Anda di halaman 1dari 42

Karakteristik dan motivasi wisatawan

OLEH
Pasifikus Mala Meko
Perbedaan Budaya
Apa saja pikiran yang terlintas di benak ketika bertemu orang
baru atau yang memiliki budaya yang berbeda
Lain ladang lain belalang. Lain lubuk lain ikannya. Begitulah
pepatah mengatakan. Pahamilah Karakter dan Budaya mereka
dahulu.at ketika bertemu mereka?
Memahami Karakter & Budaya
Wisatawan Mancanegara.
Karakter: Cina/Taiwan/Korea

Pentingkan nilai dan prinsip.


Menyukai harga murah dan tidak terlalu mementingkan fasilitas dan pelayanan.
Banyak bicara/cerewet/ramah sekali dan perbincangan perlu ada timbal balik.
Sembarang tindakan lebih dikedepankan.
Menonjolkan peran dan kesan budaya cina.
Orang cina tergolong tidak sabaran dan gampang marah bila tidak cepat bertindak.
Lebih menyukai bahasa sendiri daripada Bahasa inggris.
Suka bergerombol dalam satu kelompok ramai-ramai.
Selalu berpikir ekonomis.
Orang cina sifatnya tertutup, kecuali kepada yang sudah dikenal dan dipercaya.
Karakter: Perancis

Tertarik pada kebudayaan tradisional, pranata sosial, tarian drama, musik, seni, upacara adat
dan keagamaan serta nuansa pedesaan.
Tertarik belajar dan berkunjung ke atraksi wisata yang spesifik khususnya tempat-tempat
arkeologi, candi-candi kuno dan tempat-tempat yang dikomersilkan.
Suka mencoba pengalaman dan aktivitas baru serat cenderung berpetualang.
Suka belanja kerajinan tangan dan barang-barang antik.
Tidak mau tergesa-gesa atau ceroboh,selalu berpikir panjang, dan teliti.
Bersahabat, disiplin, memiliki tingkah laku yang baik, sopan dan patuh pada peraturan tetapi
mudah kecewa apabila tidak menyukai sesuatu.
Suka berbicara dengan bahasa Perancis walaupun dapat berbahasa inggris.
Cenderung berpakaian sesuai dengan situasinya, bisa rapi sekali/modis, berparfum dan juga
terkadang cara berpakaian sangat ekstrim saat dipantai.
Sangat romantis, kalem, walaupun tradisional tetapi intelektualnya kuat.
Saat makan ingin menikmati dengan berlama-lama dalam suasana romantis.
Karakter: Jerman

Sopan, terbuka, memiliki tingkah laku yang baik, mengomentari langsung


setiap pengalaman mereka.
Suka belanja souvenir dari batu dan kayu.
Toleransi pada fasilitas dan pelayanan yang berbeda.
Keingintahuannya tinggi terhadap sesuatu, bahkan sampai mendetail.
Suka daerah yang apa adanya, murni dan ingin mengetahui atraksi hingga
tuntas.
Tertarik pada kebudayaan tradisional, upacara keagamaan, tarian, tempat
sejarah, pemandangan yang indah dan suka membandingkan kebudayaan
tradisional satu dengan yang lainnya.
Menyukai perjalanan sesama bangsanya, terkadang kurang bisa bergabung
dengan bangsa lain.
Disiplin, teliti, mempunyai organisasi yang baik, komitmen, dan intelek.
Karakter: Inggris

Disiplin, egois, menjaga prestigious atau citra, secara psikologis melayani


orang dengan bersahabat tetapi juga mempunyai kepribadian ingin
dilayani dengan baik.
Teliti dalam pengeluaran uang, rapi dan komitmennya tinggi.
Individualistis dan mandiri, tidak menyukai perjalanan berkelompok atau
grup,lebih menyukai perjalanan sendiri.
Hangat, Sopan, mempunyai tingkah laku yang baik dan menjaga hubungan
persahabatan.
Kurang terbuka seperti orang eropa lainnya dan mempunyai kepribadian
yang kuat.
Tertarik budaya tradisional dan karakteristiknya menyukai pantai serta
alam yang indah.
Tidak suka privasinya diganggu.
Karakter: Italia

