Anda di halaman 1dari 21

SNAKE BITE

IDENTITAS PASIEN
- Nama : Bp. L
- Usia : 45 tahun
- Alamat : Tegal Gedhe
- Pekerjaan : Petani
- Agama : Islam
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

1. Keluhan Utama :
- Nyeri tangan kiri menjalar sampai bahu kanan
2. Onset
7 April 2016.
3. Lokasi
Ibu jari tangan kiri.
4. Kronologi
ketika mencari rumput untuk pakan hewan ternak, tangan Bp. L
terasa seperti ada yang menggigit namun tidak melihat hewan apa
yang menggigit. Tidak lama kemudian tangan mengeluarkan
darah, Bp. L menduga bahwa itu gigitan ular berbisa. Setelah itu
Bp. L mencoba membersihkan lukanya dengan air dan segera dia
ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan.
5. Yang memperberat keluhan
- ketika tangan dan jari digerekkan.
6. Yang memperingan keluhan
(-)
7. Keluhan tambahan
mual (-)
muntah (-)
pusing (-)
panas (-)
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Tidak pernah mengalami keluhan serupa namun sebelumnya


pernah digigit ulat yang tidak berbisa
Riwayat Perdarahan (disangkal)
DM (disangkal)
HT (disangkal)
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Di keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa


PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi
Keadaan umum : pasien tampak sehat (Compos mentis)
Status Lokalis : tangan kanan terlihat bengkak, kebiru-biruan, dan
luka bekas gigitan (vulnus morsum)
Palpasi
nyeri tekan (+) regio manus sinister
PEMERIKSAAN PENUNJANG

perifer Hb 8,7 g/dL, Ht 24 vol%, leukosit 9900/mL,


trombosit 181.000/mL
DIAGNOSIS

Snake bite dengan sindrom kompartemen


TATALAKSANA

Infus RL 20 tpm
SABU (Serum Anti Bisa Ular) 2 Vial dalam 5 % Dextrosa.
ATS (Anti Tetanus Serum) 20.000 UI
Santagesik 1 Amp.
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan
suatu kompartemen sehingga mengakibatkan penekanan terhadap
syaraf.
B. Patofisiologi
- Sindrom kompartemen melibatkan jaringan lokal normal yang menyebabkan
peningkatan penekanan jaringan, penurunan aliran darah kapiler dan jaringan
nekrosis jaringan lokal yang disebabkan hipoksia. Peningkatan tekanan terus
meningkat hingga tekanan arteriola intramuskuler bawah meninggi sehingga
tidak ada lagi darah yang masuk di kapiler yang menyebabkan kebocoran
kedalam kompartemen menekan syaraf perifer disekitarnya menimbulkan nyeri
hebat.
- Hipoksia yang terus berlanjut menyebabkan iskemik otot dan nervus sehingga
terjadi kerusakan ireversibel komponen tersebut. Alasan yang mendasari untuk
peningkatan tekanan pada sindrom kompartemen yaitu peningkatan isi cairan
atau berkurangnya ukuran kompartemen
C. Manifestasi Klinis
Secara klasik ada 5P, yaitu :
1. Pain (nyeri) nyeri hebat saat peregangan pasif pada otot-
otot yang terkena.
2. Parestesia rasa kesemutan
3. Pallor (pucat)
4. Pulseness (nadi menurun)
5. Paralisis menurunnya sensasi saraf
D. Diagnosis
Dapat ditegakkan dengan :
1. Anamnesis : didapatkan nyeri hebat
2. pemeriksaan fisik : didapatkan tanda-tanda yang khas pada
sindrom kompartemen (5P) dan pemeriksaan penunjang.
3. Pemeriksaan penunjang : Hasil lab biasanya normal dan tidak
dibutuhkan dalam mendiagnosis sindrom
kompartemen,pemeriksaan rontgen pada ekstremitas yang
terkena, USG untuk mengevaluasi aliran arteri (singkirkan DD
DVT)
4. Pengukuran tekanan kompartemen
E. Diagnosis Banding
1. Selulitis
2. Deep Vein Trombosis
3. Peripheral Vascular Iniuries
F. Tatalaksana
1. Terapi medikamentosa
Menempatkan ekstremitas yang terkena setinggi jantung
Bidai dilepaskan
Pada kasus gigitan ular berbisa beri anti racun untuk
menghambat sindrom kompartemen
Koreksi hipoperfusi
Diuretik dan manitol untuk mengurangi tekanan
kompartemen
2. Terapi pembedahan
Dilakukan fasciotomy jika tekanan intra
kompartemen lebih dari 30mmHg.
Ada 2 teknik fasciotomy, yaitu :
1. Teknik insisi tunggal
Membutuhkan diksesi lebih luas dan resiko
kerusakan arteri dan vena peroneal.
2. Teknik insisi ganda
Pada tungkai bawah paling sering digunakan karena
lebih aman dan efektif
G. Komplikasi
1. Kerusakan saraf permanen
2. Infeksi (sepsis,ARDS)
3. Deformitas kosmetik akibat fasciotomy
4. Kehilangan anggota tubuh
5. Kematian
H. Prognosis
Tergantung seberapa cepat penanganan dan ada atau tidaknya
komplikasi.
BAB III PEMBAHASAN
- Pasien datang dengan keluhan nyeri digigit ular pada ibu jari tangan
kiri. Dari yang anamnesis yang didapatkan adanya bercak merah
kebiruan semakin lama semakin lebar. Pasien juga mengeluh
nyeri, terasa panas, bengkak dan ibu jari sulit digerakkan.
- hal ini menunjukkan tanda klasik sindrom kompartemen.
Untuk penatalaksanaan sindrom kompartemen dapat dilakukan
dengan menempatkan ekstremitas sejajar jantung dan harus segera
dilakukan fasciotomy untuk mencegah kerusakan jaringan
intrakompartemen. Pada pasien ini dilakukan segera fasciotomy
setelah pasien dirawat di Rumah Sakit sebelumnya pasien diberi
anti nyeri dan SABU untuk mengurangi sindrom kompartemen.