Anda di halaman 1dari 66

SWAMEDIKASI PENYAKIT

SALURAN PENCERNAAN
DIARE, KONSTIPASI, DAN MAAG

Kelompok
Kelompok 66 Kelas B
Stefanie
Stefanie Audina
Audina 260112160506
260112160506
Ika Dewi
Dewi Rahmawati
Rahmawati 260112160516
260112160516
Risha Natasya
Natasya Andriani 260112160526
260112160526
Sri Murni
Murni 260112160528
260112160528
Rizky Tris Irianto
Irianto 260112160552
260112160552
Eni Herdiani 260112160564
260112160564
Angelika Rianti
Rianti 260112160584
260112160584
Acilia Ima Dara Setia 260112160590
260112160590
Evita Sari 260112160606
260112160606

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
** DEFINISI DIARE **
Kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek
atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering
(biasanya 3X sehari) (Depkes RI, 2011).

Kondisi meningkatnya frekuensi BAB dan menurunnya konsistensi feses.


Diare sering menjadi sebuah gejala suatu penyakit sistemik (Dipiro,
2015).

frekuensi dan likuiditas buang air besar (BAB) yang abnormal. Frekuensi
dan konsistensi BAB setiap individu bervariasi. Ada individu yang
defekasinya 3xsehari sedangkan lainnya hanya 2 atau 3 kali seminggu
(sukandar, 2013)
** PATOFISIOLOGI **
Terdapat 4 mekanisme yang mengganggu keseimbangan air dan elektrolit yang
menyebabakan diare :

1. Terjadinya perubahan transport ion aktif yang disebabkan oleh penurunan


absorpsi Na+ dan peningkatan sekresi Cl-
2. Perubahan motilitas usus
3. Peningkatan osmolaritas luminal
4. Peningkatan tekanan hidrostatik jaringan

Diare juga dapat disebabkan agen infeksius seperti bakteri pathogen, virus, dll.
Mengapa Diare Dapat Terjadi ?
MANIFESTASI KLINIS
Buang air besar yang encer, nyeri perut bagian kuadran kanan
bawah disertai bunyi perut, sering buang angin. Pada kondisi kronik
terdapat penyakit sebelumnya, penurunan BB dan nafsu makan.
Pemeriksaan fisik abdomen (bunyi pada lambung),
Kulit tidak langsung kembali ketika dicubit,hipotensi, takikardia,
denyut lemah sebagai tanda dehidrasi.
Demam indikasi infeksi.
Kondisi kronik yang tidak diketahui penyebabnya dapat dilakukan
pengujian parasite pada feses, darah, mucus, osmolaritas feses, Ph
dan elektrolit

Sukandar, 2012
PENGOBATAN DIARE
Terapi Farmakologi untuk mengatasi diare yaitu :

Antimotilitas Gol.Opiat ex: Difenoksilat, Loperamid

Adsorben ex: Kaolin pectin, Attapulgit

Antisekretori ex: Bismut subsalisilat, Octreotide

Pemberian Zinc pada Balita

Antibiotik Selektif
ANTIMOTILITAS
Mekanisme Kerja
Memperlama waktu transit intraluminal, Meningkatkan kapasitas usus,
memperlama kontak dan absorpsi

Loperamid

Indikasi : Tambahan terapi rehidrasi diare akut pada dewasa dan anak
4tahun, dan diare kronis dewasa

Kontraindikasi :Kram Abdomen dan hipersensitivitas, ileus paralitik, dan perut


kembung

Efek Samping :Pusing dansakit kepala, Konstipasi, Mual, Perut kembung, Sakit
perut,

Dosis Penggunaan :Diare Akut dan kronis(dewasa) : 4 mg awal + 2mg setelah BAB,
Dmax : 16mg/d, dihentikan jika 48 jam tidak ada perbaikan kondisi

Sediaan Di Pasaran :Bidium, Imodium, Diabium, Lodia, dll


Sukandar, 2012
ADSORBEN
Mekanisme Kerja
Bekerja menyerap zat infeksius dan toksik, mencegah mukosa saluran pencernaan
kontak langsung dengan zat zat yang merangsang sekresi elektrolit

1. Kaolin + Pectin

Indikasi : Terapi Diare

Interaksi : menurunkan absorpsi berapa antibiotic, gabapentin,


fenitoin, kloroquin, isoniazid, rifampisin, besi oral

Sediaan Di Pasaran : Neo Diaform, Neo Kaolana, Neo Entrostop, dll

Sukandar, 2012
2. Attapulgite
Sediaan di Pasaran : Biodar tab 600mg, Neo koniform kap/tab
600mg, Diatab tab 600mg

3. Karbo Adsorben
Sediaan di Pasaran : Karbo adsorben tab 250mg, Norit Tab 125
mg dan 250mg

Sukandar, 2012
ANTISEKRETORI
Mekanisme Kerja
Meningkatkan absorbsi usus terhadap cairan dan elektrolit (sebagaiantisekretori)
dimana efek terapeutiknya adalahantisekretori

1. Bismuth Subsalisilat
Indikasi : antisekresi, antiinflamasi, antibakteri
Efek Samping : toksik jika digunakan terlalu lama, teratogenik
Interaksi : terdapat interaksi terhadap antikoagulan dan tetrasiklin
Sediaan Di Pasaran : Scantoma 375mg
2. Octreotide
Indikasi :diare akibat kemoterapi
Efek samping : jangka panjang: kolelithiasis, steatorrhea
Medicastore.com,
Sediaan Di Pasaran : Sandostatin amp, somastatin vial 3mg
2017
ZINC
Mekanisme Kerja
meningkatkan sistim kekebalan tubuh. Zinc juga dibutuhkan oleh berbagai organ
tubuh, seperti kulit dan mukosa saluran cerna. Semua yang berperan dalam
fungsi imun.