Terbuka, komunikatif, romantis, ekspresif, agak cerewet khususnya


jika sudah kenal.
Kurang disiplin dan sulit ditangani tetapi mereka mudah beradaptasi
dengan keadaan setempat artinya terbuka dan bersahabat.
Menyukai tempat-tempat mewah tetapi sedapat mungkin harganya
murah, bisa ditawar untuk hemat.
Menyukai kebudayaan tradisional dan seni serta pemandangan alam
yang romantis.
Karakter: Belanda

Perhatian sekali terhadap kesehatan dan sanitasi, khususnya makanan dan


minuman.
Hubungan sejarah yang kuat, suka mengunjungi tempat-tempat
bernostalgia seperti keluarga yang dahulu tinggal dan bekerja di
perkebunan ataupun makam nenek moyangnya. Semua ini informasinya
didapat dari sejarah yang dia pelajari dari sekolahnya.
Suka informasi yang spesifik dan akurat, tapi kecewa apabila informasi
tersebut tidak benar.
Disiplin, taat peraturan, bersahabat, suka humor tetapi tidak selalu
terbuka, terus terang dalam memberikan komentar dan reaksi.
Sangat tertarik dengan bentuk-bentuk kebudayaan dan pemandangan alam
yang indah serta perkembangan-perkembangan yang terjadi.
Suka melihat bangunan-bangunan bersejarah tentang masa lalu Belanda di
Indonesia.
Karakter: Amerika

Menyukai fasilitas dan pelayanan standar kualitas tinggi


Menyukai aspek kebudayaan tradisional seperti tarian, upacara adat dan upacara keagamaan
Menyukai pemandangan alam yang indah, termasuk pantai dan tertarik dengan bentuk
perkembangan yang terjadi
Tidak menyukai perjalanan kaki jauh suka perjalanan dekat dan berpindah-pindah
Bersahabat, sopan, bertingkah laku baik, sedikit formal, jujur, terbuka langsung dalam
mengekspresikan pendapat dan reaksi tentang apa saja tanpa memandang perbedaan status
Suka pengalaman baru, bentuk informasi terbaru dan akurat, bersahabat, toleran, mudah
beradaptasi, humoris, terbuka sedikit kasar, serta suka bersosialisasi dengan penduduk
setempat walaupun terkadang juga banyak yang egois maupun individualistis
Menerima dan menyukai fasilitas dan pelayanan yang sederhana, murah meriah, seadanya
dan sering pindah-pindah dengan melakukan perjalanan sendiri
Menyukai kebudayaan desa dan aktivitas pantai yang tradisional serta aktivitas dunia malam
seperti diskotik
Karakter: Australia

Terbuka, arogan, egois, dan terkadang sulit ditangani tetapi terkadang


mereka juga bersahabat
Tidak terlalu suka dengan banyak aturan (lebih menyukai kebebasan)
Menyukai harga murah meriah dan tidak terlalu mementingkan
kemewahan fasilitas dan pelayanan
Ceroboh dan sembarang tindakan lebih dikedepankan dan cara
berpakaian terkadang sangat ekstrim
Menyukai pantai dan kebudayaan tradisional
Menyukai perjalanan secara individu (backpacker) dan kurang
menyukai berkelompok
Pemuda Australia sangat menyukai kehidupan malam seperti club.
Karakter: Jepang

Melakukan perjalanan kelompok dan sangat takut kalau lepas dari grupnya.
Disiplin, komitment terhadap janji dan jadwal, orang Jepang tertutup dia
tidak mudah percaya dengan orang yang belum dia pahami, bila sekali saja
tidak dapat kepercayaan maka susah untuk percaya lagi.
Menyukai masakan Jepang dan Eropa.
Suka belanja kerajinan tangan, barang tradisional.
Tertarik pada sesuatu yang unik dan suka difoto serta suka kehidupan
malam.
Suka fasilitas dan pelayanan standar tinggi yang ditangani langsung oleh
orang-orang Jepang sendiri, atau paling tidak ada karyawan yang mau
menggunakan bahasa Jepang.
Tidak pernah langsung mengemukakan kekecewaan atau kemarahan selalu
mengikuti saja, namun kekecawaan dilampiaskan lewat tulisan setelah
kembali ke negaranya.
Karakter: Singapura

Karakter orang Singapura seperti karakter orang Cina modern.


