Anda di halaman 1dari 42

Referat

Dermatitis Numularis

Oleh :
Riska Permata Sari

Pembimbing Klinik:
dr. Diany Nurdin, Sp.KK, M.Kes
Pendahuluan
Latar Belakang

Dermatitis

Dermatitis Numularis
Latar Belakang
Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan
dermis) sebagai respon terhadap faktor eksogan dan
atau faktor endogen yang menimbulkan kelainan klinis
berupa efloresesnsi polimorfik dan keluhan gatal.

Salah satu jenis dermatitis berdasarkan bentuk adalah


dermatitis numularis, berasal dari bahasa latin yang
berarti berbentuk seperti mata uang (coin).

Dermatitis numularis adalah dermatitis yang berupa


lesi koin atau agak lonjng, berbatas tegas, efloresensi
papulovesikel, mudah pecah sehingga basah (oozing).
Latar Belakang
Prevalensi dermatitis numularis di dunia
adalah 2 kasus per 1000 penduduk. Dermatitis
numularis lebih sering terjadi pada laki-laki daripada
perempuan.
Meskipun penyebabnya belum jelas, tetapi
berbagai penelitian dan laporan kasus yang
dilaporkan ada berbagai faktor yang berperan
terjadinya dermatitis numularis.
Tujuan
DERMATITIS NUMULARIS
Definisi Epidemiologi Gambaran Klinis
Etiologi Patogenesis Histopatologi
Diagnosis Diagnosis Banding Prognosis
Pemeriksaan Penunjang Penatalaksanaan

Untuk membantu diagnosis dan memberikan terapi


yang tepat.
Tinjauan Pustaka
Definisi
Dermatitis numularis adalah dermatitis yang
berupa lesi berbentuk mata uang (coin) atau agak
lonjong, berbatas tegas dengan efloresensi berupa
papulovesikel, biasanya mudah pecah sehingga
basah (oozing).

Sinonim :
ekzem numular
ekzem discoid
Epidemiologi
Prevalensi penyakit dermatitis numularis di
dunia adalah terdapat 2 kasus per 1000 penduduk.
Dermatitis numularis sangat jarang ditemukan pada
anak-anak.
Etiologi : multifaktor

Dermatitis
Numularis
Patogenesis
Etiologi

Sel mast Neural C-


fibers

Neuropeptida
Patogenesis
Gambaran Klinis
Pruritus yang bervariasi dari ringan hingga berat.
Lesi berkelompok, vesikel dan papula menjadi
plak (diameter 4-5 cm) yang eritematosa, serta
berbatas tegas.
Basah (oozing) dan krusta biasanya menutupi
permukaan lesi.
Lesi lama cenderung kering, berupa likenifikasi
dan skuama.
Penyembuhan dimulai dari tengah lesi.
Cenderung kambuh.
Gambaran Klinis

Gambar 1.
Lesi yang khas
berbentuk koin dari
dermatitis numularis
pada lengan.
Gambaran Klinis

Gambar 2.
Lesi yang khas
berbentuk koin dari
dermatitis numularis
pada punggung
tangan.
Gambaran Klinis

Gambar 3.
Lesi yang khas
berbentuk koin dari
dermatitis numularis
pada kaki.
Gambaran Klinis

Ujud Kelainan
Kulit (UKK)
tampak plak
eritem, skuama,
krusta dan
likenifikasi. Lesi
berbatas tegas,
ukuran plakat.
Histopatologi

Gambaran histopatologi
dermatitis numularis
menyerupai liken simpleks
kronik.
Histopatologi
Biopsi
Lesi akut Lesi kronik
Lesi sub-akut
Spongiosis, vesikel
Hiperkeratosis dan
intaepdermal, sel
akantosis
radang dan makrofag

Parakeratosis, scale-crust,
hiperplasia epidermal,
spongiosis epidermal
Histopatologi
Diagnosis Dermatitis Numularis

Anamnesis

Diagnosis

Pemeriksaan Pemeriksaan
Kulit Penunjang
Liken simpleks kronik

Dermatitis Kontak Alergi

Diagnosis banding

Dermatitis Atopik

Dermatomikosis
Liken simpleks kronik

Liken simpleks kronis merupakan dermatitis


kronik dengan lesi bulat, sangat gatal. Biasanya
terjadi pada perempuan, pada bagian punggung
kaki dan bagian ektensor. Penyebab penyakit ini
biasanya karena penggunaan logam dan gesekan
pakaian dalam jangka waktu yang lama.
Dermatitis Kontak Alergi
Morfologi klinis primer antara dermatitis
kontak dan dermatitis numular sering sulit untuk
dibedakan. Pada dermatitis kontak biasanya lokal,
dan ditemukan riwayat kontak sebelumnya. Untuk
membedakan dapat dilakukan pemeriksaan patch
test atau prick test.
Dermatitis Atopik