Indikasi : Diare pada Balita dan Pediatrik


Efek Samping : Sakit perut. Mual dan muntah. Sakit kepala, Uring-uringan.
Dosis : < 6 bulan: 1/2 tablet (10 mg)/ hari; 6 bulan: 1
tablet (20 mg)/ hari selama 10 Hari
Cara pemakaian : Zinc diberikan dengan cara dilarutkan dalam satu
sendok air matang atau ASI. Untuk anak yang lebih besar, zinc dapat
dikunyah.
Interaksi : berinteraksi dengan tetrasiklin atau sediaan yang
mengandung zinc
Sediaan Di Pasaran : Zinc tab dispersible 20mg

DepKes RI, 2011; Pramudianto, 2012


ANTIBIOTIK
Mekanisme Kerja
Bekerja sebagai bakteriostatik atau bakteriosidal

Antibiotik diindikasikan pada pasien dengan gejala dan tanda


diare infeksi, seperti demam, feses berdarah, leukosit pada
feses, mengurangi ekskresi dan kontaminasi lingkungan,
persisten atau penyelamatan jiwa pada diare infeksi, diare
pada pel ancong, dan pasien immunocompromised. Pem
berian antibiotik dapat secara empiris, tetapi terapi antibiotik
spesifi k diberikan berdasarkan kultur dan resistensi kuman. 2

Amin, 2015
Amin, 2015
TERAPI NON-FARMAKOLOGI
1. Terapi Penggantian cairan dan elektrolit (Oralit Garam)
Kontraindikasi : Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus. Pasien
dengan hipersensitivitas, depresi pernapasan yang parah.
Efek Samping : Gangguan keseimbangan elektrolit, Hipernatraemia.

Dosis : 3 jam pertama 300ml- 2,4L dilanjutkan 100ml- 400ml


sehabis BAB
Sediaan Dipasaran : Oralit Sachet Generik : 4,1g(200ml)

2. Pengaturan Diet
Menghentikan Konsumsi Daily Product selama 24 jam, Diet regular tetap diberikan
pada anak, konsumsi makanan yang lembek dan mudah dicerna oleh tubuh pada
24 jam pertama.
Dipiro, 2015
KASUS SWAMEDIKASI DIARE

Seorang pasien datang ke apotek


Pasien An. SA mengalami kondisi diare
bernama An. SA perempuan berusia
akut dengan gejala dehidarasi
15tahun BB 56kg mengeluh telah
ringan/sedang. Gejala diare tersebut
buang air besar lebih dari 5 kali
ditandai dengan BAB > 5 kali dalam
selama 2 hari belakangan ini. Feses
sehari selama 2 hari, feses berbentuk cair,
pasien berbentuk cair. Pasien juga
pasien merasa tubuhnya lemas, perut
merasakan tubuhnya lemas, perut
mulas, mata sayu dan adanya keinginan
terasa mulas, mata yang sayu, dan
untuk minum/merasa haus. Pasien tidak
keinginan untuk minum. Pasien
menunjukkan gejala diare infeksius Seperti
tidak menyukai mengkonsumsi
suhu tubuh meningkat dan feses tidak
sayuran dan buah buahan.
mengandung darah.
Sebelumnya pasien mengkonsumsi
jajanan pedas disekolahnya.
SUBJEKTIF ASSESSMENT

Nama : An. SA Tidak sedang mengkonsumsi obat


Umur : 15tahun Mengalami diare akut non infeksius dan
BB : 56 kg terdapat gejala dehidrasi ringan
Feses Cair, perut mulas, tubuhnya lemas, sedang,
perut terasa mulas, mata yang sayu, dan
keinginan untuk minum.
PLAN

Farmakologi :Adsorben

Non Farmakologi : ORS (sachet atau buatan sendiri), Stop


mengkonsumsi daily product 24 jam, Probiotik (yoghurt).

OBAT WAJIB APOTEK UNTUK KASUS DIARE YAITU


ATTAPULGITE, ORALIT DAN ZINC (DOEN, 2013)
KIE
Informasi dan edukasi yang disampaikan oleh apoteker kepada
pasien swamedikasi diare adalah sebagai berikut :

Nama Obat Attapulgit (Zat aktif), Jika pasien memperoleh obat


bermerk maka dijelaskan kandungannya

Indikasi indikasi obat ini bagi pasien sebagai penyerap zat racun di
pencernaan

Dosis dan waktu pemakaian 2 tablet setiap kali BAB maksimal 12 tablet/hari

Efek samping Konstipasi

Kontraindikasi alergi attapulgit, demam tinggi, stenosis (penyempitan)


pada saluran cerna. konstipasi, penyempitan usus
Tidak untuk digunakan lebih dari 2 hari saat demam.