Disiplin, walaupun orangnya kecil tetapi tegas dan berkomitment
tinggi.
Suka judi, club, dan suka belanja.
Menyukai fasilitas dan pelayanan sederhana, sangat tertarik dengan
atraksi alam, dan keunikan modernisasi.
Karakter: Malasya

Daya belinya termasuk rendah dan tidak terlalu tertarik untuk


belanja.
Mudah ditangani dalam perjalanan, tetapi harus disiplin, lebih banyak
persamaanya dengan orang Indonesia sesama Melayu dan kedekatan
kesamaan agamanya.
Fasilitas dan akomodasi cukup sederhana, makanan padang termasuk
favoritnya.
Sangat tertarik akan keindahan alam, termasuk pantai.
Karakter: Orang Bali

Jika kamu pergi ke BALI (Tambahan)


Kebanyakan orang Bali mempunyai bakat seni yang tinggi.
Perempuan Bali rajin, giat bekerja dan ramah.
Orang Bali tidak bisa berjalan melewati hal-hal yang diatasnya ada pakaian dalaman seperti celana dalam, kalau
melanggar dia akan pusing dan sakit-sakitan.
Persatuan orang Bali tergolong sangat kuat karena adat dan agama yang mengikatnya.
Masih melekat atas tradisi awig-awig (gotong royong).
Orang Bali tidak suka dipegang kepalanya.
Orang Bali sangat mencintai budayanya, mereka selalu mengedepankan kearifan lokal meski penetraasi nilai-
nilai modern sulit dibendung.
Orang Bali dengan wisatawan lebih disiplin, lebih ramah, dan bersahabat. Tempat persembahan dan peletakan
sesajen selain di Pura juga di tempat-tempat keramat seperti pohon-pohon besar yang diyakini sebagai tempat
sembahyang. Untuk itu, Anda dilarang kencing atau meludah sembarangan, hormati dan hargai sesama umat
beragama.
Bila naik kendaraan melewati jembatan, belokan, atau pura harus membunyikan klakson yang diyakini sebagai
tanda permisi melewati makluk halus yang menunggu tempat tersebut.
Jangan terlalu sering mengosongkan pikiran (bengong) karena Bali nilai mistisnya sangat tinggi, diyakini hal ini
akan memudahkan orang dirasuki roh halus.
Semua bangunan di Bali maksimal empat lantai, yaitu tingginya tidak boleh melebihi Pura Besakih atau sekitar
setinggi pohon kelapa, kecuali Hotel Grand Bali Beach di Sanur.
Untuk karakter-karakter tempat-tempat wisata lainnya di
Indonesia, dirasakan hampir sama dengan kita semua dan
mirip di Bali secara umum.Yang perlu diperhatikan adalah, di
mana bumi itu diinjak, di situ langit dijunjung.
Karakter Wisatawan dan Tempat
Favorit Mereka
Mencari tahu, tipe wisatawan seperti apakah Anda dalam
memenuhi kebutuhan liburan? Apakah tipe yang suka
berpetualang, suka ketenangan, atau mencari keunikan lokal?
Dengan begitu, kita bisa mencari paket wisata yang cocok
untuk wisatawan.
Karakter Wisatawan Yang
Disesuaikan Dengan Pilihan
Setelah itu, cek jawaban Anda untuk mengetahui tipe wisatawan
seperti apa dan lokasi mana yang kiranya sesuai bagi Anda.

