Anda di halaman 1dari 24

Donggala

Potensi Wisata alam di Kabupaten


Donggala
-Pantai Pusentasi dan Pasir Putih Toale
-Pantai Pasir Putih Tanjung Karang
-Pantai Enu
-Danau Rano
-Pulau Pasoso
-Danau Talaga
-Pantai Salur Sabang
-Pulau Maputi
-Camping Ground Nupabomba
-Pantai Salumbone
-Boneoge
-Pasir Putih Parimpi Indah (Lende)
-Pulau Taring
-Air Terjun Walandano
-Air Terjun Bou
-Air Panas Tambu
-Pantai Pasir Putih Boneoge
Air Terjun Tumanggu Indah
Terletak di Desa Nupa Bomba,
Kecamatan Tawaeli, Kabupaten
Donggala, Propinsi Sulawesi
Tengah. Berjarak 21 km dari Kota
Palu. Dapat dijangkau dengan
menggunakan kendaraan roda
empat, sekitar 4 km dari jalan
Trans Sulawesi.
Air Terjun Tumanggu Indah
memiliki sembilan tingkatan.
Konon menurut legenda rakyat
setempat bahwa tempat ini
adalah tempat raja-raja zaman
dahulu untuk bersantai dan
sebagai arena berburu para raja-
raja tersebut.
Air Terjun & Pemandian Air Panas Mantikole
Terletak di Desa Pesako, Kecamatan
Dolo, Kabupaten Donggala, Propinsi
Sulawesi Tengah. Berjarak 25 km ke
arah selatan dari kota Palu dan dapat
ditempuh dengan segala jenis
kendaraan, sekitar 40 menit dari Palu
jalan kaki sekitar 200 meter

Dilokasi ini memiliki pemandangan


alam yang indah, sumber air panas dan
kolam renang yang berada di lereng
gunung. Sumber air panas ini
mengandung belerang yang bisa
menyembuhkan beragam penyakit
kulit. Air sungai yang mengalir jernih
melewati bebatuan besar ditengah
hutan tropis yang dihuni berbagai jenis
burung, sehingga cocok bagi
pengunjung dan penggemar burung
(bird watcing).
Air Terjun Wera
terletak di Desa Balumpewa, Kecamatan
Dolo, Pegunungan Gawalise, Kabupaten Sigi,
Provinsi Sulawesi Tengah. Berjarak 19 km
sebelah selatan kota Palu yang dapat
ditempuh dalam 1 jam perjalanan dengan
berkendara, kemudian dari Desa Balumpewa
berjalan kaki melalui jalan setapak 2 km
dengan waktu sekitar 45 menit menembus
hutan Wera untuk sampai di air terjun.
Kondisi jalan setapak ini cukup terjal dengan
kontur tanah lumayan licin, juga harus
memanjat batu & menyeberangi sungai

Air terjun ini memiliki terjunan air 80


meter dengan kemiringan terjunan air
antara 70 - 80 dan berada diketinggian
100 meter dari permukaan laut (dpl).
Dombu
Gunung Gawalise di barat kota Palu,
Kecamatan Marowala, kabupaten
Donggala, berpotensi sebagai obyek
wisata alam dan budaya yang menarik.
Gunung Gawalise berjarak 34
kilometer dari Palu dan dapat ditempuh
oleh kendaraan roda empat dalam
kurun waktu 1 jam 30 menit. Di
gunung Gawalise terdapat desa Dombu
yang terletak di ketinggian dan berhawa
sejuk. Desa lainnya adalah desa
Matantimali, desa Panasibaja, desa
Bolobia dan desa Rondingo

Desa-desa ini didiami oleh suku Daa.


Suku Daa merupakan sub-etnis suku
Kaili yang mendiami daerah
pegunungan. Di desa-desa ini dapat
disaksikan atraksi sumpit yang
diperagakan oleh warga setempat.
Rumah di atas pohon masih ditemukan
di desa Dombu sampai sekarang.
DANAU TAMBING
Terletak tak jauh dari jalan poros Palu-Napu, sekitar 80 kilometer
ke arah selatan Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah,
Taman Nasional seluas 217.000 hektare ini mudah dicapai dengan
sepeda motor juga mobil. Lokasi Danau Tambing adalah bagian
dari salah satu kawasan Taman Nasional di Indonesia. Terletak di
wilayah Kabupaten Donggala, Sigi dan Poso.
Wisata Hutan Manggrove Lera
Kawasan ini menawarkan pemandangan
alam hutan mangrove yang sangat khas
dan alami, kawasan mangrove ini
terbentuk dari proses alami dimana air
laut menjorok masuk kedalam daratan
lalu membentuk danau dan rawa yang
dikelilingi hutan mangrove dan
perbukitan.