Lama penggunaan Digunakan selama 2 hari, dihentikan jika selama 2 hari


Pramudianto, 2012
diare tidak membaik dan hubungi dokter.
Nama Obat Oralit Sachet generik

Indikasi Terapi pengganti cairan dan elektrolit tubuh

Dosis dan waktu pemakaian 3 jam pertama 300ml- 2,4L dilanjutkan 100ml- 400ml
sehabis BAB

Cara pemakaian Satu bungkus oralit dimasukkan ke dalam satu gelas air
matang (200 cc)

Efek samping Gangguan keseimbangan elektrolit, Hipernatraemia.

Kontraindikasi Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus. Pasien


dengan hipersensitivitas, depresi pernapasan yang parah.

Lama penggunaan Hingga gejala dehidrasi menghilang

Sukandar, 2013 dan Dipiro et al, 2015


Hal yang membantu keberhasilan terapi
Menghentikan konsumsi makanan dialy product selama 24
jam pertama
Mengkonsumsi probiotik seperti yoghurt untuk pemulihan
Mengkonsumsi makanan yang lembek dan mudah dicerna
saat 24 jam pertama pengobatan
Pastikan makanan yang diKonsumsi adalah makanan yang
bersih dan matang.
Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan
-- DEFINISI kONSTIPASI --

Sembelit atau konstipasi merupakan keadaan tertahannya


feses (tinja) dalam usus besar pada waktu cukup lama
karena adanya kesulitan dalam pengeluaran.

Hal ini terjadi akibat tidak adanya gerakan peristaltik pada


usus besar sehingga memicu tidak teraturnya buang air besar
dan timbul perasaan tidak nyaman pada perut (Akmal, dkk,
2010).
PATOFISIOLOGI
Pengeluaran feses merupakan akhir proses pencernaan. Sisa-sisa
makanan yang tidak dapat dicerna lagi oleh saluran
pencernaan, akan masuk kedalam usus besar (kolon) sebagai
massa yang tidak mampat serta basah.

Di sini, kelebihan air dalam sisa-sisa makanan tersebut diserap


oleh tubuh. Kemudian, massa tersebut bergerak ke rektum,
yang dalam keadaan normal mendorong terjadinya gerakan
peristaltik usus besar. Pengeluaran feses secara normal terjadi
sekali atau dua kali setiap 24 jam.
MANIFESTASI KLINIK
Perut terasa begah, penuh, dan kaku
Tubuh tidak fit, terasa tidak nyaman, lesu,
cepat lelah, sering mengantuk
Feses lebih keras, panas, berwarna lebih gelap,
dan lebih sedikit daripada biasanya
Feses sulit dikeluarkan ketika BAB, pada saat
bersamaan tubuh berkeringat dingin, dan
terkadang harus mengejan atupun menekan-
nekan perut terlebih dahulu supaya dapat
mengeluarkan dan membuang feses (bahkan
sampai mengalami ambeien/wasir)
Cont... Bagian anus terasa penuh dan terganjal disertai
rasa sakit akibat bergesekan dengan feses yang
kering dan keras atau karena mengalami wasir
sehingga pada saat duduk terasa tidak nyaman
Terjadi penurunan frekuensi buang air besar
Lebih sering buang angin yang berbau lebih busuk
daripada biasanya
Usus kurang elastis (biasanya karena mengalami
kehamilan atau usia lanjut), ada bunyi saat air
diserap usus, terasa seperti ada yang mengganjal,
dan gerakannya lebih lambat daripada biasanya
PENGOBATAN KONSTIPASI
Terapi Farmakologi untuk mengatasi
konstipasi adalah dengan pemberian obat
pencahar

1 Pencahar Pembentuk Masa (Bulking Agent)

2 Pencahar minyak mineral (lubricant laxatives)

3 Pencahar bahan osmotik (osmotic laxatives)

4 Pencahar perangsang (stimulant laxatives)


Pencahar Pembentuk Massa (Bulking Agent)

Mekanisme Kerja Bulking Agent


Mempertahankan cairan dalam feses sehingga feses
menjadi lunak dan mudah dikeluarkan

1. Metil Selulosa

Indikasi
Konstipasi dengan mengembang dalam cairan usus,
membentuk gel emolien atau larutan kental yang
dapat melunakkan feses
Efek Samping dan Penanganan
Dapat menyebabkan kembung dan kram perut
karena penderita diharapkan banyak minum selama
mengonsumsi obat ini sehingga terapinya agak kurang
efektif.
Dosis : 4-6 g/hari
Pencahar Pembentuk Massa (Bulking Agent)
2. Ispaghula sekam
Indikasi : Konstipasi
Kontra Indikasi
Kesulitan dalam menelan, obstruksi usus dan atoni
kolon
Efek Samping dan Penanganan
Perut kembung, obstruksi saluran cerna,
hipersensitivitas
Dosis :
1 sachet dalam 1 gelas air 1-3 kali sehari sebelum
atau sesudah makan,anak diatas 6 tahun, setengah
dosis dewasa atau kurang
Saran
Sediaan ini harus mengembang bila kena air, maka
harus hati-hati waktu menelan dengan air tidak boleh
diberikan segera sebelum tidur
Pencahar Minyak Mineral (Lubricant Laxatives

