didapatkan pada tangan.
ETIOLOGI
KISTA GANGLION
Penyebab ganglion tidak sepenuhnya diketahui, namun
ganglion dapat terjadi akibat robekan kecil pada
ligamentum yang melewati selubung tendon atau
kapsul sendi baik akibat cedera, proses degeneratif atau
abnormalitas kecil yang tidak diketahui sebelumnya.
GAMBARAN
KLINIS
KISTA GANGLION Meskipun kista ganglion umumnya asimtomatik, gejala yang muncul
dapat berupa
a. keterbatasan gerak, parestesia dan kelemahan. Kista ganglion
umumnya soliter
b. jarang berdiameter di atas 2 cm.
c. dapat bertambah besar atau mengecil
d. kadang dapat mengalami inflamasi jika teriritasi.
e. Konsistensi dapat lunak hingga keras akibat tekanan tinggi cairan
yang mengisi kista
f. Ganglion umumnya tidak nyeri; namun dapat menyebabkan nyeri
ketika digerakkan atau menyebabkan masalah mekanis
(terbatasnya ruang gerak) tergantung dari lokasi ganglion
tersebut.
DIAGNOSIS
KISTA GANGLION
a. Anamnesis

b. pemeriksaan fisis

c. pemeriksaan radiologik.
PENATALAKSANAAN
KISTA GANGLION

a. Aspirasi

b. Eksisi
Terima Kasih