Umumnya pada pasien dengan lesi pada


tangan. Patch test dan prick test dapat membantu
jika terdapat riwayat dermatitis atopik.5
Dermatomikosis

Dapat terlihat sebagai tinea dengan pinggir


aktif, bagian tengah agak menyembuh. tetapi
secara klinis berbeda dari bentuk lesi tinea. Pada
dermatitis numularis bagian tepi lebih vesikuler
dengan batas relatif kurang tegas dibandingkan
tinea.
Pemeriksaan Penunjang
Tes Laboratorium
Patch test berguna untuk mengidentifikasi kasus kronis
yang tidak kunjung sembuh dan mengenyampingkan
dermatitis kontak sebagai diagnosis banding. Pada
dermatitis numularis IgE cenderung normal.

Kultur dan Uji Resistensi Sekret


Untuk melihat mikroorganisme penyebab dan penyerta.

Biopsi
Untuk melihat perubahan histopatologis sehingga dapat
menentukan tahapan (akut atau kronis) dari penyakit
dermatitis numularis.
Penatalaksanaan

Non-Medikamentosa
Pasien disarankan untuk menghindari suhu
ekstrim, penggunaan sabun berlebihan, dan
penggunaan bahan wol atau bahan lain yang
dapat menyebabkan iritasi. Bila kulit kering,
sebaiknya diberikan pelembab atau emolien.
Penatalaksanaan

Medikamentosa
Kortikosteroid
Antihistamin
Imunodilator
Antibiotik
Fototerapi
Imunosupresif
Pelembab
Kortikosteroid : topikal
Kortikosteroid : topikal
Kortikosteroid : topikal
Kortikosteroid : topikal
Kortikosteroid : sistemik

Nama Obat Dosis Sediaan

Prednison 1-4 tab/hari Tab 5 mg


dalam dosis terbagi

Dexamethason Dewasa 0,5-10 mg/hari Tab 0,5 mg

Metilprednisolon Dosis awal : 4-48 mg/hari Tab 4 mg


Tab 8 mg
Antihistamin

Nama Obat Dosis Sediaan

Loratadine Dewasa & anak > 12 tahun Tab 10 mg


1x1/hari

Cetirizine Dewasa & anak > 12 tahun Tab 10 mg


1x1/hari
Antibiotik : sistemik

Nama Obat Dosis Sediaan

Dicloxacilin 500 mg/6 jam Tab 500 mg


Selama 7 hari
Dosis maksimum : 4 g
Cephalexin 500 mg/12 jam Tab 500 mg
Selama 7 hari

Eritromisin 500 mg/12 jam Tab 500 mg


Dosis maksimum : 4 g
Antibiotik : topikal
Nama Obat Sediaan Merk
dagang

Mupirosin 2% Krim, salep 5 mg, 10 gr Bactoderm

Asam fusidat 2% Krim, salep 5 mg, 10 gr Fuson,


Futaderm

Neomisin sulfat 0,5% + Tube 15 mg Bioplacenton


ekstrak plasenta 10%

Neomisin sulfat 5 mg + Salep, bubuk 5 gr Nebacetin


bacitracin 250 IU
Pelembab
Immunomodulator
Prognosis

Dari suatu pengamatan sejumlah penderita


yang diikuti selama berbagai interval sampai dua
tahun, didapati bahwa 22% sembuh, 25% pernah
sembuh untuk beberapa minggu sampai tahun,
53% tidak pernah bebas dari lesi kecuali masih
dalam pengobatan.
Kesimpulan

Bentuk dermatitis ini lebih sering mengenai pria


daripada wanita dan sering mengenai remaja, dewasa
muda dan umur yang lebih tua serta jarang pada anak-
anak dengan riwayat dermatitis atopi. Penyebabnya tidak
diketahui. Bentuk-bentuk infeksi lainnya pada dermatitis,
seperti adanya kolonisasi Staphylococcus aureus, yang
mana dapat memperberat kondisi penyakitnya walau tidak
tampak pada gejala klinis. Pada satu studi menunjukkan
dermatitis numularis meningkat pada pasien dengan usia
yang lebih tua, terutama yang sangat sensitif dengan
aloealergi. Umumnya prognosis dari penyakit ini adalah
baik dan dapat sembuh dengan pengobatan topikal.
Terima Kasih