Mekanisme Kerja Lubricant Laxatives


Melicinkan feses seingga mudah dikeluarkan

1. Natrium Dokusat

Indikasi
Konstipasi (sediaan oral bekerja dalam 1-2 hr),
Kontra indikasi
Tidak boleh diberikan bersama parafin, sediaan rektal
tidak di indikasikan jika ada hemoroid dan fisura
Efek Samping dan Penanganan
Dapat menyebabkan kembung dan kram perut
karena penderita diharapkan banyak minum selama
mengonsumsi obat ini sehingga terapinya agak kurang
efektif.
Dosis
Oral konstipasi sampai dengan 500 mg sehari
dalam dosis terbagi
Pencahar Minyak Mineral
(Lubricant Laxatives)
2. Gliserol

Indikasi : Konstipasi, dapat digunakan pada kondisi


sembelit pada anak-anak

Kontra indikasi
Tidak boleh diberikan bersama parafin, sediaan rektal
tidak di indikasikan jika ada hemoroid dan fisura

Efek Samping
Sediaan suppu Dapat menyebakan iritasi rectum

Dosis
Sediaan suppositoria dan enema
Untuk suppo : 3 gram
Pencahar Bahan Osmotik (Osmotic Laxatives)
Mekanisme Kerja Osmotic Laxatves
Mempercepat gerakan peristaltik usus dengan menarik air dan
jaringan tubuh ke dalam usus sehingga diperoleh tinja yang
lunak

1. Garam magnesium
Indikasi :
Magnesium Hidroksida : Konstipasi
Magnesium Sulfat : Pengosongan usus yg cepat sebelum prosedur
radiologi, endoskopi dan bedah
Kontra indikasi
Kondisi penyalit saluran cerna akut, penderita ganguan ginjal,
gangguan hati, usia lanjud dan pasien yang lemah
Efek Samping : Kolik
Dosis
Magnesium Hidroksida : Jika perlu 2-4 sbg 8% suspensi dalam air
Magnesium Sulfat : 5-10 gram dengan segelas air penuh sebelum
makan pagi atau pada saat perut kosong (bekerja dalam 2-4 jam)
Pencahar Bahan Osmotik (Osmotic Laxatives)

2. Lactulosa
Indikasi :
Konstipasi kronik yang bekerja dalam waktu 48 jam, enselopati hepatik
Kontra indikasi
Galaktosemia, obstruksi usus
Efek Samping : kembung, kram dan perut terasa tidak enak
Dosis
Konstipasi : mula-mula 10 gram 2x sehari, kemudian disesuainkan dengan
kebutuhan pasien. Anak-anak > 1thn 1,5 gram dlm 2,5 ml larutan, 1-5
thn 3 gram dlm 5 ml larutan, 5-10 thn 5 gram 2x sehari
Enselopati Hepatik : 20-30 g 3x sehari kemudian disesuaikan sampai
menbentuk feses yang lunak 2-3 kali sehari
Cara Penggunaan : dapat dilakukan dengan menaruh serbuk diatas lidah
dan dibasuh dengan air atau dicampur dengan makanan atau dapat pula
dengan dicampur air sebelum ditelan
Pencahar Perangsang (Stimulant
Laxatives
Mekanisme Kerja Stimulant Laxatives
surfaktan yang dapat menurunkan tegangan permukaan
sehingga meningkatkan motilitas usus
1. Garam magnesium
Indikasi :
Magnesium Hidroksida : Konstipasi
Magnesium Sulfat : Pengosongan usus yg cepat sebelum prosedur
radiologi, endoskopi dan bedah
Kontra indikasi
Kondisi penyalit saluran cerna akut, penderita ganguan ginjal,
gangguan hati, usia lanjud dan pasien yang lemah
Efek Samping : Kolik
Dosis
Magnesium Hidroksida : Jika perlu 2-4 sbg 8% suspensi dalam air
Magnesium Sulfat : 5-10 gram dengan segelas air penuh sebelum
makan pagi atau pada saat perut kosong (bekerja dalam 2-4 jam)
2. Bisakodil
Indikasi :
Pengobatan sembelit yang akut dan kronis, pengosongan
usus besar sebelum pemeriksaan radiologi abdomen atau
endokopi
Kontra indikasi
Ileus, obstruksi usus baru mengalami pembedahan
dibagian perut, spt usus buntu, radang usus akut,
Pencahar Perangsang dehidrasi yang parah dan pasien yang hipersensitif
(Stimulant Laxatives terhadap bisakodill atau komponen lain yang terkandung
didalamnya
Dosis
Tablet : Bisakodil 5 mg Dewasa 2-3 tab/ hari, anak 1
tab/ hari
Suppositoria : Dewasa 1x 1 suppo (10 mg), anak 6-10
thn 1x1 suppo (5 mg), pediatrik 1x1 (5 mg)
Waktu pemberian
Diminum 2 tablet sebelum tidur untuk defekasi
keeseokan paginya atau diminum setengah jam sebelum
makan pagi untuk menimbulkan efek defekasi kira-kira
5 jam kemudian
LAMA PENGGUNAAN OBAT PENCAHAR
Durasi penggunaan obat pencahar digunakan
berdasarkan tingkat keparahan konstipasi.
Jika konstipasi terjadi tiba-tiba dan dalam
waktu pendek, maka pencahar dapat dihentikan
ketika feses sudah lunak dan mudah dikeluarkan
Jika konstipasi disebabkan oleh obat atau
penyakit lain, maka disarankan hubungi dokter