Mayoritas Jawaban A: Penjelajah Kota


Wisatawan yang menyukai lingkungan sekitar sebagai tujuan wisata ini
ingin menjadi bagian dari kehidupan penduduk lokal. Mereka adalah
pribadi yang spontan, berjiwa petualang, dan suka mencoba berbagai
pengalaman baru yang eksotis untuk diceritakan.
Mayoritas Jawaban B: Pecinta Kebudayaan
Sangat penting untuk merasakan keramahan penduduk lokal, sejarah,
serta tren penduduk yang ada. Tipe ini juga selalu mencari makna dari
tiap pengalaman liburan. Modernitas, kreativitas, dan seni sering
menginspirasi mereka pata pribadi individualis namun elegan.
Mayoritas Jawaban C: Butuh Ketenangan
Memiliki segudang aktivitas yang sulit ditinggalkan, membuat mereka
menginginkan suasana yang dapat melepas lelah. Mereka butuh sebuah
tempat yang dapat memanjakan tubuh namun tetap dapat terhubung
kepada kehidupan.
Mayoritas D: Penuh Gaya dan Keren
Liburan merupakan waktu untuk memanjakan diri dengan pengalaman
menarik dan bergaya. Tipe ini senang berpergian ke tempat-tempat
bergengsi, di mana mereka dapat melihat sekaligus terlihat oleh orang-
orang sekitar.
Mayoritas E: Sayang Keluarga
Tipe wisatawan yang senang pergi secara berkelompok, baik itu dengan
keluarga maupun teman dekat untuk menghabiskan waktu berkualitas
bersama-sama.
TURIS KAYA
WISATAWAN LOKAL/TURIS BELANJA
BACKPACKER
ADVENTURE TURIST
Foreign Tourist
Foreign Tourist atau wisatawan asing adalah orang yang
melakukan perjalanan wisata yang datang memasuki suatu
negara lain yang bukan merupakan negara dimana dia
biasanya tinggal, istilah wisatawan asing saat ini populer
dengan sebutan Wisatawan Mancanegara.
MOTIVASI
Sebelum seseorang melakukan perjalanan wisata, pastinya mereka digerakkan oleh motif untuk
melakukan wisata. Motivasi merupakan hal yang sangat mendasar dalam studi tentang wisatawan
dan pariwisata, karena motivasi merupakan bagian dari proses perjalanan wisata.

2 jenis motivasi berdasarkan sumbernya:


1. Motivasi internal yang merupakan factor pendorong dari diri seorang wisatawan.
2. motivasi eksternal yang merupakan factor penarik yang berasal dari atribut-atribut sebuah
destinasi.

Keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata dipengaruhi oleh kuatnya faktor-faktor
pendorong (push factor) dan faktor-faktor penarik (pull factor).
Faktor pendorong umumnya bersifat sosial-psikologis, atau merupakan person specific motivation,
sedangkan faktor penarik merupakan destination specific attributes. Dengan adanya faktor pendorong,
maka seseorang ingin melakukan perjalanan wisata, tapi belum jelas daerah / negara mana yang akan
dituju.
Pada dasarnya seseorang melakukan perjalanan dimotivasi oleh beberapa hal, motivasi-motivasi tersebut
dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar sebagai berikut:
Motivasi yang bersifat fisik antara lain untuk relaksasi, kesehatan,
kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olah raga, bersantai dan
sebagainya.
Keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi dan kesenian
daerah lain.
Motivasi yang bersifat sosial, seperti mengunjungi teman dan
keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal-hal yang
mendatangkan gengsi (prestis), melakukan ziarah.
Motivasi di daerah/destinasi lain seseorang akan bisa lepas dari
rutinitas keseharian yang menjemukan dan yang memberikan
kepuasan psikologis.
Motivasi aktualisasi diri.
Faktor Pendorong Berwisata (PUSH FACTOR)
Kemudian PUSH FACTOR umumnya bersifat sosial-
psikologis, atau merupakan person specific motivation,
sedangkan dengan adanya faktor pendorong, maka seseorang
ingin melakukan perjalanan wisata, tapi belum jelas daerah
mana yang akan dituju.
Berbagai faktor pendorong bagi seseorang untuk melakukan
perjalanan wisata misalnya seperti di bawah ini.
Escape. Ingin melepaskan diri dari lingkungan yang dirasakan menjenuhkan dari pekerjaan sehari-hari.
Relaxation. Keinginan untuk penyegaran yang juga berhubungan dengan motivasi untuk escape di atas.
Play. Ingin menikmati kegembiraan melalui berbagai permainan yang merupakan pemunculan kembali sifat
kekanak-kanakan dan melepaskan diri sejenak dari berbagai urusan yang serius.
Strengthening Family Bonds. Ingin mempererat hubungan kekerabatan, khususnya dalam konteks VFR (Visiting
Friends and Relations).
Pretige. Untuk menunjukkan gengsi dengan mengunjungi destinasi yang menunjukkan kelas dan gaya hidup yang
merupakan dorongan untuk menaikkan status dan derajat sosial.
Social Interaction. Untuk melakukan interaksi sosial dengan teman sejawat atau dengan masyarakat lokal yang
dikunjungi.
Romance. Keinginan untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa memberikan suasana romantis untuk
memenuhi kebutuhan seksual khususnya dalam pariwisata seks.
Educational Opportunity. Keinginan untuk melihat sesuatu yang baru, mempelajari orang lain atau daerah lain,
atau kebudayaan etnis lain. Hal ini pendorong yang dominan dalam pariwisata.
Self-Fulfilment. Keinginan untuk menemukan jati diri sendiri karena diri sendiri biasanya bisa ditemukan pada
saat kita menemukan daerah atau orang baru.
Wish Fulfillment. Keinginan untuk merealisasikan mimpi-mimpi yang dicita-citakan sampai mengorbankan diri
dengan cara berhemat agar bisa melakukan perjalanan.
Financial Security. Kemampuan financial masyarakat.
Leisure Time. Menggunakan waktu senggang yang dimiliki
FAKTOR PENDORONG PARIWISATA
Dari beberapa evaluasi di atas, faktor pendorong pariwisata
dapat diprediksi dari jumlah penduduk dari suatu negara asal
wisatawan, pendapatan perkapitanya, lamanya
waktu senggang yang dimiliki yang berhubungan dengan
musim di suatu negara, kemajuan teknologi informasi dan
transportasi, sistem pemasaran yang berkembang, keamanan
dunia, sosial dan politik serta aspek lain yang berhubungan
dengan fisik dan non fisik wisatawan.
Faktor Penarik Berwisata (PULL FACTOR)
Sedangkan PULL FACTOR merupakan destination specific attributes. Berbagai faktor
penarik yang seharusnya dimiliki oleh daerah tujuan wisata untuk menjadi destinasi
pilihan adalah yang memenuhi needs dan wants yaitu:
Cuaca / Iklim Destinasi.
Transportasi, Akses. Akses yang dimaksudkan agar wisatawan dapat dengan mudah dalam
pencapaian tujuan ke tempat wisata baik secara internasional maupun akses ke tempat-tempat
wisata pada sebuah destinasi.
Atraksi Pariwisata. Aspek daya tarik suatu destinasi untuk berkatifitas dan mempunyai nilai
rekreasi. Setiap destinasi pasti memiliki daya tarik baik daya tarik alam, masyarakat juga
budayanya.
Amenities. FAsilitas utama dan pendukung.. Amenities menjadi salah satu syarat daerah tujuan