Kawasan ini mudah untuk dicapai, dari


Ibukota Donggala, anda hanya
membutuhkan waktu sekitar 15 menit
dengan menempuh jarak kurang lebih 20
kilometer. kawasan Pantai Kelurahan
Tanjung Batu-Kelurahan Kabonga Kecil,
Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala
Pantai Fatu Mapida
berada di desa Enu,jaraknya
kurang lebih 70 km dari kota
Palu. Di pantai ini ada batu-
batu pecah dalam ukuran
besar yang bersusun, pasir
pantai yang berwarna
kuning kecoklatan dan air
laut yang jernih berwarna
biru muda menjadi. Pantai
ini berada tepat pada posisi
metahari terbenam
Pantai Labean

Setelah melintasi
Pantai Enu, kamipun
menuju Pantai Labean
di daerah Batusuya.
Pantai yang bersih
dengan pohon kelapa
menjulang tinggi. Disini
kami menikmati
indahnya matahari
terbenam.
Pantai Tambu

Setelah menikmati
indahnya sunset, kami
menuju penginapan di
Pantai Tambu yang
terletak Kecamatan
Tambu. Saat pagi
menjelang, pantulan
cahaya matahari terbit
di Pantai Tambu sangat
indah.
DANAU TALAGA
Danau Talaga/Dampelas adalah
sebuah danau yang berlokasi di
kawasan pantai barat Kabupaten
Donggala, Sulawesi Tengah,
Indonesia, tepatnya di bawah
kaki gunung Sitangke, Desa
Talaga, Kecamatan Damsol,
sekitar 170 kilometer sebelah
utara Kota Palu (2 jam). Tidak
lebih dari 20 menit sampai ke
Bambahano.
Danau ini termasuk unik karena
muaranya merupakan
pertemuan dengan air laut
perairan Selat Makassar.
Pantai Bambarano
Lokasi Wisata Pantai bambahano bentuknya
seperti tanjung. Posisinya di tepi pantai.
Sekitar 40 meter dari darat, terdapat dua
gumpalan batu besar menyerupai pulau kecil.
Di atasnya ditumbuhi pepohonan keras tahan
air asin. Menyeberang ke batu itu bisa
dengan berjalan kaki jika air dalam posisi
surut. Banyak pengunjung berpose dengan
latar tebing batu cadas.

Lokasi pantai kurang lebih 148 km dari kota


Palu atau sekitar 70 km dari lokasi Pantai Fatu
Mapida, di Desa Sabang. Tidak ada papan
pengenal menuju arah pantai ini, untuk
menuju lokasi pantai juga bisa dgn mobil
ataupun sepeda motor. Letak pantai masuk
dari jalan poros sekitar 1 km. Biasanya
ditempuh 4 jam paling lama dengan
kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam.

Sekali jalan, Anda bisa menikmati dua pesona


alam yang unik, danau Dampelas dan pesona
laut Bambahano.
Balaesang
Pulau Pasoso
Pulau Pasoso salah satu potensi wisata alam yang terdapat di
Sulawesi tengah adalah Pulau Pasoso, pulau yang sangat
terkenal dengan populasi penyu hijau ini terletak di pantai
barat Kabupaten Donggala, dan secara administratif masuk
dalam Kecamatan Balaesang.
Pulau ini menawarkan pemandangan laut dan pantai yang
sangat indah, keindahan suasana pantai semakin
mengagumkan disaat menyaksikan sekelompok penyu naik ke
darat untuk bertelur. Oleh karenanya itu, Pulau Pasoso juga
dikenal sebagai Pulau Penyu. Sinar matahari yang menyinari
pulau ini sepanjang hari dijamin akan memuaskan para
pengunjung sehingga tak heran jika banyak wisatawan
mancanegara yang memanfaatkannya untuk berjemur.
Untuk mencapai Pulau Pasoso dapat
ditempuh melalui beberapa jalur,
namun jalur utama adalah dari desa
Tambu di Kecamatan Balaesang, 108
KM sebelah Utara dari Kota Palu,
ditambah perjalanan dengan perahu
motor selama kurang lebih 1 jam.
Jalur alternatif yang tak kalah
serunya adalah dari Tanjung Karang,
jalur ini merupakan jalur paling
popular dikarenakan beberapa
pengusaha pariwisata di Tanjung
Karang menyiapkan paket perjalanan
ke Pulau Pasoso dengan
menggunakan Kapal pengamat
karang yang membuat pengunjung
bisa menyaksikan keindahan
panorama bawah laut.
Puncak Bou

Dari Desa Bou yang


terletak di Kecamatan
Sojol Utara, kami
menikmati
pemandangan di
bawah bukit.
Pemandangan yang
membuat Imajinasi
melayang sampai ke
atas awan
Explore Pantai Barat
Pantai Enu (Fatu Mapida)
Pantai Labean Batusuya
Pantai Tambu
Bambahano:
Danau Dampelas/Talaga
Pantai Bambahano: 20 menit dari danau Talaga
Balaesang:
Pantai Balaesang
Pulau Pasoso
Sojol Utara: Puncak Bou
Pantai Taipa atau yang lebih di kenal dengan
sebutan Taipa Beach letaknya ditengah Kota Palu
ini, kini memang menjadi ikon baru wisata di
Sulawesi Tengah. Selain letaknya strategis berada
Pantai Taipa
tidak jauh dari pusat kota, Taipa Beach ini relatif
aman dari gempuran gelombang besar karena
berada diteluk Palu.

Taipa Beach memang cukup ideal sebagai tujuan


wisata bahari. Pantainya yang bersih ditambah
hangatnya sinar matahari, bisa menjadi tempat
bersantai yang sangat mengasyikkan bagi anda
dan keluarga. Anda juga sekaligus dapat melihat
pemandangan nan elok Gunung Gawalise dari
kejauhan. Pepohonan yang menghijau di
pegunungan seakan membentuk gradasi warna
antara birunya langit dengan jernihnya air laut.
Semua ini bisa anda nikmati dari bibir pantai
atau saung dan pendopo yang berdiri berjejer
disepanjang kawasan pantai ini.

Dari Bandara Mutiara Palu untuk mencapai


kawasan Wisata Taipa Beach hanya
membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Taipa
Beach merupakan pilihan alternatif bagi warga
Palu yang ingin berwisata pantai selain
bertandang ke Pantai Talise.