Swamedikasi hanya dilakukan selama 3 hari, jika lebih dari


itu maka pasien disarankan berobat ke dokter
PENYIMPANAN OBAT
Obat pencahar tersedia dalam berbagai bentuk sediaan
seperti tablet, suspensi, serbuk, larutan maupun suppositoria

Penyimpanan tablet, suspensi, Penyimpanan suppositoria


serbuk, dan larutan

Disimpan dalam tempat Disimpan disuhu yang sejuk


yang rapat, tidak lembab berkisar 2-8, dalam tempat
dan terhindar dari sinar yang rapat, tidak lembab
matahari dan terhindar dari sinar
matahari
Untuk sediaan larutan
tidak boleh disimpan
dalam lemari es
TERAPI NON FARMAKOLOGI
Memperbanyak konsumsi air putih (6-8 gelas perhari)
Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung
serat tinggi
Meningkatkan frekuensi olahraga
Hindari konsumsi kafein karena dapat memicu dehidrasi
Tidak mengabaikan keinginan untuk BAB
Saat BAB, usahakan memposisikan lutut lebih tinggi
daripada pinggul
Nn. Ermi berumur 45 tahun datang
ke apotek dan mengeluh bahwa Ia
sudah 1 bulan mengalami kesulitan
KASUS buang air besar, kadang terlalu
jarang, terlalu sedikit atau bentuknya
KONSTIPASI terlalu keras dan juga ia jarang sekali
mules. Ia mengaku kurang suka
mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
Saat ini ibu erni sedang tidak
menggunakan obat-obatan apapun. Ia
meminta apoteker untuk memberikan
obat agar BAB nya lancar.
Subjective Assessment

Wanita Tidak sedang Dalam melakukan swamedikasi, terapi


Umur: 45 mengkonsumsi obat- yang disarankan untuk pasien diatas
adalah bisakodil dalam bentuk
tahun obatan. suppositoria. P
Sulit buang air Pasien mengalami L
A
besar, jarang konstipasi atau Bisakodil suppositoria termasuk ke N
sekali mulas kesulitan buang air dalam daftar obat wajib apotek
untuk pengobatan konstipasi
Tinja yang besar .
keras
Tinja sedikit
Informasi dan edukasi yang disampaikan oleh
apoteker kepada pasien swamedikasi
konstipasi adalah sebagai berikut :
Nama obat : Bisakodil (generik).
Jika pasien mendapatkan obat bermerek, apoteker wajib
memberi tahu kandungan obat

KIE
Indikasi : konstipasi akut dan kronis yang bekerja dengan
cara merangsang otot-otot usus untuk mengeluarkan
feses

Dosis dan waktu pemakaian : pada pasien yang berumur


dewasa, diberikan bisakodil suppositoria 1x sehari 10 mg
pada pagi hari

Kontraindikasi : pasien yang mengalami obstruksi usus


(usus buntu, radang usus akut), dehidrasi parah serta
hipersensitivitas terhadap bisakodil dan komponen
penyusun suppositoria
Cont Efek samping : iritasi lokal pada daerah dubur

Lama penggunaan : lama terapi yang disarankan


maksimal 3 suppositoria (3 hari). Jika telah
menggunakan obat dan modifikasi asupan makanan
selama 3 hari tetapi tidak memberi efek sebaiknya
konsultasikan ke dokter (BPOM, 2014)

Cara penyimpanan : bisakodil suppositoria disimpan


ditempat yang sejuk (2-8), terhindar dari sinar
matahari dan tempat lembab. Jauhkan dari jangkauan
anak-anak
Hal yang harus diperhatikan saat
menggunakan obat
Memperbanyak asupan cairan (6-8
gelas perhari) agar terhindar dari
dehidrasi setelah menggunakan obat
Hindari konsumsi kafein
Hindari konsumsi makanan yang
mengandung gula dan keju karena
dapat memperparah konstipasi
peningkatan aktivitas fisik
Hal yang membantu keberhasilan terapi

Meningkatkan asupan serat (biji-bijian,


dedak, buah-buahan, kacang-kacangan,
dan sayuran)

Perbanyak aktivitas fisik

Tidak mengabaikan keinginan untuk BAB


bokong

anus

bokong
Definisi Maag

Maag merupakan kosa kata Belanda yang


berarti lambung, yang kemudian di
Indonesia-kan menjadi sakit pada lambung.
Maag adalah sakit yang diakibatkan oleh
kelebihan asam lambung, sehingga dinding
lambung lama-lama tidak kuat menahan
asam lambung tadi dan menimbulkan rasa
sakit yang sangat mengganggu penderita
Mekanisme Sekresi HCl
Fungsi HCl
Bersama dengan lisozim air
Membantu penguraian
Mengaktifkan prekursor liur, mematikan sebagian
serat otot dan jaringan
enzim pepsinogen menjadi besar mikroorganisme yang
ikat, sehingga partikel
enzim aktif pepsin, dan masuk bersama makanan,
makanan berukuran besar
membentuk lingkungan walaupun sebagian dapat
dapat dipecah-pecah
asam yang optimal untuk lolos serta terus tumbuh dan
menjadi partikel-partikel
aktivitas pepsin. berkembang biak di usus
kecil.
besar.

