Anda di halaman 1dari 26

PARADIGMA BARU

DALAM
MANAJEMEN DAN
PENGANGGARAN
SEKTOR PUBLIK
Objectives

After studying this


chapter, you should
be able to:

Memiliki pemahamaan konseptual yang luas tentang tata


pemerintahan yang baik (good governance), reformasi
manajemen dan keuangan, pengelolaan keuangan sektor
publik dan isu-isu strategik terkait penerapan anggaran
berbasis kinerja.
Otonomi daerah mulai 1. Mendorong perubahan ekonomi,
1 Januari 2010: sosial maupun politik.
1. UU No 22 Tahun 1999 2. Perilaku masyarakat lebih kritis
tentang Pemerintah thd kebijakan pemerintah daerah:
daerah. menuntut kualitas pelayanan
2. UU No. 25 tentang publik, tuntutan peningkatan PAD,
Perimbangan keuangan dan terciptanya good governance,
pemerintah pusat dan tuntutan thd integritas dan
daerah kompetensi anggota DPRD,
aparatur pemerintah daerah

Terjadi perubahan proses perencanaan


pembangunan daerah dgn pemberian
kewenangan yang luas kpd daerah utk
pengelolaan sumber pendanaan yg
dimiliki.
Reformasi di bidang keuangan terus bergulir

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Pijakan yang berfungsi sebagai penggerak


(drive force) dengan ditetapkannya
Anggaran Berbasis Kinerja
Good Governance

Good governance diartikan kepemerintahan yang


baik.
World Bank mendefinisikan good governanve
sebagai suatu penyelenggaran manajemen
pembangunan yang solid dan bertanggung jawab
yang sejalan dgn prinsip demokrasi dan pasar yang
efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi,
dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun
administratif, menjalankan disiplin anggaran serta
penciptaan legal and political framework bagi
tumbuhnya aktivitas usaha (Mardiasmo, 2004)
Struktur
Pemerintah

Pemerintah Pusat
Pemerintah Daerah
sebagai pemegang
(propinsi/kota/kabupaten)
mandat negara
Pemerintah Daerah diatur dalam UU No 23 Tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah mempunyai tugas pokok
untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat

UU No. 23 Tahun 2004 ttg


Perimbangan Keuangan
antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah
UU No. 17 Tahun 2003 ttg Diharapkan
Keuangan Daerah terwujudnya Good
UU No. 1 Tahun 2004 ttg
Pemeriksaan Pengelolaan dan Governance.
tanggung jawab keuangan
negara
PP No. 58 Tahun 2005 ttg
Pengelolaan dan
pertanggungjawaban
keuangan daerah.
Utk menjalankan tugas dan
fungsi pokok negara dalam Pemerintah pusat maupun daerah
mensejahterakan masyarakat memerlukan :
1. dukungan ketersediaan
anggaran daerah dalam jumlah
yang memadai.
2. Disusun dalam struktur dan
dgn menggunakan metode yg
baik.
3. Dijalannya fungsi-fungsi
anggaran yang baik.
Peran Organisasi Sektor Publik
Organisasi tergolong sebagai organisasi sektor
publik di Indonesia:
1. Pemerintah pusat
2. Pemerintah daerah
3. Perusahaan yang bersahamkan pemerintah
(BUMN dan BUMD)
4. Organisasi bidang pendidikan, kesehatan
5. Organisasi masa (LSM)
Peran Organisasi Sektor Publik
Tiga peran utama (Jones, 1993):
1. Regulatory role, berperan menetapkan segala
aturan yang berkaitan dengan kepentingan
umum.
2. Enabling role, berperan utk memperlancar
aktivitas masyarakat secara aman tertib dan
lancar.
3. Direct provision of good and services, berperan
utk mengatur berbagai kegiatan produksi dan
penjualan barang dan jasa.
Untuk memberikan pelayanan kpd publik, pemerintah harus
memperhatikan asas-asas:
1. Transparansi, pemberian pelayanan publik arus dapat bersifat
terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang
membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah
dimengerti.
2. Akuntabilitas, pelayanan publik dapat dipertanggungawabkan sesuai
dgn ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Kondisional, pemberian pelayanan publik harus sesuai dgn kondisi
dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dgn tetap
berpegang pd prinsip efisiensi dan efektivitas
4. Partisipatif, peran serta masyarakat dlm penyelenggaraan pelayanan
publik dgn memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan
masyarakat.
5. Tidak diskriminatif (kesamaan hak), tidak membedakan suku ras,
agama, golongan, gender, status sosial dan ekonomi.
6. Keseimbangan hak dan kewajiban, Pemberi dan penerima pelayanan
publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Good Gavernance
diperlukan
reformasi sektor
Reformasi kelembagaan : publik
Reformasi
pembenahan seluruh alat- manajemen
alat pemerintah di daerah publik: pendekatan
baik struktur maupun New Public
infrastruktur. Management
(NPM): model
Kunci: adanya manajemen sektor
pemberdayaan masing- publik yang
masing elemen daerah yaitu fleksibel dan lebih
masyarakat sbg mengakomodasi
stakeholder, pemerintah pasar.
daerah sbg eksekutif,
DPRD sbg shareholder
Reformasi Keuangan Sektor Publik
Automoney Reformasi keuangan dan
(kemandirian) anggaran
Menyelenggarakan Dimensi reformasi keuangan
kewenangannya diukur dari daerah:
kemampuannya menggali 1. Perubahan kewenangan
sumber-sumber pendapatan daerah dalam pemanfaatan
sendiri.
dana perimbangan keuangan
Implikasi: mendorong daerah-
daerah utk giat meningkatkan 2. Perubahan prinsip
PAD (sektor pajak dan retribusi pengelolaan anggaran
daerah) 3. Perubahan prinsip
Menimbulkan ekonomi biaya penggunaan dana pinjaman
tinggi dan memberatkan bagi dan deficit spending
masyarakat daerah yang 4. Perubahan strategi
bersangkutan pembiayaan
Reformasi Keuangan Sektor Publik
Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan
desentralisasi fiskal, pemerintah daerah diberi keleluasan
(diskresi) untuk mengelola dan memanfaatkan sumber
penerimaan daerah yang dimiliki sesuai dengan aspirasi
masyarakat daerah.
Pemerintah daerah harus mengoptimalkan sumber-
sumber penerimaan daerah agar tidak mengalami defisit
fiskal.
Reformasi yang terkait dengan sistem
pengelolaan keuangan pemerintah daerah
1. Reformasi sistem pembiayaan (financing reform)
2. Reformasi sistem penganggaran (budgeting
reform)
3. Reformasi sistem akuntansi (accounting reform)
4. Reformasi sistem pemeriksaan (audit reform)
5. Reformasi sistem manajemen keuangan daerah
(financial management reform)
Evaluasi Anggaran
Membandingkan kinerja keuangan yang
dicapai dengan direncanakan (realisasi
vs anggaran)
Menilai ada tidaknya unsur korupsi dan
manipulasi dalam perencanaan dan
pelaksanaan anggaran
Menentukan tingkat kepatuhan terhadap
peraturan perundangan yang terkait
Mengetahuai hal dan kewajiban masing-
masing pihak, yaitu antara pemerintah
dengan masyarakat dan dengan pihak
lain yang terkait.
Akuntabilitas Publik
Pemda harus memberikan informasi sebagai
pemenuhan hak publik

Hak untuk tahu (right to know)


Hak untuk memberi informasi (Right to
informed)
Hak untuk didengar aspirasinya (right to be
heard and to be listend to)

Pemda dituntut untuk tidak sekedar melakukan


akuntabilitas vertikal yaitu pelaporan kepada atasan,
melainkan juga melakukan akuntabilitas horizontal
yaitu pelaporan kepada DPRD dan masyarakat
Isu Strategik Terkait Penerapan
ABK
1. Akhir tahun 1980-an Dimulai dari Australia dan New
Zealand

2. Awal sampai Canada, Denmark, Finlandia,


pertengahan tahun 1990- Perancis, Belanda, Swedia, Inggris,
dan AS
an,

3. Akhir tahun 1990-an Austria, Jerman, Switzerland


s.d awal tahun 2000-an
Negara paling maju dalam penganggaran kinerja:
Australia karena telah mengintegrasikan sistem
akuntansi dengan sistem penganggarannya dan
merestrukurisasi keduanya dengan berorientasi kepada
outcome
Bagaimana Penerapan ABK
di Indonesia? Terutama di
Provinsi Bengkulu?