wisata agar wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama pada sebuah destinasi. Di
dalamnya termasuk akomodasi, makanan dan minuman.
Adanya keterlibatan lembaga pariwisata yang akan mendukung sebuah destinasi layak untuk
dikunjungi. Aspek kelembagaan ini dapat berupa dukungan lembaga keamanan, lembaga
pariwisata sebagai pengelola destinasi dan lembaga pendukung lainnya yang dapat
menciptakan kenyamanan wisatawan.
Lingkungan hidup yang alami juga yang buatan.
Faktor penarik lainnya antara lain:
Travel services dan retail advertising juga wholesale
marketing
Special event
Incentive perusahaan
Mengunjungi teman-teman dan sanak saudara.
Produk oleh-oleh / buah tangan.
Inti dari pernyataan di atas adalah, aspek penawaran harus
dapat menjelaskan apa yang akan ditawarkan, atraksinya apa
saja, jenis transportasi yang dapat digunakan apa saja, fasilitas
apa saja yang tersedia pada sebuah destinasi, siapa saja yang
bisa dihubungi sebagai perantara pembelian paket wisata yang
akan dibeli.
6. Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan
seorang anggota organisasi mau & rela untuk mengerahkan
kemampuan, dlm bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga
& waktunya untuk menyelanggarakan berbagai kegiatan yg
menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya,
dlm rangka pencapaian tujuan & berbagai sasaran organisasi
yg telah ditentukan sebelumnya (Siagian, 1986 : 132)
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 6
9. Dimensi motivasi Motivasi mengandung 3 komponen
penting yang saling berkaitan erat, yaitu : a. kebutuhan;
b. dorongan; c. tujuan
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 9
10. kebutuhan Kebutuhan timbul dalam diri individu
apabila si-individu merasa adanya kekurangan dalam dirinya (
ada ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa
yang menurut persepsi si-individu harus dimiliki ).
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 10
11. dorongan Untuk mengatasi ketidakseimbangan
tersebut, dalam diri si-individu akan timbul DORONGAN
berupa usaha pemenuhan kebutuhan secara terarah. Maka,
DORONGAN biasanya berorientasi pada tindakan tertentu
yang secara sadar dilakukan oleh seseorang/individu, dan
inilah INTI dari MOTIVASI
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 11
12. tujuan Komponen ketiga dari motivasi adalah
TUJUAN. Pencapaian TUJUAN berarti mengembangkan
keseimbangan dalam diri seseorang/si-individu.
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 12
13. Pendekatan Motif dalam motivasi Pemahaman
terhadap MOTIVASI individu berkaitan pula dengan
pemahaman tentang MOTIF, yaitu kebutuhan, keinginan,
tekanan, dorongan, dan desakan hati yg membangkitkan &
mempertahankan gairah hidup individu untuk mengerjakan
sesuatu. http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 13
16. Teori motivasi 1 /Teori hierarki kebutuhan (hierarchy
of needs) Abraham Maslow 2 /Teori ERG Clayton
Alderfer 3 /Teori kebutuhan untuk maju (need for
achievement) McClelland 4 /Teori 2 faktor (two-factor
model of motivation) Frederick Hezberg
http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id 16
Demikian pula Pariwisata Pesiar, terbagi atas dua kelompok lebih lanjut, yaitu:
a) PARIWISATA BUDAYA (Cultural Tourism, yang antara lain meliputi: Historical, Educational, Family, Religious, Sport dll.);
Historical: Pada dasarnya kelompok motivasi ini mengutamakan kunjungan ke situs-situs sejarah atau dengan maksud mendalami sejarah
negara yang dikunjunginya;
Educational: Dalam hal ini, maksud kunjungan kelompok ini dengan minat pada pengembangan pengetahuan pribadi secara sistematis
pragmatis, baik formal maupun informal. Misalnya dengan cara mengunjungi tempat-tempat dan/atau melakukan kegiatan yang mengandung
nilai-nilai edukatif.
FamilyVisit: Motivasi kunjungan ini paling banyak dilakukan oleh wisatawan nusantara (wisnus) tanpa menutup kemungkinan dilakukan juga
oleh wisatawan mancanegara (wisman) yang mempunyai keluarga di suatu negara. Pada awal dikenalnya motivasi ini, di pertengahan tahun
1950-an, disebut dengan istilah VFR (Visiting Family and Relatives) yang digunakan sampai awal tahun 1970-an.
Religious: Motivasi kunjungan bernuansa keagamaan, termasuk di dalamnya perjalanan ziarah ke berbagai situs sejarah keagamaan, atau napak