(Sherwood, 2010)
Refluks gastroesofageal pada pasien GERD terjadi melalui 3 mekanisme : 1).

Patofisiologi
Refleks spontan pada saat relaksasi LES tidak adekuat, 2). Aliran retrograd
yang mendahului kembalinya tonus LES setelah menelan, 3). Meningkatnya
tekanan intra abdomen.

Patogenesis terjadinya GERD menyangkut keseimbangan antara faktor


defensif dari esofagus (pemisah anti refluks, bersihan asam dari lumen
esofagus, ketahanan epitel esofagus) dan faktor ofensif dari bahan
refluksat. Faktor-faktor lain yang turut berperan dalam timbulnya
gejala GERD adalah kelainan di lambung yang meningkatkan terjadinya
refluks fisiologis, antara lain dilatasi lambung atau obstruksi gastric
outlet dan delayed gastric emptying (Makmun, 2009).

Pengaruh dari infeksi H. pylori terhadap GERD merupakan


konsekuensi logis dari gastritis serta pengaruhnya terhadap sekresi
asam lambung (Makmun, 2009).

Hamada dkk menunjukkan insiden esofagitis refluks yang tinggi


setelah eradikasi H.pylori, khususnya pada pasien gastritis korpus dan
mempunyai predisposisi terhadap refluks hiatus hernia (Goh dan
Wong, 2006). Dalam keadaan di mana bahan refluksat bukan bersifat
asam atau gas (non acid reflux), timbulnya gejala GERD diduga
karena hipersensitivitas viseral (Makmun,2009).
Manifestasi Klinik

Rasa nyeri di perut dan perut terasa seperti


terbakar

Perut terasa kembung dan selalu terus


bersendawa

Kurangnya nafsu
makan

Terasa mual dan ingin


Diare muntah
Diagnosis

Pemeriksaan
Anamnesis Klinis
1. Endoskopi saluran cerna bagian
Adanya gejala klasik atas
(Makmun,2009).
GERD (heartburn dan 2. Pemantauan pH 24 jam
regurgitasi) 3. Manometri esofagus
4. Sintigrafi gastroesofageal
5. Tes Bernstein
6. Tes penghambat pompa proton
(tes supresi asam)

(Makmun,2009).
ALGORITME TATA LAKSANA GERD PADA
PELAYANAN KESEHATAN LINI PERTAMA

GEJALA KHAS GERD

Gejala alarm
Umur > 40 th Tanpa gejala alarm

Terapi empirik
Tes PPI

Respon menetap Respon baik


Endoskopi
Terapi min-4 minggu
kambuh
(Konsensus Gerd, 2004)
On demand therapy
Obat Sintesis untuk mengobati
penyakit lambung
Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama
Penggunaan

Polysilane mengurangi gejala yang Alergi pada 3 hari


berhubungan dengan kelebihan asam komponen obat,
lambung, gastritis, tukak lambung, anak dibawah
dengan gejala seperti mual, nyeri umur 6 tahun
lambung, nyeri ulu hati, kembung.

Magtral Hiperasiditas tukak duodenum Gagal ginjal 3 hari


dengan gejala mual, kembung, rasa
penuh pada lambung

Gastrucid Gastritis, tukak peptik, esofagitis, penyakit ginjal 3 hari


Nama Cara Pemakaian Waktu Pemakaian Efek Samping
Obat

Polysilane Dewasa, 3-4 kali sehari 1-2 diminum 1-2 jam Diare, konstipasi
sendok takar suspensi atau 1- setelah makan dan
2 tablet; Anak 6-12 tahun, menjelang tidur, tablet
3-4 kali sehari -1 sendok sebaiknya dikunyah
takar suspensi atau -1 terlebih dahulu.
tablet.

Magtral Dewasa : 1-2 tablet/tablet Diberikan diantara Diare, konstipasi, obstruksi


forte atau 5-10 mL waktu makan usu (dosis besar),
suspensi/suspensi forte Anak hipemagnesai, deplesi
6-12 tahun : -1 tablet atau fosfat.
2.5-5 mL suspensi Diberikan
3-4 kali/hari

Gastrucid Tablet : 1-2 tablet dikunyah Dikonsumsi 1 jam Konstipasi, diare, muntah,
1 jam sesudah makan dan sebelum makan dan mual
Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama
Penggunaan

Almacon Perut rasa kembung, nyeri lambung, Alergi pada 3 hari


epigastrium, antasida pada gastritis, komponen obat,
hiatus hernia dan peptik eosifagitis, anak dibawah
ulkus deudenum dan ulkus lambung umur 6 tahun

Antasida Doen Obat sakit maag untuk mengurangi Disfungsi ginjal 3 hari
nyeri lambung yang disebabkan oleh berat,
kelebihan asam lambung dengan hipersensitif
gejala seperti mual dan perih

Promag Mengatasi gejala sakit maag Hipersensitif 3 hari

Oprezole Tukak duodenum, tukak lambung Hipersensitif 3 hari


Nama Cara Pemakaian Waktu Pemakaian Efek samping
Obat

Almaco 1-2 tablet Dikonsumsi 1 jam diare, konstipasi


n sesudah makan dan
sebelum tidur

Antasid Dewasa 3 - 4 kali Dikonsumsi 1 jam Konstipasi, diare, mual,


a DOEN sehari 1 - 2 tablet; sebelum makan muntah
anak 6 - 12 tahun 3
- 4 kali sehari - 1
tablet

Promag 1-2 tablet kunyah. Berikan 1-2 jam Diare, konstipasi


Anak: - 1 tablet sesudah makan dan
kunyah. Diberikan 3-4 mejelang tidur malam
x per hari

Oprezol Tukak duodenum 20 Tukak duodenum Penggunaan jangka panjang


Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama
Penggunaan

Rocer Terapi jangka pendek duodenum, Hipersensitif 3 hari


tukak lambung dan refluks
esofagitis.ulseratif

Ulsafate Gastritis, tukak lambung dan tukak Hipersensitif 3 hari


Nama Cara Pemakaian Waktu Pemakaian Efek samping
duodenum
Obat

Rocer Dosis awal 20-160 mg Sebaiknya diminum sebelum Pada dosis besar dan
sekali sehari dengan makan penggunaan lama
ditelan utuh kemungkinan dapat
menstimulasi pertumbuhan
sel ECL (Entherocrho-
Malfin-Lacells)

Ulsafate Dewasa 4 kali sehari 2 Sewaktu lambung kosong; Diare, konstipasi, mual,
sendok ukur, bila disertai rasa nyeri hebat muntah, kemerahan pada
Obat Tradisional untuk
mengobati
penyakit lambung
Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama
Penggunaan
Biji Memberikan perlindungan terhadap Hipersensitif 3 hari
ketumbar / efek agen penyebab ulcer
Coriandrum
Minyak
sativum wijen/ Mengurangi peroksidasi dan Hipersensitif 3 hari
Sesamum inflamasi pada lambung
indicum L.
Kunyit/ Penambah nafsu makan, peluruh Wanita hamil 3 hari
Curcuma empedu, obat luka dan gatal, anti dan anak-anak
domestica Val. radang, sesak nafas, antidiare, dan dibawah 2 tahun
merangsang keluarnya angin perut
Nama Obat Cara Pemakaian Waktu Pemakaian

Biji Ketumbar Biji ketumbar ditumbuk kasar, Ramuan diminum 1 kali


atau Coriandrum kemudian diseduh dalam 1 cangkir sehari sebanyak 1
sativum air mendidih dan ditutup rapat. cangkir
Setelah hamgat, air siap diminum.

Minyak Wijen minyak wijen diminum 1 sendok Sebelum makan sampai


atau Sesamum makan sekali sehari keluhan benar-benar
indicum L. hilang (pada maag
kronis dan sebagai
pencegahan)

Kunyit atau Cuci 5 ruas kunyit hingga bersih, Pada saat maag mulai
Curcuma kemudian potong menjadi beberapa menyerang.
domestica Val. bagian dan direbus beserta kayu
Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama Penggunaan

Pisang/ Musa Meningkatkan kekuatan mukosa dan Hipersensitif 3 hari


acuminata membantu penyembuhan ulkus

Liday Buaya/ Aloe Mengobati sakit maag Hipersensitif 3 hari


vera

Pepaya/ Carica Meningkatkan persentase penyembuhan Hipersensitif 3 hari


Nama Obat
papaya Caraserta
tukak, Pemakaian
dapat menurunkan indeks Waktu Pemakaian

Pisang atau Musa tukak


Dipotong pisang raja hingga tipis dan dijemur Konsumsi secara teratur 1-3
auminata untuk dikeringkan dan pisang raja yang kali sehari
sudah kering ditumbuk hingga menjadi
serbuk. Siapkan 1-2 sendok makan serbuk
buah pisang raja, campurkan dengan madu

Lidah buaya atau Kupas kulit lidah buaya dan bersihkan hingga Konsumsi secara teratur 1-3
Aloe vera lendirnya berkurang, rebus hingga matang. kali sehari
Sajikan dengan menambahkan madu untuk
mengurangi rasa pahitnya atau dapat juga
dijadikan jus dengan menambahkan madu.
Sediaan Obat Tradisional
untuk mengobati penyakit
lambung
Nama Obat Khasiat Kontraindikasi Lama
Penggunaan

Gold Sea Mengobati sakit maag Ibu hamil dan 3 hari


Cucumbar menyusui
Jelly

Sari Kunyit Membantu penyembuhan ulkus Ibu hamil dan 3 hari


Sido Muncul menyusui
Nama Obat Cara Pemakaian Waktu
Pemakaian

Gold Sea Tergantung pada tingkat penyakit yang diderita. Dikonsumsi


Cucumbar Jelly Untuk menjaga kesehatan, cukup 1 sendok sebelum makan
makan sehari diminum sebelum tidur. Untuk
terapi ringan: 1 sendok makan, 3 kali sehari;
terapi sedang: 2 sendok makan, 3 kali sehari;
terapi berat: 3 sendok makan, 3 kali sehari