tilas sejarah suatu agama atau peristiwa yang berkaitan dengan agama, atau dalam rangka melaksanakan ritual keagamaan, seperti umroh dan
naik haji.
Sport: Motivasi sport suatu perjalanan dapat dibagi atas beberapa sifatnya antara lain sport untuk prestasi, untuk rekreasi, untuk
kebugaran atau sebagai manifestasi petualangan. Berbagai sifat sport itu juga dapat dilakukan secara terorganisir atau dilakukan oleh
perorangan. Di samping itu motivasi sport meliputi juga kunjungan supporter dan penonton (pasif) selain para olehragawan itu sendiri (aktif).
b) PARIWISATA ALAM (Natural Tourism, antara lain mencakup: Adventure, Agro, Marine, Special Interest, Health, dsb.).
Adventure: Kunjungan dengan motivasi adventure pada umumnya dilakukan ke tempat-tempat yang belum pernah atau jarang mendapat kunjungan orang, serta bersifat penuh
tantangan dan rintangan. Tidak jarang motivasi perjalanan jenis ini dibarengi dengan motivasi sport dan rekreasi seperti panjat tebing, ski, mendaki gunung, arung jeram (rafting), cross
country, hiking, dan sejenisnya. Dalam hal tertentu, kunjungan ke daerah atau wilayah terpencil ditandai dengan tingkat kesukaran pencapaian yang tinggi berkenaan dengan kekurangan
atau ketiadaan fasilitas aksesibilitas yang nyaman, namun banyak diminati, baik oleh wisnus maupun wisman.
Agro (agricultural): Pariwisata Agro (Agro Tourism) dipandang dari sisi permintaan (demand), pada hakekatnya didasari oleh minat terhadap kehidupan dan lingkungan pertanian dalam
arti luas, termasuk di dalamnya adalah minat terhadap budaya cocok tanam, perikanan (air tawar), peternakan, perkebunan, kehutanan dan sejenisnya.
Kemudian dari sudut pandang penawaran (supply) tumbuh berbagai kawasan wisata (tourism resort) yang bersifat khusus, bernuansa alami seperti pertanian, taman bunga, kebun buah-
buahan, peternakan ikan hias, peternakan sapi perah, taman margasatwa, kebun raya dsb. Dalam hubungannya dengan pariwisata agro, motivasi special interest banyak dijumpai, seperti
dalam hubungannya dengan kehidupan dan keberadaan tumbuhan atau satwa langka dan/atau tumbuhan atau satwa spesifik.
Marine: Marine Tourism di Indonesia dikenal sebagai Pariwisata Bahari, yaitu perjalanan wisata yang berkaitan dengan kehidupan bahari, baik hanya dalam rangka menikmati suasana
pantai, pulau dan laut, maupun melakukan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di pantai, pulau dan laut. Pada kenyataannya, pariwisata bahari banyak juga digabungkan dengan
kegiatan olahraga, antara lain ski air, berlayar, selancar air, selancar angin, volley pantai dll. Seperti juga halnya dengan pariwisata agro, pariwisata bahari pun banyak dilakukan berkaitan
dengan special interest terutama kegiatan selam, misalnya dalam hubungannya dengan keragaman biota laut dan/atau penelitian dan pengendalian kualitas lingkungan kelautan.
Special Interest: Kunjungan dengan motivasi minat khusus (Special Interest) pada umumnya dilakukan para peminat ilmu pengetahuan, seperti peneliti, pengamat, dozen dan guru,
mahasiswa dsb. dalam hubungan dengan pencarian informasi atau mempelajari lebih dalam dan luas tentang bidang ilmu pengetahuan yang diminatinya. Kegiatan perjalanan ini seringkali
berhubungan dengan motivasi pendidikan (education), antara lain berkaitan dengan pertanian, kehutanan, ilmu hewan, ilmu tumbuhan, kelautan, arsitektur, seni budaya (tari, lukis,
musik tradisional, adat istiadat, dsb), sejarah, ekonomi dll.
Health: Adapun perjalanan dengan motivasi kesehatan ( health tourism) pada hakekatnya dilakukan sehubungan dengan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up),
pemeliharaan, seperti mandi uap, mandi lumpur, mandi air panas, pijat refleksi, pijat kebugaran dan spa (yang dewasa ini sedang marak di Indonesia) -, pengobatan, pemulihan dan
selanjutnya.
Antara Medical Tourism dan Health Tourism. Perlu kiranya dicatat bahwa perlu dibedakan antara health-tourism dengan medical-tourism, di mana health tourism dapat diartikan
sebagai pariwisata kesehatan berupa perjalanan untuk pemeliharaan dan/atau pemulihan kesehatan (dulu disebut sebagai tetirah) yang pada hakekatnya dilakukan oleh orang yang sehat,
tidak menderita suatu penyakit -, atau orang yang baru sembuh dari perawatan. Sedangkan medical tourism lebih condong menyangkut tindakan medik pengobatan (cure), operasi
dan/atau tindakan medik lainnya, yang dilakukan terhadap penderita suatu penyakit atau kelainan kondisi kesehatannya.