Sari Kunyit Sido Untuk pemeliharaan kesehatan: 1-3 x sehari @1 Diminum


Muncul kapsul; Untuk penyembuhan: 3 x sehari @2 sebelum makan
kapsul Sebaiknya diminum sebelum makan.
Pantangan untuk Penyakit Maag
Hindari makanan atau minuman yang
Rempah-rempah dan bumbu:
asam, pedas dan tinggi lemak. Tidak semua
makanan mempengaruhi semua orang, Lada hitam
namun beberapa hal dibawah ini perlu
dibatasi untuk mencegah gejala yang Bubuk cabai
memburuk
Biji sesawi dan pala
Minuman

Susu murni, susu cokelat, cokelat panas, cokelat


Makanan lain:
Makanan dari susu atau krim
Cola, minuman berakohol
Pedas, sangat berbumbu keju,
Minuman yang mengandung kafein jalapeno
Kopi biasa atau kopi tanpa kafein Sangat berbumbu, daging tinggi
lemak: sosis, salami, bacon, ham
Teh peppermint dan spearmint
Sambal, cabai, paprika
Teh hijau dan teh hitam yang tidak atau
mengandung kafein Produk dari tomat: pasta tomat,
saus tomat atau jus tomat
Jus jeruk
https://www.drugs.com/cg/diet-for-stomach-ulcers-and-gastritis.ht
Kurangi stress Kurangi penggunaan Hindari makanan pedas,
NSAID kafein dan alkohol

Pencegahan

Berhenti makan 2 jam Makan dengan porsi


sebelum tidur kecil namun berkali-kali
Analisis SOAP
Subjek Objek
Keluhan rasa panas pada perut 1-2
Nama : MG jam setelah makan.
Umur : 34 tahun Mengkonsumsi antasida, tapi hanya
Jenis kelamin : Perempuan mampu meredakan rasa panas
sementara

Asessment
Perlu diperhatikan apakah rasa sakit yang dialami oleh MG dapat ditangani dengan
swamedikasi atau perlu konsultasi dengan dokter.
Setelah melihat bahwa MG memenuhi kriteria yaitu :
-tidak hamil
-tidak mengalami rasa panas pada perut yang parah
-rasa sakit tidak dialami lebih dari 3 bulan
Analisis SOAP
Asessment
Setelah memenuhi kriteria untuk swamedikasi, maka dapat disarankan agar MG
mengkonsumsi obat golongan proton pump inhibitor karena rasa panas yang dirasakan
lebih dari 2 hari dalam seminggu.

Plan
Farmakologi :
Omeprazole 20 mg satu kali sehari
Non Farmakologi :
Obat diminum sebelum makan pada
Menghindari makanan pedas yang
pagi hari.
dapat memicu terjadinya rasa panas
Apabila 3 hari gejala tidak berkurang,
pada perut
maka disarankan agar berkonsultasi
dengan dokter
Daftar Pustaka
Amin. L.K, 2015, Tatalaksana Diare Akut. Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN
Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Anonim, ISO Indonesia Vol. 49, Jakarta, PT. ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia).

Anonim, 2017, Scantoma 375mg Sandostatin amp somastatin vial 3mg. www.medicastore.com. [Diakses 11 Maret 2017]

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. 2004. Pengobatan Sendiri. Info POM. Vol. 5 (6).

Edition. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.

DepKes RI. 2007. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta :Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan

Depkes RI, 2011, Buku Saku Lintas Diare, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia

Depkes RI, 2013, Daftar Obat Esensial Nasional, kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia

Dipiro, J. T., Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., Posey L. M. 2009. Pharmacotherapy : A Patophysiologic
Approach, 7th edition. McGraw Hill, New York.

Dipiro, J.T, Talbert, R.L, Yee, G.C, Matzke G.R, Wells, B.G, Posey L.M. 2015. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach 9 th
Edition. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Folden, S.L., Backer, J.H., Maynard, F.,Stevens, K., Gilbride, J.A., Pires, M., Jones, K., 2002, Practice Guildelines For The
Management of Constipation , Rehabilitation Nursing Foundation.

ISO. 2012. ISO Indonesia Informasi Spesialite Obat Volume 48. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan.

Kelompok Studi GERD Indonesia. Konsensus nasional penatalaksanaan penyakit refluks gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux
Disease/GERD) di Indonesia 2004. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia 2004.p.7-17.

Makmun D. Penyakit refluks gastroesofageal. Dalam: Sudoyo AW, Setyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi ke-5. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2009.hal.481-95

Mansukhani , Rupal Patel dan Mary Barna Bridgeman. 2013. Case Studies in Self Care: Gastrointestinal Problems. Tersedia
online di http://www.pharmacytimes.com/publications/issue/2013/july2013/case-studies-in-self-care-gastrointestinal-problems.
[ Diakses 7 Maret 2017].

Pramudianto A, Evaria, 2012, MIMS: Petunjuk Konsultasi Edisi 11, PT. Buana Ilmu Populer (BIP), Jakarta.

Sherwood, L. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems. 7th Ed. Canada: Yolanda Cossio.

Sukandar. E.Y, Andrajati. R, Sigit. J.I, Adnyana. I.K, Setiadi. A.A.P, dan Kusnandar, 2013, ISO Farmakoterapi : Buku 1,
IsfiPenerbitan, Jakarta,
THANKS YOU